Skip to main content

Pemodelan beban dari beton terhadap formwork

Bisa berbagi mengenai bagaimana cara memodelkan beban dari beton cair terhadap formwork saat casting? Apakah dimodelkan sebagai fluida bertekanan atau dimodelkan massa beton cairnya saja atau kombinasi? Formwork untuk keperluan diversion tunnel.
Terima kasih sebelumnya.


Tanya - Sadikin, Indera

Rekan2 Migas,
Bisa berbagi mengenai bagaimana cara memodelkan beban dari beton cair terhadap formwork saat casting? Apakah dimodelkan sebagai fluida bertekanan atau dimodelkan massa beton cairnya saja atau kombinasi? Formwork untuk keperluan diversion tunnel.
Terima kasih sebelumnya.


Tanggapan 1 - Arief Yudhanto


Pak Indera,

Saya pernah membaca artikel mengenai pemodelan beton cair yang masuk ke dalam formwork, tapi saya tidak pernah punya pengalaman memodelkan. Fenomenanya lumayan kompleks, yaitu gabungan antara fuild dynamics, hygrothermal (humidity dan temperature) dan growing mass. Kalau sudah seperti ini problemnya, mungkin solusinya ya pake coupling solutions, atau hybrid method.

Sepertinya tidak bisa dipecahkan pake implicit solver, mesti pake explicit (karena transient).

Artikel yang saya baca mendiskusikan finite element method dan finite difference method untuk memecahkan problem ini. Finite difference digunakan untuk menghitung perubahan temperatur saat solidifikasi (pembekuan), lalu temperature itu digunakan sebagai input untuk menghitung thermal strains/stress. Tekanan juga bisa digunakan sebagai input; jika anda tidak punya datanya, maka anda sebaiknya meghitung pressure pada dinding akibat aliran beton. Ini bisa dipecahkan menggunakan fluid dynamics solver.

Jika anda sudah punya data temperatur gradient dan pressure pada dinding selama proses casting maka anda bisa langsung menghitung output yang anda inginkan (untuk FEM, sebaiknya dicek deformasinya - karena teorinya kan F = kx saja; F dan k adalah inputnya, jadi x nya dicek dulu)

Semoga membantu, namun mohon dikoreksi jika ada kesalahan ...


Tanggapan 2 - Indrayadi Abdillah

Rekans,
Untuk pembebanan beton cair (fresh concrete) terhadap formwork ini yang saya tahu ada banyak metoda pendekatan yang didasarkan extensive research para ahli di berbagai belahan dunia, sehingga tentunya bisa dipertanggungjawabkan.

Kalau saya tidak salah, pendekatannya ada diantaranya yang memodelkan sebagai hydrostatic pressure, ada yang metoda equivalent juga, dan lain-lain (saya dapat hand out yang bagus waktu kuliah tingkat 1 dulu ttg desain formwork, sekarang entah di mana, he he).

Btw, Pak Indera pake formowrk product nya siapa? Atau ini memanfaatkan material sendiri? Setau saya kalau seperti PERI atau PCH gitu ada technical advisor nya, jadi bisa discuss dengan mereka. Atau mungkin bisa googling ke website nya mereka.


Tanggapan 3 - David Ade Rully


Dear Pak Indra,

Saya ikut menambahkan sedikit tentang pertanyaan bapak, karena saya sangat tertarik dengan bahasan formworks. Tapi, sorry saya tidak dapat memberikan penjelasan pemodelan numeric gaya lateral beton terhadap strength formworks, namun saya bisa share pengalaman saya pada saat pengecoran dinding setinggi 2.5 m untuk WWTP yang berbentuk lingkaran. Kekuatan formworks konvensional pada umumnya tergantung pada dimensi plywood, ukuran balok, kaso dan stud-stud untuk bracing formworks. Begitu juga kalau kita menggunakan Peri formworks. Faktor yang juga berpengaruh terhadap disain kekuatan formworks yaitu rate pengecoran pada saat pelaksanaan. Artinya semakin tinggi rate pengecoran maka disain kekuatan formworks harus tinggi juga begitu juga sebaliknya.

Untuk lebih jelasnya mengenai perhitungan kekuatan formworks bapak bisa baca di buku karangan S.W Nunally judulnya kalau gak salah Construction Management. Di buku tersebut ada satu bab khusus yang membahas mengenai masalah formworks.


Tanggapan 3 - Sadikin, Indera


Thanks Pak Arief, Pak Indra dan Pak David atas sharingnya.

Saya sedang merancang self-moving telescopic formwork (dari steel) untuk support equiment dalam pengecoran diversion tunnel (tunnel untuk pengalihan aliran sungai pada saat pembuatan dam). Formworknya berbentuk cylindrical shell (seperti fuselage pesawat) segmental dan pada dinding silinder ada beberapa jendela untuk access manhole (penulangan, setting, dll.) sekaligus pemompaan concrete. Jadi bentuk concretenya adalah pipa horizontal (tunnel).
Kalau untuk formwork horizontal (misalnya lantai), concrete bisa dimodelkan sebagai massa saja karena toh jika dimodelkan sebagai fluida bertekanan hasilnya sama saja.

Dalam kasus concrete berbentuk pipa ini, kalau diasumsikan sebagai massa maka sisi samping formwork hampir tidak mendapat tekanan karena gaya dari massa adalah ke bawah. Sementara kalau dimodelkan sebagai fluida bertekanan maka sisi samping formwork akan mendapat tekanan hidrostatik juga. Karena masih awam dalam masalah sipil terutama pengetahuan concrete, saya ingin
tahu metode konservatif apa yang selama ini dipakai rekan2 dari sipil dalam pemodelan concrete cair.

Dari beberapa referensi mengenai tunnel engineering yang saya baca, tanah di sekeliling tunnel juga memberikan tekanan tertentu (pada dinding concrete yang kaku). Ini malah lebih ribet lagi. Yang paling tepat memang seperti yang disebutkan oleh Pak Arief: dimodelkan transient sebagai growing mass. Karena keterbatasan sumber daya manusia :D saya ingin coba cari asumsi pemodelan lain yang simpel tapi masih bisa dipertanggungjawabkan ke konsultan. Terima kasih rekan2.

Comments

Popular posts from this blog

DOWNLOAD BUKU: THE TRUTH IS OUT THERE KARYA CAHYO HARDO

  Buku ini adalah kumpulan kisah pengalaman seorang pekerja lapangan di bidang Migas Ditujukan untuk kawan-kawan para pekerja lapangan dan para sarjana teknik yang baru bertugas sebagai Insinyur Proses di lapangan. Pengantar Penulis Saya masih teringat ketika lulus dari jurusan Teknik Kimia dan langsung berhadapan dengan dunia nyata (pabrik minyak dan gas) dan tergagap-gagap dalam menghadapi problem di lapangan yang menuntut persyaratan dari seorang insinyur proses dalam memahami suatu permasalahan dengan cepat, dan terkadang butuh kecerdikan – yang sanggup menjembatani antara teori pendidikan tinggi dan dunia nyata (=dunia kerja). Semakin lama bekerja di front line operation – dalam hal troubleshooting – semakin memperkaya kita dalam memahami permasalahan-permasalahan proses berikutnya. Menurut hemat saya, masalah-masalah troubleshooting proses di lapangan seringkali adalah masalah yang sederhana, namun terkadang menjadi ruwet karena tidak tahu harus dari mana memulainya. Hal tersebut

[Lowongan Kerja] QA System Coordinator, Pipe Yard Coordinator, Customer Assistant Coordinator

With over 30 years' experience, Air Energi are the premier supplier of trusted expertise to the oil and gas industry. Headquartered in Manchester UK, Air Energi has regional hubs in Houston, Doha, Singapore and Brisbane. We have offices in 35 locations worldwide, experience of supply for 50 countries worldwide, and through our company values: Safe, knowledgeable, innovative, passionate, inclusive, and pragmatism, WE DELIVER, each and every time. At the moment we are supporting a multinational OCTG processing operation in seeking of below positions: 1.       QA System Coordinator Coordinates Quality System development in plant, directing the implementation of specifications and quality norms. Administers complaints regarding non-conformities and provides quality process information in support of decision making. Develops the necessary procedures, instructions and specifications to ensure Quality System conformity. Coordinates and organizes the execution of interna

API 6D atau API 598

Kalau berbicara standard: maka yang dipakai untuk inspeksi dan pengetesan VALVE adalah API STD 598 dan ANSI/ASME B16.34. Makanya jika kita nanti membuka perihal pengetesan (valve testing) di API STD 598, disana akan akan note bahwa besaran pressure test-nya mengacu ke ANSI/ASME B16.34. Perlu diketahui bahwa API 6D adalah specification for Pipeline Valve. Makanya disebut API SPEC 6D. API ini khusus menjelaskan spesifikasi untuk katup yang digunakan pada Pipeline. Tanya - Zachari Alamsyah Dear para miliser  migas sekalian..Bapak2 saudara-saudari sekalian Saya ingin menanyakan untuk pengetesan katup (Valve), seperti butterfly, globe, needle, ball, gate valve standar apa yang harus digunakan. setelah saya melakukan pencarian terdapat 2 standar yati API 6D (pipeline Valves) atau API 598 (Valves testing). Standar mana yang jadi acuan untuk pengetesan tersebut? Demikian pertanyaan saya. Terima Kasih Tanggapan - Sabar Simatupang Dear pak Alamsyah dan rekan-rekan Migas, Kalau