Skip to main content

Electric Cable Heat Tracing

"Saya butuh pencerahan mengenai Electric Cable Heat Tracing yang applicable untuk hazard area Class I Divisi II."
 

Tanya - Yohanes Subono - EGD
 
Saya butuh pencerahan mengenai Electric Cable Heat Tracing yang applicable untuk hazard area Class I Divisi II.
 
Terima kasih atas pencerahannya.


Tanggapan 1 - Supartono


Pak Yohanes,

Setiap vendor punya kabel Heat trace yang sesuai untuk hazard area class 1 Div. 2,
Untuk type Self Regulating lebih bagus dari segi maintenancenya....
Biasanya mereka punya nama tersendiri untuk tiap kabel, tinggal menyesuaikan dgn temperature berapa yang akan di maintain.....
Ada beberapa vendor heat trace seperti Thermon, Nelson, Tyco Thermal control dll...


Tanggapan 2 - rinaldi@tlng.jgc


Pak Yohanes Yth,

Sedikit yang saya tahu nih...karena kalau mau specific harus baca  lagi..udah banyak yg lupa :-)...
Karena ada berbagai macam brand untuk electrical heat tracing ini seperti  Thermon, Bartec, Nelson, dan Raychem juga pernah saya lihat brosurnya. Bapak bisa search di google untuk item diatas...dan biasanya ada cara  menghitungnya dan juga ada tutorialnya...free software juga ada...gak bias disamain sih untuk semua produk tsb, karena disesuaikan dengan produk  mereka.... Pada prinsipnya electrical cable heat tracing sebenarnya digunakan untuk  memanaskan atau menjaga temperature suatu gas atau fluida yang ada pada  plant.. gas atau fluida itu biasanya berada dalam pipa atau pada  tanki.....Cable Heat tracing yang dialiri arus listrik ini akan  menghasilkan panas dan dililitkan pada pipa dan tanki tsb (cara melilitkan  dan banyak lilitannya juga berdasarkan design, dan tiap2 brand berbeda  karena kemampuan panas yang dihasilkan tiap brand berbeda....vendor  biasanya akan memberikan gambar dan teknis lilitannya, dan biasanya itu  juga bisa dilihat pada catalogue mereka)

Karena cable ini menghasilkan panas, suatu hal yang sangat penting sekali  pada hazardous area, bapak harus memastikan bahwa heat tracing yang  dipakai harus aplicable untuk hazardous area. Karena bisa saja temperature  yang dihasilkan bisa menjadi pemicu untuk gas supaya terbakar pada  keadaan normal maupun abnormal (Auto ignition temperature) . Harus dapat  informasi dari process disipline jenis gas yang ada pada plant beserta  Auto Ignition Temperaturenya...dan dari sini bisa dikelompokkan gas atau  enviroment disekitar pemasangan Elec cable heat tracing itu menjadi, yang  lebih dikenal dengan Temperature Code atau T - rating...bisa T3, T4, T5,  T6 . Sebenarnya data ini bisa didapatkan jika sudah ada hazardous area  clasification drawing (yang complete tentunya :-) )
Untuk Hazard area cuman itu saja data yang dibutuhkan : Area  Clasification, Group gas nya (A,B,C,D) dan temperature ratingnya (  T-rating). vendor akan memilihkan setiap equipment : cable, thermostat, JB  dan terminationnya untuk daerah tersebut.  Saya kira hanya itu yang membedakan dengan yang di non hazard...

Sedangkan data yang lain yg dibutuhkan buat perhitungan
- Ambient Temperature
- Temperature gas atau fluida
- Temperature yang diinginkan, untuk mempertahankan temperature  gas/fluida
- Size dan panjang pipa atau size tanki berserta material dan  ketebalannya, juga jenis insulationnya kalau pake...biasanya sih ada  insulation.
- Electrical power source ( tegangan , phase, Hz),
- kalau ada P&ID juga boleh, karena bisa saja ditengah pipa ada valve,  equipment lain atau sambungan pipa, karena ini mempengaruhi panjang Elec  kabel heat Trace (ada adjustment).

Semoga dapat membantu

Comments

Popular posts from this blog

DOWNLOAD BUKU: THE TRUTH IS OUT THERE KARYA CAHYO HARDO

  Buku ini adalah kumpulan kisah pengalaman seorang pekerja lapangan di bidang Migas Ditujukan untuk kawan-kawan para pekerja lapangan dan para sarjana teknik yang baru bertugas sebagai Insinyur Proses di lapangan. Pengantar Penulis Saya masih teringat ketika lulus dari jurusan Teknik Kimia dan langsung berhadapan dengan dunia nyata (pabrik minyak dan gas) dan tergagap-gagap dalam menghadapi problem di lapangan yang menuntut persyaratan dari seorang insinyur proses dalam memahami suatu permasalahan dengan cepat, dan terkadang butuh kecerdikan – yang sanggup menjembatani antara teori pendidikan tinggi dan dunia nyata (=dunia kerja). Semakin lama bekerja di front line operation – dalam hal troubleshooting – semakin memperkaya kita dalam memahami permasalahan-permasalahan proses berikutnya. Menurut hemat saya, masalah-masalah troubleshooting proses di lapangan seringkali adalah masalah yang sederhana, namun terkadang menjadi ruwet karena tidak tahu harus dari mana memulainya. Hal tersebut

Apa itu HSE ?

HSE adalah singkatan dari Health, Safety, Environment. HSE merupakan salah satu bagian dari manajemen sebuah perusahaan. Ada manejemen keuangan, manajemen sdm, dan juga ada Manajemen HSE. Di perusahaan, manajemen HSE biasanya dipimpin oleh seorang manajer HSE, yang bertugas untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengendalikan seluruh program HSE. Program  HSE disesuaikan dengan tingkat resiko dari masing-masing bidang pekerjaan. Misal HSE Konstruksi akan beda dengan HSE Pertambangan dan akan beda pula dengan HSE Migas . Pembahasan - Administrator Migas Bermula dari pertanyaan Sdr. Andri Jaswin (non-member) kepada Administrator Milis mengenai HSE. Saya jawab secara singkat kemudian di-cc-kan ke Moderator KBK HSE dan QMS untuk penjelasan yang lebih detail. Karena yang menjawab via japri adalah Moderator KBK, maka tentu sayang kalau dilewatkan oleh anggota milis semuanya. Untuk itu saya forward ke Milis Migas Indonesia. Selain itu, keanggotaan Sdr. Andry telah saya setujui sehingga disk

Leak Off Test

Prinsipnya LOT (leak off test) dilakukan untuk menentukan tekanan dimana formasi mulai rekah. Tujuannya: 1. Menentukan MASP (Max. Allowable Surface Pressure). Yaitu batasan max surface pressure yg boleh kita terapkan selama drilling operation, tanpa mengakibatkan formasi rekah (fracture). 2. Dengan mengetahui MASP, berarti juga kita bisa mengetahui Max. mud weight yg boleh kita terapkan selama drilling operation, tanpa mengakibatkan formasi rekah (fracture). 3. Menentukan Kick Tolerance. Yaitu maximum kick size yg masih bisa kita tolerir untuk dihandle. Parameter ini nantinya juga berperan untuk menentukan depth casing shoe yang aman dari sudut pandang well control issue. 4. Mengecek kualitas sealing antara cement dengan casing Tanya - BGP HSESupv. BGP.HSESupv@petrochina Dear all Saat masih di rig dulu saya sering mendengar istilah leak off test. dimana step2nya kira kira sebagai berikut 1. Cementing Job 2. TSK ,masuk string dan bor kurang lebih 3 meter dibawah shoe. 3. dilakukan