Skip to main content

Mouse Pad

Mouse Pad bekerja berdasarkan koordinat dengan sentuhan sensitif, dimana ada sensor berdasarkan prinsip kapasitansi and software pada operation system yang menerjemahkan aksi tekan dan koordinatnya.secara simpelnya pada landasan pad tersebut ada transmitter and receiver, pada transmitter diberikan tegangan eksitasi yang membangkitkan medan listrik pada receiver. saat jari kita (atau objek apapun yang berkonduktivitas menuju ground) menyentuh pad maka aliran listrik ini ada sebagian yang mengalir ke ground lewat jari and tubuh kita, sehingga ada perubahan value yang diterima di receiver. perubahan inilah yang di diukur oleh sensor kapasitans dan diolah lewat ADC (Analog to Digital Converter). saat perubahaan kapasitansi melebihi set threshold-nya (kalo agak bingung dengan istilah2nya bisa ditanyakan ke pak Arfiandi atau pak Gatut) sensor ini akan mendeteksi sebagai sensor sentuh yang dibutuhkan untuk menggerakkan pointer.nah inilah alasannya kenapa semua yang tadi bapak jelaskan tidak cukup untuk menggerakkan mouse/track pad tersebut dan softwarenya tersebut digunakan untuk menentukan koordinat posisi dari pointer. biar mantep bisa dicoba mainkan laptopnya diatas ball tank sambil menikmati sepoi2 angin laut (jangan di structure-nya..:) )apakah bisa bekerja pointernya.
Tanya - A. Rofiudin rofi@sulfindo

Bapak2 dan Ibu2 sekalian, saya kebingungan sampai saat ini.
Mungkin bapak-bapak atau ibu-ibu yang punya laptop tidak menyadari cara kerja MOUSE PAD-nya. Mouse pad ini merespon benda apa saja sih yang menyentuhnya?.

Ada yang bisa menjawab bagaimana cara kerja Mouse pad menghadapi sentuhan "kulit" kita? karena dengan :
Kuku, rambut, rokok (panas), gesekan (panas), Metal (konduktor) gas bisa respon. saya belum coba dengan laser pointer !!. atau magnet. Gak tahu juga kalau yang nyentuh mayat atau binatang.

Nah bagi yang mengetahui mohon informasinya agar saya jadi tahu satu hal di dunia ini.


Tanggapan 1 - Rachma Wati


Dear pak Rofi di Sulfindo,
Pripun kabarnya ?
Berikut penjelasan sedikit dari saya, mouse pad bekerja berdasarkan koordinat dengan sentuhan sensitif, dimana ada sensor berdasarkan prinsip kapasitansi and software pada operation system yang menerjemahkan aksi tekan dan koordinatnya.secara simpelnya pada landasan pad tersebut ada transmitter and receiver, pada transmitter diberikan tegangan eksitasi yang membangkitkan medan listrik pada receiver. saat jari kita (atau objek apapun yang berkonduktivitas menuju ground) menyentuh pad maka aliran listrik ini ada sebagian yang mengalir ke ground lewat jari and tubuh kita, sehingga ada perubahan value yang diterima di receiver. perubahan inilah yang di diukur oleh sensor kapasitans dan diolah lewat ADC (Analog to Digital Converter). saat perubahaan kapasitansi melebihi set threshold-nya (kalo agak bingung dengan istilah2nya bisa ditanyakan ke pak Arfiandi atau pak Gatut) sensor ini akan mendeteksi sebagai sensor sentuh yang dibutuhkan untuk menggerakkan pointer.nah inilah alasannya kenapa semua yang tadi bapak jelaskan tidak cukup untuk menggerakkan mouse/track pad tersebut dan softwarenya tersebut digunakan untuk menentukan koordinat posisi dari pointer. biar mantep bisa dicoba mainkan laptopnya diatas ball tank sambil menikmati sepoi2 angin laut (jangan di structure-nya..:) )apakah bisa bekerja pointernya.

Demikian sekilas dari saya,


Tanggapan 2 - Aroon Pardede


Pak Rofiudin,

Mungkin yang dimaksud adalah TOUCH PAD, bukan mouse pad. Mouse pad itu adalah tatakan mouse, terutama untuk ball mouse, yang membutuhkan surface yang cukup rata/mulus.

Kalau untuk prinsip kerja TOUCH PAD, sudah dijelaskan oleh Bu Rahma Wati.

Demikian pak... sekadar 'meluruskan' istilah saja....


Tanggapan 3 - A. Rofiudin rofi@sulfindo


Ibu Rahma wati di KSA salam kanggo Gunawan.

Oh ya Pak Aroon, saya salah! yang benar TOUCH PAD. terima kasih atas koreksinya.

Semua penjelasan itu adalah cara kerja instrument (sensor dan transmitternya) yang secara garis besarnya sih saya juga sedikit mengerti, yang saya bahas di sini adalah INPUTnya itu apa, soal ini juga datang dari Bp. Arfiandi yang membuat tidak bisa tidur.

Ibu Rahma menjelaskan "secara simpelnya pada landasan pad tersebut ada transmitter and receiver, pada transmitter diberikan tegangan eksitasi yang membangkitkan medan listrik pada receiver. saat jari kita (atau objek apapun yang berkonduktivitas menuju ground) menyentuh pad maka aliran listrik ini ada sebagian yang mengalir ke ground lewat jari and tubuh kita, sehingga ada perubahan value yang diterima di receiver. perubahan inilah yang di diukur oleh sensor kapasitans dan diolah....." yang selebihnya mengenai pengolahan data.

Nah disini yang saya tidak setuju, saya sudah coba dengan naik di atas meja kayu dan touch pad saya sentuh dengan kulit saya --> jalan.
lalu saya bawa konduktor (kunci, baut, tutup gelas metal) pointer diam membisu !!!. berarti bukan masalah grounding atau konduktor sehingga
penjelasan ibu Rahma saya anggap gugur untuk saya seorang. (ga tahu untuk yang lain).

Kalau sensor tekan berarti kan piezoelectrik, tidak mau juga ditekan, kalau Panas berarti Thermal resistance, tidak mau juga di panasin.
Nah terus pertanyaan saya kembali ke awal. Pakai sensor apa touch pad itu? atau dia menerima sinyal apa?, karena hanya menerima kulit manusia (binatang belum di coba) saja yang tadinya saya pikir adalah masalah Konduktansi.

Ada yang punya opini lain atau menguatkan pendapat Ibu Rahma?

Dan terima kasih atas tanggapan-tanggapannya.


Tanggapan 4 - Edy Bahtiar


Saya sepakat jika mouse-pad menggunakan sensor tekan (piezoelectrik) mungkin dengan sensitifitas yang besar,
terus kenapa kunci, baut dan lain2 tidak bisa menggerakkan cursornya..?  itu karena luasan tekan yang diterjemahkan oleh mouse-pad adalah HANYA luasan yang mendekati luas jari-jari manusia, hal ini sengaja dilakukan karena memang mouse-pad hanya ditujukan untuk jari-jari manusia saja.


Tanggapan 5 - Gunawan Trijatmiko


Ikutan urun rembuk. Semoga bisa memuaskan pak Rofi....
Salam buat kang fadlan....

Touchpad

Multitouch trackpad on an Apple Macbook Pro 17"

Touchpad and a pointing stick on an IBM Laptop

Close up of a touchpad with a locking button on a Compaq Presario Laptop. Horizontal and vertical scroll bars are clearly marked out and visible near the bottom and right sides of the touchpad.
For comparison, the working surface of desktop touchpad to a mouse and mat. Note the top right corner of the pad; tapping in that area is the equivalent of a right-click on a mouse.
A touchpad (also trackpad) is a pointing device consisting of specialized surface that can translate the motion and position of users fingers to a relative position on screen. They are a common feature of laptop computers and also used as a substitute for a computer mouse where space is scarce for a mouse or suitable resting surface. Touchpads vary in size but are rarely made larger than 20 square centimeters (about 3 square inches). They can also be found on personal digital assistants (PDAs) and some portable media players.

Operation and function
Touchpads operate in one of several ways, all of which entail sensing the capacitance of a finger, or the capacitance between sensors. This is why they will not sense the tip of a pencil or other similar implement. Gloved fingers may be problematic (such as in a cleanroom environment) but can sometimes work. Moist, sweaty, or callused fingers can be problematic for those touchpads that rely on measuring the capacitance between the sensors.

Like mice, touchpads are relative motion devices. This means that the cursor on the screen will move in the same direction as the motion of a finger moving on the touchpad's surface. The buttons below or above the pad serve as standard mouse buttons. Depending on the model of touchpad and drivers behind it, you may also click by tapping your finger on the touchpad, and drag with a tap followed by a continuous pointing motion (a 'click-and-a-half')[1]. Touchpad drivers can also allow the use of multiple fingers to facilitate the other mouse buttons (commonly two-finger tapping for the center button).

Some touchpads also have "hotspots": locations on the touchpad that indicate user intentions other than pointing. For example, on certain touchpads, moving the finger along an edge of the touch pad will act as a scroll wheel, controlling the scrollbar and scrolling the window that has the focus vertically or horizontally depending on which edge is stroked. However, these are driver dependent functions and can be disabled. Also, certain touchpad drivers allow for tap zones, regions whereby a tap will execute a function. For example, pausing the media player or launching an application.

Touchpads in devices
Early Apollo desktop computers were equipped with a touchpad on the right side of the keyboard.[2]

Touchpads are primarily used in portable laptop computers, because a standard mouse requires a flat surface near the keyboard not always available outside of a standard computing environment. Because the touchpad's position is fixed relative to the keyboard, and very short finger movements are required to move the cursor across the display screen, many users find touchpads preferable, and desktop keyboards with built-in touchpads are available from specialist manufacturers. However, these features can also cause frustration when a user's thumb accidentally swipes over the touchpad while typing.

Touchpads are also the primary control interface for menu navigation on all of the currently produced iPod portable music players (except the iPod shuffle and iPod touch), where they are referred to as "click wheels". Creative Labs also uses a touchpad for their Zen line of MP3 players, beginning with the Zen Touch and most recently featured in the Zen Vision:M. The New Zune Line-up Zune 80, Zune 4/8 uses touch for the Zune pad

Apple's PowerBook 500 series was the first laptop to carry such a device, which Apple refers to as a "trackpad". When introduced in May 1994, it replaced the trackball of previous PowerBook models. Apple's more recent laptops feature trackpads that can sense up to three fingers simultaneously, providing more options for input, such as the ability to bring up the context menu by tapping two fingers.

Psion PLC's Psion MC 200/400/600/WORD Series[3], introduced in 1989, came with a new mouse-replacing touchpad[4]; however, the Psion's device more closely resembles a graphics tablet than a touchpad, as one would position the cursor by clicking on a specific point on the pad, instead of moving it in the direction of a stroke.

Theory of operation
There are two principal means by which touchpads work. In the matrix approach, a series of conductors are arranged in an array of parallel lines in two layers, separated by an insulator and crossing each other at right angles to form a grid. A high frequency signal is applied sequentially between pairs in this two-dimensional grid array. The current that passes between the nodes is proportional to the capacitance. When a virtual ground, such as a finger, is placed over one of the intersections between the conductive layer some of the electrical field is shunted to this ground point, resulting in a change in the apparent capacitance at that location. This method received U.S. Patent 5,305,017 awarded to George Gerpheide in April 1994.

The capacitive shunt method, described in an application note by Analog Devices[5], senses the change in capacitance between a transmitter and receiver that are on opposite sides of the sensor. The transmitter creates an electric field which oscillates at 200-300 kHz. If a ground point, such as the finger, is placed between the transmitter and receiver, some of the field lines are shunted away, decreasing the apparent capacitance.

Comments

Popular posts from this blog

DOWNLOAD BUKU: THE TRUTH IS OUT THERE KARYA CAHYO HARDO

  Buku ini adalah kumpulan kisah pengalaman seorang pekerja lapangan di bidang Migas Ditujukan untuk kawan-kawan para pekerja lapangan dan para sarjana teknik yang baru bertugas sebagai Insinyur Proses di lapangan. Pengantar Penulis Saya masih teringat ketika lulus dari jurusan Teknik Kimia dan langsung berhadapan dengan dunia nyata (pabrik minyak dan gas) dan tergagap-gagap dalam menghadapi problem di lapangan yang menuntut persyaratan dari seorang insinyur proses dalam memahami suatu permasalahan dengan cepat, dan terkadang butuh kecerdikan – yang sanggup menjembatani antara teori pendidikan tinggi dan dunia nyata (=dunia kerja). Semakin lama bekerja di front line operation – dalam hal troubleshooting – semakin memperkaya kita dalam memahami permasalahan-permasalahan proses berikutnya. Menurut hemat saya, masalah-masalah troubleshooting proses di lapangan seringkali adalah masalah yang sederhana, namun terkadang menjadi ruwet karena tidak tahu harus dari mana memulainya. Hal tersebut

[Lowongan Kerja] QA System Coordinator, Pipe Yard Coordinator, Customer Assistant Coordinator

With over 30 years' experience, Air Energi are the premier supplier of trusted expertise to the oil and gas industry. Headquartered in Manchester UK, Air Energi has regional hubs in Houston, Doha, Singapore and Brisbane. We have offices in 35 locations worldwide, experience of supply for 50 countries worldwide, and through our company values: Safe, knowledgeable, innovative, passionate, inclusive, and pragmatism, WE DELIVER, each and every time. At the moment we are supporting a multinational OCTG processing operation in seeking of below positions: 1.       QA System Coordinator Coordinates Quality System development in plant, directing the implementation of specifications and quality norms. Administers complaints regarding non-conformities and provides quality process information in support of decision making. Develops the necessary procedures, instructions and specifications to ensure Quality System conformity. Coordinates and organizes the execution of interna

Efek korosi dari pembakaran NH3 + H2S di Furnace

Complete combustion H2S membutuhkan temperatur antara 625 s/d 1650 degC tergantung komposisi acid gas.  Namun, temperatur minimum untuk efektivitas operasi adalah 925 degC.  Dibawah temperatur ini biasanya  stabilitas flame tidak bagus dan sering muncul free O2 di flue gas.  Untuk kasus Pak Novriandi, free O2 di flue gas harusnya gak masalah karena akan langsung terbuang melalui stack (berbeda jika kondisi ini terjadi di unit pengolah acid gas yang akan menyebabkan korosi di waste heat boiler); namun, dengan temperatur furnace yang Pak Novriandi punya sebesar 843 degC, kemungkinan akan menyebabkan flame menjadi tidak stabil. Tanya - Novriandi   Ysh, Bpk & Rekan Migas Indonesia Kami memiliki equipment furnace dengan servicenya adalah pemanas process, Furnace tersebuttipe vertical tube multi coil dengan material tube inlet A335 P9 dan tube oult A312 TP316. dengan fuel sesuai design adalah kombinasi fuel oil dan fuel gas. Pada kasus tertentu di salah satu unit untuk mengolah dan