Skip to main content

PT. TEKNOLOGI ENERGI TERPADU : INSTRUMENT ENGINEER

PT. TEKNOLOGI ENERGI TERPADU    PT Teknologi Energi Terpadu is a growing company in Coal Gasifier Industry and expanding to a Coal Gasifier Power Plant, domicile in Tangerang, will require some personnel that ready to accept challenges to join us. We're seeking for strong analytical, highly motivated for self improvement, proactive, cooperative and good team work candidates for the following positions: INSTRUMENT ENGINEER  1. Male & Female, Bachelor degree of Engineering Physics/Electronic Instrumentation or equivalent ; graduated from (ITS, ITB, UI, UNDIP, UGM, Brawijaya) with Minimum GPA 2,75 ;fresh graduates are welcome to apply. 2. Having knowledge about instrumentation software sizing will be an advantage. 3. Having knowladge about Ms Office, Autocad 2D, P&ID, PLC and SCADA/HMI. 4. Have interest to work in Power Plant Industries. 5. Able to work on own initiative and within a team work. 6. Excellent proficiency in English (both oral and written). 6. Good interpersonal skills, with the ability to forge productive working relationship with all personnel. Responsibilites Specification for Instrumentation and control : * Instrument List * IO List * Instrument and field device selection & data sheets * Piping and instrument drawings (piping would be done by mechanical engineer) * Instrument layout drawings * Instrument hookup drawings * Instrument and control schematic diagrams / loop drawing * Instrument and control termination diagrams * Instrument and control cable schedule * Assist with electrical schematic diagrams where interfacing and controlled with/by field devices and instrumentation * Assist with interface design to PLC / SCADA with field Instruments. * Assist PLC / Scada programming from time to time with guidance from other engineers. Please email your application letter, detailed CV, and recent photograph (Ms. Word format, Max 200Kb) to hrd@tet.co.id Prefered in JABODETABEK area. Please look at webiste : http://www.tet.co.id to see company profile.    

Comments

Popular posts from this blog

DOWNLOAD BUKU: THE TRUTH IS OUT THERE KARYA CAHYO HARDO

  Buku ini adalah kumpulan kisah pengalaman seorang pekerja lapangan di bidang Migas Ditujukan untuk kawan-kawan para pekerja lapangan dan para sarjana teknik yang baru bertugas sebagai Insinyur Proses di lapangan. Pengantar Penulis Saya masih teringat ketika lulus dari jurusan Teknik Kimia dan langsung berhadapan dengan dunia nyata (pabrik minyak dan gas) dan tergagap-gagap dalam menghadapi problem di lapangan yang menuntut persyaratan dari seorang insinyur proses dalam memahami suatu permasalahan dengan cepat, dan terkadang butuh kecerdikan – yang sanggup menjembatani antara teori pendidikan tinggi dan dunia nyata (=dunia kerja). Semakin lama bekerja di front line operation – dalam hal troubleshooting – semakin memperkaya kita dalam memahami permasalahan-permasalahan proses berikutnya. Menurut hemat saya, masalah-masalah troubleshooting proses di lapangan seringkali adalah masalah yang sederhana, namun terkadang menjadi ruwet karena tidak tahu harus dari mana memulainya. Hal tersebut

API 6D atau API 598

Kalau berbicara standard: maka yang dipakai untuk inspeksi dan pengetesan VALVE adalah API STD 598 dan ANSI/ASME B16.34. Makanya jika kita nanti membuka perihal pengetesan (valve testing) di API STD 598, disana akan akan note bahwa besaran pressure test-nya mengacu ke ANSI/ASME B16.34. Perlu diketahui bahwa API 6D adalah specification for Pipeline Valve. Makanya disebut API SPEC 6D. API ini khusus menjelaskan spesifikasi untuk katup yang digunakan pada Pipeline. Tanya - Zachari Alamsyah Dear para miliser  migas sekalian..Bapak2 saudara-saudari sekalian Saya ingin menanyakan untuk pengetesan katup (Valve), seperti butterfly, globe, needle, ball, gate valve standar apa yang harus digunakan. setelah saya melakukan pencarian terdapat 2 standar yati API 6D (pipeline Valves) atau API 598 (Valves testing). Standar mana yang jadi acuan untuk pengetesan tersebut? Demikian pertanyaan saya. Terima Kasih Tanggapan - Sabar Simatupang Dear pak Alamsyah dan rekan-rekan Migas, Kalau

Efek korosi dari pembakaran NH3 + H2S di Furnace

Complete combustion H2S membutuhkan temperatur antara 625 s/d 1650 degC tergantung komposisi acid gas.  Namun, temperatur minimum untuk efektivitas operasi adalah 925 degC.  Dibawah temperatur ini biasanya  stabilitas flame tidak bagus dan sering muncul free O2 di flue gas.  Untuk kasus Pak Novriandi, free O2 di flue gas harusnya gak masalah karena akan langsung terbuang melalui stack (berbeda jika kondisi ini terjadi di unit pengolah acid gas yang akan menyebabkan korosi di waste heat boiler); namun, dengan temperatur furnace yang Pak Novriandi punya sebesar 843 degC, kemungkinan akan menyebabkan flame menjadi tidak stabil. Tanya - Novriandi   Ysh, Bpk & Rekan Migas Indonesia Kami memiliki equipment furnace dengan servicenya adalah pemanas process, Furnace tersebuttipe vertical tube multi coil dengan material tube inlet A335 P9 dan tube oult A312 TP316. dengan fuel sesuai design adalah kombinasi fuel oil dan fuel gas. Pada kasus tertentu di salah satu unit untuk mengolah dan