Skip to main content

Crack pada Reactor Tank

Saya ingin menanyakan mengenai hal-hal dasar yang berhubungan dengan pekerjaan saya terutama dalam bidang pengelasan, mohon kiranya bapak-bapak tidak keberatan dan berkenan untuk memberikan sedikit ilmu dan pencerahannya kepada saya.
  Yang ingin saya tanyakan adalah:
  1. Di Plant saya ada reaktor yang materialnya SUS304, 8mm thickness, dengan service EDC (Gas), Chlorine, Ethylene, temperatur operasional 100 degC, tekanan 0,5 BarG. Pada saat Annual Shut-Down ditemukan banyak sekali kebocoran karena dinding reaktor retak-retak (umur reaktor sekitar 8 th). Pertama,  saya coba melakukan perbaikan dengan cara melakukan built-up pada setiap retak tersebut tanpa melakukan pre-heat pada base metal (tentunya setelah crack saya gerinda dan ujung crack saya bor) dengan kawat las ER308L, setelah beberapa saat timbul crack baru disekitar daerah yang saya built-up tersebut (dari hasil Penetrant test). Kemudian saya lakukan cladding dengan menggunakan plat SUS304L, 3mm thickness, saya ambil ukuran pada base metal yang tidak mengalami crack (jauh dari area crack, sekitar 100mm) dan saya las dengan kawat ER308L tanpa pre-heat, hasilnya lebih baik, tidak ditemuakn crack di sekitar las-an.
  Yang ingin saya tanyakan, bagaimana prosedur perbaikan pada material SUS304 yang baik dan benar?Perlu Pre-heat dan PWHT?
  2. Saya akan melakukan perbaikan  suatu tanki dengan material C/S A516 Gr70, 6mm thickness sudah beroperasi sekitar 8th, karena bocor di las-an antara dinding vertikal dengan plat bawah/dasar tanki. Saya ingin cladding dengan plat ukuran 8mm, di seluruh dasar tanki.
  Pertanyaan saya, bagaimana prosedur perbaikan yang benar?


Tanya - Prasetyo, Budi

  Yth: Bapak-bapak semuanya

  DH,
  Sebelumnya saya mohon maaf karena telah berani mengirim email kepada bapak-bapak sekalian melalui jalur pribadi dan berombongan. Perkenalkan, saya Budi Prasetyo yang saat ini bekerja di Petrochemical Company yang masih sangat membutuhkan ilmu dan pencerahan dari bapak-bapak yang telah sangat mendalami tentang Welding/Pengelasan. Saya mengenal bapak dari milist Oil&Gas, tapi kebetulan saat ini email saya lagi di-bouncing jadi saya coba beranikan diri untuk bertanya melalui JaPri, semoga email saya ini tidak mengganggu aktifitas bapak.
  Saya ingin menanyakan mengenai hal-hal dasar yang berhubungan dengan pekerjaan saya terutama dalam bidang pengelasan, mohon kiranya bapak-bapak tidak keberatan dan berkenan untuk memberikan sedikit ilmu dan pencerahannya kepada saya.
  Yang ingin saya tanyakan adalah:
  1. Di Plant saya ada reaktor yang materialnya SUS304, 8mm thickness, dengan service EDC (Gas), Chlorine, Ethylene, temperatur operasional 100 degC, tekanan 0,5 BarG. Pada saat Annual Shut-Down ditemukan banyak sekali kebocoran karena dinding reaktor retak-retak (umur reaktor sekitar 8 th). Pertama,  saya coba melakukan perbaikan dengan cara melakukan built-up pada setiap retak tersebut tanpa melakukan pre-heat pada base metal (tentunya setelah crack saya gerinda dan ujung crack saya bor) dengan kawat las ER308L, setelah beberapa saat timbul crack baru disekitar daerah yang saya built-up tersebut (dari hasil Penetrant test). Kemudian saya lakukan cladding dengan menggunakan plat SUS304L, 3mm thickness, saya ambil ukuran pada base metal yang tidak mengalami crack (jauh dari area crack, sekitar 100mm) dan saya las dengan kawat ER308L tanpa pre-heat, hasilnya lebih baik, tidak ditemuakn crack di sekitar las-an.
  Yang ingin saya tanyakan, bagaimana prosedur perbaikan pada material SUS304 yang baik dan benar?Perlu Pre-heat dan PWHT?
  2. Saya akan melakukan perbaikan  suatu tanki dengan material C/S A516 Gr70, 6mm thickness sudah beroperasi sekitar 8th, karena bocor di las-an antara dinding vertikal dengan plat bawah/dasar tanki. Saya ingin cladding dengan plat ukuran 8mm, di seluruh dasar tanki.
  Pertanyaan saya, bagaimana prosedur perbaikan yang benar?

  Demikian pertanyaan saya, besar harapan saya atas jawaban dan pencerahan dari bapak-bapak sekalian.
  Terima kasih.


Tanggapan 1 - qaqcptmeco ptmeco@meco


Dear Pa. Prasetyo

Sorry agak terlambat ngasih pencerahan mengenai problem yang anda hadapi, dikarenakan pada tanggal 23 sampai 30 Januari posisi ada di Castrol (Project Blending Tank) kebetulan juga pada tanggal 30 Januari Orang saya datang ke SULFINDO dalam rangka Order Heat Exchanger anda. Sedangkan minggu2 kemarin lagi prepare prosedure fabrikasi untuk spool superduplex pipe plat form off shore di project Ujung Pangkah - AMARADAHESS.

Jawaban no.1.

Perbaikan yang anda lakukan sudah benar. Cuma saya mau tanya Apakah reactor anda dibagian luar shell terdapat jacket atau coil.

Perlu anda ketahui kasus yang terjadi pada reactor anda adalah Stress Corrosion Cracking (SCC). Dimana SCC adalah Brittle failure yang disebabkan oleh kombinasi effect tensile stress dan lingkungan yang korosif (Corrosive Enviroment). SCC ini terjadi pada temperature diatas 50 Deg C apalagi service dari reactor anda EDC (Chlorine Ethylene) sifat chloride dengan konsentrasi akan mempercepat laju SCC pada material SUS 304.

Perbaikan dengan melakukan pelapisan material (Cladding) material yang similar sudah benar dimana daerah yang akan di cladding harus dilakukan pengecekan Penetrant Test untuk memastikan bahwa daerah tersebut sudah bebas dari Crack. Dengan syarat crack yang terjadi pada material sifatnya setempat. Yang saya kuatirkan jika Crack itu sudah menyebar secara menyeluruh pada permukaan shell reactor anda. Jangankan dengan panas pengelasan, panasnya pada saat kita melakukan penggerindaan untuk pembersihan crack disekitar daerah yang tidak mengalami Crack akan timbul Crack baru kalau kita lakukan Penetrant Test terlihat secara kasat mata Crack tersebut bercabang seperti ranting-ranting pohon.

Mengenai material SUS 304 tidak di recommended untuk dilaksanakan PREHEAT maupun PWHT. Sifat material AUSTENITE rentan sekali akan CARBIDA CHROME pada sekitaran temperature 400 sampai 800 deg C. Carbida Chrome akan mereduce Corrosion Resistance pada material AUSTENITE STAINLESS STEEL.

Jawaban no.2.

Perbaikan dengan melakukan cladding bisa dilaksanakan. Alangkah baiknya kalau proses perbaikan dilakukan dengan melakukan reweld pada daerah yang mengalami crack tersebut. Adapun metodenya persis seperti yang anda lakukan pada saat melakukan repair reactor anda. Pastikan bahwa crack harus benar-benar tidak ada. Kemudian lakukan reweld dengan metode temper bead disetiap layer agar mengurangi terjadinya tegangan sisa didaerah pengelasan, final check lakukan NDE (Penetrant, Magnetic kalau perlu Ultrasonic atau Radiographic kalau itu memenuhi syarat perlakuan pada kedua metode NDE yang saya sebutkan terakhir). Apabila sudah dinyatakan Accepted laksanakan grind flush pada daerah lasan tersebut.


Tanggapan 2 - Danang Cahya


Wahh pak saya jadi ada pertanyaan lagi nih, setahu saya proses cladding itu kan untuk material baru sebelum proses fabrikasi karena prosesnya yang sulit dan harus seragam disetiap permukaan masing2 material tersebut yang nantinya akan membentuk seperti gambaran ombak pada kedua material yang saling mengikat, yang saya tanyakan bagaimana proses cladding pada daerah repair tersebut?
  Terima kasih sebelumnya


Tanggapan 3 - qaqcptmeco ptmeco


Pa Danang sebenarnya kata-kata yang tepat bukan Cladding tapi Lining. Karena saya jawabnya terburu-buru.


Tanggapan 4 - edfarman@ikpt.com edfarman@ikpt


Dears,

Kalau boleh saya juga ingin sedikit membantu dan menambahkan pada pertanyaan kedua.

<Quoted>
2. Saya akan melakukan perbaikan  suatu tanki dengan material C/S A516 Gr70, 6mm thickness sudah beroperasi sekitar 8th, karena bocor di las-an antara dinding vertikal dengan plat bawah/dasar tanki. Saya ingin cladding dengan plat ukuran 8mm, di seluruh dasar tanki.
  Pertanyaan saya, bagaimana prosedur perbaikan yang benar?

edf:
Kalau melihat masa operasi sekitar 8 tahun, kemungkinan permasalahan utamanya adalah corrosion of weld joint (Shell to bottom plate welding). Untuk procedure perbaikan yang benar pada tangki yang didesign dengan API Standard, maka API juga menyediakan standard khusus untuk tank inspection, repair, alteration and reconstruction (API Standard 653) untuk existing tank yang Bapak miliki. Untuk evaluasinya Bapak lihat di para 2.4. sedangkan metoda rekonstruksi diatur di para 7.10. Detail di API 653. Yang terbaik dianjurkan adalah replacement bottom plate (Terutama di area "the lowest shell plate to bottom/annular plate joint").

Sekedar brainstroming dan mengharapkan masukan dari para pakar di milis kita ini, untuk metoda cladding/padding yang Bapak pilih di seluruh dasar tangki (berarti juga di "shell to botom plate joint") pada tangki yang generally corroded. Di area shell to bottom/annular joint, plate baru tsb akan diwelding ke shell langsung (Normally disisipkan ke bawah shell) - please CMIIW. Logikanya ini akan membuat welding tsb menahan beban static head dari fluida dalam tangki. Sepertinya hal ini tidak recommended, karena akan terjadi excessive stress di daerah welding tsb (shear stress).
Reason: Normal design, bottom/annnular plate tidak didesign untuk case seperti itu, penentuan thicknessnya mempertimbangkan compressive stress at the lowest shell course yang MENUMPU di atas bottom plate (Para 3.5 & Table 3.1- API 650). Ini yang membuat saya tidak merekomendasikan metoda cladding/padding di area "shell to bottom plate joint", lebih baik lakukan replacement sesuai API 653 recommendation.

Demikian dari saya.
Jika ada masukan lain mohon disharing.

Comments

Popular posts from this blog

DOWNLOAD BUKU: THE TRUTH IS OUT THERE KARYA CAHYO HARDO

  Buku ini adalah kumpulan kisah pengalaman seorang pekerja lapangan di bidang Migas Ditujukan untuk kawan-kawan para pekerja lapangan dan para sarjana teknik yang baru bertugas sebagai Insinyur Proses di lapangan. Pengantar Penulis Saya masih teringat ketika lulus dari jurusan Teknik Kimia dan langsung berhadapan dengan dunia nyata (pabrik minyak dan gas) dan tergagap-gagap dalam menghadapi problem di lapangan yang menuntut persyaratan dari seorang insinyur proses dalam memahami suatu permasalahan dengan cepat, dan terkadang butuh kecerdikan – yang sanggup menjembatani antara teori pendidikan tinggi dan dunia nyata (=dunia kerja). Semakin lama bekerja di front line operation – dalam hal troubleshooting – semakin memperkaya kita dalam memahami permasalahan-permasalahan proses berikutnya. Menurut hemat saya, masalah-masalah troubleshooting proses di lapangan seringkali adalah masalah yang sederhana, namun terkadang menjadi ruwet karena tidak tahu harus dari mana memulainya. Hal tersebut

[Lowongan Kerja] QA System Coordinator, Pipe Yard Coordinator, Customer Assistant Coordinator

With over 30 years' experience, Air Energi are the premier supplier of trusted expertise to the oil and gas industry. Headquartered in Manchester UK, Air Energi has regional hubs in Houston, Doha, Singapore and Brisbane. We have offices in 35 locations worldwide, experience of supply for 50 countries worldwide, and through our company values: Safe, knowledgeable, innovative, passionate, inclusive, and pragmatism, WE DELIVER, each and every time. At the moment we are supporting a multinational OCTG processing operation in seeking of below positions: 1.       QA System Coordinator Coordinates Quality System development in plant, directing the implementation of specifications and quality norms. Administers complaints regarding non-conformities and provides quality process information in support of decision making. Develops the necessary procedures, instructions and specifications to ensure Quality System conformity. Coordinates and organizes the execution of interna

Efek korosi dari pembakaran NH3 + H2S di Furnace

Complete combustion H2S membutuhkan temperatur antara 625 s/d 1650 degC tergantung komposisi acid gas.  Namun, temperatur minimum untuk efektivitas operasi adalah 925 degC.  Dibawah temperatur ini biasanya  stabilitas flame tidak bagus dan sering muncul free O2 di flue gas.  Untuk kasus Pak Novriandi, free O2 di flue gas harusnya gak masalah karena akan langsung terbuang melalui stack (berbeda jika kondisi ini terjadi di unit pengolah acid gas yang akan menyebabkan korosi di waste heat boiler); namun, dengan temperatur furnace yang Pak Novriandi punya sebesar 843 degC, kemungkinan akan menyebabkan flame menjadi tidak stabil. Tanya - Novriandi   Ysh, Bpk & Rekan Migas Indonesia Kami memiliki equipment furnace dengan servicenya adalah pemanas process, Furnace tersebuttipe vertical tube multi coil dengan material tube inlet A335 P9 dan tube oult A312 TP316. dengan fuel sesuai design adalah kombinasi fuel oil dan fuel gas. Pada kasus tertentu di salah satu unit untuk mengolah dan