Skip to main content

Rigging Plan

Rigging plan biasanya akan diminta jika memang pengangkatan dan pengangkutan yang akan dijalankan memenuhi definisi dan kriteria tersebut. 

Tanya - Iman Kurniawan   

Dear all,
Perkenalkan saya Iman.
Maaf mau tanya tentang HSE mengenai rigging plan.
Apa semua pekerjaan pengangkatan harus membuat rigging plan?atau ada syarat tertentu?misal beban angkat melebihi 10 ton dll?
Mohon share juga cara-cara pembuatan rigging plan.
mohon pencerahan
terima kasih atas perhatiannya.

Tanggapan 1 - Alvin77 Moderator KBK HSE

Dear Mas Iman,
Perusahaan yang anda maksud sudah punya definisi dan kriteria apa itu critical lift, complex and complicated lift belum ? Rigging plan biasanya akan diminta jika memang pengangkatan dan pengangkutan yang akan dijalankan memenuhi definisi dan kriteria tersebut.

Sebagai contoh kriterianya : if lifted the material will be 75% of SWL, need more than 1 crane, in the congested dan live plant area, heavy material : 25 tons for example, dst. Nah, angka yg anda catut yaitu 10 ton mesti dicocokkan dengan client spec dan SWL crane-nya, kalo melewati 75% biasanya dikonsider critical lift.

Kalo ada orang yg sudah lulus dari training rigging and crane operator (terserah mau versi Depnaker ataupun Migas) maka biasanya sudah mengerti bagaimana membuat rigging plan.

Cara sederhananya utk informasi apa saja dalam rigging plan yg cukup detail : hitung apa saja saja yg mau diangkat termasuk berat material, bentuk dan posisi shackle yg bisa dipakai utk didapatkan cog (center or gravitynya), perhitungkan semua rigging component yg diperlukan, cari tahu arah angin dan apa batasan penghentian pekerjaan jika ada angin dan ombak (jika offshore), perhitungkan crane radius pada setiap posisi utk didapatkan estimasi thd SWLnya, buat sketch yg sesuai dengan lokasi sebenarnya dari atas dan samping sedapat mungkin agar dipastikan crane radius dan posisi barang dapat diangkat menuju tempat yg benar dan selamat.

Kira2 ini sekilas informasi awal yg bisa saya bantu. Mohon maaf singkat saja karena keterbatasan kesempatan.

Terimakasih.

Tanggapan 2 - Iman Kurniawan 

Terima kasih Mas Alfin,
Di perusahaan ini belum ada definisi dan kriteria critical lift, complex and complicated lift.
mengenai definisi dan kriteria tersebut apa ada sumber referensinya mas?

Terima kasih

Tanggapan 3 - Effendy

Hi Mas Imam,

Saat ini di dunia kontruksi, lifting hanya di bagi 2 krateria yaitu, Heavy Lifting atau Normal Lifting.
Heavy Lifting di katagorikan apabila beban yang diangkat di atas 20 Ton, dan Normal Lift di bawah 20 Ton.

Sedangkan di Live Plant, Lifting di bagi 2 kriteria yaitu Critical Lift dan Normal Lift.
Contoh Critical lift:
1. Beban yang di angka diatas 20 Ton
2. Tandem Lift atau menggunakan 2 Crane (Lifting dan Tailing) beban di bawah 20 Ton atau diatas 20 Ton
3. Lifting diatas Equipment (Over Live plant equipment) beban di bawah 20 Ton atau diatas 20 Ton
4. Beban yang diangkat diatas 90% dari SWL dari Crane

Tidak semua pengankatan memerlukan Lifting Plan/Rigging plan, tergantung dari prosedur perusahaan masing-masing. 
Sedangkan untuk membuat lifting plan anda harus mengetahui 2 hal pokok yaitu Berat beban yang diangkat, Radius pengangkatan. Selanjutnya anda bisa memilih tipe crane yang akan anda gunakan, dan memilih jenis Lifting Gears yang anda butuhkan (tergantung berat beban dan Jenis Lifting Lug)

Tanggapan 4 - Isa Syarif 
Sebagai tambahan saja, critical lift itu tergantung dari crane yang digunakan. Jika lifting capacity dari crane pada saat lifting itu mencapai 85%-90%, itu sudah di kategorikan critical lift. Untuk kategori dari heavy lifting, itu tergantung dari masing-masing perusahaan. Untuk beberapa perusahaan, ada kemungkinan diatas 50 Ton baru di kategorikan heavy lifting.

Tanggapan 5 - agis firdaus 

Mas Iman, rigging plant atau lebih dikenal dengan istilah lain engineering calculation untuk operasi pengangkatan adalah sebuah keharusan. Dari kalkulasi ini nantinya akan bisa di dapat prosentase antara beban yang diangkat dengan SWL yang diinginkan. Di dalam kalkulasi ini tentunya ada beberapa faktor atau konstanta beban yang harus dimasukkan, misalnya DAF (Dynamic Amplification Factor) yang akan mempengaruhi nilai berat beban yang akan di angkat.

Monggo tambahanya dari para senior lifting engineer

Comments

  1. Dear Mas Imam,

    Sejatinya Rigging plan merupakan tool yang digunakan lifting personnal dalam melakukan pengangkatan.

    Saya sudah membaca banyak standard tetapi untuk rigging plan sejatinya dilakukan pada semua pengangkatan baik itu complex, critical maupun normal. Jika kriteria pengangkatan memang bener sangat diperlukan standarisasinya.

    Tetapi penggunaan rigging plan juga harus bijaksana, jika jenis pengangkatanya dalam keadaan normal lift dan terjadi berulang pada waktu yang berbeda, sudah sebaiknya rigging plan tidak usah dibuat lagi yah,,karena paper less dan useless,,hanya ketika toolbox meeting diingatkan lagi poin-poin di rigging plan yg sudah dibuat.

    Untuk peranan HSE di rigging plan (saya merefer keform perusahaan saya yah), yaitu :

    1. Memastikan bahwa risk assessment telah dilaksanakan,
    2. Bahwa informasi dari alat angkat, alat bantu angkat dan step - step pekerjaan telah diketahui dengan jelas dan dimengerti,
    3. Semua Alat angkat dan bantu angkat dalam keadaan baik dan valid sertifikatnya.
    4. Dan semua rigging plan ini dimengerti baik oleh lifting personnel.

    Yahhh..itu saja dari saya,,semoga membantu..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

DOWNLOAD BUKU: THE TRUTH IS OUT THERE KARYA CAHYO HARDO

  Buku ini adalah kumpulan kisah pengalaman seorang pekerja lapangan di bidang Migas Ditujukan untuk kawan-kawan para pekerja lapangan dan para sarjana teknik yang baru bertugas sebagai Insinyur Proses di lapangan. Pengantar Penulis Saya masih teringat ketika lulus dari jurusan Teknik Kimia dan langsung berhadapan dengan dunia nyata (pabrik minyak dan gas) dan tergagap-gagap dalam menghadapi problem di lapangan yang menuntut persyaratan dari seorang insinyur proses dalam memahami suatu permasalahan dengan cepat, dan terkadang butuh kecerdikan – yang sanggup menjembatani antara teori pendidikan tinggi dan dunia nyata (=dunia kerja). Semakin lama bekerja di front line operation – dalam hal troubleshooting – semakin memperkaya kita dalam memahami permasalahan-permasalahan proses berikutnya. Menurut hemat saya, masalah-masalah troubleshooting proses di lapangan seringkali adalah masalah yang sederhana, namun terkadang menjadi ruwet karena tidak tahu harus dari mana memulainya. Hal tersebut

[Lowongan Kerja] QA System Coordinator, Pipe Yard Coordinator, Customer Assistant Coordinator

With over 30 years' experience, Air Energi are the premier supplier of trusted expertise to the oil and gas industry. Headquartered in Manchester UK, Air Energi has regional hubs in Houston, Doha, Singapore and Brisbane. We have offices in 35 locations worldwide, experience of supply for 50 countries worldwide, and through our company values: Safe, knowledgeable, innovative, passionate, inclusive, and pragmatism, WE DELIVER, each and every time. At the moment we are supporting a multinational OCTG processing operation in seeking of below positions: 1.       QA System Coordinator Coordinates Quality System development in plant, directing the implementation of specifications and quality norms. Administers complaints regarding non-conformities and provides quality process information in support of decision making. Develops the necessary procedures, instructions and specifications to ensure Quality System conformity. Coordinates and organizes the execution of interna

API 6D atau API 598

Kalau berbicara standard: maka yang dipakai untuk inspeksi dan pengetesan VALVE adalah API STD 598 dan ANSI/ASME B16.34. Makanya jika kita nanti membuka perihal pengetesan (valve testing) di API STD 598, disana akan akan note bahwa besaran pressure test-nya mengacu ke ANSI/ASME B16.34. Perlu diketahui bahwa API 6D adalah specification for Pipeline Valve. Makanya disebut API SPEC 6D. API ini khusus menjelaskan spesifikasi untuk katup yang digunakan pada Pipeline. Tanya - Zachari Alamsyah Dear para miliser  migas sekalian..Bapak2 saudara-saudari sekalian Saya ingin menanyakan untuk pengetesan katup (Valve), seperti butterfly, globe, needle, ball, gate valve standar apa yang harus digunakan. setelah saya melakukan pencarian terdapat 2 standar yati API 6D (pipeline Valves) atau API 598 (Valves testing). Standar mana yang jadi acuan untuk pengetesan tersebut? Demikian pertanyaan saya. Terima Kasih Tanggapan - Sabar Simatupang Dear pak Alamsyah dan rekan-rekan Migas, Kalau