Monday, April 21, 2014

Struktur Organisasi Sebuah LNG Plant

Mohon pencerahan tentang struktur organisasi di sebuah LNG plant.

Tanya - Affandi H.

Dear All,

Mohon pencerahan tentang struktur organisasi di sebuah LNG plant. Kiranya Bapak-bapak berkenan memberikan informasi tentang organisasi dalam pengelolaan  sebuah LNG plant bersama pengelolaan jetty/loading arm ke tanker. Dengan filosofi operation/operator adalah orang pertama dalam maintenance. Terima Kasih sebelumnya.

Tanggapan 1 - Kurnia

Secara umum sama saja.

1. Engineering

2. Maintenance

3. Production/Operation

Kalo untuk Loading, ada jabatan namanya Loading Master.

Tiap perusahaan beda-beda, namun secara umum sama seperti diatas.

Namun saya kurang jelas dengan kalimat : Filosofi Operation/Operator adalah orang pertama dalam maintenance.

Tanggapan 2 - Pudjo Sunarno

Pak Affandy,

Mungkin saya masih ada organisasi LNG, namun saya harus cari lagi. Apakah secara Umum atau secara detail. Kebetulan saya Ex-LNG Badak selama 9 tahun disana sebelum mulai buka usaha dibidang "Drilling".

Untuk selanjutnya bisa kita diskusikan melalui JAPRI ya Pak.



(HSE) Standard of Safety Helmet for Bicycle user in petrochemical / oil refinery/gas processing plant

sulit mendapatkan Helm untuk pengendara sepeda dengan spec./seritifikat Industrial. Kecuali suatu hari nanti demand di industri tinggi mungkin saja manufaktur helm dan lembaga sertifikasi akan merumuskannya. Helm itu fungsinya mitigasi tool untuk melindungi kepala ketika kita sudah terjatuh, agar severity benturan dengan beton/aspal yang lebih keras dari kepala kita... bisa diminimalisir.

Tanya - Hendra Messa

Rekan2 sekalian, 

Di petrochemical plant, oil refinery ataupun gas processing plant, ada area2 tertentu yg tak bisa dimasuki kendaraan tanpa alat pelindung khusus ( spark arrester , chalvin valve dll ). Untuk kepraktisan akhirnya di area tsb, banyak digunakan sepeda utk transportasi jarak dekat, biasa digunakan oleh pekerja kontraktor atau labour supply, begitulah kebiasaan praktis di bbrp tempat.

Saat bersepeda pekerja atau kontraktor menggunakan safety helmet yg biasa digunakan utk di plant juga, suatu saat terjadi kecelakaan dan helmet tsb tak bisa sepenuhnya melindungi kepala. karena helm yg digunakan adalah safety helmet biasa yg tak dirancang khusus utk pesepeda. 

Sehingga akhirnya timbul ide perbaikan utk mencari safety helmet yg sesuai utk dipakai bersepeda tapi juga bisa dipakai utk keperluan sehari2 di plant ( industrial standard), spt merek MSA, Bullard dll. Saya telah coba searching di internet, tapi belum menemukan yg pas ( standardnya bisa utk industrial use & bicycle transportation).

Tapi ternyata tak mudah menemukan helm sepeda yg sesuai juga dg standar industri,karena helm sepeda biasanya mengacu pada standard olahraga, bukan pada standard industri , semisal ANSI/ NZ standard, BS dll. Saya mau tanya pada rekan2 yg di tempat kerja nya ( plant ; refinery,gas processing, petrochemical dll) , juga menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi di area plant ?, 

Apa standar yg digunakan sebaga acuan dlm penentuan helm speda tsb ?apakah ada helm sepeda yg bisa jadi safety helmet juga ( industrial standard), dalam arti, standardnya bisa digunakan utk dua hal tsb ? ( transportasi sepeda dan kerja standard industri ).

Terima kasih banyak bila ada yg bisa memberikan masukan,

Tanggapan 1 - Akhmad Munawir

Hendra, Rasa-rasanya akan sulit mendapatkan Helm untuk pengendara sepeda dengan spec./seritifikat Industrial. Kecuali suatu hari nanti demand di industri tinggi mungkin saja manufaktur helm dan lembaga sertifikasi akan merumuskannya. Helm itu fungsinya mitigasi tool untuk melindungi kepala ketika kita sudah terjatuh, agar severity benturan dengan beton/aspal yang lebih keras dari kepala kita... bisa diminimalisir.Helm dengan sport standard hemat saya cukup memenuhi kriteria, dimana sport standard semestinya sudah dirancang untuk mengantisipasi benturan akibat jatuh dengan kecepatan yang cukup tinggi dibandingkan pekerja di Plant, saya kira nggowes-nya juga pelan dan santai.   

Tanggapan 2 - Dirman Artib

Apabila kecepatan bersepeda dan medan yg dilalui spt rute "Tour de Singakarak", maka sangat dianjurkan sekali pakai helm yg sering digunakan si pembalap ber-doping sekelas "Armstrong:"Kalau bersepeda hanya di dalam refinery atau chemical plant, saya rasa cukup pakai helm standard dan biasa gagah tampak di photo pesbuk. Kl nggak percaya sila lakukan sendiri hitungan risiko. Satu lagi, nggak perlu pakai sepeda yg ada "Air Bag System"-nya, cukup sepeda yg rodanya bulat, ada rem, jari-jari utuh dan terawat. Dan mohon kawan-kawan Engineer mendesain lay-out refinery tak seperti tempat untuk "outbond" (inherently safe design). Jangan tembak kutu dengan meriam Fatahillah.

Tanggapan 3 - Andrey

Sedikit tambahan pak Dirman. Untuk layout sebaiknya juga dibuatkan jalur sepeda.

Tanggapan 4 - Kreshna T. Anggara

Salam mas Hendra,

Sepertinya akan sangat sulit untuk menemukan helm untuk pengendara sepeda dengan spek yang memenuhi peraturan International untuk helm keselamatan. Saya pun pribadi belum pernah menemukan helm yang demikian. Kalo di bayangan saya lucu aja di kawasan plant pake helm full face kayak yang dipake bikers gitu. Tapi kalo boleh saya memberikan saran, seperti yang mas Hendra bilang sebelumnya terjadi kecelakaan yang berhubungan dengan penggunaan sepeda di kawasan plant. Jika sudah dilakukan investigasi terhadap kecelakaan tersebut, saya lebih berpikir bagaimana caranya untuk menghilangkan penyebab kecelakaan tersebut sebelum cepat-cepat mencari APD lain, dalam hal ini safety helmet, yang pastinya susah dicari. Karena seperti yang kita tahu, bahwa APD dalam hirarki pengendalian bahaya posisinya paling bawah.

Menurut hemat saya, mungkin diadakan training ataupun pemberian ijin khusus bagi karyawan yang memang berkompeten dalam bersepeda di kawasan plant yang high risk atau cara lain yang lebih mudah dilakukan dan mudah diaplikasikan akan lebih berdampak. Karena bagaimana pun kalo masalah penyebab kecelakaan tidak menjadi poin penting dalam perubahan alat APD, maka mau diubah APD secanggih apa pun tetap akan timbul kecelakaan yang lukanya pun akan baru juga (misal cedera pada bagian kaki, tangan atau bagian tubuh yang lain). Semoga bisa sedikit membantu mas Hendra.

Tanggapan 5 - Alvin Alfiyansyah

Kang Hendra,

Setidaknya di beberapa perusahaan Migas dan Refinery yg pernah saya kunjungi baik sebagai mahasiswa, Kontraktor maupun pegawai selama 15 tahun terakhir...belum pernah saya lihat ada yg memakai helm multifungsi dan juga setahu saya sampai saat ini helm tersebut belum pernah ada terwujud dijual baik pakai dan sudah lulus standar EN, bla bla bla... Karena testing dan design antara helm kerja dan helm sepeda akan jauh berbeda metoda-nya.

Manajemen transportasi, facility siting dan layout adalah saran pertama yang saya akan berikan yakni jalur sepeda dan jalan kaki harus dibuatkan khusus juga tempat memarkir dan menaruh sepedanya saat didalam lingkungan pabrik.

Kedua, di salah satu perusahaan Migas di Kaltim ada policy bahwa sepeda dipakai dengan helm sepeda dari mess/kantin sampai lokasi parkir sepeda di dekat area pabrik yg bebas dari drop object dan hazard lainnya. Lalu ketika masuk ke area pabrik, maka helm kerja standar yg harus dipakai dan bisa diambil di tempat aman yg disediakan. Dalam area pabrik utk surveillance yg detil utk satu process unit jalan kaki lebih disarankan, kecuali jika mobile antara process unit yg sangat berjauhan. Ngga hafal apa policynya sudah berubah atau belum. 

Atau ada juga di perusahaan lain di NKRI dan juga di middle east sini dimana helm kerja harus sudah dipakai saat memasuki area pabrik.

Jadi multipurpose helmet utk sepeda dan kerja saat ini belum ada juga mungkin jika ada akan mahal karena dari segi design dan testingnya akan sampai 3x lipat lebih ruwet dibandingkan apa yg sudah tersedia di industri saat ini, menurut saya. Disamping demand yg Munawir sudah kutip memang masih sangat minim utk keperluan multipurpose helmet. Terimakasih.

Tanggapan 6 - A. Lesto Prabhancana Kusumo

Sekedar nimbrung.Helmet untuk safety sekaligus untuk olahraga yang sesuai dengan standar keamanan umumnya digunakan oleh rekan-rekan rescue.SiBiasanya saya dan rekan-rekan untuk kegiatan Rescue dan Outdoor menggunakan merk Petzl, didalam salah satu katalognya terdapat helmet untuk sport yang berstandar ANSI termasuk untuk senter dan perlengkapan lainnya di daerah berbahaya. Salahsatunya helmet umtuk sepeda..Silahkan buka di petzl.com

Tanggapan 7 - Hendra Messa

Terima kasih rekan2 sekalian, 

Kang Alvin, uda Dirman, mas Munawir, Kresna, Lesto, dll,  atas sharing informasinya, membantu sekali.

Memang ini tampak hal yg sepele, tapi ternyata perlu penanganan khusus pula,

Just info di tempat kerja saya di area Ruwais Abu Dhabi sini, dimana, berkumpul semua industri hulu migas Abu Dhabi, mulai dari oil refinery, gas processing plant, petrochemical sampai fertilizer plant, sepeda adalah sarana transportasi praktis yg biasa digunakan oleh para kontraktor di dalam plant area yg datar & luas sekali.

Telah beberapa kali terjadi kecelakaan pekerja terjatuh dari sepeda, walau masih luka ringan, tapi perlu penanganan segera, sebelum jadi masalah besar. Ditambah lagi pekerja kontraktor adalah org2 dari anak benua sana yg ternyata di negerinya sendiri, tak smuanya terbiasa naik sepeda.

Safety helmet yg tepat utk pesepeda dan sesuai standard industri adalah salah satu solusi dari sisi PPE., masalah yg gampang2 susah,

Sekali lagi, terima kasih banyak atas sharing nya.



RUU Keinsinyuran Digagas Untuk Lindungi Konsumen

Undang-Undang Keinsinyuran akan menjamin profesionalisme insinyur, karena mengatur tentang sertifikasi insinyur profesional, penyelenggaraan lisensi kerja hingga standar pelayanan, kata anggota Tim Perumus Rancangan Undang-Undang Keinsinyuran Tjipto Kusumo.

Pembahasan - Sulistiono KERTAWACANA

http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt52efc874bd046/ruu-keinsinyuran-digagas-untuk-lindungi-konsumen

Senin, 03 Pebruari 2014

RUU Keinsinyuran Digagas untuk Lindungi Konsumen

Undang-Undang Keinsinyuran akan menjamin profesionalisme insinyur, karena mengatur tentang sertifikasi insinyur profesional, penyelenggaraan lisensi kerja hingga standar pelayanan, kata anggota Tim Perumus Rancangan Undang-Undang Keinsinyuran Tjipto Kusumo.

"Undang-Undang Insinyur akan melindungi konsumen pengguna jasa profesi insinyur, sekaligus menjaga kualitas dan kompetensi profesi insinyur yang bekerja di Indonesia," katanya pada diskusi 'Tantangan Profesi Keinsinyuran: RUU Keinsinyuran dan Standar Kompetensi Insinyur', di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, RUU Keinsinyuran itu sangat penting sehingga perlu segera diselesaikan. Dengan demikian, lulusan teknik nanti bisa memiliki payung hukum yang jelas dan profesinya terlindungi.

Selain itu, dengan adanya UU Keinsinyuran, insinyur asing yang datang ke Indonesia harus mengikuti UU tersebut layaknya insinyur Indonesia yang bekerja di luar negeri dan patuh pada UU Insinyur di negara tersebut.

"Ini negara kita sendiri, jangan karena pihak asing datang ke sini dan berinvestasi lalu kita tunduk kepada mereka. Mereka ada di negara kita sudah seharusnya mereka mengikuti aturan kita," katanya.

Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Akhmad Suraji mengatakan banyaknya lulusan sarjana teknik yang tidak siap bersaing di pasar hingga beralih profesi juga disebabkan sumber daya manusia lulusan tersebut yang rendah.

Padahal, kata dia, Indonesia membutuhkan lebih banyak insinyur saat ini, terlebih Indonesia akan menghadapi ASEAN Free Trade Area (AFTA) yang akan berlangsung pada 2015.

Menurut dia, penguatan sumber daya manusia menjadi faktor penting untuk menyiapkan lulusan teknik agar siap pakai saat lulus. Hal yang juga sama pentingnya adalah etika dari insiyur itu sendiri.

"Seorang lulusan teknik harus memiliki profesionalisme, integritas, dan disiplin yang tinggi. Selama ini yang masih lemah di lndonesia adalah etika para lulusan teknik," katanya.

Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Sri Atmaja Rosyidi mengatakan etika adalah hal yang sangat penting dalam suatu profesi. Etika memang kelihatannya sederhana, tetapi dampaknya luar biasa.

"Oleh karena itu, lulusan teknik harus memiliki etika dan wawasan yang global sehingga tidak kalah dengan pihak-pihak asing yang banyak berdatangan ke Indonesia," katanya.

Tanggapan 1 - Dirman Artib

Kacau juga tuh pandangannya, kok seolah-olah semua sarjana teknik harus jadi Insinyur (?).Lebih kacau lagi dikatakan bahwa lulusan teknik beralih profesi, lha orang baru tamat itu kan kebanyakan pengangguran, jadi belum punya profesi, nah kok dikatakan beralih profesi (?). Kalau ada seorang sarjana teknik tamat S1 dan kemudian mulai bekerja sebagai aktivis parpol dan kemudian berprofesi sebagai politikus dan seterusnya menjadi anggota DPR, apakah bisa dikatakan dia beralih profesi? Ya tidak, karena sebelumnya dia belum punya profesi.Siapa bilang di parpol dan DPR/DPRD tidak perlu sarjana teknik, lalu siapa yg akan jadi motor penggerak untuk menjadi partner pemerintah yang punya rencana misalnya membangun Dam Raksasa untuk menghadang banjir Jabodetabek?Kan ngeri-ngeri sedap pulak nanti jadinya....

Tanggapan 2 - Sulistiono KERTAWACANA

Dengan keinsinyuran dibatasi oleh definisi dalam UU, Pak Dirman. Dengan demikian UU tersebut terbatas pada pengkategorian daalam definisi tersebut. Jangan "dikacaukan" atau dibandingkan dengan pengertian umum yang mungkin agak berbeda dalam definisi. Untuk itulah pembuat UU akan memerlukan masukan dan saran dari kelompok pemangku kepentingan guna menyempurnakan UU dimaksud.

Pasal 1 Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan:

1. Keinsinyuran adalah rekayasa teknik dengan menggunakan ilmu pengetahuan, teknologi, keterampilan, dan profesionalitas untuk merancang dan membangun sistem, struktur, proses, material, mesin, dan perangkat demi tujuan peningkatan nilai tambah dan daya guna barang atau jasa.

2. Insinyur adalah orang yang berprofesi di bidang Keinsinyuran.

Hemat saya, pengangguran terjadi karena kurangnya perencanaan dan proses pendidikan yang kurang siap kerja . Pembukaan program studi seringkali kurang atau bahkan tidak sesuai dengan kebutuhan nasional. Sekedar contoh , begitu gampangnya suatu pendidikan tinggi membuka program studi hukum (ibarat kata modalnya cuma meja dan kursi hehe) meskipun jika dibandingkan Negara maju perbandingan jumlah advokat dan jumlah penduduk masih sangat kurang. Bandingkan dengan program studi yang dibuka terkait dengan kelautan masih sanga kurang (padahal luas wilayah Indonesia lebih luas laut ketimbang darat), bandingkan dengan program studi pada universitas2 di Norway yang nampaknya pemerintahnya berkehendak tetap menjaga supremasi nenek moyang mereka selaku penguasa laut, bangsa Viking.   Di sisi lain untuk memandang lulusan pendidikan tinggi di Indonesia untuk mengisi pasar tenaga kerja  internasional terkadang lembaga pendidikan belum siap. 

 

IMHO, politisi itu orientasinya adalah kebijakan public; bagaimana menempatkan skala prioritas dalam kebijakan public setelah menyerapa spirasi tentu lebih menjadi titik berat; soal teknis biar serahkan kepada ahlinya bukan? hehe

Tanggapan 3 - Amal Ashardian

Pak Dirman,

Saya sepakat, bahkan dalam sejarahnya banyak UU yang dibuat justru untuk melemahkan Indonesia sendiri.

Tanggapan 4 - Aank

Mengapa begitu ya?

Mungkin karena negara kita banyak hutang, sehingga pemberi pinjaman mendikte UU dan aturan yang memastikan pinjaman kembali beserta bunganya. 

Tanggapan 5 - Awaluddin

Sebaiknya kita berpikiran positif dulu dalam menanggapi kehadiran UU Keinsinyuran ini.Mari berharap, dengan kehadiran UU ini akan dapat meningkatkan kesejahteraan para Insinyur Indonesia, khususnya tukang insinyur yg berkecimpung dalam industri minyak & gas di Indonesia. 

Tanggapan 6 - Darmayadi

Apa hebatnya seorang insinyur sih??Kenapa sarjana teknik yang sudah ditetapkan sebagai gelar bagi mereka yang telah lulus dari Fakultas Teknik oleh pemerintah masih dipaksakan menjadi insinyur. Saran saya UU ini dinamakan UU Ahli Teknik aja. lebih jelas dan dimengerti.Saya setuju, seseorang yang bergerak dibidang keteknikan harus disertifikasi sesuai dengan tingkatan keahliannya. Tetapi tidak perlu disebut Insinyur, kayak orang belanda aja......Kasih aja gelar nya Ahli Teknik Pertama, Madya dan Utama.Dan untuk keahliannya harus dapatnya dari Asosiasi Profesi, bukan dari Persatuan Insinyur Indonesia...Sehingga sarjana teknik mesin yang sudah berkecimpung di perbankan sudah tidak bisa sebutan Ahli Teknik mesin. Kemudian kalau seseorang tersebut hanya tammatan SMA dan berkecimpung di dunia permesinan selama 5 tahun dan diuji oleh asosiasi profesi kemudian lulus dapat juga diberikan gelar Ahli Teknik.Demikian pendapat dari saya...

Tanggapan 7 - Amal Ashardian

Dari subject nya saja sudah tidak benar.. Seharusnya UU Keinsinyuran digagas untuk melindungi Bangsa, Negara, alam lingkungan dan juga keselamatan manusia.

Kalau konsumen saja, nanti kalau ada engineer yang demi keselamatan menghasilkan design yang  diluar budget, bisa dituntut merugikan….

Tanggapan 8 - Joe Tampubolon

Ada benarnya juga dan perlu perlindungan konsumen menurut saya. 

Di proyek saya di lampung, kami membayar design konsultan NZ sebesar usd 150,000 dan design di cover oleh asuransi sebesar usd 1,000,000. 

Asuransi mau mengcover design tersebut karena asuransi sdh bisa melihat track record si konsultan (engineer)nya. 

Yang artinya konsumen tidak akan dirugikan jika ternyata design yang dibuat ada kesalahan. 

Apakah di Indonesia sekarang konsultan lokal sudah ada designnya di cover oleh asuransi seperti contoh di atas? 

Tanggapan 9 - Aank

Ada mas Joe, pt lintech sering designnya diasuransikan. Storage tank, pressure, oh crane, foundation dst.

Tanggapan 10 - Dirman Artib

Saya kurang setuju dgn kehadiran UU Keinsinyuran yang berasosiasi kepada organisasi tertentu spt....XYZ , tetapi sangat setuju dgn pandangan Pak Darmayadi, bahwa yang mungkin kita perlukan adalah UU Ahli Teknik yg berafiliasi kepada asosiasi masing-masing spt misalnya di US. Jadi tidak boleh dimonopoli oleh hanya satu organisasi spt..XYZ. Dan saya sangat setuju juga dgn tujuan perlindungan konsumen dan keselamatan, makanya kita perlu asosiasi-asosiasi profesi yang profesional yg punya visi keselamatan dan mampu menunjukkan kelasnya di pasar SDM. Asosiasi profesi yang selama  ini hanya berfungsi spt ormas-ormas yg bangun hanya menjelang pemilu dan dari dulu masih kebingungan mau diarahkan kemana tujuan ke-profesi-an nya sebaiknya membubarkan diri saja dgn le-go-wo. Zaman sekarang, adalah usaha sia-sia jika bertujuan untuk mendapatkan hak monopoli, terutama pada spektrum keahlian dan kompetensi.

Tanggapan 11 - Pudjo Sunarno

Dear Professional,

Sangat bagus, dimana dalam negara dengan jumlah professional yang banyak terdapat beragam pemikiran, Dan semuanya dengan yujuan yang positif.

UU Keinsinyuran sebentar lagi akan ditanda tangani dan berlaku di Indonesia. (dalam hitungan hari).

Berdasarkan UU yang sangat Positif dan bermanfaat bagi kita semua yang teribat baik di Indonesia atau di Kancah Global. Mari kita dukung dan implementasikan secara Professional.

Namun demikian, Pemikiran mengenai Tenaga Ahli juga perlu kita pikirkan bersama sama. Pemikiran positif mengenai UU Keinsinyuran dapat diikuti dengan UU Ketenaga Ahlian yang lainnya. Kebetulan saya mendapatkan sarana untuk membicarakan masalah itu.

National Workforce Center akan segera berdiri. Dan institusi tersebut perlu dukungan dari teman teman professi yang lainnya. Kita optimalkan fungsi Professional Indonesia dalam membangun negara ini, dan secara global kita bersama sama membangun Industri kita.

Mari, secara bersama sama kita rumuskan dan kita bawa ke Legislator tentang langkah berikutnya tentang Ke Tenaga Ahli an. 

INDONESIA MEMBANGUN kemudian INDONESIA BEROPARASI secara professional.

Tanggapan 12 - Udin Jamaluddin

Jika UU tersebut ϑÎ sahkan, αϑα yang bΐsα membayangkan implementasi kepada setiap engineer yang sudah bekerja ϑÎ K3S company, begitu JƱҨª dengan engineer yang berada ϑÎ konsultan ϑάn EPC company lainnya,kira-kira hal kongkrit αpα yang akan dilakukan?, apakah nanti akan αϑα standarisasi untuk competency dan salary yang akan diperoleh oleh setiap engineer untuk tingkat nasional ataupun internatinal.

Θάn apakah akan ada badan\Lembaga αpα yang akan menjadi payung hukum bagi individu para engineer ataupun perusahaan yang memakai jasa engineer (engineering) tersebut nantinya, jika terjadi kesalahpahaman ataupun αϑα masalah hubungan internal industrial-nya. Mohon pencerahan ϑάn penjelasan dari para suhu ϑάn rekan-rekan professional. 



Penggunaan Hydrostatic Test & Pneumatic Test

Tanya - Cak Ipin

Yth rekan-rekan milis Saat ini saya bekerja di power plant project, ditempat saya bekerja ada kasus tentang pemilihan pressure test yang akan digunakan pada pipa Instrument, Pihak kontraktor hanya melakukan hydrostatic test sedangkan fluida yg akan digunakan saat beroperasi adalah udara dimana udara tersebut harus kering atau tidak boleh terkontaminasi dengan air, pertanyaan saya :

1. Apakah boleh dilakukan hydrostatic test pada Instrument air pipe??

2. Jika memang pneumatic test berbahaya, berapa batasan pressure untuk pneumatic test yg diijinkan??

Mohon pencerahan dari para senior, terima kasih.

Tanggapan 1 - Apriadi Bunga

Cak Ipin,

Sepanjang yang saya tahu, pneumatic boleh menggantikan hydrostatic test. Tekanannya sebesar 1.1 x Design Pressure

Tanggapan 2 - Yacob Messakh

Boleh Nimbrung Pak,

Sependek yang saya tahu, Air Instrument Line (Biasa disingkat IA) biasanya materialnya Galvanized Pipe dan dan Joint Connection biasanya screwed meskipun akhirnya biasanya di sealed weld juga. Kalau memang operating medium nanti udara (Air) ya gak boleh Hydro Test menggunakan Air (Water), tapi Pneumatic Test, pakai udara (Air). Test Pressure untuk Line ini biasanya rata2 7 BAR (101.5 PSI).

Tanggapan 3 - Mubarok

Bapak-bapak,

Sekedar sharing.. Prinsip pemancing, lain spot lain jenis ikannya, tentu saja berbeda teknik mancingnya.. Wakakakaka..

Begitu juga piping system, di tempat Pak Yacob mungkin Instrument Air "biasa" disebut IA, pake galv'd pipes, threaded connection, test pressure 7 bar.. Tapi di tempat saya berbeda2, kadang pake material SS, kadang Galv'd.. Kadang 7 bar, pernah juga 30 bar.. Tergantung spec tiap-tiap project..

Intinya saya lebih menyarankan untuk refer ke code dan design project tersebut dibandingkan ke "biasanya"..

Kembali ke kasus Cak Ipin, Menurut saya, hydrotest sah-sah saja dilakukan untuk pipa IA selama kontraktor bisa menjamin bahwa kondisi internal pipa layak untuk operasi, berarti si kontraktor punya tambahan kerja setelah hydrotest untuk mengeringkan dan membersihkan line tersebut.. Tekniknya bisa bermacam-macam, drain point musti bagus, mungkin ditambah air blow/flushing setelah hydrotest, bilamana perlu di purge pake N2 juga.. 

Pneumatic test dengan udara (compressed air) bukan jaminan bahwa setelah test nggak ada uap air di internal pipa, kecuali dipasang air dryer dulu sebelum compressed air dipake untuk ngetest.. Supaya hasilnya lebih "kering", kami lebih memilih menggunakan N2 untuk pneumatic test..

Untuk test pressure, silakan membuka-buka code yang dijadikan acuan..

Saran saya, Cak Ipin sebagai client bisa minta kontraktor untuk submit test procedure/method statement untuk direview dan approval, jadi sebelum pekerjaan dieksekusi semua pihak tahu line tersebut mau diapakan saja.. 

Tanggapan 4 - Rifninaldi

Pak Rio,

Berdasarkan pengalaman saya yang pernah bekerja di perusahaan pembuat tiang pancang beton di pulau batam, ada beberapa kriteria penumpukan tiang pancang di stockyard.

1.Permukaan tanah harus padat/kuat dan rata.

2.Untuk alas dasar harus menggunakan balok kayu yang besar, tinggi minimum dari permukaan tanah harus memudahkan untuk proses pengangkatan dan jumlah alas hanya di bolehkan 2 alas dan di tempatkan pada posisi angkat yang termarking pada tiang pancang.

3.Jumlah layer dari tiang pancang tergantung diameter tiang pancang.

Demikian sekilas info yang dapat saya sampaikan, atau Bapak juga bisa coba cek di websitenya PT.Citra Lautan Teduh Batam.



Standard Penumpukan PC Spun Pile

Tanya - Rio Handoko

Saya ingin menanyakan standard jumlah tumpukan pada saat kita menyusun pc spun pile di stockyard, saya mencoba membuka web wika beton untuk informasi nya namun web nya sedang mengalami gangguan. adakah yang disini punya pedoman tentang pc spun pile tsb.

Tanggapan 1 - Heru Nugroho

Pak Rio,

Saya juga belum pernah tahu standard jumlah tumpukan spun pile, tapi sekedar share saja apa yang bisa dilakukan, yaitu kita bisa melakukan analisis jumlah tumpukan yang diijinkan dengan mengecek:

1. Kekuatan balok kayu pengganjal.

2. Kekuatan spun pile untuk menahan beban (bearing, shear, hoop stress) di posisi tumpuan.

3. Kekuatan lantai atau tanah dasar serta settlementnya.

Perlu juga minta info ketinggian yang diijinkan dari sudut pandang safety.

Perusahaan yang sudah mapan biasanya sudah melakukan analisis untuk digunakan dalam prosedur standar, mungkin ada teman yang mau berbagi infonya.

Tanggapan 2 - Rifninaldi

Pak Rio,

Berdasarkan pengalaman saya yang pernah bekerja di perusahaan pembuat tiang pancang beton di pulau batam, ada beberapa kriteria penumpukan tiang pancang di stockyard.

1.Permukaan tanah harus padat/kuat dan rata.

2.Untuk alas dasar harus menggunakan balok kayu yang besar, tinggi minimum dari permukaan tanah harus memudahkan untuk proses pengangkatan dan jumlah alas hanya di bolehkan 2 alas dan di tempatkan pada posisi angkat yang termarking pada tiang pancang.

3.Jumlah layer dari tiang pancang tergantung diameter tiang pancang.

Demikian sekilas info yang dapat saya sampaikan, atau Bapak juga bisa coba cek di websitenya PT.Citra Lautan Teduh Batam.



(Inspection) Sealant Utk External Floating Roof Tank

Tanya - Johanes Anton Witono KMI Kaltim

Migas Indonesia,

Di terminal perusahaan kami terdapat beberapa external floating roof storage tanks yang telah berusia operasi lebih dari 30 tahun. Pada saat surveillance rutin yang dilakukan oleh Operator, beberapa kali ditemukan kebocoran kecil pada atap tangki (berdampak keluarnya produk hidrokarbon di permukaan atap) dan celah diantara annular bottom plate dengan concrete retention/ ring wall (beresiko korosi pada sisi bawah bottom plate akibat air yang masuk bawah bottom plate). Selama ini untuk kedua temuan tersebut, perbaikan yang dapat dilakukan saat tangki masih on-service adalah menggunakan aplikasi polimer/ sealant. Polimer yang dipakai berbeda untuk kedua kasus tersebut. Mohon sharingnya apakah ada metode lain untuk mengatasi masalah serupa atau bilamana juga menggunakan aplikasi polimer kiranya bisa dishare type-nya. Kami sedang mencari type/ jenis polimer/ sealant yang lebih awet/ tahan lama. Terima kasih, Salam Migas,  

Tanggapan 1 - Lukman Hakim

Dear Pak Anton,

Penggunaan sealant (biasanya sealant silicone) adalah bersifat sementara dan bukan recommended by API 653, jadi seharusnya di lakukan assessment terhadap tanki dan dilakukan repair seperlunya sesuai hasil assessment tersebut. Thanks

Tanggapan 2 - Dirman Artib

1. Shutdown tank

2. Assess/inspect, report and recommend repair based on API 650

3. Develop and design AFC Drawing for repair construction work

4. Procurement of repair items

5. Repair execution (around 3 months) and in-process inspection during instalation

Investment dgn cara hal di atas mungkin akan lebih baik daripada solusi sementara memakai sealant. However, perlu define project carefully, apalagi jika dampak project adalah penurunan produksi yg significant. 

Tanggapan 3 - Lukman Hakim

Pak Dirman,

Bukannya repair seharusnya based on API 653 ya? 

Tanggapan 4 - Dirman Artib

Sorry......betul API 653.Tetapi beberapa hal menyangkut inspeksi/NDT saat repair hrs merujuk kembali kepada API 650 :). Beda 50 points pak he..he..he..

Tanggapan 5 - Kiagus Ismail Hamzah bin Mahbor

Kenapa repair based on APi650

Repair untuk AST, berdasarkan API653, sedangkan API 650 digunakan untuk tank baru.

Repair exexution paling lama adalah sebulan

Tanggapan 6 - Dirman Artib

Setuju dgn Pak Hamzah.Repair execution around 1 month, tapi keseluruhan project mulai dari assess, define, design, execute (plus re-coating), commissioning berdurasi around 3 months (lebih dikit lah)

Tanggapan 7 - Nizar Syahputra

Pak Johanes, Bisa didetailkan data2 dari tanki yang dipakai meliputi tapi tidak terbatas :

1. Ukuran dari tanki

2. Lokasi kebocoran, apakah disekeliling atau cuma ditempat2 tertentu

3. Type sealant yang dipakai untuk repair.

Ada sedikit pertanyaan dari saya terkait penjelasan dibawah untuk lokasi kebocoran apakah didekat annular ring plate diroofnya atau annular bottom plate. Asumsi saya ini adalah fix roof, bocor diwelding antara annular ring plate dan roof plate, fluidnya adalah crude oil..Sebelum dilakukan shut down suggestion dari saya dilakukan external inspeksi diarea roof plate untuk memastikan kondisi actualnya (dikhawatirkan plate diroof sudah terkorosi).Ini bisa dilakukan dengan metoda UT testing untuk platenya dan dye penetrant testing untuk weldingan antara annular ring dan roof platenya...Additional bisa juga dengan melakukan accoustic emmision testing untuk memastikan kebocorannya.Setelah data didapat kemudian dianalisa dengan menggunakan refference API 653 untuk mengetahui kondisi dari tankinya.Hasil asesment inilah yang dipakai apakah urgent untuk shut down repair atau bisa menunggu sampai ada windows yang fleksibel.

Mudah2an bisa membantu, maaf kalau ada yang diluar scope..

Justice for all,Agam..nb, untuk sealant yang dulu pernah kita pakai merknya viton, lumayan bagus sebagai temporary repair...

Tanggapan 8 - Riyan Adji

Dear rekan rekan migas

Untuk masalah seperti ini. saya rasa prosedur yang digunakan yaitu menggunakan API 653 (Tank Inspection Repair Altration and Reconstruction)pleas googling dulu untuk lebih yakin . . . tapi, hal yang perlu dipertimbangkan lagi yaitu kita harus tau sejarah pembuatan tangki tersebut (dokument" saat pembuaatan/konstruksi tangki ) baik dokument drawing maupun mechanical sheet'nya. biasanya owner memegang document" tersebut.

Tanggapan 9 - Johanes Anton Witono KMI Kaltim

Anggota Migas Indonesia,

Terima kasih atas tanggapannya yang responsif walau pun masih belum menjawab pertanyaan saya. Saya paham mengenai code yang dipakai untuk desain/ fabrikasi dan repair AST, dalam hal ini API 650 dan API 653. Pada saat periode/ jatuh tempo inspeksi internal dan major repairnya, kami telah menggunakan code yang dimaksud. Kasus yang kami hadapi, kebocoran kecil pada atap atau pun terdapatnya celah antara annular bottom plate dan concrete retaining/ ring wall terjadi pada saat tangki masih beroperasi dan masih jauh dari periode/ jatuh tempo inspeksi dan major repairnya? Itu sebabnya kami menggunakan aplikasi polimer/ sealant ini sebagai solusi "sementara" hingga tiba periode untuk melakukan inspeksi internal sekaligus melakukan major repair. Itu sebabnya pula saya menanyakan apakah ada rekan2 yang menggunakan pendekatan sama, siapa tahu punya referensi polimer/ sealant yang lebih tahan lama/ awet dari yang selama ini telah kami gunakan. Ataukah untuk kasus seperti diatas serta merta dilakukan shutdown tangki, dilanjutkan internal cleaning (2-3 bulan)sebelum dilakukan perbaikan? Perlu dipahami juga, Terminal kami digunakan untuk mendukung operasi hulu, dimana jumlah tangki terbatas (relatif terhadap produk crude oil dan kondensat yang dihasilkan) dan produksi dari sumur perlu dipertahankan. Terima kasih pencerahannya. Maaf apabila pengantar sebelumnya kurang jelas.  Salam Migas,  



Wednesday, April 16, 2014

[Vacant Positions] Senior Sales Manager, Sales Manager

Dear all, With over 30 years' experience, Air Energi are the premier supplier of trusted expertise to the oil and gas industry. Headquartered in Manchester UK, Air Energi has regional hubs in Houston, Doha, Singapore and Brisbane. We have offices in 35 locations worldwide, experience of supply for 50 countries worldwide, and through our company values: Safe, knowledgeable, innovative, passionate, inclusive and pragmatism, WE DELIVER, each and every time. Currently, we are assisting our client in seeking of:   

    

SENIOR SALES MANAGER (S2M) 

Requirements:

·         Bachelor's degree from an accredited university or college

·         Minimum 10 years experience – key senior role

·         Experienced in Oil & Gas (subsea, drilling, and wellhead).

·         Strong existing network in Oil & Gas, include government connections – has experience working with SKK Migas   

      

SALES MANAGER (SM) 

·         Bachelor's degree - Mechanical/Chemical Engineering preferred.

               

 ·         Has experience in technical selling

      

 ·         Solid exposure in oil & gas industry - in terms of high familiarity with tender process include the regulation (above 3 years), and intense communication with oil & gas             contractors.

If you have the required experience and would like the opportunity to join with us, please email your application to:  indonesia.recruitment@airenergi.com

Thank you.

Regards,

Marsha G. Pattiasina

Recruitment Consultant - Air Energi Indonesia



Vacancy of Process Technologist

Dear Fadli, 

I'm working closely with a major Oil and Gas Operator in Malaysia, and they are looking for Process Technologist to join in their team in Malaysia. 

Requirements as below:- 

*Degree in Chemical Engineering and registered with Board of Engineers 

*More than 8 years experience in process engineering 

*Familiar with plant operations in the petrochemical industries 

*Willing to be base in Malaysia 

They will be having an interview sessions in Jakarta on May 2nd - 4th 2014. Please reply if you can attend the interview sessions together with the following details: 

-Updated cv in MS word Format 

-Number of experience in offshore assignments 

-Current salary package 

-Expected salary package 

-Notice period 

-Current location 

-Date of Birth 

Please feel free to forward these roles to a colleague / friend suitable for these position as they require more than one engineers. 

If the above role is not relevant do let me know what positions you might be interested in. 

Regards 

Norshaheeza Bint Hassan 

Progressive Global Energy & Natural Resources

Phone: + 603 2147 4549

Email: n.hassan@progressiverecruitment.com



[TRAINING] Pelatihan ArcGIS

Pilar Nusa menyediakan pelatihan GIS menggunakan Software GIS untuk grup.

Level pelatihan bisa dipilih:

 a. Level GIS

b. Level analis GIS 

c. Level advanced GIS menggunakan model builder 

d. Web GIS menggunakan API's google map atau nokia map atau bing map.

Fasilitas :

a. Freeware pendukung

b. ArcGis 10, trial untuk 60 hari

c. Exclusive training room d. Lunch + cofee break e. 2-3 hari training

f. Inhouse atau outhouse training

g. Modul dan sertifikat

h. Konsultasi GIS selamanya via email.

i. Dsb

harga 2,500,000 per orang untuk minimal peserta 8 orang.kontak : Bayu 081217282826 (sms atau telpon) petabumi@... http://petabumi.com



[Lowongan Kerja] URGENT - Resindo Job Vacancy - Sr. Instrument Engineer

Resindo is a project and technology specialist Indonesian company comprising long term personnel from Indonesia, Australia and the region experienced in all aspects of successful project design and development for the Minerals, Mining, Power Generation and Oil & Gas sectors. We offer you a friendly and dynamic working environment, an opportunity to join a growing and thriving business and completely utilize and develop your experience across a variety of exciting projects throughout Indonesia and abroad within the sectors.

 If you are interested and qualified for the position below please send your latest CV tohuman.resources@resindori.com

Sr. Instrument Engineer

Qualifications :

§  Min. Bachelor degree of Instrument Engineering from reputable university

§  5-12 years’ experience in Engineering & Construction for Mining and Oil & Gas

§  Excellent communication and reporting skills in English both written and verbal. 

§  Must be competent in Ms. Office, AutoCAD, and any Instrument software

§  Able to develop PID

§  Able to sizing & selecting any instrument device

§  Have knowledge with control system is preferable

§  Jakarta based, but willing to work for site visit/construction

 

Responsibilities :

§  Preparation/specification, Datasheet, Instrument list, I/O list & MTO

§  PID preparation

§  Calculate/sizing and selecting the right instrument for project requirement

§  Developing any instrument drawing such as Loop Diagram, Instrument detail, etc



[Lowongan Kerja]Lowongan (refinery) - Yanbu - KSA

Permisi, kalau ada yang mau hijrah ke Saudi Arabia dekat dengan Madinnah.

Yasref Recruitment Plan 2014, Refiniry JV antara Aramco & SInopec dengan kapasitas 400,000 bpd akan melakukan recruitment di Jakarta untuk beberapa middle

- senior positions,

Benefit : family status untuk semua (syarat pendidikan D3)

Click disini gan untuk apply : http://bit.ly/1340qaP

atau ke facebok kami di http://on.fb.me/1eOUOV1

Untuk lowongan2 lainnya di Jazirah.



[LOWONGAN KERJA] Facilitator Packing - Warehousing role in Saudi Arabia.

I am looking for a "Industrial Hygienist" for a leading Petrochemical company to be based out of Saudi Arabia. 

Role: Residential/Staff  Must have: Petrochemical/plant experience 

Main responsibilities: 

- Conduct regular inspections on plant and during operations and maintenance work, under the supervision of higher levels occupational health specialists, to ensure that occupational health standards and guidelines are being adhered to and report any deviations from norms to occupational health section head and relevant section heads. 

- Interpretation of occupational health policies and procedures for operations and maintenance personnel to ensure that they are aware of their responsibilities in terms of occupational health. 

- Prepare or assist higher level occupational health specialists in developing reports on occupational health audits and to apprise Management on audit findings and industrial injuries and accidents. 

- Provide coaching to all levels occupational health and industrial hygiene professionals to ensure proper transfer of skills and work performance as per standards. 

Minimum Requirements: 

- Bachelor or Master degree in Industrial Hygiene or similar discipline. 

- Additional professional certifications related to Industrial Hygiene or Environmental Health are preferred. 

- At least 4 to 6 years of professional hands-on experience in operational Refineries or Petrochemical plants as an Industrial Hygienist. 

- Proven and demonstrated ability to evaluate occupational health hazardous conditions and practices and develop ways to control and constantly measure those with a view towards promoting an accident free work environment, in compliance with industry standards and regulations. 

Please share your updated CV to

"e.narula@progressivege.com" or call +91 22 6162 3527. Feel free to refer your friends/colleagues for the 

Regards 

Ekta Narula 

Progressive Middle East Engineering

Email:

e.narula@progressiverecruitment.com