Skip to main content

Vibrasi pada Motor & Structure

"Setiap rotating machinary dan jika ada struktur didekatnya pasti akan mengalami vibrasi bersama. Yg perlu dhindari adalah jgn sampai frekuensi natural struktur dan sama dg frekuensi eksitasinya (dlm hal ini motor). Vibrasi wajar terjadi jika masih dalam batas toleransi. Yg perlu dkalkulasi adalah apakah vibration velocity arah x,y,z (inch per second) masih dbwah allowable vibration velocity? Jika masih dbawahnya ya oke2 aja.. Tp jika diatas allowable maka hal yg mungkin kita lakukan adalah menambah nilai kekauan (stifness) dr struktur tersebut."


Tanya - Nugroho Agung P radeon9660


Selamat Pagi semua,

Mohon bantuan Bapak dosen, alumni, rekan2, senior ato siapa saja yg barangkali pernah mengalami masalah yang sama.

Saya bekerja untuk suatu persh HExchanger, pada salah satu produk kami (Air Cooler HEx) mengalami sedikit masalah terhadap vibrasi yang terdapat pada motor yang turut mempengaruhi vibrasi dari structure secara keseluruhan.
Dimana vibrasi tersebut hanya terjadi pada saat motor berada pada rated power 60 - 70% dari rated power normal motor (18.5kW, 35A, cos phi = 0.84, rpm 1460/min).Akan tetapi setelah mencapai rated power 76%, vibrasi tersebut hilang dengan sendirinya.
Yang ingin saya tanyakan, :
1. Bagaimana cara mengatasi adanya getaran tersebut
2. Apabila ada referensi, kalau boleh mohon untuk dishared

Terimakasih atas perhatian&bantuannya.



Tanggapan 1 - badaruddin kendari


Pak Nugroho,

Sepertinya mechanical natural frequensi (MNF) dari struktur air cooler tersebut nilainya sama dengan putaran motor saat power 60% sd 70%, sehingga saat motor di run pada power tersebut struktur mengalami resonansi dan menaikan nilai dari vibration level struktur.

Usaha yang bisa dilakukan adalah dengan menaikan nilai MNF struktur tersebut sehingga melebihi nilai 2.4 dari frequensi putaran engine (as beta machinery recomendation). Untuk menaikan Nilai MNF dari struktur dapat dilakukan dengan menaikan nilai kekakuan struktur serta menurunkan nilai masa dari struktur, secara gampang formula dari MNF = sqrt(K/M).

semoga sedikit mencerahkan


Tanggapan 2 - Teguh Santoso


Untuk kasus ini tidak mungkin mengurangi massa (memotong struktur), yang mungkin dilakukan adalah menambah kekakuan struktur. Baiknya dilakukan pengambilan vibration signaturenya terlebih dulu sehingga jelas di frekuensi berapa dia bergetar. Dengan demikian penguatan struktur secara modeling (dengan bantuan finite element) dapat dilakukan dengan lebih baik (untuk mengetahui frekuensi naturalnya naik menjadi 2.4 x putaran motor)
Semoga bermanfaat,


Tanggapan 3 - uci sanusi


Ya

Kalau saya setuju juga sama pa Teguh, resonance ratio sebesar 2.4 itu sudah berada pada daerah landai pada grafik resonance ratio versus DAF jadi DAF (pembesaran dinamik) sudah tidak begitu dominan. Tergantung juga pada asumsi damping dari strukturnya. biasanya damping diambil 2%-5% untuk struktur.

Memperkaku struktur dapat menggunakan cara penambahan bracing2. Saya pernah ada pengalaman, memang dengan ditambahkan bracing kekakuan meningkat dan nilai resonance ratio semakin menjauh dari 1.

Dari software2 struktur kita dapat melakukan run dynamic frequency analyses dan akan keluar nilai2 natural frequency untuk beberapa mode (ragam) dengan metoda determinan eigen vector dan eigen value. eigen value nya adalah natural frekwensi, sedangkan eigen vectornya adalah modal matrix.

Dan setiap natural frekwensi dibandingkan dengan RPM motor tersebut. RPM/60 = Hertz. Hal ini kita pernah diskusikan di milis tahun 2007. kebetulan waktu itu saya yang tanya dan banyak feedback dari rekan2 mekanikal engineer yang mantap.
Berapa mode struktur yang harus kita tinjau? kalau mass participation ratio 90% atau lebih, sampai di situlah mode yang kita tinjau. karena setelah itu mode2 yang lain tidak akan mempengaruhi struktur secara signifikan alias ignore them.

thanks


Tanggapan 4 - Hendra, Ronny


Pak Nugroho,

Saya kira harus jelas dulu root cause-nya. Apakah vibrasi motor yang terlalu besar sehingga structure HE-nya ikut "bergoyang hebat" yang berarti masalah ada pada motor dan penyelesaiannya mestinya dilakukan di motor, atau vibrasi pada motor sebenarnya biasa2 aja, hanya natural
frequency structure yang kebetulan "beradu" dengan operating speed-nya motor. Untuk kasus yang kedua ini, saya rasa akan bisa diselesaikan dengan mengubah stiffness dari structure tersebut. Bukankah Nres= (K/m)^1/2 dimana K= stiffeness, m = mass

Apakah sudah pernah di ukur vibrasinya ?

Demikian, mudah2an membantu.



Tanggapan 5 - buddy cahyono


Dear Pak Agung,

Saya coba menjawab permasalahan yg sedang Bpk alami,
Mengapa pd rate power 60-70% motor terjadi high vibrasi bisa disebabkan pada saat itu frekeunsi yg ditimbulkan oleh equipment tsb (motor sbg driver dan driven-nya jg) menyamai frekuensi pribadi (natural frekuensi) dari structure/pondasi equipment tsb sehingga terjadi resonansi. Hal ini bisa kita analogikan kalau kita menghidupkan motor atau mobil, ada saat2 dimana getarannya terasa sekali setelah itu hilang dengan sendirinya.
Cara termudah yg mungkin Bpk lakukan pertama kali adalah mengukur frekuensi natural dari structure tsb dan mungkin diperlukan jg modifikasi structure supaya frekuensi naturalnya berbeda dengan yg sekarang.

Semoga dapat membantu, dari anggota milist yg lain bisa menambahkan atau mengoreksi.



Tanggapan 6 - Puji Harjono


Pak Nugroho,

Sudah diukur berapa overall vibrasi motor tersebut?, structure nya seperti apa pak? mounting motornya vertikal atau horizontal pak? sistem motor DOL?YD? atau pake VSD pak? driven nya apa pak? centrifugal pump? stroke pump ? sistem kopelnya direct atau pake belt atau pakai gear, pak?

Kalau menurut keterangan bapak, sepertinya ada resonansi pak...dimana frekuensi critical speed dari si motor berdekatan dengan nf dari strukture...kalo mau repot dikit sih bisa di lakukan bump test untuk mencari nf motor dan si strktur....kalo mau enak sih..bisa juga dengan tracking analisis pak.

Kalau bapak mau, japri saja pak, saya pernah ada kasus seperti bapak, sudah saya solve..cuman output motor saya lebih besar dari bapak ( 200 kW)

Tanggapan 7 - Vladimir Medio Sentosa


Dear pak Nugraha Agung..

Sy mencoba menjawab ptanyaan bpk. Sebelumnya tolong dspesifikan lg struktur yg anda maksud itu apa dan eksitasi motornya jg apa?

intinya sebenarnya sdh dterangkan oleh2 bpk2 dsini yg lebih berpenglaman. Setiap rotating machinary dan jika ada struktur didekatnya pasti akan mengalami vibrasi bersama. Yg perlu dhindari adalah jgn sampai frekuensi natural struktur dan sama dg frekuensi eksitasinya (dlm hal ini motor). Vibrasi wajar terjadi jika masih dalam batas toleransi. Yg perlu dkalkulasi adalah apakah vibration velocity arah x,y,z (inch per second) masih dbwah allowable vibration velocity? Jika masih dbawahnya ya oke2 aja.. Tp jika diatas allowable maka hal yg mungkin kita lakukan adalah menambah nilai kekauan (stifness) dr struktur tersebut.
Demikian mungkin yg lain bs menambahkan.


Tanggapan 8 - ajat sudrajat


Mas Nugroho,

Sedikit shearing saja semoga bermanfaat.
Kalau ada equipment (motor) yang berputar kemudian mengganggu pada bagian yang lainnya, secara praktis saja bahwa motor tsbt tdk dalam keadaan seimbang (unbalance), So, solusinya lakukan balancing pada motor tersebut.

Comments

Popular posts from this blog

DOWNLOAD BUKU: THE TRUTH IS OUT THERE KARYA CAHYO HARDO

  Buku ini adalah kumpulan kisah pengalaman seorang pekerja lapangan di bidang Migas Ditujukan untuk kawan-kawan para pekerja lapangan dan para sarjana teknik yang baru bertugas sebagai Insinyur Proses di lapangan. Pengantar Penulis Saya masih teringat ketika lulus dari jurusan Teknik Kimia dan langsung berhadapan dengan dunia nyata (pabrik minyak dan gas) dan tergagap-gagap dalam menghadapi problem di lapangan yang menuntut persyaratan dari seorang insinyur proses dalam memahami suatu permasalahan dengan cepat, dan terkadang butuh kecerdikan – yang sanggup menjembatani antara teori pendidikan tinggi dan dunia nyata (=dunia kerja). Semakin lama bekerja di front line operation – dalam hal troubleshooting – semakin memperkaya kita dalam memahami permasalahan-permasalahan proses berikutnya. Menurut hemat saya, masalah-masalah troubleshooting proses di lapangan seringkali adalah masalah yang sederhana, namun terkadang menjadi ruwet karena tidak tahu harus dari mana memulainya. Hal tersebut

[Lowongan Kerja] QA System Coordinator, Pipe Yard Coordinator, Customer Assistant Coordinator

With over 30 years' experience, Air Energi are the premier supplier of trusted expertise to the oil and gas industry. Headquartered in Manchester UK, Air Energi has regional hubs in Houston, Doha, Singapore and Brisbane. We have offices in 35 locations worldwide, experience of supply for 50 countries worldwide, and through our company values: Safe, knowledgeable, innovative, passionate, inclusive, and pragmatism, WE DELIVER, each and every time. At the moment we are supporting a multinational OCTG processing operation in seeking of below positions: 1.       QA System Coordinator Coordinates Quality System development in plant, directing the implementation of specifications and quality norms. Administers complaints regarding non-conformities and provides quality process information in support of decision making. Develops the necessary procedures, instructions and specifications to ensure Quality System conformity. Coordinates and organizes the execution of interna

API 6D atau API 598

Kalau berbicara standard: maka yang dipakai untuk inspeksi dan pengetesan VALVE adalah API STD 598 dan ANSI/ASME B16.34. Makanya jika kita nanti membuka perihal pengetesan (valve testing) di API STD 598, disana akan akan note bahwa besaran pressure test-nya mengacu ke ANSI/ASME B16.34. Perlu diketahui bahwa API 6D adalah specification for Pipeline Valve. Makanya disebut API SPEC 6D. API ini khusus menjelaskan spesifikasi untuk katup yang digunakan pada Pipeline. Tanya - Zachari Alamsyah Dear para miliser  migas sekalian..Bapak2 saudara-saudari sekalian Saya ingin menanyakan untuk pengetesan katup (Valve), seperti butterfly, globe, needle, ball, gate valve standar apa yang harus digunakan. setelah saya melakukan pencarian terdapat 2 standar yati API 6D (pipeline Valves) atau API 598 (Valves testing). Standar mana yang jadi acuan untuk pengetesan tersebut? Demikian pertanyaan saya. Terima Kasih Tanggapan - Sabar Simatupang Dear pak Alamsyah dan rekan-rekan Migas, Kalau