Skip to main content

MWD (Measurement While Drilling)

MWD adalah proses mengambil data beberapa parameter fisik sumur sembari  membor sumur & secara real-time.
Data2 yg dapat diperoleh adalah:
1. Properti formasi: resistivity, porosity & density (ini disebut juga LWD:  Logging-While-Drilling).
2. Survey trayektori lubang sumur: inklinasi, azimut & "tool-face".
3. Data "drilling mechanics": "weight-on-bit" & "torque-on-bit".

Tanya - Ardhi Armeizal

Bapak,

Saya anggota baru di MILIS ini, Saya mau bertanya tentang Halliburton MWD  (Measurement While Drilling). Apakah MWD itu? Bagaimana kerjanya? Dan apa  hubungannya dengan Drilling? Dan apa benar operator MWD harus mengetahui  komputer? Dan apa hubungannya dengan komputer?
Terima Kasih pak, Maaf kalo pertanyaannya terlalu banyak.


Tanggapan 1 - Doddy Samperuru


Pak Ardhi,

MWD sudah beberapa kali dibahas di milis ini & ada dalam Buku Pintar Migas  Indonesia. MWD adalah proses mengambil data beberapa parameter fisik sumur sembari  membor sumur & secara real-time.
Data2 yg dapat diperoleh adalah:
1. Properti formasi: resistivity, porosity & density (ini disebut juga LWD:  Logging-While-Drilling).
2. Survey trayektori lubang sumur: inklinasi, azimut & "tool-face".
3. Data "drilling mechanics": "weight-on-bit" & "torque-on-bit".

Seperangkat sensor/transmitter/receiver yg dipasang pada MWD tools (di atas  drill bit) akan mengukur temperatur, pressure, inklinasi, dsb. Data tsb  lalu dikirim ke permukaan yg umumnya memakai prinsip mud-pulse telemetry  (mengirim sinyal analog lewat kolom lumpur di dalam lubang sumur, nah lho  !). Data tsb juga disimpan dalam memory di dalam tool utk diretrieve nanti  di permukaan. Di permukaan, ada seperangkat sensor/transduser yg akan  menangkap mud-pulse tsb lalu oleh komputer dikonversi menjadi data digital,  dikirim ke komputer lain utk diolah, direcord & ditampilkan utk interpretasi. Cara telemetry lainnya adalah memakai kabel wireline.

Kelebihan utama MWD adalah operator dapat mengetahui berbagai properti  sumur & formasi secara real-time pada saat drilling.



Tanggapan 2 - Teddy - graviton03


Mudah-mudahan belom pernah diposting.
Dari www.netl.doe.gov:
 
New Carbon Drill Pipe Signals Technical Achievement
Technology May Benefit American Energy Production
  WASHINGTON, DC -- The Department of Energy (DOE) announced today the development of a new "composite" drill pipe that is lighter, stronger and more flexible than steel, which could significantly alter the ability to drain substantially more oil and gas from rock than traditional vertical wells.
"This is another example of the technology breakthroughs in the arena of domestic energy production being carried out by our Office of Fossil Energy," said Secretary of Energy Spencer Abraham. "To reach and recover untapped domestic oil and gas reserves, we must have the ability to inexpensively drill highly deviated or horizontal holes."

Developed under a four-year, $3.6 million cooperative agreement managed by DOE's National Energy Technology Laboratory, the new drill pipe - made from carbon fiber resins - could be the next major technical achievement emerging from the government-industry natural gas research program. Lighter, stronger, and more flexible than steel, the pipe could significantly benefit energy production in the United States.

The composite drill will be used by Integrated Directional Resources, Lafayette, La., and is the first commercial order for the device composed of carbon fiber resins. Since the composite pipe is more flexible than steel pipe, it can better withstand the stress and fatigue associated with drilling short-radius horizontal holes. It is more expensive than traditional steel pipe, but can cycle or rotate through a short radius bend for extended periods of time without suffering fatigue damage. Plus, it can be reused in multiple wells leading to a significant decrease in drilling costs.

The drill pipe has been successfully field-tested at two Oklahoma sites. Through the use of the new drill at one previously producing site, the well was drilled another 1,000 feet where it struck an oil-bearing zone. Another test allowed the composite drill to punch a 60-foot radius, 1,000-foot lateral through hard sandstone from a shallow well in a successful search for gas.

Using older wells as entry points reduces the environmental footprint of drilling and production operations. The 2-½ inch diameter drill pipe may lead to the design of larger pipes for deep-water applications. Researchers may also be able to embed an electrical wire in the resin to provide a high


Comments

Popular posts from this blog

DOWNLOAD BUKU: THE TRUTH IS OUT THERE KARYA CAHYO HARDO

  Buku ini adalah kumpulan kisah pengalaman seorang pekerja lapangan di bidang Migas Ditujukan untuk kawan-kawan para pekerja lapangan dan para sarjana teknik yang baru bertugas sebagai Insinyur Proses di lapangan. Pengantar Penulis Saya masih teringat ketika lulus dari jurusan Teknik Kimia dan langsung berhadapan dengan dunia nyata (pabrik minyak dan gas) dan tergagap-gagap dalam menghadapi problem di lapangan yang menuntut persyaratan dari seorang insinyur proses dalam memahami suatu permasalahan dengan cepat, dan terkadang butuh kecerdikan – yang sanggup menjembatani antara teori pendidikan tinggi dan dunia nyata (=dunia kerja). Semakin lama bekerja di front line operation – dalam hal troubleshooting – semakin memperkaya kita dalam memahami permasalahan-permasalahan proses berikutnya. Menurut hemat saya, masalah-masalah troubleshooting proses di lapangan seringkali adalah masalah yang sederhana, namun terkadang menjadi ruwet karena tidak tahu harus dari mana memulainya. Hal tersebut

[Lowongan Kerja] QA System Coordinator, Pipe Yard Coordinator, Customer Assistant Coordinator

With over 30 years' experience, Air Energi are the premier supplier of trusted expertise to the oil and gas industry. Headquartered in Manchester UK, Air Energi has regional hubs in Houston, Doha, Singapore and Brisbane. We have offices in 35 locations worldwide, experience of supply for 50 countries worldwide, and through our company values: Safe, knowledgeable, innovative, passionate, inclusive, and pragmatism, WE DELIVER, each and every time. At the moment we are supporting a multinational OCTG processing operation in seeking of below positions: 1.       QA System Coordinator Coordinates Quality System development in plant, directing the implementation of specifications and quality norms. Administers complaints regarding non-conformities and provides quality process information in support of decision making. Develops the necessary procedures, instructions and specifications to ensure Quality System conformity. Coordinates and organizes the execution of interna

Efek korosi dari pembakaran NH3 + H2S di Furnace

Complete combustion H2S membutuhkan temperatur antara 625 s/d 1650 degC tergantung komposisi acid gas.  Namun, temperatur minimum untuk efektivitas operasi adalah 925 degC.  Dibawah temperatur ini biasanya  stabilitas flame tidak bagus dan sering muncul free O2 di flue gas.  Untuk kasus Pak Novriandi, free O2 di flue gas harusnya gak masalah karena akan langsung terbuang melalui stack (berbeda jika kondisi ini terjadi di unit pengolah acid gas yang akan menyebabkan korosi di waste heat boiler); namun, dengan temperatur furnace yang Pak Novriandi punya sebesar 843 degC, kemungkinan akan menyebabkan flame menjadi tidak stabil. Tanya - Novriandi   Ysh, Bpk & Rekan Migas Indonesia Kami memiliki equipment furnace dengan servicenya adalah pemanas process, Furnace tersebuttipe vertical tube multi coil dengan material tube inlet A335 P9 dan tube oult A312 TP316. dengan fuel sesuai design adalah kombinasi fuel oil dan fuel gas. Pada kasus tertentu di salah satu unit untuk mengolah dan