Skip to main content

Pengesahan WPS, PQR, dan WPQ

Dalam sebuah prosedur terdokumentasi (documented procedure) terkandung protocol teknikal yang harus dijalankan secara disiplin sesuai dengan apa yang telah diatur di dalammnya.  Prosedur ini me-refleksikan metode teknis yang ditetapkan berdasarkan procedural pengembangan, penetapan dan pengendalian dokumen di dalam organisasi tersebut.  Jika organisasi tersebut conform dengan ISO 9001:2000 (khususnya clause 4.2.3- Control of Documents), maka di sinilah sebenarnya tema dari diskusi ini, walaupun untuk kasus ini adalah aktivitas yang menyangkut pekerjaan welding sebagai contoh.

Secara ideal, bahwa prosedur pengendalian document "Control of Documents" ini harus lah efektif untuk mendukung proses lainnya seperti pekerjaan welding yang dimaksud.  Metode dalam meng-approve, me-review sebelum di-approve dan me-re-approve sebelum digunakan  diserahkan kepada masing-masing organisasi.  Artinya ISO 9001 tidak mengatur kewenangan pejabat/orang yang melakukan review, approve, re-approve untuk perobahan, dll-nya.  Prosedur yang telah diterbitkan mencerminkan kekuatan metode dan teknologi yang dianut oleh system manajemen organisasi tersebut, termasuk di dalamnya kompetensi pejabat/orang yang terlibat dalam proses menerbitkan prosedur tersebut serta termasuk kewenangan "responsibilities"nya.  Ini lah sosok dari "Quality Assurance" perusahaan tersebut dalam tema ini.

Tetapi jika dari fakta di dalam sebuah audit ditemukan/diidentifikasi bahwa metode yang ditetapkan tidak efektif atau merupakan salah satu "actual/potential of nonconformities" baik terhadap produk/layanan, maupun terhadap proses, maka baru lah seorang auditor dapat menerbitkan catatan ketidaksesuaian "Non-conformity Report (NCR)".  Sepanjang bahwa fakta tidak ditemukan masalah atau "so far so good" atau masalah bukan berasal dari sini, maka seorang auditor tidak bisa menerbitkan NCR.  Auditor tidak boleh bekerja dengan opini-opini, tetapi arus berangkat dari fakta. Saya sangat yakin dengan hal ini.
 
Tanya - Ali Khoiri khoiri@tetrapak

Dear all,

Saya mohon pencerahan hal tersebut diatas.

Sesuai dengan ASME Section IX edition 2004, Para QW-103 Responsibility menyebutkan:
QW-103.1
"Welding. Each manufacturer or contractor is responsible to the welding done........and conduct the test required....."
QW-103.2
"Record. Each manufactures or contractor shall maintain a record of the result obtained in welding procedure and welder operator performance qualification. These record shall be certified by manufacturer or contractor and shall be accesible to the authorized inspector. Refer to recommended forms in mandatory Appendix B"

Nah dari hal tersebut diatas, saya meng-interprete bahwa:
"Semua WPS, PQR dan WPQ adalah SYAH sesuai dengan persyaratan ASME Sec. IX dengan hanya di Sertifikasi (Approved) oleh manufacturer, dan bisa dilihat/diakses oleh AI. (Dalam hal ini AI tidak perlu memberikan Approval ke WPS, PQR dan WPQ tersebut)."

Apakah interpretasi saya diatas benar atau salah?
Mohon rekan-rekan yang ahli dibidang pengelasan memberikan jawaban dan penjelasan mengapa benar atau mengapa salah.

Terimakasih atas kebaikannya.


Tanggapan 1 - qaqcptmeco ptmeco@meco


Cak Khoiri

Menjawab pertanyaan Cak Khoiri ....... Betul dalam hal ini AI sifatnya hanya review dokumen WPS/PQR. Nah sekarang Siapa yang mengapprove untuk Prosedure tersebut. Kita lihat dari QA MANUAL yang digunakan (kalau kita merujuk kepada ASME STAMP). Nah dalam hal ini bisa bermacam-macam. Bisa WELDING ENGINEER, WELDING INSPECTOR atau Departemen yang termaktub dalam QA MANUAL dari manufacturer. Seyogya personil yang harus mengapprove adalah personel yang mempunyai Back ground WELDING.

Saya punya pengalaman menarik didalam suatu AUDIT beberapa tahun silam yang waktu itu saya masih aktif disalah satu BUMN yg ada di Surabaya dengan Personil ASME. Dimana QA MANUAL saya waktu itu menyebutkan  yang mengapproved WPS/PQR adalah QA MANAGER kebetulan dianya tidak  punya Back ground Welding sedangkan dikolom prepare WPS/PQR adalah seorang Welding Engineer. Dari pihak Auditor langsung menyuruh untuk melakukan REVISI QA Manual karena dianggap tidak mempunyai kemampuan didalam meminute procedure tersebut. Nah hal - hal ini perlu diperhatikan didalam kita membuat suatu QUALITY MANUAL pada suatu Manufacturer.

Demikian sekilas info pagi ini


Tanggapan 2 - Dirman Artib@amec


Rekan Farid, Choiri dan lainnya,
Ma'af saya response agak terlambat, tetapi ada hal penting yang harus saya tanggapi.

Dengan tidak mengurangi rasa hormat terhadap kompetensi individual auditor yang Pak Farid maksud, maka bermaksud untuk memberikan tanggapan yang bersifat wacana terhadap komen atau saran sang auditor tersebut.

Dalam sebuah prosedur terdokumentasi (documented procedure) terkandung protocol teknikal yang harus dijalankan secara disiplin sesuai dengan apa yang telah diatur di dalammnya.  Prosedur ini me-refleksikan metode teknis yang ditetapkan berdasarkan procedural pengembangan, penetapan dan pengendalian dokumen di dalam organisasi tersebut.  Jika organisasi tersebut conform dengan ISO 9001:2000 (khususnya clause 4.2.3- Control of Documents), maka di sinilah sebenarnya tema dari diskusi ini, walaupun untuk kasus ini adalah aktivitas yang menyangkut pekerjaan welding sebagai contoh

Secara ideal, bahwa prosedur pengendalian document "Control of Documents" ini harus lah efektif untuk mendukung proses lainnya seperti pekerjaan welding yang dimaksud.  Metode dalam meng-approve, me-review sebelum di-approve dan me-re-approve sebelum digunakan  diserahkan kepada masing-masing organisasi.  Artinya ISO 9001 tidak mengatur kewenangan pejabat/orang yang melakukan review, approve, re-approve untuk perobahan, dll-nya.  Prosedur yang telah diterbitkan mencerminkan kekuatan metode dan teknologi yang dianut oleh system manajemen organisasi tersebut, termasuk di dalamnya kompetensi pejabat/orang yang terlibat dalam proses menerbitkan prosedur tersebut serta termasuk kewenangan "responsibilities"nya.  Ini lah sosok dari "Quality Assurance" perusahaan tersebut dalam tema ini.

Tetapi jika dari fakta di dalam sebuah audit ditemukan/diidentifikasi bahwa metode yang ditetapkan tidak efektif atau merupakan salah satu "actual/potential of nonconformities" baik terhadap produk/layanan, maupun terhadap proses, maka baru lah seorang auditor dapat menerbitkan catatan ketidaksesuaian "Non-conformity Report (NCR)".  Sepanjang bahwa fakta tidak ditemukan masalah atau "so far so good" atau masalah bukan berasal dari sini, maka seorang auditor tidak bisa menerbitkan NCR.  Auditor tidak boleh bekerja dengan opini-opini, tetapi arus berangkat dari fakta. Saya sangat yakin dengan hal ini.

Dalam kasus cerita Mas Farid, tentunya saya belum mendapatkan informasi apakah sang auditor mempunyai fakta atau temuan seperti contohnya  "welding defect rate" yang cenderung tinggi dari data statistic dan merujuk kepada masalah dalam kewenangan mem-prepare dan meng-approve prosedur untuk mendesign welding joint WPS, kualifikasinya dan lain-lain.

Well,
Tentunya seorang auditor harus hati-hati dalam menerbitkan NCR toh ?

Comments

Popular posts from this blog

DOWNLOAD BUKU: THE TRUTH IS OUT THERE KARYA CAHYO HARDO

  Buku ini adalah kumpulan kisah pengalaman seorang pekerja lapangan di bidang Migas Ditujukan untuk kawan-kawan para pekerja lapangan dan para sarjana teknik yang baru bertugas sebagai Insinyur Proses di lapangan. Pengantar Penulis Saya masih teringat ketika lulus dari jurusan Teknik Kimia dan langsung berhadapan dengan dunia nyata (pabrik minyak dan gas) dan tergagap-gagap dalam menghadapi problem di lapangan yang menuntut persyaratan dari seorang insinyur proses dalam memahami suatu permasalahan dengan cepat, dan terkadang butuh kecerdikan – yang sanggup menjembatani antara teori pendidikan tinggi dan dunia nyata (=dunia kerja). Semakin lama bekerja di front line operation – dalam hal troubleshooting – semakin memperkaya kita dalam memahami permasalahan-permasalahan proses berikutnya. Menurut hemat saya, masalah-masalah troubleshooting proses di lapangan seringkali adalah masalah yang sederhana, namun terkadang menjadi ruwet karena tidak tahu harus dari mana memulainya. Hal tersebut

[Lowongan Kerja] QA System Coordinator, Pipe Yard Coordinator, Customer Assistant Coordinator

With over 30 years' experience, Air Energi are the premier supplier of trusted expertise to the oil and gas industry. Headquartered in Manchester UK, Air Energi has regional hubs in Houston, Doha, Singapore and Brisbane. We have offices in 35 locations worldwide, experience of supply for 50 countries worldwide, and through our company values: Safe, knowledgeable, innovative, passionate, inclusive, and pragmatism, WE DELIVER, each and every time. At the moment we are supporting a multinational OCTG processing operation in seeking of below positions: 1.       QA System Coordinator Coordinates Quality System development in plant, directing the implementation of specifications and quality norms. Administers complaints regarding non-conformities and provides quality process information in support of decision making. Develops the necessary procedures, instructions and specifications to ensure Quality System conformity. Coordinates and organizes the execution of interna

Efek korosi dari pembakaran NH3 + H2S di Furnace

Complete combustion H2S membutuhkan temperatur antara 625 s/d 1650 degC tergantung komposisi acid gas.  Namun, temperatur minimum untuk efektivitas operasi adalah 925 degC.  Dibawah temperatur ini biasanya  stabilitas flame tidak bagus dan sering muncul free O2 di flue gas.  Untuk kasus Pak Novriandi, free O2 di flue gas harusnya gak masalah karena akan langsung terbuang melalui stack (berbeda jika kondisi ini terjadi di unit pengolah acid gas yang akan menyebabkan korosi di waste heat boiler); namun, dengan temperatur furnace yang Pak Novriandi punya sebesar 843 degC, kemungkinan akan menyebabkan flame menjadi tidak stabil. Tanya - Novriandi   Ysh, Bpk & Rekan Migas Indonesia Kami memiliki equipment furnace dengan servicenya adalah pemanas process, Furnace tersebuttipe vertical tube multi coil dengan material tube inlet A335 P9 dan tube oult A312 TP316. dengan fuel sesuai design adalah kombinasi fuel oil dan fuel gas. Pada kasus tertentu di salah satu unit untuk mengolah dan