Skip to main content

Siphon Breaker

"Syphon breaker itu untuk menghindari effect syphoning. Kalau ingat kita suka memindahkan minyak bensin ke motor misalnya di sedot pakai selang, asal ada beda elevasi , setelah diberikan start awal, fluidanya pidah sendiri tanpa di pompa.. karena hanya pecahan proses yg pak jimmi kemukakan, jadi keperluannya buat apa. kurang jelas.
Tapi misal ada case offshore application, bapak punya hx water cooled di elevasi 150 ft msl, coolant, sea water, diambil pakai pompa submersible dari -10 msl, hot side dibuang lagi ke laut. nah kalau hx bapak hot side nya langsung dipipakan ke laut, pompa di start, besar kemungkinan umur hx tidak lama mungkin kurang dari 2 bl, apa pasal, karena effect siphone dg ketinggian 150 ft , tinggi tekan hot side bisa negatif , karena fluida jatuh , akibatnya coolant mendidih , kalau kebetulan colant di tube side lebih afdol lagi salahnya , sebntar saja tube pada buntu oleh garam. nah untuk aplikasi seperti ini syphone breaker di pasang di outlet hot side."


Tanya - jimmy mimimituna


Dear milister,

Di salah satu sump tank yang saya lihat di field (desain tahun 80-an, pressure dibawah atmospheric), terdapat siphon breaker di liquid outlet line, dimana line ini menuju ke sump pile dan siphon breaker nya berupa pipa yg ujungnya terbuka. Dibandingkan dengan sump tank di station lain, hanya sump tank ini yg memiliki siphon breaker.

Mohon bantuannya:
1. apakah siphon breaker itu?
2. apa fungsi dari siphon breaker?
3. kapan kita membutuhkan sebuah siphon breaker?
4. apakah siphon breaker hanya digunakan dalam bidang MIGAS?

Terima kasih untuk semua respon nya.


Tanggapan 1 - Indra Prasetyo


Mungkin maksudnya vortex breaker kali ya?? Vortex breaker berfungsi untuk mencegah terbentuknya pusaran (vortex) pada fluida di liquid outlet, contohnya yang paling gampang kalo kita habis mandi di bathtub kemudian kita buka tutup saluran pembuangannya maka air akan mengalir ke saluran tersebut dan ketika airnya hampir habis akan muncul pusaran air diatas saluran pembuangan tersebut. Jika tangki tsb berisi fluida condensate misalnya maka vortex dapat menimbulkan gelembung2 gas yang akan terbawa dalam aliran fluida, dan kalau fluida tersebut kemudian diukur dengan meter jenis turbin, maka bisa terjadi slipage yang dapat menyebabkan hasil pengukuran fluida tsb menjadi tidak akurat (terbaca lebih besar dari volume sesungguhnya) dan kejadian seperti itu pernah terjadi.


Tanggapan 2 - roeddy setiawan


Dear Pak Jimmy,

Syphon breaker itu untuk menghindary effect syphoning. kalau ingat kita suka memindahkan minyak bensin ke motor misalnya di sedot pakai selang, asal ada beda elevasi , setelah diberikan start awal, fluidanya pidah sendiri tanpa di pompa.. karena hanya pecahan proses yg pak jimmi kemukakan, jadi keperluannya buat apa. kurang jelas.
Tapi misal ada case offshore application, bapak punya hx water cooled di elevasi 150 ft msl, coolant, sea water, diambil pakai pompa submersible dari -10 msl, hot side dibuang lagi ke laut. nah kalau hx bapak hot side nya langsung dipipakan ke laut, pompa di start, besar kemungkinan umur hx tidak lama mungkin kurang dari 2 bl, apa pasal, karena effect siphone dg ketinggian 150 ft , tinggi tekan hot side bisa negatif , karena fluida jatuh , akibatnya coolant mendidih , kalau kebetulan colant di tube side lebih afdol lagi salahnya , sebntar saja tube pada buntu oleh garam. nah untuk aplikasi seperti ini syphone breaker di pasang di outlet hot side.,

Mudah mudahan menjawab pertanyaan pak Jimmi.


Tanggapan 3 - Novianto Fitriawan


Pak Jimmy,

Sedikit menambahkan keterangan P. Roeddy, siphon breaker biasa juga digunakan di Blowdown Tank - untuk Boiler. Dimana siphon breaker dipasang pada water outletnya. Pipe water outletnya umumnya berbentuk U, lubang pipa menghadap bawah, siphon breaker ada pada posisi paling atas dari pipanya.



Tanggapan 4 - Rawindra rawindra@energi-mp

Pak Jimmy,

Anda menyebut sump-tank dgn "tekanan di bawah atmosfir"; memang salah satu fungsi terpenting syphon-breaker adalah mengamankan bejana-tekan dari vacuum berlebihan : akibat cairan yang tersedot keluar tanpa-kendali, baik oleh pompa maupun gravitasi .... Saya menyimpan safety-flash yang menunjukkan tekanan udara (hanya 14.7 psi lho) mampu membuat tangki (BBM) raksasa "collapse". Kalau ketemu, akan saya email ke moderator.

Pemakaian safety-device ini selayaknya berlaku di semua industri yang memanfaatkan bejana penampung cairan .....
Kapan dipakai ? Wah, jago2 HAZOP yang akan lebih tuntas menjawab.



Tanggapan 5 - novri@gmx.net novri@gmx


Jimmy,

Mau ikutan jawab ah, syukur2 bisa melengkapi penjelasan2 lain.
Syphon adalah system pipa berupa U terbalik yang memungkinkan liquid mengalir secara gravitasional melalui tempat yang lebih tinggi dari asalnya (misalnya tanki) asal ujung pipa tersebut lebih rendah dari asal liquid (elevasi dalam tanki).
Kalau dikhawatirkan akan ada vapour yang ikut keluar pada liquid effluent tersebut, maka pada puncak syphon tersebut dipasang pipa terbuka (yang juga berupa U terbalik) sehingga vapour tersebut akan keluar melalui pipa terbuka tersebut, tujuannya agar vapour itu tidak terperangkap pada puncak syphon yang bisa menyebabkan liquid tidak bisa mengalir. Pipa terbuka pada puncak syphon tersebut yang disebut sebagai "syphon breaker".

Apa fungsi syphon breaker? Pastinya bermacam2 ya, tergantung situasi pada masing2 aplikasi. Kalau di tempat kami, syphon breaker berfungsi sebagai pengontrol elevasi air pada tanki. Dari tanki, melalui water lock, lalu syphon breaker. Ini akan menjamin bahwa vapour pada tanki tidak akan keluar bersama air effluent. Kalau masih keluar juga, maka vapour ini akan dikeluarkan melaui syphon breaker tadi.

Di tempat lain mungkin saja fungsinya berbeda.
Mohon dikoreksi bila ada yang salah.

Comments

Popular posts from this blog

DOWNLOAD BUKU: THE TRUTH IS OUT THERE KARYA CAHYO HARDO

  Buku ini adalah kumpulan kisah pengalaman seorang pekerja lapangan di bidang Migas Ditujukan untuk kawan-kawan para pekerja lapangan dan para sarjana teknik yang baru bertugas sebagai Insinyur Proses di lapangan. Pengantar Penulis Saya masih teringat ketika lulus dari jurusan Teknik Kimia dan langsung berhadapan dengan dunia nyata (pabrik minyak dan gas) dan tergagap-gagap dalam menghadapi problem di lapangan yang menuntut persyaratan dari seorang insinyur proses dalam memahami suatu permasalahan dengan cepat, dan terkadang butuh kecerdikan – yang sanggup menjembatani antara teori pendidikan tinggi dan dunia nyata (=dunia kerja). Semakin lama bekerja di front line operation – dalam hal troubleshooting – semakin memperkaya kita dalam memahami permasalahan-permasalahan proses berikutnya. Menurut hemat saya, masalah-masalah troubleshooting proses di lapangan seringkali adalah masalah yang sederhana, namun terkadang menjadi ruwet karena tidak tahu harus dari mana memulainya. Hal tersebut

Apa itu HSE ?

HSE adalah singkatan dari Health, Safety, Environment. HSE merupakan salah satu bagian dari manajemen sebuah perusahaan. Ada manejemen keuangan, manajemen sdm, dan juga ada Manajemen HSE. Di perusahaan, manajemen HSE biasanya dipimpin oleh seorang manajer HSE, yang bertugas untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengendalikan seluruh program HSE. Program  HSE disesuaikan dengan tingkat resiko dari masing-masing bidang pekerjaan. Misal HSE Konstruksi akan beda dengan HSE Pertambangan dan akan beda pula dengan HSE Migas . Pembahasan - Administrator Migas Bermula dari pertanyaan Sdr. Andri Jaswin (non-member) kepada Administrator Milis mengenai HSE. Saya jawab secara singkat kemudian di-cc-kan ke Moderator KBK HSE dan QMS untuk penjelasan yang lebih detail. Karena yang menjawab via japri adalah Moderator KBK, maka tentu sayang kalau dilewatkan oleh anggota milis semuanya. Untuk itu saya forward ke Milis Migas Indonesia. Selain itu, keanggotaan Sdr. Andry telah saya setujui sehingga disk

Leak Off Test

Prinsipnya LOT (leak off test) dilakukan untuk menentukan tekanan dimana formasi mulai rekah. Tujuannya: 1. Menentukan MASP (Max. Allowable Surface Pressure). Yaitu batasan max surface pressure yg boleh kita terapkan selama drilling operation, tanpa mengakibatkan formasi rekah (fracture). 2. Dengan mengetahui MASP, berarti juga kita bisa mengetahui Max. mud weight yg boleh kita terapkan selama drilling operation, tanpa mengakibatkan formasi rekah (fracture). 3. Menentukan Kick Tolerance. Yaitu maximum kick size yg masih bisa kita tolerir untuk dihandle. Parameter ini nantinya juga berperan untuk menentukan depth casing shoe yang aman dari sudut pandang well control issue. 4. Mengecek kualitas sealing antara cement dengan casing Tanya - BGP HSESupv. BGP.HSESupv@petrochina Dear all Saat masih di rig dulu saya sering mendengar istilah leak off test. dimana step2nya kira kira sebagai berikut 1. Cementing Job 2. TSK ,masuk string dan bor kurang lebih 3 meter dibawah shoe. 3. dilakukan