Skip to main content

[VACANCY] Procurement Staff

We are a joint venture between PT AKR Corporindo Tbk. (Indonesia) and Royal Vopak (Netherlands) As a foreign investment company located in Tanjung Priok, we provide independent tank terminal capacity to oil industries for storage and handling of their liquid oil products.


-----URGENTLY REQUIRED-----
PROCUREMENT STAFF
(DKI Jakarta)
Responsibilities:
·        Receive, record, and report all incoming purchase requisitions within procurement log list ensuring that requisitions are prioritized in relation to urgency of request and delivery times.
·        Issue and analyze reports on purchasing activity purchasing department on a weekly and monthly or as required; 
·        Identifies and selects vendor to procure requisitioned goods, parts and services to meet the criteria such as price, quantity, quality and delivery date and places orders.
·        Sourcing new items and Vendors based on the specifications provided by the users by researching the Vendor market place.
·        Review and analyze all requests for new vendors and recommend their approval to the Procurement Manager if the vendors are financially and ethically sound and there is a valid reason for introducing a new Vendor in line with the new Vendor approval procedures.
·        Update the vendor data.
·        Actively monitor the preferred vendor ensuring orders are placed with preferred vendors and under negotiated contracts.
Requirements:
·        Bachelor Degree in Engineering with minimum GPA 3.00 in scale of 4.00
·        At least has 3 years of relevant experience in Purchasing/Procurement.
·        Good written and spoken communication skills in English
·        Eager to learn
·        Also has skills in analytical thinking, problem solving and customer service orientation
·        Able to join us immediately
For further information about our company, you could visit our website: www.vopakasia.com 
Please send your CV and application to hr.recruitment@jtt.co.id

Comments

Popular posts from this blog

DOWNLOAD BUKU: THE TRUTH IS OUT THERE KARYA CAHYO HARDO

  Buku ini adalah kumpulan kisah pengalaman seorang pekerja lapangan di bidang Migas Ditujukan untuk kawan-kawan para pekerja lapangan dan para sarjana teknik yang baru bertugas sebagai Insinyur Proses di lapangan. Pengantar Penulis Saya masih teringat ketika lulus dari jurusan Teknik Kimia dan langsung berhadapan dengan dunia nyata (pabrik minyak dan gas) dan tergagap-gagap dalam menghadapi problem di lapangan yang menuntut persyaratan dari seorang insinyur proses dalam memahami suatu permasalahan dengan cepat, dan terkadang butuh kecerdikan – yang sanggup menjembatani antara teori pendidikan tinggi dan dunia nyata (=dunia kerja). Semakin lama bekerja di front line operation – dalam hal troubleshooting – semakin memperkaya kita dalam memahami permasalahan-permasalahan proses berikutnya. Menurut hemat saya, masalah-masalah troubleshooting proses di lapangan seringkali adalah masalah yang sederhana, namun terkadang menjadi ruwet karena tidak tahu harus dari mana memulainya. Hal tersebut

API 6D atau API 598

Kalau berbicara standard: maka yang dipakai untuk inspeksi dan pengetesan VALVE adalah API STD 598 dan ANSI/ASME B16.34. Makanya jika kita nanti membuka perihal pengetesan (valve testing) di API STD 598, disana akan akan note bahwa besaran pressure test-nya mengacu ke ANSI/ASME B16.34. Perlu diketahui bahwa API 6D adalah specification for Pipeline Valve. Makanya disebut API SPEC 6D. API ini khusus menjelaskan spesifikasi untuk katup yang digunakan pada Pipeline. Tanya - Zachari Alamsyah Dear para miliser  migas sekalian..Bapak2 saudara-saudari sekalian Saya ingin menanyakan untuk pengetesan katup (Valve), seperti butterfly, globe, needle, ball, gate valve standar apa yang harus digunakan. setelah saya melakukan pencarian terdapat 2 standar yati API 6D (pipeline Valves) atau API 598 (Valves testing). Standar mana yang jadi acuan untuk pengetesan tersebut? Demikian pertanyaan saya. Terima Kasih Tanggapan - Sabar Simatupang Dear pak Alamsyah dan rekan-rekan Migas, Kalau

Efek korosi dari pembakaran NH3 + H2S di Furnace

Complete combustion H2S membutuhkan temperatur antara 625 s/d 1650 degC tergantung komposisi acid gas.  Namun, temperatur minimum untuk efektivitas operasi adalah 925 degC.  Dibawah temperatur ini biasanya  stabilitas flame tidak bagus dan sering muncul free O2 di flue gas.  Untuk kasus Pak Novriandi, free O2 di flue gas harusnya gak masalah karena akan langsung terbuang melalui stack (berbeda jika kondisi ini terjadi di unit pengolah acid gas yang akan menyebabkan korosi di waste heat boiler); namun, dengan temperatur furnace yang Pak Novriandi punya sebesar 843 degC, kemungkinan akan menyebabkan flame menjadi tidak stabil. Tanya - Novriandi   Ysh, Bpk & Rekan Migas Indonesia Kami memiliki equipment furnace dengan servicenya adalah pemanas process, Furnace tersebuttipe vertical tube multi coil dengan material tube inlet A335 P9 dan tube oult A312 TP316. dengan fuel sesuai design adalah kombinasi fuel oil dan fuel gas. Pada kasus tertentu di salah satu unit untuk mengolah dan