Skip to main content

Posisi OIM

Posisi OIM adalah posisi tertinggi di lautan bagi suatu installasi produksi migas. Dia bertanggung jawab langsung akan safe, effective dan efficient operation di areanya. Dan umumnya juga adalah deputy technical head of MIGAS.

Menurut pengalaman saya, OIM itu bisa dari berbagai disiplin teknis. Ada yg dari listrik, instrumentasi, marine, process dll.

Diharapkan seorang OIM itu tidak cepat panik, mengerti priorities ketika ada simops serta tanggap akan situasi darurat dan mengerti akan major accident event di areanya.

Dan posisi ini umumnya adalah special ticket untuk jadi operation manager di onshore.


Tanya - hotma parasian

Ada seorang rekan dapat tawaran dari Petronas Carigali melalui agen luar untuk posisi platform superintendent/offshore installation manager, dia bingung mengenai keahlian apa yg harus dimilikinya supaya ia mampu menghandlenya, disamping itu berapa sih standard gajinya? atas sarannya, dia ucapkan banyak terima kasih.


Tanggapan 1 - Dirman Artib


Keahlian wajib...Sea Survival
Kalau transportasinya pakai helicopter juga perlu keahlian HUET
(Plg tidak itu yg saya tahu, maklum belum pernah jadi OIM atau platform superintendent).


Tanggapan 2 - Surapati, Jimmy Untung@chevron


Mas Hotma,

Ini yang ada dalam pikiran saya, karena saya juga pernah di offshore,

Dalam hal safety:

Tentu saja dia harus punya skill individu seperti HUET dan Sea Survival karena dia akan pergi/pulang dengan kapal atau helicopter.  Skill safety lainnya bisa berupa fire fighting, menggunakan SCBA ataupun ELSA dan paham benar dengan Onsite Response Plan.

Dalam hal operation:

Tugas utama seorang OIM adalah menjaga kelangsungan operasi sebaik mungkin dan menghindari yang unplanned shutdown. Tentu saja dia harus punya keahlian dalam hal oil and gas process. Berawal dari sumur, dia harus tahu apa yang harus dilakukan bila BS&W naik atau tiba2 sumur mati secara individual, atau mati semua atau ada unplanned shutdown, apalagi untuk sumur2 laut dalam yang beresiko dengan hydrat.

Untuk OIM yang bekerja diplatform dengan product gross oil&gas, akan sedikit lebih ringan daripada yang bekerja di FPU yang biasanya produknya berupa net oil&gas. Karena processnya lebih komplek. Sehingga disini diperlukan keahlian lebih untuk menjaga product untuk selalu dalam range yang diijinkan.  Dan masih banyak lagi skill yang diperlukan, terutama untuk mengatasi  kondisi operasi yang tidak normal. Semua itu didapat tentu saja dengan jam terbang yang tinggi.


Dalam hal personal skill:

Bekerja di platform biasanya skedul kerjanya 14/14 atau mungkin ada yang 21/21. Tingkat kejenuhan tentu saja sangat tinggi, dan dari semakin lama semakin tinggi. Disini diperlukan interpersonal skill yang cukup baik dari seorang OIM. Karena yang dia maintain bukan lagi sebuah process yang bisa dihitung, tapi isi kepala manusia yang berbeda-beda. Apalagi kalau akhir tahun diberi nilai performance yang jelek.


Demikian sedikit dari saya, semoga mencerahkan.


Tanggapan 3 - Moh Darwis


Pak Hotma,
Secara garis besar OIM responsibility adalah :
- Maintain operation, production & safety di areanya - Wellhead Platform, Central Processing Platform, Subsea Pipeline dll.
  Untuk itu dia dibantu Team Leader & Operator & Teknisi dari Operation Teamnya sendiri di area tsb.
- Maintain & supervise project (greenfield & brownfield) di areanya, baik project facility maupun project subsurface.
  Untuk itu dia dibantu Facility Engineer dari Facility Engineering Department dan Petroleum Engineer dari Subsurface Department.
Dari responsibility tsb, Bapak sudah bisa mengestimasi kira-kira keahlian apa yang diperlukan.


Tanggapan 4 - JOKO SUPRIYONO


Pak Hotma,

Kalau di Australia di tempat saya bekerja OIM gajinya dalam kisaran AUD 400 ribu pertahun sebelum pajak.
Mantabs kan ya....:)

Keahliannya..wah saya gak bisa kasih koments walaupun tiap hari berhubungan dengan OIM, karena belum pernah punya pengalaman sebagai OIM.


Tanggapan 5 - idris ependi
 
Pak, saya merasa sedikit janggal ya ko masih ada ada ya perusahaan yang menawarkan suatu jabatan OIM ke seseorang dimana orang tersebut tidak begitu tau apa pekerjaannya. Istilah OIM biasanya digunakan di FPSO dan dia membawahi Marine Operation, Technical dan  Production. Jabatan ini harus benar benar professional.

Tanggapan 6 - RH Daulay rahmat

Kalau saya gak salah itu dari agen ridabosi maju bersama yang dicilincing ya pak. Mereka pernah buat iklan seperti itu. Kalau saya gak salah utk jack-up ya kerjaannya. Cuma lokasinya gak tau dimana.


Tanggapan 7 - novembri nov


Silahkan baca document ( Attached )  ttg :
Essential Knowledge For Potential Offshore Installation Managers (OIM)


Semoga bermanfaat..

Attachment : Essential Knowledge for Potential Offshore Installation Mangers.pdf


Tanggapan 8 - moh.kadafi


Saya sepakat pak idris,
agak janggal nawari posisi OIM (Offshore Installation Manager) ke org yg blm pengalaman jadi OIM, minimal sblmnya related jobnya/interface dg OIM, biasanya karir ini dicapai oleh seorang production/maintenance superintendent yg dpt promosi, bisa juga dari operation engineering. tugas utama-nya sbg manajer tertinggi di platform atau fasilitas produksi, biasanya membawahi operation superintendent, maintenance supt dan OAC (offshore activity coordinator) disupport oleh operation engineering dan HSE advisor.

tugas utamanya sdh bukan technical lagi, melainkan manajerial operasi di platform/fasilitas produksi, namun hrs punya basic operation yg kuat (process maupun maintenance).


Tanggapan 9 - nrsvinny

Pa Kadafi Apa Kabar? Juga Rekan2 Migas Semua.

Untuk membantu pemahaman saja apa bisa dibuatkan staging yang harus dilalui sampai jadi OIM ini....kalau gajinya menggiurkan kan mustinya rekan2 yg minat bisa mempersiapkan jenjang perjenjang...jadi dari mulai fresh graduate kemana jalurnya...

Sukses ya


Tanggapan 10 - Cahyo Hardo
 
Cuma nambahin

Posisi OIM adalah posisi tertinggi di lautan bagi suatu installasi produksi migas. Dia bertanggung jawab langsung akan safe, effective dan efficient operation di areanya. Dan umumnya juga adalah deputy technical head of MIGAS.

Menurut pengalaman saya, OIM itu bisa dari berbagai disiplin teknis. Ada yg dari listrik, instrumentasi, marine, process dll.

Diharapkan seorang OIM itu tidak cepat panik, mengerti priorities ketika ada simops serta tanggap akan situasi darurat dan mengerti akan major accident event di areanya.

Dan posisi ini umumnya adalah special ticket untuk jadi operation manager di onshore.


Tanggapan 11 - hotma parasian


Dear rekan Migas,

Thanks berat atas infonya yg sangat bermanfaat, saya sudah mendapat intinya,
Thanks once again to yours guys.

Comments

Popular posts from this blog

DOWNLOAD BUKU: THE TRUTH IS OUT THERE KARYA CAHYO HARDO

  Buku ini adalah kumpulan kisah pengalaman seorang pekerja lapangan di bidang Migas Ditujukan untuk kawan-kawan para pekerja lapangan dan para sarjana teknik yang baru bertugas sebagai Insinyur Proses di lapangan. Pengantar Penulis Saya masih teringat ketika lulus dari jurusan Teknik Kimia dan langsung berhadapan dengan dunia nyata (pabrik minyak dan gas) dan tergagap-gagap dalam menghadapi problem di lapangan yang menuntut persyaratan dari seorang insinyur proses dalam memahami suatu permasalahan dengan cepat, dan terkadang butuh kecerdikan – yang sanggup menjembatani antara teori pendidikan tinggi dan dunia nyata (=dunia kerja). Semakin lama bekerja di front line operation – dalam hal troubleshooting – semakin memperkaya kita dalam memahami permasalahan-permasalahan proses berikutnya. Menurut hemat saya, masalah-masalah troubleshooting proses di lapangan seringkali adalah masalah yang sederhana, namun terkadang menjadi ruwet karena tidak tahu harus dari mana memulainya. Hal tersebut

API 6D atau API 598

Kalau berbicara standard: maka yang dipakai untuk inspeksi dan pengetesan VALVE adalah API STD 598 dan ANSI/ASME B16.34. Makanya jika kita nanti membuka perihal pengetesan (valve testing) di API STD 598, disana akan akan note bahwa besaran pressure test-nya mengacu ke ANSI/ASME B16.34. Perlu diketahui bahwa API 6D adalah specification for Pipeline Valve. Makanya disebut API SPEC 6D. API ini khusus menjelaskan spesifikasi untuk katup yang digunakan pada Pipeline. Tanya - Zachari Alamsyah Dear para miliser  migas sekalian..Bapak2 saudara-saudari sekalian Saya ingin menanyakan untuk pengetesan katup (Valve), seperti butterfly, globe, needle, ball, gate valve standar apa yang harus digunakan. setelah saya melakukan pencarian terdapat 2 standar yati API 6D (pipeline Valves) atau API 598 (Valves testing). Standar mana yang jadi acuan untuk pengetesan tersebut? Demikian pertanyaan saya. Terima Kasih Tanggapan - Sabar Simatupang Dear pak Alamsyah dan rekan-rekan Migas, Kalau

Efek korosi dari pembakaran NH3 + H2S di Furnace

Complete combustion H2S membutuhkan temperatur antara 625 s/d 1650 degC tergantung komposisi acid gas.  Namun, temperatur minimum untuk efektivitas operasi adalah 925 degC.  Dibawah temperatur ini biasanya  stabilitas flame tidak bagus dan sering muncul free O2 di flue gas.  Untuk kasus Pak Novriandi, free O2 di flue gas harusnya gak masalah karena akan langsung terbuang melalui stack (berbeda jika kondisi ini terjadi di unit pengolah acid gas yang akan menyebabkan korosi di waste heat boiler); namun, dengan temperatur furnace yang Pak Novriandi punya sebesar 843 degC, kemungkinan akan menyebabkan flame menjadi tidak stabil. Tanya - Novriandi   Ysh, Bpk & Rekan Migas Indonesia Kami memiliki equipment furnace dengan servicenya adalah pemanas process, Furnace tersebuttipe vertical tube multi coil dengan material tube inlet A335 P9 dan tube oult A312 TP316. dengan fuel sesuai design adalah kombinasi fuel oil dan fuel gas. Pada kasus tertentu di salah satu unit untuk mengolah dan