Skip to main content

Pemilihan Pipa Untuk Brine Water Geothermal

Untuk mendesain lifetime pipa selama 20 tahun di brine sistem Geothermalsatu hal yang harus di sadari adalah potensi terjadinya Scalling (Scalling rate ), karena fluida Brine banyak mengandung silica serta mineral lainnya.
Penggunaan pipa Galvanize sudah cukup baik dan ekonomis.

Tanya - Eko Jatmiko

 
Dear All,

Mohon penjelasannya untuk pemilihan pipa di geothermal yang tahan terhadap :

1. Pipe Pressure : 40 - 50Bar
2. working Presure    : 30 Bar
3. Temperatur : 90 deg.C
4. Liquid    : Brine Water

client memberi pilihan untuk pipa :
1. Galvanized Pipe (Sch.40)
2. Epoxy Coated Steel
3. aluminium Pipe
4. GRP/GRE

dari jenis di atas mana yang disarankan dan jika yang dipilih galvanized atau epoxy, berapa ketebalan lining yang disarankan dan tolong informasikan Standart yang digunakan?

Client tidak menyarankan untuk yang berbahan PVC/HDPE/PE/Stainless Stell.


Tanggapan 1 - arief rachman

Pak Eko

CMIIW,

galvanize:
Astm A53M, min 550g/m², +-setara 77 um, +-setara lifetime 5tahun (15 um / tahun)



Tanggapan 2 - Eko Jatmiko


Mas Arif,

jika lifetime yang di inginkan 20 tahun, apa kendalanya? 15um/tahun apakah sudah setandart bakunya?

Tanggapan 3 - firli mustari 

Mas Eko,

Untuk mendesain lifetime pipa selama 20 tahun di brine sistem Geothermalsatu hal yang harus di sadari adalah potensi terjadinya Scalling (Scalling rate ), karena fluida Brine banyak mengandung silica serta mineral lainnya.
Penggunaan pipa Galvanize sudah cukup baik dan ekonomis.


Tanggapan 4 - arief rachman

Pak Eko,

lifetime 20 tahun ya di hitung dulu pak, tapi untuk estimate di kalikan aja.
kendalanya ya duitnya.

15 um/th conservative untuk brine, di ISO 9223 marine extreme corrosive: 8.4 - 25 um tahun pertama.


Tanggapan 5 - Faisal Reza


Apakah ada best practice atau guideline utk  materials selection & corrosion control atau aspek2 integriti lainnya di aplikasi geotermal secara menyeluruh??

Saya juga pengen belajar ttg ini...

Mungkin Migas Indonesia bisa mengusulkan ini...karena tidak dipungkiri bhw suatu saat geotermal bisa mengambil alih peranan conventional oil/gas E & P ??

mgkin bench mark nya bisa melihat beberapa operator di islandia atau selandia baru...yg sudah cukup well established..

saya kira kalau energi geotermal ini nanti akan menjadi backbone...maka kita sudah siap sesiap2nya secara teknologi...

Comments

  1. Yth Bapak2 sekalian,

    Untuk pipa geothermal ada baiknya dipertimbangkan untuk pemakaian pipe dari bahan FRP, selain aplikasi yang fleksibel dan dapat disesuaikan dengan design engineeringya, untuk maintenance costnya juga relatif lebih murah. Kalau untuk pemasangan baru saya kira sih untuk harga juga relatif dapat bersaing.

    Untuk konsultasi dan kerjasama di bidang FRP ini saya sangat terbuka, mudah2an dapat bermitra secara positif.

    Salam dan terima kasih.

    Jaka (purajoko@gmail.com)

    ReplyDelete
  2. Untuk aplikasi di Brine preparation yang mana prosesnya adalah garam mentah (NaCl) digunakan untuk membuat
    larutan natrium klorida berair, yaitu air garam.
    Air garam dimurnikan dikirim ke electrolyser
    dan kembali ke Brine tersebut. pipa yang pas dan cocok digunakan adalah Pipe Lined PTFE Resistoflex merk teflon dengan system thermalok dan untuk liner thicknessnya tergantung size pipa tersebut. kebetulan saya mengageni Ball/Plug/Butterfly Valve/Pipa Resistoflex lining PTFE/PFA dari CRANE ChemPharma
    Jika bapak ingin diskusi lebih lanjut bisa menghubungi saya di 081388948822 atau email ke : irfan@upp.co.id

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

DOWNLOAD BUKU: THE TRUTH IS OUT THERE KARYA CAHYO HARDO

  Buku ini adalah kumpulan kisah pengalaman seorang pekerja lapangan di bidang Migas Ditujukan untuk kawan-kawan para pekerja lapangan dan para sarjana teknik yang baru bertugas sebagai Insinyur Proses di lapangan. Pengantar Penulis Saya masih teringat ketika lulus dari jurusan Teknik Kimia dan langsung berhadapan dengan dunia nyata (pabrik minyak dan gas) dan tergagap-gagap dalam menghadapi problem di lapangan yang menuntut persyaratan dari seorang insinyur proses dalam memahami suatu permasalahan dengan cepat, dan terkadang butuh kecerdikan – yang sanggup menjembatani antara teori pendidikan tinggi dan dunia nyata (=dunia kerja). Semakin lama bekerja di front line operation – dalam hal troubleshooting – semakin memperkaya kita dalam memahami permasalahan-permasalahan proses berikutnya. Menurut hemat saya, masalah-masalah troubleshooting proses di lapangan seringkali adalah masalah yang sederhana, namun terkadang menjadi ruwet karena tidak tahu harus dari mana memulainya. Hal tersebut

[Lowongan Kerja] QA System Coordinator, Pipe Yard Coordinator, Customer Assistant Coordinator

With over 30 years' experience, Air Energi are the premier supplier of trusted expertise to the oil and gas industry. Headquartered in Manchester UK, Air Energi has regional hubs in Houston, Doha, Singapore and Brisbane. We have offices in 35 locations worldwide, experience of supply for 50 countries worldwide, and through our company values: Safe, knowledgeable, innovative, passionate, inclusive, and pragmatism, WE DELIVER, each and every time. At the moment we are supporting a multinational OCTG processing operation in seeking of below positions: 1.       QA System Coordinator Coordinates Quality System development in plant, directing the implementation of specifications and quality norms. Administers complaints regarding non-conformities and provides quality process information in support of decision making. Develops the necessary procedures, instructions and specifications to ensure Quality System conformity. Coordinates and organizes the execution of interna

Efek korosi dari pembakaran NH3 + H2S di Furnace

Complete combustion H2S membutuhkan temperatur antara 625 s/d 1650 degC tergantung komposisi acid gas.  Namun, temperatur minimum untuk efektivitas operasi adalah 925 degC.  Dibawah temperatur ini biasanya  stabilitas flame tidak bagus dan sering muncul free O2 di flue gas.  Untuk kasus Pak Novriandi, free O2 di flue gas harusnya gak masalah karena akan langsung terbuang melalui stack (berbeda jika kondisi ini terjadi di unit pengolah acid gas yang akan menyebabkan korosi di waste heat boiler); namun, dengan temperatur furnace yang Pak Novriandi punya sebesar 843 degC, kemungkinan akan menyebabkan flame menjadi tidak stabil. Tanya - Novriandi   Ysh, Bpk & Rekan Migas Indonesia Kami memiliki equipment furnace dengan servicenya adalah pemanas process, Furnace tersebuttipe vertical tube multi coil dengan material tube inlet A335 P9 dan tube oult A312 TP316. dengan fuel sesuai design adalah kombinasi fuel oil dan fuel gas. Pada kasus tertentu di salah satu unit untuk mengolah dan