Skip to main content

Perhitungan Impressed Current Cathodic Protection (ICCP)

Saya ingin bertanya kepada senior-senior milis migas. Kebetulan saya sedang melakukan perhitungan impressed current cathodic protection untuk pipa underground. Berdasarkan beberapa referensi yang saya pelajari, perhitungan arus yang dibutuhkan untuk impressed current ada 2 pendekatan:

Pendekatan pertama didapat melalui persamaan berikut,
Io = A x Cb x i x Sf
dimana Io = arus yang dibutuhkan, A = luas area yang diproteksi, Cb = coating breakdown, i = current density pipa, Sf = safety factor

Sedangkan pendekatan kedua didapat dengan urutan perhitungan sbb:

    r (tahanan pipa) = ñpipe/ðt(D-t)
    G (konduktansi coating) = ðD/ù
    á (atenuasi) = (rg)^0.5
    R (tahanan struktur/jaringan) = (r/g)^0.5
    X (jangkauan proteksi) = E cosh á L
    Io (arus proteksi) = (Eo/rp) tanh á L

Pertanyaan saya:

    Bagaimana menentukan nilai ù dan apakah ada korelasinya dengan coating breakdown ?
    Apa yang dimaksud dengan X (jangkauan proteksi) ? jarak antara anode ke pipe kah ? Atau panjang pipe yang terproteksi ?
    Kenapa arus proteksi maksimum pendekatan kedua berbeda dengan pendekatan pertama ? Jika pada pendekatan pertama, arus proteksi maksimumnya hanya sebesar arus bare steel (coating breakdown 100%), sedangkan pada pendekatan kedua arus proteksi dapat lebih dari arus bare steel.
    Adakah standar yang mengatur batasan arus dan tegangan yang dapat disupply oleh transformer rectifier ?

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas perhatian rekan-rekan. Mohon pencerahannya.



Tanya - Herry Winandi

Dear rekan-rekan,

Saya ingin bertanya kepada senior-senior milis migas. Kebetulan saya sedang melakukan perhitungan impressed current cathodic protection untuk pipa underground. Berdasarkan beberapa referensi yang saya pelajari, perhitungan arus yang dibutuhkan untuk impressed current ada 2 pendekatan:

Pendekatan pertama didapat melalui persamaan berikut,
Io = A x Cb x i x Sf
dimana Io = arus yang dibutuhkan, A = luas area yang diproteksi, Cb = coating breakdown, i = current density pipa, Sf = safety factor

Sedangkan pendekatan kedua didapat dengan urutan perhitungan sbb:

    r (tahanan pipa) = ñpipe/ðt(D-t)
    G (konduktansi coating) = ðD/ù
    á (atenuasi) = (rg)^0.5
    R (tahanan struktur/jaringan) = (r/g)^0.5
    X (jangkauan proteksi) = E cosh á L
    Io (arus proteksi) = (Eo/rp) tanh á L

Pertanyaan saya:

    Bagaimana menentukan nilai ù dan apakah ada korelasinya dengan coating breakdown ?
    Apa yang dimaksud dengan X (jangkauan proteksi) ? jarak antara anode ke pipe kah ? Atau panjang pipe yang terproteksi ?
    Kenapa arus proteksi maksimum pendekatan kedua berbeda dengan pendekatan pertama ? Jika pada pendekatan pertama, arus proteksi maksimumnya hanya sebesar arus bare steel (coating breakdown 100%), sedangkan pada pendekatan kedua arus proteksi dapat lebih dari arus bare steel.
    Adakah standar yang mengatur batasan arus dan tegangan yang dapat disupply oleh transformer rectifier ?

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas perhatian rekan-rekan. Mohon pencerahannya.


Tanggapan 1 - Triez

Dear Mas Herry.
Boleh tahu referensi pendekatan kedua diambil darimana? Handbook atau referensi lain?


Tanggapan 2 - Herry Winandi

Pak Tris,

Referensi dari slide Pak Achmad Sulaiman yang ada di sini dan juga dari slide Pak Sulistijono (ITS).


Tanggapan 3 - Triez


Wah, banyak sekali folder..hehehe
Mas, biar ga membingungkan. Pakailah international standar seperti ISO , NACE, atau DNV (offshore), atau mungkin peabody handook yg sudah umum dipake. Saya tidak bilang white book, green book, atau paper work tidak bisa dipake, boleh saja, tp just for reference only. Untuk Design sebaikya merujuk ke standard. Kemudian liat rujukan client spec. refers kmn dia. Klo masih bingung, panggil vendor cathodic, ajak sharing atau diskusi, applicable dilapangan dengan kondisi design seperti apa yg harus diterapkan termasuk parameter penggunaan design yg juga cukup luas cakupannya. tentu finalnya adalah design akurat, comissioning berhasil sesuai yg diharapkan, bukan hanya kalkulasi diatas kertas.
Untuk kalkulasi itu bisa kita analisa sendiri. Klo untuk offshore design, mungkin ada sedikit noted antara DNV dengan ISO. sebaiknya ditegaskan dulu.


Tanggapan 4 - Faisal Reza


Ini sangat baik tapi darimana ini mas ya sumber nya tapi dari logika yg saya runut dan rumus yg kedua saya kira cukup bisa ditelaah..

utk rumus no. 1 saya bisa lgsung mengenalinya karena ini rumus praktikal dan similar dgn yg ada di standar2 seperti di ISO 15589-1 misalnya..

saya akan coba jawab:

1. ù adalah coating resistivity dan ini bisa di ukur dgn resistivity meter dan biasa dilakukan di coating manufacturer.

Ya saya kira ini berhubungan dgn coating breakdown resistance seperti pada rumus pertama....coba lihat di section 5.8 hal 8 utk ISO 15589-1

2. jangkauan proteksi X ini saya kira merefer adalah jangkaun dimana anode groundbed dipasang sampai ke ujung pipa....jadi gini jangkauan proteksi ini sangat berhubungan dgn 3 hal utama...

a. atenuasi itu sendiri
b. beda potensial antara potential pas di pipa yg paling dekat dgn anode gorundbed - dgn Ecorr besi (merefer pada lingkungan tsb)
c. beda potensial antara  potential di ujung pipa - dgn Ecorr besi (merefer pada lingkungan tsb)

3. Saya kira disini menurut saya justru ada kesamaan karena pada rumus kedua kalau anda perhatikan atenuasi....juga R adalah berhubungan dgn tahanan pipe (r (r huruf kecil)) dgn g yaitu konduktansi coating...jadi ini di kombinasi jadi satu membentuk tahanan overall (R huruf besar yaitu tahanan struktur keseluruhan)

4. ini tergantung soil resistivity utk current supply dgn memperhatikan IR drop....juga perlu diperhatikan hydrogen evolution kalau potensial terlalu besar....yg paling penting adalah bagi saya pada waktu potential off....disana minimum requirement nya harus -800 mV.....silahkan lihat lebih lanjut pada ISO 15589-1 atau NACE standards.


Tanggapan 5 - Farizan Riadhi

Mencoba menjawab pertanyaan Pak Winandy.
Pendekatan pertama dilakukan dengan panjang pipa terproteksi diketahui/diasumsikan untuk mencari nilai A, sedangkan pendekatan kedua dilakukan secara teoritis jangkauan dari drainage point sehingga polarisasi yang diinginkan tercapai.

1. Mencari nilai ω utk mendapatkan nilai G ya Pak? Nilai G ini bisa diasumsikan dari tabel dimana parameternya kondisi coating dan resistivitas tanah. Literatur mengenai perhitungan ini bisa dilihat di buku Parker Peattie, Pipeline Corrosion and Cathodic Protection, 3rd Edition. Appendix D : Attenuation Equations.

2. X adalah jarak dari drainage point (bisa sama dengan lokasi anode) dengan titik di pipeline dimana nilai polarisasinya mencapai nilai yg kita inginkan

3. Mungkin saja, karena jika persamaan attenuasi ini dibalik, yaitu utk mencari nilai arus sehingga coverage mencapai panjang keseluruhan pipa, mungkin bisa lebih besar. (Perlu dilihat polarisasi/beda potensial di drainage point, jangan sampai over-proteksi)

4. Yang ini saya kurang paham dari standar mananya, berkaitan dgn SF (safety factor) dalam penentuan TR Rating. Yg sering saya lihat sih 25%.

Semoga membantu dan CMIIW,

Comments

Popular posts from this blog

DOWNLOAD BUKU: THE TRUTH IS OUT THERE KARYA CAHYO HARDO

  Buku ini adalah kumpulan kisah pengalaman seorang pekerja lapangan di bidang Migas Ditujukan untuk kawan-kawan para pekerja lapangan dan para sarjana teknik yang baru bertugas sebagai Insinyur Proses di lapangan. Pengantar Penulis Saya masih teringat ketika lulus dari jurusan Teknik Kimia dan langsung berhadapan dengan dunia nyata (pabrik minyak dan gas) dan tergagap-gagap dalam menghadapi problem di lapangan yang menuntut persyaratan dari seorang insinyur proses dalam memahami suatu permasalahan dengan cepat, dan terkadang butuh kecerdikan – yang sanggup menjembatani antara teori pendidikan tinggi dan dunia nyata (=dunia kerja). Semakin lama bekerja di front line operation – dalam hal troubleshooting – semakin memperkaya kita dalam memahami permasalahan-permasalahan proses berikutnya. Menurut hemat saya, masalah-masalah troubleshooting proses di lapangan seringkali adalah masalah yang sederhana, namun terkadang menjadi ruwet karena tidak tahu harus dari mana memulainya. Hal tersebut

Apa itu HSE ?

HSE adalah singkatan dari Health, Safety, Environment. HSE merupakan salah satu bagian dari manajemen sebuah perusahaan. Ada manejemen keuangan, manajemen sdm, dan juga ada Manajemen HSE. Di perusahaan, manajemen HSE biasanya dipimpin oleh seorang manajer HSE, yang bertugas untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengendalikan seluruh program HSE. Program  HSE disesuaikan dengan tingkat resiko dari masing-masing bidang pekerjaan. Misal HSE Konstruksi akan beda dengan HSE Pertambangan dan akan beda pula dengan HSE Migas . Pembahasan - Administrator Migas Bermula dari pertanyaan Sdr. Andri Jaswin (non-member) kepada Administrator Milis mengenai HSE. Saya jawab secara singkat kemudian di-cc-kan ke Moderator KBK HSE dan QMS untuk penjelasan yang lebih detail. Karena yang menjawab via japri adalah Moderator KBK, maka tentu sayang kalau dilewatkan oleh anggota milis semuanya. Untuk itu saya forward ke Milis Migas Indonesia. Selain itu, keanggotaan Sdr. Andry telah saya setujui sehingga disk

Leak Off Test

Prinsipnya LOT (leak off test) dilakukan untuk menentukan tekanan dimana formasi mulai rekah. Tujuannya: 1. Menentukan MASP (Max. Allowable Surface Pressure). Yaitu batasan max surface pressure yg boleh kita terapkan selama drilling operation, tanpa mengakibatkan formasi rekah (fracture). 2. Dengan mengetahui MASP, berarti juga kita bisa mengetahui Max. mud weight yg boleh kita terapkan selama drilling operation, tanpa mengakibatkan formasi rekah (fracture). 3. Menentukan Kick Tolerance. Yaitu maximum kick size yg masih bisa kita tolerir untuk dihandle. Parameter ini nantinya juga berperan untuk menentukan depth casing shoe yang aman dari sudut pandang well control issue. 4. Mengecek kualitas sealing antara cement dengan casing Tanya - BGP HSESupv. BGP.HSESupv@petrochina Dear all Saat masih di rig dulu saya sering mendengar istilah leak off test. dimana step2nya kira kira sebagai berikut 1. Cementing Job 2. TSK ,masuk string dan bor kurang lebih 3 meter dibawah shoe. 3. dilakukan