Skip to main content

Pipeline Underground

Mohon informasi apa ada standard dari ASME, API dll yang mengharuskan lajur underground Piping / Pipeline dipendam dengan kedalaman tertentu?, disamping juga untuk memenuhi syarat safety / SHEE apabila melewati pemukiman, kota atau kawasan industri?..
Dalam hal ini underground pipeline digunakan untuk distribusi oil / gas.


Tanya - e.p. hadi- epras00


dear Rekan Millister,

Mohon informasi apa ada standard dari ASME, API dll yang mengharuskan lajur underground Piping / Pipeline dipendam dengan kedalaman tertentu?, disamping juga untuk memenuhi syarat safety / SHEE apabila melewati pemukiman, kota atau kawasan industri?..

Dalam hal ini underground pipeline digunakan untuk distribusi oil / gas.

Terima kasih sebelumnya.


Tanggapan 1 - Kofah Baskoro

Pak Hadi,
SNI 3474:2009/ASME B31.8 Gas Transmission and Distribution Piping Systems mensyaratkan minimum cover depth buried pipeline di onshore Table 841.1.11-1 Pipeline Cover Requirements.

Tanggapan 2 - Bakti Kumoro


Mungkin kl Migas di Indonesia mengacu pd peraturan 300K, di migas_indonesia.net byk skl referensi ttg hal ini

Kl ASME mgkn bs dilihat dan dibaca2 di B31.8,CMIIW


Tanggapan 3 - Iwan Husdiantama


Setau saya peraturan Ditjen Migas mensyaratkan hal tsb.



Tulisan bagus: http://corridoreis.anl.gov/documents/docs/technical/APT_60928_EVS_TM_08_1.pdf


Tanggapan 4 - sidiq kurniawan
Pak Hadi,

Silahkan mengacu ke daftar berikut:


        ASME B31.4         ASME 31.8         Kepmen 300K
Gas                 Table 841.1.11-1 Pipeline Cover Requirements         Pasal 7 (2); Pasal 13
Minyak         Table 434.6-1 Minimum Cover for Buried Pipelines                 Pasal 11 (1); Pasal 13

Comments

Popular posts from this blog

DOWNLOAD BUKU: THE TRUTH IS OUT THERE KARYA CAHYO HARDO

  Buku ini adalah kumpulan kisah pengalaman seorang pekerja lapangan di bidang Migas Ditujukan untuk kawan-kawan para pekerja lapangan dan para sarjana teknik yang baru bertugas sebagai Insinyur Proses di lapangan. Pengantar Penulis Saya masih teringat ketika lulus dari jurusan Teknik Kimia dan langsung berhadapan dengan dunia nyata (pabrik minyak dan gas) dan tergagap-gagap dalam menghadapi problem di lapangan yang menuntut persyaratan dari seorang insinyur proses dalam memahami suatu permasalahan dengan cepat, dan terkadang butuh kecerdikan – yang sanggup menjembatani antara teori pendidikan tinggi dan dunia nyata (=dunia kerja). Semakin lama bekerja di front line operation – dalam hal troubleshooting – semakin memperkaya kita dalam memahami permasalahan-permasalahan proses berikutnya. Menurut hemat saya, masalah-masalah troubleshooting proses di lapangan seringkali adalah masalah yang sederhana, namun terkadang menjadi ruwet karena tidak tahu harus dari mana memulainya. Hal tersebut

[Lowongan Kerja] QA System Coordinator, Pipe Yard Coordinator, Customer Assistant Coordinator

With over 30 years' experience, Air Energi are the premier supplier of trusted expertise to the oil and gas industry. Headquartered in Manchester UK, Air Energi has regional hubs in Houston, Doha, Singapore and Brisbane. We have offices in 35 locations worldwide, experience of supply for 50 countries worldwide, and through our company values: Safe, knowledgeable, innovative, passionate, inclusive, and pragmatism, WE DELIVER, each and every time. At the moment we are supporting a multinational OCTG processing operation in seeking of below positions: 1.       QA System Coordinator Coordinates Quality System development in plant, directing the implementation of specifications and quality norms. Administers complaints regarding non-conformities and provides quality process information in support of decision making. Develops the necessary procedures, instructions and specifications to ensure Quality System conformity. Coordinates and organizes the execution of interna

Efek korosi dari pembakaran NH3 + H2S di Furnace

Complete combustion H2S membutuhkan temperatur antara 625 s/d 1650 degC tergantung komposisi acid gas.  Namun, temperatur minimum untuk efektivitas operasi adalah 925 degC.  Dibawah temperatur ini biasanya  stabilitas flame tidak bagus dan sering muncul free O2 di flue gas.  Untuk kasus Pak Novriandi, free O2 di flue gas harusnya gak masalah karena akan langsung terbuang melalui stack (berbeda jika kondisi ini terjadi di unit pengolah acid gas yang akan menyebabkan korosi di waste heat boiler); namun, dengan temperatur furnace yang Pak Novriandi punya sebesar 843 degC, kemungkinan akan menyebabkan flame menjadi tidak stabil. Tanya - Novriandi   Ysh, Bpk & Rekan Migas Indonesia Kami memiliki equipment furnace dengan servicenya adalah pemanas process, Furnace tersebuttipe vertical tube multi coil dengan material tube inlet A335 P9 dan tube oult A312 TP316. dengan fuel sesuai design adalah kombinasi fuel oil dan fuel gas. Pada kasus tertentu di salah satu unit untuk mengolah dan