Skip to main content

Technical Bid Evaluation Report

"Technical Bid Evaluation atau Technical Bid Analysis, biasanya berisi  'perbandingan' antara persyaratan teknis untuk suatu pekerjaan (technical  requirement) dengan apa-apa yang diajukan oleh vendor/subcontractor  (proposed by vendor/subcontractor). Biasanya disusun dalam bentuk tabel,  sehingga kita bisa dengan mudah membaca item of concern sesuai dengan  persyaratan, yang diajukan vendor/subcont dan keputusan/response dari kita  (misal terhadap adanya deviasi).
Dari tabulasi tersebut kita bisa membuat rekomendasi ke management atau  keputusan vendor/subcont mana yang memenuhi persyaratan teknis. Dari  beberapa vendor/subcont yang ada, biasanya kita bisa membuat ranking,  mulai dari vendor/subcont yang paling sesuai dengan persyaratan sampai  dengan yang kurang/tidak sesuai."



Tanya - hendra yulianto


Dear rekan2 Migas,

Saya lagi belajar supply chain management khususnya masalah procurement dan contract administration. Saya sering menemui istilah "Technical Bid Evaluation Report". Mohon bantuannya untuk diberi pencerahan tentang hal tersebut dan mungkin juga contoh
formatnya. Maaf satu lagi mungkin untuk istilah2 lain
di procurement dan contract administration bisa
ditambahkan untuk penjelasannya.
Trims sebelumnya.


Tanggapan 1 - berson marabona


Dear Hendra,

Technical Bid Evaluation itu yang prepare bagian Engineering. Mereka membuat tabulasi / komparasi penawaran2 dari vendor dari segi teknikal.
Setelah dilakukan technical clarification, Engineering membuat tabulasinya dan memutuskan atau me-ranking vendor2 mana aja yg technical offer nya acceptable. Nah nanti bersama sama dengan commercial bid evaluation yg buyer buat , di compile dan orang Procurement bisa follow up lebih lanjut dengan final negotiation dan juga mengajukan recommended vendor ke pihak manajemen.

Tanggapan 2 - Arif.Wibisono@ikpt


Mas Hendra, saya coba bantu sependek pengetahuan saya.

Technical Bid Evaluation atau Technical Bid Analysis, biasanya berisi  'perbandingan' antara persyaratan teknis untuk suatu pekerjaan (technical  requirement) dengan apa-apa yang diajukan oleh vendor/subcontractor  (proposed by vendor/subcontractor). Biasanya disusun dalam bentuk tabel,  sehingga kita bisa dengan mudah membaca item of concern sesuai dengan  persyaratan, yang diajukan vendor/subcont dan keputusan/response dari kita  (misal terhadap adanya deviasi).
Dari tabulasi tersebut kita bisa membuat rekomendasi ke management atau  keputusan vendor/subcont mana yang memenuhi persyaratan teknis. Dari  beberapa vendor/subcont yang ada, biasanya kita bisa membuat ranking,  mulai dari vendor/subcont yang paling sesuai dengan persyaratan sampai  dengan yang kurang/tidak sesuai.

Misal, kita mau beli pipa, kemudian di spek client mengatakan carbon  content-nya max. 0.10 %, dimensi 11.8-12.0m, kemudian ada vendor A yang  mengajukan carbon content sebesar 0.09% dan panjang pipa 12.0m sedangkan  vendor B mengajukan material dengan carbon content 0.11% dan panjang  11.5m, sehingga kita bisa tabulasikan kurang lebih seperti:

| No | Description | Requirement | Vendor A | Response
| Vendor B | Response | Remarks|
1 Carbont content max. 0.10% 0.09% OK 0.11%
Not OK
2 Length per joint 11.8-12.0m 12.0m OK
11.5m Not OK

Dari tabel tersebut jelas terlihat bahwa vendor A memenuhi persyaratan,  sedangkan vendor B tidak. Ini contoh sederhana saja, dalam kenyataannya  bisa menjadi kompleks karena banyak hal yang harus kita jadikan  persyaratan.

Biasanya technical bid evaluation dibaca bersama dengan comercial bid  evaluation, sehingga nantinya diharapkan bisa didapat vendor/subcont yang  dapat memenuhi persyaratan teknis dan harga yang dapat dipertanggung  jawabkan.

Demikian, semoga membantu & cmiiw.



Tanggapan 3 - Muhammad Redjoso


Pak Hendra, mau coba bantu jawab,
saya juga sedang belajar mengenai contrak procurement, jadi CMIIW..mohon koreksinya..

yang saya tahu, biasanya "technical bid evaluation report" adalah laporan yang dikeluarkan procurement dan user (line manager) kepada peserta/bidder terhadap hasil evaluasi teknis mereka. isi laporannya bervariasi tergantung dari apa yang diminta user dalam MRS pada awal proses lelang, biasanya berisi nilai atau pernyataan bahwa bidder lulus kualifikasi teknis yang ditentukan user. untuk pekerjaan high risk, biasanya user menambahkan HSE requirement dalam technical bid, yang akan dievaluasi in-line dengan hasil evaluasi teknis lainnya.



Tanggapan 4 - pra setyo


Mas Hendra,

Salah satu product yang dihasilkan oleh bagian engineering salah satunya Technical Bid Evaluation (TBE) Report selain itu juga ada Specification, Data Sheet, Requisition, dan Drawing. Untuk TBE Report di siapkan oleh bagian engineering sedangkan engineering membuat tabulation sheet yang nantinya oleh procurement di attach bersama dengan requisition, data sheet, dan specs sebagai document inquiry package. Untuk bagian engineering membuat analisateknis berisi semua technical requirement dalam membuat suatu requirement misal: Operating Condition, Performance, Construction/Design, Scope of supply, Spare part list, Applicable document, deviation, experience list, dan lainnya.


Tanggapan 5 - Dana Siregar


Dear mas Endra,

Sedikit sharing dan urun rembug. Setahu saya Technical evaluation report ini adalah

1. Dikenal juga dengan nama Bid Tabulation, karena berbentuk tabulasi.

2. Dikeluarkan oleh Bid Committee (apabila melalui tender) atau dikeluarkan oleh Procurement (apabila tidak melaui tender)

3. Isinya adalah perbandingan data-data yang dimiliki oleh vendor/supplier atas jenis product/service yang diminta oleh user

4. Didalam Bid Tab ini sekaligus diberikan rekomendasi vendor/supplier untuk dipilih oleh User.

5. Bid Tab ditandatangani oleh Chief of Tender Committee.


Tanggapan 6 - Samidi


Mas Hendra and Mas Arif,

Apa yang di sampaikan oleh Mas Arif sudah memebrikan gambaran yg jelas mengenai Technical Bid evaluation.

Pada prinsipnya ketika melakukan review/evauation dari beberapa supplier terhadap suatu tender biasaya akan kita evaluasi secara technical dulu. Jikalau lolos baru masuk ke babak komersial.

Makanya pada tender yg besar suppliers di haruskan memasukan dua kali bid. Technical bid lalu comercial bid. Tujuannya agar ketika mereview reviewer/evaluator lebih fair dalam melihat kemampuan supplier tanpa dipengaruhi oleh harga.

Kebetulan beberapa minggu ini, saya lagi menyusun point-point tentang Contracting & Negotiation suatu paper buat pengantar diskusi SCM . Tapi belum selesai juga. Mudah-mudahan nanti bisa kita diskusikan lebih banyak.


Tangapan 7 - Arif.Wibisono@ikpt


Iya mas Samidi, cuma mungkin terminologi yang saya pake kurang luas karena  cuma 'vendor' atau 'subcontractor'. Maklum kerjanya di main contractor, jadi yang terpatri di otak ya itu :)
Kalo di pihak owner/client, mungkin mereka gunakan untuk mencari  kontraktor, konsultan, supplier dll.



Tanggapan 8 - Egi Al Ghifari


Saya kira istilah "bid" memang sudah tepat untuk vendor/supplier/sub-contractor.
Untuk konsultansi, evaluasi teknis yang dilakukan adalah "technical proposal evaluation" dimana dokumen inquirinya adalah "request for proposal", minimum teridiri dari "terms of reference" dan "conditions of contract".
Untuk kontraktor, dokumen inquirinya adalah "invitation for tender", minimum terdiri dari BOQ, Specs, drawings dan "conditions of contracts". Terakhir untuk supplier/vendor/sub-cont, dokumen inquirinya adalah "request for quotation", minimum terdiri dari "specs" dan "schedule of equipment", evaluasinya adalah technical bid evaluation.

Mohon maaf kalau ada keasalahan,


Tanggapan 9 - harry alfiyan
 
Dear Mas Endra,

Juga sedikit menambahkan, dengan redaksi yang sedikit berbeda tp dengan maksud yang sama, beberapa perusahaan juga mengistilahkan dengan TBA or Technical Bid Analysis.
TBA = Technical Evaluation Report.

Mohon koreksi jika saya salah

Comments

Popular posts from this blog

DOWNLOAD BUKU: THE TRUTH IS OUT THERE KARYA CAHYO HARDO

  Buku ini adalah kumpulan kisah pengalaman seorang pekerja lapangan di bidang Migas Ditujukan untuk kawan-kawan para pekerja lapangan dan para sarjana teknik yang baru bertugas sebagai Insinyur Proses di lapangan. Pengantar Penulis Saya masih teringat ketika lulus dari jurusan Teknik Kimia dan langsung berhadapan dengan dunia nyata (pabrik minyak dan gas) dan tergagap-gagap dalam menghadapi problem di lapangan yang menuntut persyaratan dari seorang insinyur proses dalam memahami suatu permasalahan dengan cepat, dan terkadang butuh kecerdikan – yang sanggup menjembatani antara teori pendidikan tinggi dan dunia nyata (=dunia kerja). Semakin lama bekerja di front line operation – dalam hal troubleshooting – semakin memperkaya kita dalam memahami permasalahan-permasalahan proses berikutnya. Menurut hemat saya, masalah-masalah troubleshooting proses di lapangan seringkali adalah masalah yang sederhana, namun terkadang menjadi ruwet karena tidak tahu harus dari mana memulainya. Hal tersebut

[Lowongan Kerja] QA System Coordinator, Pipe Yard Coordinator, Customer Assistant Coordinator

With over 30 years' experience, Air Energi are the premier supplier of trusted expertise to the oil and gas industry. Headquartered in Manchester UK, Air Energi has regional hubs in Houston, Doha, Singapore and Brisbane. We have offices in 35 locations worldwide, experience of supply for 50 countries worldwide, and through our company values: Safe, knowledgeable, innovative, passionate, inclusive, and pragmatism, WE DELIVER, each and every time. At the moment we are supporting a multinational OCTG processing operation in seeking of below positions: 1.       QA System Coordinator Coordinates Quality System development in plant, directing the implementation of specifications and quality norms. Administers complaints regarding non-conformities and provides quality process information in support of decision making. Develops the necessary procedures, instructions and specifications to ensure Quality System conformity. Coordinates and organizes the execution of interna

API 6D atau API 598

Kalau berbicara standard: maka yang dipakai untuk inspeksi dan pengetesan VALVE adalah API STD 598 dan ANSI/ASME B16.34. Makanya jika kita nanti membuka perihal pengetesan (valve testing) di API STD 598, disana akan akan note bahwa besaran pressure test-nya mengacu ke ANSI/ASME B16.34. Perlu diketahui bahwa API 6D adalah specification for Pipeline Valve. Makanya disebut API SPEC 6D. API ini khusus menjelaskan spesifikasi untuk katup yang digunakan pada Pipeline. Tanya - Zachari Alamsyah Dear para miliser  migas sekalian..Bapak2 saudara-saudari sekalian Saya ingin menanyakan untuk pengetesan katup (Valve), seperti butterfly, globe, needle, ball, gate valve standar apa yang harus digunakan. setelah saya melakukan pencarian terdapat 2 standar yati API 6D (pipeline Valves) atau API 598 (Valves testing). Standar mana yang jadi acuan untuk pengetesan tersebut? Demikian pertanyaan saya. Terima Kasih Tanggapan - Sabar Simatupang Dear pak Alamsyah dan rekan-rekan Migas, Kalau