Tuesday, July 3, 2012

Filled Under:

Faktor Penyebab Korosi

Korosi terjadi karena bertemunya 4 elemen yaitu : Anoda, Katoda, Elektrolit dan Konduktor.
Masing-masing elemen tersebut memiliki peran tersendiri. Misalnya :
Anoda sebagai logam yang lebih reaktif akan mendonorkan elektronnya menuju katoda ( donor elektron ini terjadi karena adanya perbedaan potensial antara anoda dan katoda ).
Elektron yang lepas dari anoda ini akan berjalan menuju katoda melalui konduktor yang menghubungkan antara anoda dengan katoda.
Selanjutnya katoda menerima elektron dari anoda untuk selanjutnya bereaksi secara kimia dengan elektrolit.
Reaksi kimia ini berlangsung dan hasil akhirnya adalah sesuatu yang kita kenal sebagai KARAT.

Jadi korosi akan terjadi jika keempat hal tersebut bertemu. Oleh karena itu, salah satu cara penanggulangan korosi adalah dengan memutus salah satu elemen penyebab korosi tersebut. Misalnya pipa dicoating. Tujuannya adalah agar pipa tidak terhubung dengan elektrolit ( misal air di tanah ).


Tanya - yusuf chamdani


Dear Bapak - Bapak Senior......

Mohon informasi dari bapak - bapak senior....
Sepengetahuan saya ada 4 element sehingga reaksi korosi dapat terjadi yaitu: Anoda, Katode, Metallic Pathway, Electrolyte.
Yang masih ngambang, Fungsi dari masing masing sistem tersebut apa saja dan contoh medianya apa? Sekalian berikan contoh kasusnya......
Trims untuk rekan - rekan senior.


Tanggapan 1 - didin afandi


Untuk Pak Yusuf...

Saya bukan dari kalangan senior Pak, tapi jika bapak berkenan saya akan mencoba untuk menjawab... (mohon koreksi kalau ada kesalahan).

Korosi terjadi karena bertemunya 4 elemen yaitu : Anoda, Katoda, Elektrolit dan Konduktor.
Masing-masing elemen tersebut memiliki peran tersendiri. Misalnya :
Anoda sebagai logam yang lebih reaktif akan mendonorkan elektronnya menuju katoda ( donor elektron ini terjadi karena adanya perbedaan potensial antara anoda dan katoda ).
Elektron yang lepas dari anoda ini akan berjalan menuju katoda melalui konduktor yang menghubungkan antara anoda dengan katoda.
Selanjutnya katoda menerima elektron dari anoda untuk selanjutnya bereaksi secara kimia dengan elektrolit.
Reaksi kimia ini berlangsung dan hasil akhirnya adalah sesuatu yang kita kenal sebagai KARAT.

Jadi korosi akan terjadi jika keempat hal tersebut bertemu. Oleh karena itu, salah satu cara penanggulangan korosi adalah dengan memutus salah satu elemen penyebab korosi tersebut. Misalnya pipa dicoating. Tujuannya adalah agar pipa tidak terhubung dengan elektrolit ( misal air di tanah ).

Begitu Pak.
( mohon koreksi dari temen-temen semua )


Tanggapan 2 - Asridoni Anwar


Dear All,

Salam hangat dari saya, perkenalkan saya doni, anggota baru. Mohon urun rembuk dengan sedikit yang saya tahu dan tolong dikoreksi. Pak Didin sudah memulai dan saya menambahkan sedikit saja.  Saya masuk pada contoh kasus  (sesuai dengan permintaan), yakni  plate steel (material dengan unsur kimia Fe) dibiarkan di area terbuka kemudian terkena air hujan, dan  dalam waktu yang lama muncul karat.
Analisanya : di dalam plate steel itu sendiri sudah terdapat anode, katoda dan metallic pathway, dan se waktu elektrolit (air hujan) berkontak dengan plate steel ini maka terjadi reaksi, pada :

Anoda, Fe ---> Fe+2 + 2e,
electron ini mengalir ke katoda melalui metallic pathway  yang menyebabkan
pada daerah katoda elektrolit terdissosiasi menjadi : H2O ---> 2H+
+ OH- 

Kemudian Ion Hidrogen  yang bermuatan positif (hasil dari dissosiasi tersebut) ber ikatan
dengan electron yang berasal  anoda  tadi membentuk atom hidrogen, reaksi nya : 2H+ + 2e-  ---> H2 , kemudian 2 atom hydrogen (H2 --> H + H)  ber ikatan membentuk molekul hidrogen), sehingga pada daerah katode muncul gas hydrogen.

Kemudian ion hidroksil yang
bermuatan negatif melalui elektrolit menuju ke anoda dan ber ikatan dengan ion Fe+2
membentuk  senyawa Fe(OH)2  dan inilah yang disebut dengan karat. Sehingga dapat disimpulkan karat hanya terjadi pada daerah anoda.

Sekian dulu dari saya , rekan-rekan yang lain mungkin mau mengoreksi dan menambahkan.


Tanggapan 3 - Admin Migas


Terima kasih atas kiriman dokumen "What is Corrosion?" (dokumen terlampir). Bagi anggota milis yang mengambil mode daily digest atau no email, attachment yang sama dapat anda download juga dari URL : http://migas-indonesia.net/index.php?option=com_docman&task=cat_view&gid=75&Itemid=42. Malahan di URL ini, anda dapat juga mendownload dokumen referensi korosi yang lainnya.

8 Types of Corrosion
Corrosion in Upstream Oil and Gas Industry
Corrosion Metals
Galvanic Corrosion
Mitigation Corrossion
Pitting Crevice Corrosion
SS in NaCl
Stress Corrosion Cracking
What is Corrosion ?


From: abdi raja abdi_martua@yahoo.com abdi_martua@yahoo.com

Pak Budhi

Disini saya kirimkan faktor penyebab terjadinya corrosion,saya down load dari website international coating.
Mungkin pak moderator bisa meneruskan attachmentnya ini.

Attachment : What is Corrosion.pdf


Tanggapan 4 - a.diana susanti


Tergelitik nih....

Kalau menurut pak Doni terjadi gas H2 di katoda, lha kok enak sekali ya. bisa menjadi sumber energi yang sangat bagus. murah (karena tinggal nyelupin besi ke air) dan ramah lingkungan.

saya buka wikipedia untuk menjawab keheranan saya. soalnya seingat saya waktu sekolah , korosi itu salah satu contoh reaksi redoks (reduksi - oksidasi) dan prosesnya berantai (tidak berhenti) dan ternyata aunty wikipedia menjawab sebagai berikut:

reaksi di katoda adalah :
O2 + 4 e- + 2 H2O → 4 OH-

reaksi anoda:

Fe → Fe2+ + 2 e−
yang akan diikuti oleh serangkaian reaksi kesetimbangan selanjutnya:

                    Fe2+ + 2 H2O = Fe(OH)2 + 2 H+

                    Fe3+ + 3 H2O = Fe(OH)3 + 3 H+

                    Fe(OH)2 = FeO + H2O

                    Fe(OH)3 = FeO(OH) + H2O

                    2 FeO(OH) = Fe2O3 + H2O

Nha Fe2O3 inilah yang kita sebut "karat" atau "rust". Jadi yang harus diluruskan dari pak doni adalah reaksi di katodanya.

semoga berguna ...




1 comments:

  1. website migas indonesia yang bagus
    silahkan kunjungi website komunitas k3/hse
    k3-indonesia.blogspot.com

    ReplyDelete