Friday, March 28, 2014

MANUFACTURER - COMPONENT SPBG

Sekitar quarter ke 3 Tahun 2013. Saya ada diskusi dengan beberapa teman yang bergerak di CNG dan SPBG. Namun diskusi terhenti karena "Regulasi" masih "gray". Dan kepastian pasokan belum tinggi. Apa benar?

Tanya - Pudjo Sunarno

Dear Professional,

Sekitar quarter ke 3 Tahun 2013. Saya ada diskusi dengan beberapa teman yang bergerak di CNG dan SPBG. Namun diskusi terhenti karena "Regulasi" masih "gray". Dan kepastian pasokan belum tinggi. Apa benar?

Namun, kalau dilihat dari kebutuhan SPBG, beberapa tempat mulai dibangun baik di Jakarta, Jawa Barat dan Provinsi lainnya. Yang menarik dan menjadi hal yang saya ingin tanyakan :

(1) Adakah kompressor produksi Indonesia yang bisa digunakan.(2) Adakah Cascade produksi Indonesia yang bisa digunakan.(3) Adalah Dispenser produksi Indonesia yang bisa digunakan.

Atau ada rekomendasi Brand yang bagus dipakai dengan kebocoran "0%" yang ada dipasaran?

Kalau jumlah SPBU seluruh Indonesia ada sekitar 7,500 Unit. Kira kira berapa jumlah SPBG yang diperlukan di Indonesia?

Hal ini akan sangat menarik jika kita bisa ikut terlibat dalam pengembangan SPBG tersebut di seluruh Indonesia. Terima kasih dan salam.

Tanggapan 1 - Furkan Jadid

Mas Pudjo,

Dari yang sampeyan tanyakan, mungkin bisa dilanjut dengan mari kita buat untuk jadi produk Indonesia. Ada kawan yang sudah riset tabung 2 tahun belakangan dan sudah siap produksi masal untuk tabung CNG generasi 4. Untuk kompresor, kebetulan saya bergelut dengan kompresor recip sejak 13 tahun belakangan, mestinya tidak sulit untuk membuatnya.

Monggo mas .. ini menarik untuk diwujudkan.

Tanggapan 2 - Thomas Yanuar P

Pak Pudjo dan Pak Farid,

Transportasi massal (bus, truk dan taxi) di Korea Selatan dapat dijadikan contoh dalam pengaplikasian manajemen SPBG yang terintegrasi dengan supplier dan departemen terkait sebagai otoritas pemberi ijin. Juga aplikasi penggunaan peralatan CNG didalam kendaraan-kendaraan tersebut.Bagaimana dengan kemungkinan mengirimkan tenaga ahli Indonesia yang berkonsentrasi dibidang aplikasi CNG ini untuk belajar di Korsel?Sejauh ini tingkat safety dan keamanan peralatan CNG pada transportasi massal diKorea sangat tinggi dan terjamin.Bus-bus umum, taksi dan truk dioperasikan oleh swasta tetapi Pemerintah Korsel mewajibkan kendaraan-kendaraan tersebut menggunakan CNG dan satu-satunya sumbet tenaga mesin kendaraan untuk operasi sehari-hari.Di Seoul tidak akan diketemukan bus, taksi atau truk yang menyemburkan asap hitam dari cerobong knalpotnya. Setelah menimba ilmu, selanjutnya, Indonesia bisa memproduksi sendiri peralatan CNG dengan biaya lebih murah.Bagaimana?

Tanggapan 3 - Pudjo Sunarno

Dear Professional,

Bisa kita simpulkan bahwa kita siap untuk terjun dan meningkatkan local partisipation dalam mendukung industri Gas di Indonesia. Realisasi sangat diperlukan segera. Bawa teknologi yang kita miliki masuk kedalam industri yang memerlukannnya. Menarik jika tabung tidak harus import:

Silahkan untuk bisa dishare agar teman teman di Industri bisa segera berkomunikasi langsung. Tabung. Agree dan secara teknis saya tahu.

Kompressor dengan efficiency mendekati 100% diperlukan. Namun, apakah ada yang bisa membuat itu? Tentunya prooven patent diperlukan.

Pak Fared dan Pak Thomas. Silahkan untuk di "Lead" dong diskusi ini. Atau kalau ada KBK yang bersangkutan bisa ambil alih.

Semoga upaya pemerintah menyelesaikan peraturannya, harga gas realistis dan teknologi siap diaplikasikan di Indonesia. Secara parallel hal hal tersebut bisa direalisasikan segera.

Dalam hal ini, pelaku business juga perlu andilnya.

Tanggapan 4 - Pudjo Sunarno

Dear Professional,

Kalau kita melihat perkembangan mengenai Gas dan penggunaannya. Informasi pak Farid sangat bagus, ternyata ada pabrikan tabung di Indonesia. Sebaiknya bisa diajak share produksinya dan teman teman professional mengetahui lebih detail product dan harganya.

Kemarin saya ada mendapat informasi bahwa PGN, Pertamina, Pemda dan Swasta yang lain mulai membangun SPBG. Dengan demikian teman Pak Farid dan teman teman yang lain bisa ikut terlibat. Semoga saya bisa menghubungi teman teman di PGN, Pertamina, Pemda dan Swasta lainnya mengenai jumlah keperluannya.

Tanggapan 5 - Edi Ruhimat

Rekan2 ysh,

Sangat menarik. Jika ada yang punya konfigurasi standard instalasi kompresor recip CNG/SPBG akan bisa membawa diskusi kita lebih terarah per-bagian yang mungkin dikembangkan. 

Ada yang punyakah ?

Tanggapan 6 - Aditytiyanto

Ikut monitor threadnya..... :)

Yup betul, produsen tabung type-4 sudah ada tuh di bandung.... tapi bukan yg BUMN itu yaa... :) kalau ada bapak-bapak yang menjadi bagian dari penentu kebijakan ikut monitor milis ini.... mohon aware-nessnya....

Tanggapan 7 - Pudjo Sunarno

Dear Professional,

Dari beberapa email diskusi sampai saat ini. Bisa didapatkan informasi bahwa Cascade bisa dibuat di Indonesia. Ada yang swasta dan ada yang BUMN.

Silahkan untuk di share Brand dan Contactnya, agar yang memerlukan bisa berinteraksi lebih lanjut. Saat ini, awal 2014 ini banyak program pembuatan SPBG dan ada beberapa LPG Terminal di Pulau Jawa.

Jadi masih ada dua komponen penting yang diperlukan:

1. Compressor dengan "Leak Factor 0%.

2. Dispenser

Mungkin jika ada jasa penyedia SCADA yang bisa mengkomunikasikan antar SPBG dan CNG Mother station. Akan sangat membantu. Di Indonesia diperlukan conversi MMBTU menjadi Liter Setara...apa gitu.

Tanggapan 8 - Aditytianto

Liter Setara Premium (LSP), adalah satuan yang digunakan oleh Pertamina untuk jualan di SPBG-nya.... supaya membantu aja pak, 1 lsp equal to 1,1 m3. (best practice-nya)...



RUU Keinsinyuran Digagas untuk Lindungi Konsumen

Undang-Undang Keinsinyuran akan menjamin profesionalisme insinyur, karena mengatur tentang sertifikasi insinyur profesional, penyelenggaraan lisensi kerja hingga standar pelayanan, kata anggota Tim Perumus Rancangan Undang-Undang Keinsinyuran Tjipto Kusumo.

Pembahasan - Sulistiono KERTAWACANA

http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt52efc874bd046/ruu-keinsinyuran-digagas-untuk-lindungi-konsumen Senin, 03 Pebruari 2014 RUU Keinsinyuran Digagas untuk Lindungi Konsumen

Undang-Undang Keinsinyuran akan menjamin profesionalisme insinyur, karena mengatur tentang sertifikasi insinyur profesional, penyelenggaraan lisensi kerja hingga standar pelayanan, kata anggota Tim Perumus Rancangan Undang-Undang Keinsinyuran Tjipto Kusumo.

"Undang-Undang Insinyur akan melindungi konsumen pengguna jasa profesi insinyur, sekaligus menjaga kualitas dan kompetensi profesi insinyur yang bekerja di Indonesia," katanya pada diskusi 'Tantangan Profesi Keinsinyuran: RUU Keinsinyuran dan Standar Kompetensi Insinyur', di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, RUU Keinsinyuran itu sangat penting sehingga perlu segera diselesaikan. Dengan demikian, lulusan teknik nanti bisa memiliki payung hukum yang jelas dan profesinya terlindungi.

Selain itu, dengan adanya UU Keinsinyuran, insinyur asing yang datang ke Indonesia harus mengikuti UU tersebut layaknya insinyur Indonesia yang bekerja di luar negeri dan patuh pada UU Insinyur di negara tersebut.

"Ini negara kita sendiri, jangan karena pihak asing datang ke sini dan berinvestasi lalu kita tunduk kepada mereka. Mereka ada di negara kita sudah seharusnya mereka mengikuti aturan kita," katanya.

Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Akhmad Suraji mengatakan banyaknya lulusan sarjana teknik yang tidak siap bersaing di pasar hingga beralih profesi juga disebabkan sumber daya manusia lulusan tersebut yang rendah.

Padahal, kata dia, Indonesia membutuhkan lebih banyak insinyur saat ini, terlebih Indonesia akan menghadapi ASEAN Free Trade Area (AFTA) yang akan berlangsung pada 2015.

Menurut dia, penguatan sumber daya manusia menjadi faktor penting untuk menyiapkan lulusan teknik agar siap pakai saat lulus. Hal yang juga sama pentingnya adalah etika dari insiyur itu sendiri.

"Seorang lulusan teknik harus memiliki profesionalisme, integritas, dan disiplin yang tinggi. Selama ini yang masih lemah di lndonesia adalah etika para lulusan teknik," katanya.

Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Sri Atmaja Rosyidi mengatakan etika adalah hal yang sangat penting dalam suatu profesi. Etika memang kelihatannya sederhana, tetapi dampaknya luar biasa.

"Oleh karena itu, lulusan teknik harus memiliki etika dan wawasan yang global sehingga tidak kalah dengan pihak-pihak asing yang banyak berdatangan ke Indonesia,"

Tanggapan 1 - Dirman Artib

Kacau juga tuh pandangannya, kok seolah-olah semua sarjana teknik harus jadi Insinyur (?).Lebih kacau lagi dikatakan bahwa lulusan teknik beralih profesi, lha orang baru tamat itu kan kebanyakan pengangguran, jadi belum punya profesi, nah kok dikatakan beralih profesi (?). Kalau ada seorang sarjana teknik tamat S1 dan kemudian mulai bekerja sebagai aktivis parpol dan kemudian berprofesi sebagai politikus dan seterusnya menjadi anggota DPR, apakah bisa dikatakan dia beralih profesi? Ya tidak, karena sebelumnya dia belum punya profesi.Siapa bilang di parpol dan DPR/DPRD tidak perlu sarjana teknik, lalu siapa yg akan jadi motor penggerak untuk menjadi partner pemerintah yang punya rencana misalnya membangun Dam Raksasa untuk menghadang banjir Jabodetabek?Kan ngeri-ngeri sedap pulak nanti jadinya....

Tanggapan 2 - Sulistiono

Secara teori, untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan keinsinyuran dibatasi oleh definisi dalam UU, Pak Dirman. Dengan demikian UU tersebut terbatas pada pengkategorian daalam definisi tersebut. Jangan "dikacaukan" atau dibandingkan dengan pengertian umum yang mungkin agak berbeda dalam definisi. Untuk itulah pembuat UU akan memerlukan masukan dan saran dari kelompok pemangku kepentingan guna menyempurnakan UU dimaksud.

Pasal 1 Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan:

1. Keinsinyuran adalah rekayasa teknik dengan menggunakan ilmu pengetahuan, teknologi, keterampilan, dan profesionalitas untuk merancang dan membangun sistem, struktur, proses, material, mesin, dan perangkat demi tujuan peningkatan nilai tambah dan daya guna barang atau jasa.

2. Insinyur adalah orang yang berprofesi di bidang Keinsinyuran.

Hemat saya, pengangguran terjadi karena kurangnya perencanaan dan proses pendidikan yang kurang siap kerja . Pembukaan program studi seringkali kurang atau bahkan tidak sesuai dengan kebutuhan nasional. Sekedar contoh , begitu gampangnya suatu pendidikan tinggi membuka program studi hukum (ibarat kata modalnya cuma meja dan kursi hehe) meskipun jika dibandingkan Negara maju perbandingan jumlah advokat dan jumlah penduduk masih sangat kurang. Bandingkan dengan program studi yang dibuka terkait dengan kelautan masih sanga kurang (padahal luas wilayah Indonesia lebih luas laut ketimbang darat), bandingkan dengan program studi pada universitas2 di Norway yang nampaknya pemerintahnya berkehendak tetap menjaga supremasi nenek moyang mereka selaku penguasa laut, bangsa Viking.   Di sisi lain untuk memandang lulusan pendidikan tinggi di Indonesia untuk mengisi pasar tenaga kerja  internasional terkadang lembaga pendidikan belum siap. 

 

IMHO, politisi itu orientasinya adalah kebijakan public; bagaimana menempatkan skala prioritas dalam kebijakan public setelah menyerapa spirasi tentu lebih menjadi titik berat; soal teknis biar serahkan kepada ahlinya bukan? hehe

Tanggapan 3 - Amal Ashardian

Pak Dirman,

Saya sepakat, bahkan dalam sejarahnya banyak UU yang dibuat justru untuk melemahkan Indonesia sendiri.

Tanggapan 4 - Aank

Mengapa begitu ya? Mungkin karena negara kita banyak hutang, sehingga pemberi pinjaman mendikte UU dan aturan yang memastikan pinjaman kembali beserta bunganya.

Tanggapan 5 - Awaluddin

Sebaiknya kita berpikiran positif dulu dalam menanggapi kehadiran UU Keinsinyuran ini.Mari berharap, dengan kehadiran UU ini akan dapat meningkatkan kesejahteraan para Insinyur Indonesia, khususnya tukang insinyur yg berkecimpung dalam industri minyak & gas di Indonesia.

Tanggapan 6 - Darmayadi

Apa hebatnya seorang insinyur sih??Kenapa sarjana teknik yang sudah ditetapkan sebagai gelar bagi mereka yang telah lulus dari Fakultas Teknik oleh pemerintah masih dipaksakan menjadi insinyur.Saran saya UU ini dinamakan UU Ahli Teknik aja. lebih jelas dan dimengerti.Saya setuju, seseorang yang bergerak dibidang keteknikan harus disertifikasi sesuai dengan tingkatan keahliannya. Tetapi tidak perlu disebut Insinyur, kayak orang belanda aja......Kasih aja gelar nya Ahli Teknik Pertama, Madya dan Utama.Dan untuk keahliannya harus dapatnya dari Asosiasi Profesi, bukan dari Persatuan Insinyur Indonesia...Sehingga sarjana teknik mesin yang sudah berkecimpung di perbankan sudah tidak bisa sebutan Ahli Teknik mesin. Kemudian kalau seseorang tersebut hanya tammatan SMA dan berkecimpung di dunia permesinan selama 5 tahun dan diuji oleh asosiasi profesi kemudian lulus dapat juga diberikan gelar Ahli Teknik.Demikian pendapat dari saya...

Tanggapan 7 - Amal Ashardian

Dari subject nya saja sudah tidak benar.. Seharusnya UU Keinsinyuran digagas untuk melindungi Bangsa, Negara, alam lingkungan dan juga keselamatan manusia.

Kalau konsumen saja, nanti kalau ada engineer yang demi keselamatan menghasilkan design yang  diluar budget, bisa dituntut merugikan….

Tanggapan 8 - Joe Tampubolon

Ada benarnya juga dan perlu perlindungan konsumen menurut saya. 

Di proyek saya di lampung, kami membayar design konsultan NZ sebesar usd 150,000 dan design di cover oleh asuransi sebesar usd 1,000,000. 

Asuransi mau mengcover design tersebut karena asuransi sdh bisa melihat track record si konsultan (engineer)nya. 

Yang artinya konsumen tidak akan dirugikan jika ternyata design yang dibuat ada kesalahan. 

Apakah di Indonesia sekarang konsultan lokal sudah ada designnya di cover oleh asuransi seperti contoh di atas? 

Tanggapan 9 - Aank

Ada mas Joe, pt lintech sering designnya diasuransikan. Storage tank, pressure, oh crane, foundation dst.

Tanggapan 10 - Udin Jamaludin

Jika UU tersebut ϑÎ sahkan, αϑα yang bΐsα membayangkan implementasi kepada setiap engineer yang sudah bekerja ϑÎ K3S company, begitu JƱҨª dengan engineer yang berada ϑÎ konsultan ϑάn EPC company lainnya,kira-kira hal kongkrit αpα yang akan dilakukan?, apakah nanti akan αϑα standarisasi untuk competency dan salary yang akan diperoleh oleh setiap engineer untuk tingkat nasional ataupun internatinal.

Θάn apakah akan ada badan\Lembaga αpα yang akan menjadi payung hukum bagi individu para engineer ataupun perusahaan yang memakai jasa engineer (engineering) tersebut nantinya, jika terjadi kesalahpahaman ataupun αϑα masalah hubungan internal industrial-nya. Mohon pencerahan ϑάn penjelasan dari para suhu ϑάn rekan-rekan professional. 

Tanggapan 11 - Dirman Artib

Saya kurang setuju dgn kehadiran UU Keinsinyuran yang berasosiasi kepada organisasi tertentu spt....XYZ , tetapi sangat setuju dgn pandangan Pak Darmayadi, bahwa yang mungkin kita perlukan adalah UU Ahli Teknik yg berafiliasi kepada asosiasi masing-masing spt misalnya di US. Jadi tidak boleh dimonopoli oleh hanya satu organisasi spt..XYZ. Dan saya sangat setuju juga dgn tujuan perlindungan konsumen dan keselamatan, makanya kita perlu asosiasi-asosiasi profesi yang profesional yg punya visi keselamatan dan mampu menunjukkan kelasnya di pasar SDM. Asosiasi profesi yang selama  ini hanya berfungsi spt ormas-ormas yg bangun hanya menjelang pemilu dan dari dulu masih kebingungan mau diarahkan kemana tujuan ke-profesi-an nya sebaiknya membubarkan diri saja dgn le-go-wo. Zaman sekarang, adalah usaha sia-sia jika bertujuan untuk mendapatkan hak monopoli, terutama pada spektrum keahlian dan kompetensi.  

Tanggapan 12 - Pudjo Sunarno

Dear Professional,

Sangat bagus, dimana dalam negara dengan jumlah professional yang banyak terdapat beragam pemikiran, Dan semuanya dengan yujuan yang positif. UU Keinsinyuran sebentar lagi akan ditanda tangani dan berlaku di Indonesia. (dalam hitungan hari).

Berdasarkan UU yang sangat Positif dan bermanfaat bagi kita semua yang teribat baik di Indonesia atau di Kancah Global. Mari kita dukung dan implementasikan secara Professional.

Namun demikian, Pemikiran mengenai Tenaga Ahli juga perlu kita pikirkan bersama sama. Pemikiran positif mengenai UU Keinsinyuran dapat diikuti dengan UU Ketenaga Ahlian yang lainnya. Kebetulan saya mendapatkan sarana untuk membicarakan masalah itu.

National Workforce Center akan segera berdiri. Dan institusi tersebut perlu dukungan dari teman teman professi yang lainnya. Kita optimalkan fungsi Professional Indonesia dalam membangun negara ini, dan secara global kita bersama sama membangun Industri kita.

Mari, secara bersama sama kita rumuskan dan kita bawa ke Legislator tentang langkah berikutnya tentang Ke Tenaga Ahli an. 

INDONESIA MEMBANGUN kemudian INDONESIA BEROPARASI secara professional.



Wednesday, March 26, 2014

[LOWONGAN KERJA] Vacancy : Local Component Level Officer

We are one of leading Oil and Gas Company in Indonesia looking for an experienced person in performing Audit or Verification to be assigned as TKDN (Local Component Level) officer in our office in Jakarta

1.)        Perform post audit/progress monitoring TKDN and its reporting,

2.)        Calculate minimum threshold of TKDN commitment for service contract,

3.)        Determine Goods category as review in Procurement of Goods,

4.)        Compile data from SAP system for SKK Migas monthly reporting.

1.)        Minimum Bachelor degree (S-1) in any major,

2.)        Required language : English and Indonesia,

3.)        Having minimum 2 years working experience in TKDN verification for contract service, preferably in oil and gas industry,

4.)        Having minimum 1 year working experience in TKDN verification for goods,

5.)        Having Certification in calculating TKDN released by Ditjen Migas,

6.)        Strong knowledge of PTK 007 and its revision or amendment, preferably certified PTK 007,

7.)        Strong knowledge of APDN Book and its relation with procurement process in upstream oil and gas business,

8.)        Familiar with TKDN Regulation, such as:

a.        Peraturan Menteri Perindustrian number 02/M-IND/PER/1/2014

b.        Peraturan Menteri Perindustrian number 03/M-IND/PER/1/2014

c.        Peraturan Menteri Perindustrian number 16/M-IND/PER/2/2011

9.)        Full time position available.

If you are interested in the opportunity, please send your update resume to :

andrew_oktorizal@cnooc.co.id and also andrew.oktorizal@gmail.com (personal email) with subject : .  Please note that the due date is  at the latest.

Please attach cover letter and CV inform detail educational background, detail experiences including organization experience (if any), recent photo, and copy S-1 certificate, S-1 GPA transcript, copy TKDN certification, PTK 007 certification (if any), and other related certification.

We regret that only short-listed candidate will be notified for next process.

Kind Regards, 

Andrew Oktorizal 

Dept. Planning and Control  Division Supply Chain

Management 

CNOOC SES Ltd



[LOWONGAN KERJA] Info LOKER: E&I Engineer & Proposal Engineer

Dear All,

We are multinational company, leading Operations and Maintenance provider of proven, safe and cost-effective O&M service of desalination, Water treatment plant at multiple siteDue to its rapid expansion, METITO INDONESIA is currently looking for qualified & experienced personnel to fill in the following positions 

1. E&I Engineer

Qualifications:

- Male, with 5 years experiences

- Have a good loyalties, good integrity & have a good communication skill.

- Salary: IDR 8,000,000- Site Allowance: IDR 3,000,000- Willing to work on Banjarmasin Site

2. Proposal Engineer

Qualifications:

- Male/Female, with 5 years experiences

- Have a good loyalties, good integrity & have a good communication skill.

- Salary: IDR 10,000,000- Good communication in English both oral & written

More detail company information: www.metito.com.  Should you meet the above qualification, please send your full resume your email to: dewi.riyanti@metito.com



Tuesday, March 18, 2014

Sekilas Tentang Project Management di Aramco

Saudi Aramco, sebagaimana layaknya Oil Company dunia lainnya, tidak melakukan pekerjaan design untuk semua project pembangunan fasilitas minyak mereka. Selalu di tenderkan kepada EPC Company. Aramco hanya mempunyai Project Management Team (PMT) untuk setiap Program, yang dipimpin oleh Departemen Manager.

Pembahasan - Donny Agustinus PMP

Rekan Migas,

Saya mau berbagi sedikit cerita tentang Project Management di Saudi Aramco, barangkali belum tahu dan siapa tahu berminat bergabung menemani saya yang masih sendirian disini, sebagai orang Indonesia.

Sebagaimana diketahui, Saudi Aramco, sebagaimana layaknya Oil Company dunia lainnya, tidak melakukan pekerjaan design untuk semua project pembangunan fasilitas minyak mereka. Selalu di tenderkan kepada EPC Company. Aramco hanya mempunyai Project Management Team (PMT) untuk setiap Program, yang dipimpin oleh Departemen Manager. Satu Program biasanya mempunyai lebih dari 2 Divisi yang masing masing dpimpin oleh Project Manager. Dalam hirarkir organisasi, Sebagai contoh, misalnya Karan Program (yang bikin KARAN GAS Project) dipimpin oleh seorang Departmen Manager, dan mempunyai 5 Divisi, yang masing maisng dipimpin oleh Project Manager.

Nah, Project Manager ini lah yang mempunyai team yang disbut PMT, yang biasanya terdiri dari beberapa Area yang dipipmpin oleh Senior Project Engineer (SPE). Seorang SPE adalah motor penggerak dari sebuah PMT, karena dialah yang bertugas memantau perkembangan pekerjaan, mulai dari Engineering, Procurement, Construction, Pre-commissioning dan sampai mendapat certificate bahwa Plant sudah bisa beroperasi dengan selamat sesuia design. SPE akan mempunyai beberapa Lead  Project Engineer yang masing-masing menguasai satu unit area. Lead Project Engineer juga mempunyai satu atau dua Project Engineer yang meembantu dia dalam pekerjaannya. Nah, posisi Project Engineer, Lead Project Engineer, Senior Project Engineer, dan Project Manager; semuanya adalah pegawai tetap (direct hire) Aramco.

Dibawah Project Engineer, mereka punya satu peleton pasukan yang ahli disetiap disiplin; piping, civil/structural, mechanical, electrical, instrumentation, process. Nah mereka ini bukanlah "pegawai tetap Aramco", melainkan pegawai kontrak, yang di hire melalui "third party company"di Saudi.  Kalau berbicara nationallity, jabatan Department Manager, Project Manager, Senior Project Engineer, semuanya adalah orang lokal. Baru posisi Lead Project Engineer sampai Project Engineer adalah expat dari US, UK, Canada, plus satu orang Indonesia, ya saya ini.Sedangkan para pegawai kontrak, mereka mayoritas dari Filipina, dengan beebrapa dari India/Pakistan.

Life cycle nya sebuah Project, kan mesti melalui FEED, Detail Design, Construction, Pre-Commissioning dan Commissioning. Team PMT nya muali dari Department Manager (DM), PM, SPE, LPE, PE, mereka selalu terlibat, dalam jumlah yang berbeda tergantung peak nya project. Misalnya, saat FEED, paling awalnya hanya DM, PM and SPE saja, dan biasanya FEED ini selalu saja dimenangkan atau diberikan pada Engineering company dari UK, US dan CANADA. Barulah pada tahap DETAIL DESIGN, pemenang tendernya kebanyakan saat ini dari Korea Selatan dan Jepang, plus dari Middle East sendiri. EPC dari US/UK/CANADA baisanya pada tahap ini sudah kalah harga alias kemahalan. Nah, pada saat Detail Design ini, Aramco juga akan mengiri PMT ke negara asal pemenang tender itu. Biasanya juga, karena yang dikirim adalah Project Engineer, maka mereka butuh bantuan disiplin engineer. Disitulah direkrut tenaga kontrak yang ahli dibidang Piping, Civil.Structural, E&I, dan dikontrak sebagai PMC (Project Management Consultant). Bayaran mereka cukup besar berkisar antara 15K - 20K per bulan all in, plus dapat tiket cuti.

Nanti, pada saat Construction, PMT yang di Seoul, misalnya, akan bedol desa ke Saudi untuk seterusnya ke SITE OFFICE. DM, PM, SPE, LPE, PE pun ikutan pulang ke lapangan. Nah, si PMC, bisa ikutan ke lapangan kalau dia mau, bisa juga tidak. Untuk membantu memonitor pekerjaan construction, PMT pun merekrut tenaga kontrak sebagai PMT dari berbagai disiplin, yang dikontrak melalui thrid party local company. Mereka biasanya bachelor dan tinggal di camp, dan biasa disebut SMP (Supplementary Man Power). Umlah mereka cukup banyak, bisa 3 orang per disiplin.Gaji mereka rata-rata plus lembur adalah 15K - 20K Saudi Riyal per bulan, plus meal, accomodation dan transport.

Jadi, disini, PMT bertugas untuk memonitor pekerjaan EPC Company mulai dari FEED, Detail Design sampai Pre-commissioning.

Selama saya 5 tahun di sini, belum pernah bertemu orang Indonesia, baik sebagai SMP maupun direct hire Aramco. Saya yakin bukan karena gak bisa bersaing, tapi karena gak begitu berminat kali ya .... 

Tanggapan 1 - Dede

Bagaimana mau apply kesana pak ?

Saya background elektro pengalaman di drilling, ingin jg masuk ke oil company nya. Trima kasih.

Tanggapan 2 - Darmawan Ahmad Mukharror (DAM)

Tulisan yang bagus dari Mas Donny.

Yang menjadi penasaran buat saya adalah, dalam pandangan mas Donny kenapa gerangan minat bekerja di ARAMCO/Arab Saudi itu kurang? Mungkin bisa dijelaskan?

Tanggapan 3 - Winika Agus Sasthama

Pak Donny,

Senang mendengar ada orang pintar Indonesia berkarya di luar negeri ...bapak adalah salah satu pejuang Indonesia pak. 

Saya yakin banyak sekali yang ingin sukses berkarya seperti anda disana hanya mungkin kurang informasi yang didapatkan. 

Milist ini sangat berguna apabila bisa digunakan lebih dalam untuk networking dan memberikan peluang peluang pekerjaan dan referensi bagi pejuang pejuang Indonesia lainnya.

Saya sendiri adalah wiraswasta di bidang freight forwarder dan logistics dan tetap berjuang tiap hari untuk survive dan menghidupi perusahaan dan karyawan saya. 

Dimana bumi kupijak disanalah langit dijunjung dan keberhasilan serta kejayaan bukanlah apa yang kuperoleh tetapi apa yang telah kuberikan ... Merdeka !

Tanggapan 4 - Ahmad Maryadi

Mas Donny,

Denger2 kabar saat ini (dr temen sub-surface yg blm lama menjalani proses rekruitmen) konon paket DH (direct hire) utk expat indonesia di SA ada penurunan yah ? bener gak kabar ini ?

Dulu standar paket WNI msh ikutan UK/British payroll jadi msh cukup menarik (jauh diatas DH expat negara2 India,pakistan,Filipina).

Dulu pernah jg di intrvw utk posisi DH dr salah satu divisi di SA. Utk support operation (sepertinya bukan utk menghandle major project). Karena lokasi penempatan kerjanya mengcover seluruh wilayah operasi di KSA yg sangat luas, sedangkan lokasi akomodasi utk keluarga berada di wilayah Timur.. jadinya gak tertarik deh.

Tp sy rasa ada kok bbrp expat RI dr divisi Drilling & SubSurface yg ngantor di Udhailiyah dan HQ di Dhahran..

Tanggapan 5 - Arif Basuki Trihariyadi

Mungkin yang dimaksud Mas Donny yang tidak ada/kurang orang Indonesia itu yg di PMT-nya, ya? Kakak ipar saya di Saudi Aramco sejak 2006, di Dhahran, & dari cerita-ceritanya juga ada banyak orang Indonesia di sana. & betul kata Mas AM di bawah ini, waktu itu kakak ipar saya masih ikutan UK/British payroll... ;-)

Tanggapan 6 - Joko

Pak Donny, 

Maksud pak Donny tidak ada orang indonesia yang di PM aramco selain pak Donny atau aramco keseluruhan? Sepengalaman saya banyak orang Indonesia berkantor di expec building di Dhahran umumnya orang-orang sub surface seperti geologist, petroleum engineer, drilling engineer dll, ada yang sudah hampir 10 tahun di sana sepertinya. 

Tanggapan 7 - Isya Muhajirin

Mungkin maksudnya adalah kalimat yang pertama: di Project Department Saudi Aramco hingga saat ini belum ada orang Indonesia lainnya. Walaupun sepengetahuan saya dalam 6 bulan terakhir, cukup banyak rekan2 asal Indonesia yg berkecimpung di bidang sub-surface mulai pindah kesana. Saya hitung sudah diatas 10-an orang lah kira2. Laku banget orang kita yang bekerja dibidang reservoir, production, drilling, etc. memang...

Untuk orang2 surface facilities dan proyek kebanyakan masih belum banyak. Satu orang facilities engineer yg baru bulan lalu bergabung dengan Aramco juga saya dengan akan ditempatkan sebagai support utk project subsurface. Semuanya kebanyakan berkantor di Dhahran, walaupun tempat tinggalnya di Abqaiq. Utk yg bekerja di Udhailiah biasanya akan tinggal di lokasi yang sama. Sedangkan new recruit yg bekerja di Dhahran, akan tinggal di Abqaiq dan commute ke Dhahran setiap hari. Kenapa demikian saya sendiri kurang begitu paham.

Untuk proses recruitment yang saya ketahui, orang Indonesia dibedakan dari orang Asia Selatan dan Filipina. Prosesnya setelah lolos interview jarak jauh dengan user maka AOC (Aramco Overseas Company) yg berbasis di London akan mengirim surat penawaran. Karena diurus oleh AOC maka sistem penggajian ini dinamakan UK Payroll. Basis mata uang pembayaran dalam £ GBP dan hingga tahun 2013 masih menggunakan sistem ini. Terakhir saya dengar2 dari rekan2 yg baru kesana, akan ada perubahan dalam sistem penggajian. Sebagai info di Aramco ada beberapa jenis sistem penggajian diantaranya, selain UK payroll, ada juga US payroll, Asian payroll, other Arabic payroll. Saya rasa bukan karena orang2 Kita tidak berminat untuk bekerja disana tapi informasi yg didapatkan sangat terbatas. Selain itu, Aramco biasanya mengincar kandidat yang memiliki jam terbang yang tinggi dan penguasaan bahasa Inggris yang baik. Tahap awal yang bisa dilakukan kalau berminat adalah perbaiki CV dengan menonjolkan keunggulan dan penguasaan terhadap suatu bidang. Lalu browsing website Aramco dan lihat2 posisi yang diminati. Kirim lamaran beserta cover letter melalui website ataupun agen2 tenaga kerja internasional. Selanjutnya tunggu kabar baik dan semoga bisa bergabung dengan Mas Donny dan teman2 Indonesia lain yang sudah bergabung terlebih dahulu disana.

Tanggapan 8 - Donny Agustinus

Rekans,

Betul seperti yang dikatakan  Mas Isya, Hanya di Project Management Team saja jarang perekrutan dilakukan untuk Orang Indonesia. Lebih jauh lagi, di Aramco ada business UPSTREAM (Explorasi & Petroleum), Downstream (Pipeline dan Plant), Engineering and Project Management, dan bidang support lainnnya.Nah di Upstream sudah banyak orang kita disana, hampir mendekati 60 orang saat ini bertempat tinggal di Ras Tanura, Dhahran, Abqaiq, Udhailiyah, tergantung work location. Seluruh orang Facilities berkantor di Dhahran, tappi sebagina berumah di Abqaiq/Ras Tanura. Khusus orang production, tergantung dia di Plant mana. Kalau Plant nya di Udhailiyah dan bagian abwah, ya pasti rumahnya di Udhailiyah, 3 jam berkendaraan dari Dhahran. Orang Drilling juga begitu, tergantung lokasi kerja nya.

Memang betul seluruh orang Indonesia di contract under UK Poundsterling Payroll, baik yang di UPSTREAM, E&PM, maupun di bidang support lainnya. Namun sekarang Aramco punya kebijaksanaan baru untuk meng-convert semuah payroll ke USD, Kalau dibilang lebih rendah, ya ndak juga, karena dengan USD kita disiapkan uang pensiun yang diambil lump sum kalau retire atau resign, yang dulu gak ada dalam payroll lainnya.

Seperti sudah biasa jamak nya juga, sudah ada forecast untuk pegawai baru yang akan direkrut lewat direct hire, yang di atur sesuai dengan work load dan kapasitas per department. 

Nah, kebanyakan Aramco mengadakan Job Fair itu di Houston, Aberdeen dan London. Bisa juga kita melamar lewat internet, cuma jangan berharap cepat dipanggil, karena proses nya lama. Justru yang di Jobfair bisa walk-in interview dan langsung diterima. Cuma ya itu tadi, tetap saja proses terima kontrak akan lama berkisar 4-6 bulan sampai Visa dapat. Saya dulu melamar lewat Internet. Dua kali di interview, pertama tahun 2007, tapi saya tolak karena job desc nya beda dengan pengalaman saya. Baru tahun 2008 saya di kirim email invitation lagi dan akhirnya saya terima. Interview nya lewat tele-conference dengan PM dan SPE dari Houston. Saat ini sebenarnya Aramco lagi gencar-gencar nya merekrut, untuk semua business line, cuma semua di handle sama Admin Area (alias kantor pusat di Dhahran), saya gak bisa mengirim CV ke mereka begitu saja.

Saya sih gak begitu concern dengan upstream karena di UPSTREAM pegawainya sudah multi national; US, UK, Canada, Latin American, African, Indonesia, Malaysia, Singapore.

Justru di Engineering dan Project Management yang saya melihat sendiri tidak ada. Perlu di diingat, Engineering itu terdiri dari para ahli di bidang Piping, Electrical, Instrument, Corrosion, yang semua tergabung dalam CSD (Consulting Service Department), dan ada juga Inspection Department, dan Project Management Office. Memang requirement mereka tinggi sekali, misalnya untuk CSD, diminta lulusan S2 luar negeri, dan punya sertifikat Professional Engineer dari US. Untuk Project Management, punya sertifikat PMP dan berpengalaman kerja di luar negeri.

Tanggapan 9 - Thomas Yanuar P, Aff. M. ASCE

Sedikit koreksi untuk Pak Donny tentang WNI yang bergabung dalam PMT, saya sudah bergabung dengan Project Management Team Aramco Overseas Company (AOC) sejak tahun 2009. Memang seputaran tahun segitu, dari daftar Aramco Address Book, soal Address Book ini Pak Donny pasti tahu apa yang saya maksud, belum ada rekan dari negeri kita yang bergabung dengan PMT. CMIIW.Saya bergabung dengan PMT AOC atas undangan dari PM dan Engineering Manager SATORP, jadi saya tidak melamar. Karena kebetulan EM sebelumnya berasal dari TOTAL France yang pernah bersama saya di Yemen LNG (Yemen LNG adalah proyek patungan Pemerintah Yemen dan TOTAL France).Menginjak pertengahan tahun 2011 baru ada beberapa rekan yang bergabung dan kelihatannya juga anggota Milis kita hingga sekarang.Jika dilihat kebelakang sejenak, sering kali saya memposting lowongan untuk PMT AOC diMilis kita ini, mulai dari proyek Wasit Gas, Jazan, Rabigh Phase II, YERP/YASREF, Sadara dan lain-lain. Rerata untuk mengisi posisi dalam tahapan DED, baik di Seoul, Tokyo, Singapore, Milan atau Roma. Termasuk pula saya postingkan benefit yang menggiurkan dan salary range yang tinggi.Saat ini, rekans Indonesia yang saya ketahui berada dalam PMT adalah mas Egy Soesilo (Civil/Structure) di Tokyo, mas Joko Widodo (Rotating Equipment) dan mas Rahmat Kurnianto (PCS) di Seoul, dan salah satu yang tidak jelas namanya (ID di Milis kita bernama : "Nto", yang postingannya hanya muncul kalau soal bicara gaji saja, tapi belum pernah saya baca postingan soal bidang keilmuannya) serta salah satu rekan sebagai Steel Structure Superintendent PMC untuk proyek YERP/YASREF di Yanbu - KSA.Dan ada 2 kandidat lagi untuk Jazan 2 (Refinery/Loading Terminal) untuk bidang Civil/Structure yang saya rekomenkan ke AOC BV - Netherland. Saya belum mendengar kabar terakhir tentang 2 rekan kita ini. Sedikit tambahan tentang perekrutan kandidat oleh AOC.Di Aramco, untuk perekrutan kandidat selain dari kantor pusat di Dhahran, juga melalui cabang kumpeni Aramco yaitu Aramco Services berkantor di Houston - Texas USA untuk perekrutan kandidat dari USA, Aramco Asia (yang baru dibuka) berkantor di Seoul - Korea untuk perekrutan Korea, Jepang dan negara seputar. Aramco Overseas Company BV berkantor di Netherland untuk kandidat dari Asia (umumnya termasuk dari Indonesia) dan sub cabang AOC yang ada di London (untuk perekrutan Eropa dan kandidat negara lain yang belum tercover dalam PMT yang dikelola AOC Netherland).Tentang gaji, pemakaian mata uang USD untuk pembayaran gaji semua expat AOC/Aramco Service dan Aramco Asia dimulai sejak awal tahun 2012, ini yang saya alami. Saya masih dibayar dengan Euro pada tahun sebelumnya.Jadi untuk kedepan, dari informasi yang saya dapat, USD akan terus digunakan untuk expat yang lokasi kerjanya diluar KSA. Sedangkan didalam KSA dibayar dengan SAR (Saudi Arabia Riyal).Salary range untuk lokasi diluar Saudi, seperti yang ditulis Pak Donny, rerata adalah USD 12K - 20 K, tergantung disiplin dan posisi yang ditangani serta tahun pengalaman.Di Aramco, soal tahun pengalaman juga merefleksikan senioritas. Senioritas dihargai lebih tinggi. Saya sendiri saat ini jika ditambahkan dengan tunjangan, perbulan mendapat sekitar USD 29K-30K tergantung hari/jam kerja dalam bulan tersebut. Karena salary rate dibayar berdasarkan per jam kerja per hari nya. Perekrutan untuk di project site di IK (Inside Kingdom, ini istilah yang dipakai oleh PMT Aramco untuk eksekusi proyek didalam Saudi Arabia) memang menggunakan beberapa cara, seperti melalui SMP dan Direct Hire. Untuk yang di-hire melalui SMP, kontrak berlaku hanya selama eksekusi proyek berlangsung (tahapan konstruksi hingga Start - Up). Sedangkan Direct Hire, adalah perekrutan dari Saudi Aramco langsung yang jangka waktu hiring nya cukup lama atau tidak bergantung pada satu proyek saja. Jarang yang mendapat tawaran Direct Hire ini. Berdasarkan info yang saya dapat dari beberapa kolega yang berada dalam jajaran top management Aramco, dalam tahun ini dan tahun 2015 akan ada paling tidak 3 proyek baru di Refinery/Petrochemical dan Gas Plant.Saat ini belum di release secara resmi ke publik karena masih dalam tahapan FEED dan ITB. Saya akan mem-posting kan di Milis kita jika lowongan sudah terbuka resmi dari AOC.Sebagai catatan, PID (Project Inspection Department) adalah departemen yang mempunyai indepensi/otonomi dan sering membuka lowongan khususnya posisi QA/QC Inspector dan QA/QC Supervisor. Baik untuk eksekusi proyek maupun Plant Inspection. Jika ada rekans-rekan yang berminat dan MEMPUNYAI pengalaman dengan proyek Aramco dan mengerti Aramco Specification (SAES), baik di vendor, sub kontrator, kontraktor, silahken melayangkan lamarannya ke PID.Saya lihat selama sekian tahun, PID QA/QC Inspector dan Supervisor untuk proyek-proyek Aramco biasanya diambil dari third party body inspection seperti Velosi dan TUV Nord cabang Arab Saudi. Yang berarti hal ini juga merupakan pintu-pintu masuk ke Aramco. Silahkan juga dilihat sebagai kesempatan bergabung.Bayaran dan fasilitasnya cukup baik juga. Begitu kira-kira tambahan info dari saya.

Tanggapan 10 - Donny Agustinus

Thomas,

Betul seperti yang di bilang, bahwa ada rekan professional Indonesia yang di contract per project di OOK (istilah Aramco untuk Detail Design di Kantor Pusat EPC). Posisi ini jelas lebih enak dibanding sebagai SMP di IK (construction), karena di IK ada salary cap, dan gak bisa nyamain yang di OOK.  Khusus untuk Direct Hire yang berkantor di Saudi, itu yang belum ada karena proses nya gak lewat Project, tapi lewat Admin Area dan seperti saya ungkapkan sebelumnya, mereka merekrut. Project Engineer lewat job fair di US dan UK saja. Mudah-mudahan bisa di lain hari  dari Indonesia. Menjawab pertanyaan tenang perubahan salary Dari Pound Sterling to USD, saat ini mulai diberlakukan bagi Direct Hire asal Indonesia, Malaysia, dan negara non-US lainya, karena lebih mudah juga conversinya ke Saudi Riyal yang di peg 3.75 per 1 USD.

Tanggapan 11 - Dirman Artib

Wuiih, saking besarnya Saudi Aramco itu sampai2 sesama TKI Pak Thomas dan Pak Donny pun belum sempat berkenalan :)Alhamdulillah dengan adanya milis ini sekarang mereka sudah saling mengetahui, dan syukur-syukur janjian umrah bersama nantinya, amin. Mudah-mudahan ini adalah pahala yg senantiasa mengalir kepada para pendiri milis spt. Pak Budhi (alm) dan Pak Elwin dll. kawan2 yg masih punya concern, plg tidak usaha menyatukan warga migas Indonesia lewat forum virtual ini. Bahkan saya pun tak menyangka jika Jokowi-pun (tanpa Ahok) sudah bergabung di PMT-nya Aramco ini khusus untuk alat berputar-putar (Rotating Equipment). Silahkan yg lain menyusul, sementara saya baru belajar menggunakan koteka dulu, yang rupanya agak sulit jika dipakai sembari naik onta yg berlari :) I like Monday, because I have to be at the toll gate at 05.30 am to compete Jabodetabek's tough citizen. It's long hard fight. 

Tanggapan 12 - Pudjo Sunarno

Dear Professional,

Great Knowledge Sharing dari Saudi Aramco tentang bagaimana menghandle project di Saudi.

Sebagai penggiat Project Management Practitioner di Indonesia, sharing dari teman teman yang berkwalitas seperti itu sangat diperlukan. Seperti yang diluncurkan oleh teman kita yang di Nigeria beberapa saat yang lalu.

Tanggapan 13 - Thomas Yanuar P

Hahahahaha... Uda Dirman ni ada-ada aja...Pak Donny saya rasa sudah lama bergabung di Milis ini dan kebetulan saya bergabung sejak tahun 2006, ketika jumlah anggota Milis kita masih sedikit dan sudah tahu beliau ini hanya lewat postingan di Milis ini saja. Jangan lupa menari Yambe Rambe Yamko di Papua sana  nanti Uda :) Untuk rekan-rekan QA/QC Inspector dan Supervisor yang berminat bergabung di PID Aramco, mungkin dapat melayangkan lamarannya sejak sekarang khususnya untuk proyek Rabigh Phase II (Refinery & Petrochemical). Dari informasi yang saya dapat dari PQM (Project Quality Manager), masih banyak lowongan yang dapat diisi, terutama untuk disiplin Piping (U/G dan A/G), Mechanical (Equipment - Rotating & Static, Test Pack dll) hingga nanti sewaktu Commissioning dan FRSU. Sama halnya juga untuk Jazan Project.

Tanggapan 14 - Donny Agustinus

Pak Dirman,

Ya saya belum pernah ketemu sama Pak Thomas, soalnya member PMT itu ada ribuan, dan Saya dan Pak Thomas adalah beda status Dimana dia lebih banyak di OOK sebagai PMC ( non direct hire) sedang kan saya di Headquarter jadi agak susah  ketemu, lagipula project nya bukan murni Aramco alias joint venture, dan gak ada office nya di headquarter, makin susah lagi...

Di organisation chart pun tak muncul project yang non murni Aramco... :)

Dulu waktu saya di Karan Project, saya serving ke Sharjah untuk me review design by PETROFAC, dan ketemu juga beberapa PMC disana. 

Tanggapan 15 - Rania

Pak Donny,

Sharing yg amat bermanfaat untuk kita semua. Patut diakui, memang jarang anak bangsa dgn posisi strategis di oil company sekelas Aramco, khususnya di PMT & Surface Facility.  Saya yakin bukan karena kurang minat, namun informasi, akses dan kesempatan lah yg belum ada. Salam berbagi.

Tanggapan 16 - Elwin Rachmat

Pak Dirman sekali ini terlampau melebih lebihkan saya. Saya sama sekali tidak ada niat untuk menyatukan siapapun apalagi para profesional yang banyak memiliki kelebihan dari pada saya sendiri. Saya hanya mengupayakan agar semua profesional memiliki waktu dan tempat untuk berdiskusi. Bagi saya tidak masalah bila ada teman profesional yang berbeda pendapat dengan saya. Saya hanya berharap bagi para profesional menyuarakan pendapatnya dengan dukungan data serta penalaran yang baik serta dapat memilih keputusan dan tindakan yang paling bijaksana, karena tiada siapapun yang benar secara mutlak dan menyeluruh. Saya justru sangat berterima kasih dan menghargai setinggi tingginya kepada teman teman yang selama ini telah menunjukkan dedikasinya dalam berdiskusi serta peran aktifnya di KMI.

Tanggapan 17 - Whendy

Kalau pemajakan di Armaco (atau pun Timur Tengah lain) buat Expat asal Indonesia sistemnya bagaimana Pak? Kena rate berapa?

Kalau untuk Qatar misalnya, yang tanpa incopme tax, apakah kita tetap harus pajak ke Republik Indonesia?

Tanggapan 18 - ABRAR ISMET

Seneng bacanya penjelasan tentang Aramco....

Salut buat Pak Donny dan Pak Thomas juga yg lainnya yg sudah mengharumkan nama bangsa....

Kebetulan sy bagian dr Aramco juga meskipun keroconya aja...

Saat ini sy bekerja di Project Inspection Department (PID) untuk disiplin Coating Inspection di Project Arabiyah Hasbah Offshore Facilities dan Pipeline Onshore Offshore mungkin Pak Donny tau..?

Kita lagi ngebangun offshore facilities tie-in packet di Saipem Taqa Ar Rashid (STAR) yg akan diinstall didekat Perbatasan Iran. Yg kabarnya jacket yg dibangun Saipem adalah jacket terbesar dan tertinggi dr yg pernah ada...

Sy baru 2 bulan disini, yg lucunya project yg sama sedang berjalan di Saipem Karimun Yard (SKY).

Sedikit informasi, sy bergabung di PID untuk General Inspection Services (GIS) yg di provide oleh Contractor -lokal- nya Aramco seperti ABS Group, Velosi, SGS, etc., dan kebetulan sy dr ABS Group.

Kalo di project ya gitu memang berjauh2an dan tidak tw apakah ada Indonesian nya atw tidak...

Sejauh ini diproject sy di STAR, sy satu2nya orang Indonesia dr ABS Group dan/atau Aramco.

Kabar yg sy dengar untuk PID saat ini ada regulation baru dr Pemerintah KSA bahwa mereka akan buka visa untuk Indonesian dan akan mengurangi atau bahkan menyetop visa untuk orang India/ Pakistan/ Philippines.

Pak Donny posisi dimana? Sy di Khobar. Kalo ada waktu dan kesempatan boleh kita kopdar...?



Pompa Flammable Proof

Tanya - Daniel

Dear pakar2 Migas,  Saya orang awam dalam perpompaan, mohon bantuannya informasi apakah ada aturan bahwa pompa harus flammable proof untuk media seperti etanol atau n hexane meskipun elektromotor yang dipakai sudah flammable proof. Pompa dan elektromotor digabung menggunakan kopling.  Atas informasinya diucapkan terima kasih 

Tanggapan - Egi Al Ghifari

Mas Daniel, Saya coba respon secara normatif dari perspektif standar Eropa.N-Hexane menurut IEC 60079-20-1 memerlukan peralatan Ex dengan Equipment Group IIA, dan temperature class T3, sedangkan Ethanol IIB, T2. Jika fasilitas berada dalam jurisdiksi ATEX atau kebijakan perusahaan untuk mengikuti ATEX, maka motor-pump assembly harus tersertifikasi ATEX. Sisi elektrical motor diatur oleh IEC seri 60079 (Electrical Equipment for Explosive Atmosphere), sedangkan sisi non-electrical motor dan pompa diatur EN-13463 (Non-electrical Equipment for Explosive Atmosphere).Karena Indonesia di luar jurisdiksi Atex dan jika perusahaan tidak mewajibkan Atex Compliance, secara non-normatif, bisa saja bagian pompa tidak tersertifikasi Ex/Atex, tetapi dilakukan upaya pencegahan supaya tidak terjadi spark/kenaikan temperature berlebih, misal:Bearing temperature cut-off, discharge temperature cut-off, non-sparking coating, dll. Mudah-mudahan bermanfaat. 



Monday, March 17, 2014

[LOWONGAN KERJA] Sales Engineer (SE) (4 posisi) , Sales Supervisor (SP) (1 posisi) , Product Engineer (PE) (3 posisi) dan Business Development Manager (BDM) (1 posisi

Untuk SE , SP dan PE

• Umur max. 35 thn

• Pendidikan min. S1 ==> segala jurusanBahasa Inggris aktif

• Mampu bekerjasama dalam team • Pengalaman min. 2 thn di bidang oil & gas (SE, PE) • Pengalaman min. 4 thn di bidang oil & gas (SP)

Untuk BDM 

• Umur min. 43 thn

• Pendidikan min. S1 Teknik Perminyakan

• Bahasa Inggris aktif

Mampu bekerjasama dalam teamPengalaman di bidang oil & gas 

Mohon di kirim lamaran dengan alamat dwi.kurniasari@trilink-indonesia.com 

atau asmi.ustiana@trilink-indonesia.com

Tri Link Indonesia merupakan man power supply , outsourcing dll untuk  kebutuhan tenaga kerja baik yang bekerja di dalam dan luar negri dengan customer major oil & gas operator , oil & gas services , oil & gas consultants , oil & gas manufacture industry dll. Tri Link tidak pernah meminta sumbangan atau pemotongan gaji dari pihak  kandidat tenaga kerja.



[LOWONGAN KERJA] Tehnical Sales

Dibutuhkan 1(satu) orang Tehnical Sales dalam bidang absorbent dan molecular sieve untuk PT Sentosa Eka Perdana (Chemical Supplier)Pengalaman diatas 3(tiga) tahun. Kompensasi dll bisa dibicarakan. CV silahkan kirim ke prajitnasukandi@yahoo.com



[LOWONGAN KERJA] Drilling Contract Engineer

Kami saat ini membutuhkan profesional tambahan untuk posisi contract engineer untuk drilling dept. Jika ada kandidat yg rekomended silahkan apply ke saya.

yundit hermawan

yunditharum@yahoo.com



Thursday, March 13, 2014

Third Party Oil Analysis

Untuk oil analysis rotating equipment dengan tujuan condition monitoring  sebaiknya dilakukan di lab milik perusahaan yang juga memproduksi oli tersebut.

Tanya - Riki Sapari

Dear milister, 

Mohon informasinya mengenai judul email ini mengenai third party yang memiliki fasilitas untuk melakukan oil analysis untuk rotating equipment. Silahkan japri ke saya untuk lebih lanjutnya. Terima kasih. 

Tanggapan 1 - Gentur

Bapak bisa ke Trakindo, corelab atau oil clinic Pertamina, untuk oil clinic lebih komplit analisis nya salah satu nya foam analysis yg jarang di miliki oleh perusahaan lain.

Tanggapan 2 - Taufik Firmansyah

Pak Riki, Untuk oil analysis rotating equipment dengan tujuan condition monitoring  sebaiknya dilakukan di lab milik perusahaan yang juga memproduksi oli tersebut. Mengapa demikian? Supaya lab tersebut memiliki pembanding yang akurat antaraoli yang terpakai dengan komposisi original dari oli sebelum dipakai. Kadang kala ada spec additive yang tidak diketahuioleh lab third party karena merupakan proprietary dari perusahan produsen oli tersebut.

Tanggapan 3 - Furkan Jadid

Ada parameter2 standard yang dipakai sebagai acuan standar kualitas oli, apapun merknya, misalnya viskosity, TAN, TBN, kadar abu dll.

Rasanya lab pelumas bisa mendapatkan parameter standard tersebut diatas. 

Tanggapan 4 - Helmi Wiratran

Pak Riki,

Kalau saya untuk oil analysis pernah menggunakan

www.petrolab.co.id

Parameter analisanya terbilang lengkap mencakup physical test, metal additive, contaminant, wear metal dsb.

Mungkin bisa jadi referensi dan untuk on-site analysis menggunakan OSA http://www.on-siteanalysis.com/dulu cukup membatu seh untuk predictive action (studi kasus heavy equipment).

Tanggapan 5 - Rusdi Hidayat Susilo

Setahu saya lab Lemigas lengkap dan bersaing harganya.

Tanggapan 6 - Rickie Edwardo

Pak Riki,

Menambahkan info untuk lab uji oli, di Lab S.O.S Trakindo juga cukup lengkap untuk uji parameter nya. Kantor kami sering supply alat ke Lab mereka.



Apakah benar: Alarm + Operator Response as IPL ?

IPL (Lapisan Pelindung Mandiri) diawali dengan kata Independent (mandiri). Yang merupakan sifat paling utama dari alarm adalah "mandiri" mandiri di sini tentu saja bermakna

1. Lepas dari keterkaitan IPL lainnya,

2. Lepas dari keterkaitan penyebab musabab skenario kejadian,

3. Bebas dari pengambilkendalian (overrides),

4. Bebas dari alarm lain yang bersifat tidak kritis. 

Tanya -Akhmad Munawir

Dear penggiat Functional Safety, 

Sebagaimana Aplikasi High/Low Alarm sebagai peringatan kepada operator di Control Room untuk melakukan sesuatu sebelum terjadinya HighHigh/Low-low Alarm (Trip) ketika terjadi Process Upset di Gas Process Facility. Dan IEC61511 maupun standard Functional Safety lainnya memberikan penjelasan bahwa Alarm & Operator Response adalah bagian Independent Protection Layer, tetap di banyak Fasilitas yang saya ketahui hampir seluruhnya menumpangkan "Alarm" Instrumented Function ini kepada DCS atau BPCS yang menurut saya membuat Alarm ini menjadi tidak Independent atau bukan IPL. Pertanyaan saya, ketika kita ada SIL Study baik itu Determination/Selection/Alocation maupun Verification ... bagaimanakah menghitung kontribusi Alarm yang menumpang di Sistem BPCS ? ataukah diabaikan saja dalam perhitungan karena Alarm ini tidak memenuhi syarat sebagai IPL ? 

Tanggapan 1 - Arief

Salah satu persyaratan dari IPL adalah independent dari initiating event. Kalau initiating event-nya adalah BPCS failure, maka kalau alarm-nya di DCS dia tidak bisa disebut IPL utk initiating event tersebut. Kalau alarm-nya independence terhadap initiating event-nya maka baru bisa dikualifikasikan IPL kalau PFDnya minimal 0.1. Karenanya harus diasses terlebih dahulu integrity dari alarm + human intervention. Buku CCPS misalnya memberikan nilai 10^-1 kalau kebutuhan response-nya 10 menit. IEC 61511 seingat saya juga memperbolehkan maksimum hanya 10^-1. Yang paling penting menurut saya adalah jangan mengambil credit dua-dua-nya. Tidak bisa alarm diconsider sebagai IPL dan alarm dihitung sebagai IPL yg lain karena mereka tidak memenuhi persyaratan Independence. Semoga membantu.

Tanggapan 2 - Akhmad Munawir

Jadi jika inisiasinya bukan dari BPCS maka tetap saja alarm yg dtumpangkan ke dcs  tetap bukan IPL ya mas? Terima kasih

Tanggapan 3 - Darmawan A Mukharror(DAM)

Mas Munawir Menambahkan apa yang diucapkan mas Arief, IPL (Lapisan Pelindung Mandiri) diawali dengan kata Independent (mandiri). Yang merupakan sifat paling utama dari alarm adalah "mandiri" mandiri di sini tentu saja bermakna

1. Lepas dari keterkaitan IPL lainnya,

2. Lepas dari keterkaitan penyebab musabab skenario kejadian,

3. Bebas dari pengambilkendalian (overrides),

4. Bebas dari alarm lain yang bersifat tidak kritis. Perlu diulang berkali-kali bahwasannya alarm, seperti semua IPL lainnya, harus mengejawantahkan tugas 3D: penginderaan (detect), tugas pengambilan keputusan (decide), dan tugas penanggulangan (deflect). Tanpa salah satu dari 3 D ini, sebuah alarm tidaklah bisa disebut sebagai sebuah IPL. Fungsi 3D ini akan efektif jika elemen kemandirian no. 4 di atas dilaksanakan secara sungguh-sungguh. EEMUA sebagai panduan perancangan alarm juga mewanti-wanti hal ini. Alarm yang dikategorikan sebagai IPL seharusnya dipisahkan dalam panel sendiri, yang disebut Panel Alarm Kritis, (Critical Alarm Panel), yang maksimum hanya berisi 20 - 30 alarm saja di tiap panelnya. Panel Alarm Kritis ini harus mempunyai satu operator khusus yang bertugas mengawasi lalu lintas alarm, yang dilengkapi dengan radio dan terhubung dengan seorang operator yang tidak harus ganteng tapi tangkas mengatasi kesulitan operasional di lapangan dalam waktu yang dikehendaki.  Berbicara tentang waktu yang dikehendaki adalah berbicara respons keseluruhan 3D yang harus lebih cepat dari waktu kejadian kecelakaan proses. Atau biasa disingkat waktu respon < waktu kecelakaan. Seberapa cepat? ini pertanyaan yang sulit dijelaskan di sini, karena bergantung kepada studi penilaian risiko di perusahaan masing masing. Jika mas Arief menyitir 10 menit, mungkin tidak bisa diaplikasikan untuk semua skenario kejadian. Kejadian laju alir gas yang emndadak menurun di kompresor sehingga menyebabkan peristiwa "tersedak" (surge) tentu saya yakin kurang dari 10 menit - jika tidak diatasi - akan menyebabkan getaran yang berakhir dengan kebocoran gas, kebakaran dan/atau ledakan. Contoh lain adalah arasmuka cairan di bejana penggerus (scrubber) yang mendadak turun karena katup pengendali ketinggian gagal menutup akan menyebabkan "tiupan gas" (gas blowby) yang berpotensi menyebabkan kelebihan tekanan (overpressure) di bejana atau peralatan proses lain di bagian hilir - yang tekanan rancangnya kurang dari tekanan "tiupan gas". Dalam kasus ini apakah cukup waktu yang dibutuhkan 3D nya alarm ketinggian? Jadi berbicara alarm - menurut pendapat saya pribadi - hanya efektif jika kita telah mengetahui hasil dari penilaian risiko pada fasilitas yang kita tinjau (tentu saja mengetahui waktu kecelakaan proses - process safety time) 

Tanggapan 4- Weby

Mas Munawir,Wah rupanya terkesan dengan training pak Ray di Lombok ya? Hehe.Kalau alarm numpang bpcs, sifatnya jadi tidak independent terhadap initiating cause yang sama, seperti dicontohkan pak ART, bpcs-nya njebluk, ya njebluk juga alarm system-nya. Logika umumnya begitu. Detailnya mas Munawir bisa refer ke artikel Todd Staufferd dan Peter Clarke dari Exida mengenai alarm sebagai IPL.http://exida.com/images/uploads/Alarms_as_Layer_of_Protection_2012.pdf Coba cek juga internal company regulation. Di kumpeni saya bekerja beberapa kasus boleh take credit alarm yang jadi satu dgn bpcs, saya belum tahu detilnya seperti apa,Semoga bermanfaat.

Tanggapan 5 - Djohan Arifin

Ditempatku kerja, salah satu syarat diperlukan alarm adalah jika response time untuk operator beraksi mentralisir proses upset adalah minimum 5 menit. Jika kurang dari itu proteksinya langsung saja pakai shutdown. Tetapi sampai sekarang masih ada saja perencana yang pakai teknologi copy & paste, begitu ada shutdown signal, terus dipasang pre-shutdown alarm tanpa pikir panjang. Padahal ketika dicek benar, kecepatan kenaikan tekanan dari high pressure alarm ke high pressure shutdown setpoint, misalnya, cuma ditempuh dalam waktu satu menit, bahkan ada yang kurang. Kalau sudah begini, high pressure alarm tidak perlu ada, keberadaannya malah mengganggu kerja operator dan system yang dapat berujung pada kasus safety.Konon kesalahan alarm management menjadi salah satu penyebab kecelakaan Deep Water Horizon. Dahmudahan tidak berulang.

Tanggapan 6 - Direktur Tekhnik

Mas Johan,

Bagaimana perusahaan tempat anda bekerja menentukan kebutuhan response utk alarm sehingga bis memutuskan sebuah SIF misalnya lebih dari 5 menit. Apakah dgn dynamic simulation ? Atau ada specific analysis ?

Saya tertarik terhadap hal ini karena normal-nya agak susah menentukan Process Safety Time (PST) dari sebuah proses.

Tanggapan 7 - Ahmad Maryadi

Numpang comment sj Cak Dam,

Menurut sy kok gak praktis yah meng-assign satu orang dedicated operator utk mentelengi/memonitor Alarm Panel. Daripada memasrahkan urusan keseluruhan safety plant kpd System Alarm (yg kesusksesannya jg sangat tergantung action dr operator)  kenapa tidak dibuat sistem yg otomatis saja..dgn SIS (sensor,logic solver, actuator) yg mempunyai nilai SIL yg tinggi. Alarm panel yg berupa dedicated hardware panel lengkap dgn annunciator,visual,audible sebenernya kan salah satu jenis HMI /teknik merepresantasikan alarm agar mudah diketahui oleh operator. Memang msh dipake utk merepresentasikan beberapa kritikal safety shutdown alarm  atau fire gas alarm. (Utk standar process alarm sndiri tdk perlu.)  Panelnya sndiri menerima signal hasil olahan dr SIS atau FGS controller.  Kelemahan kalo mengandalkan hardware panel saja, dia tdk memiliki kemampuan  Time Stamping dan penyimpanan hystorical data alarm.

Mengenai Compressor, yg sy temui sih umumnya system safe guarding dr compressor  berlapis2: ada dedicated Anti-Surge controller, Machinery Protection system, SIS sendiri, plus Fire Gas System. Jadi kalo system alarm-nya gagal beraksi, harusnya masih ada lapisan IPL lain yg mengambil alih.

Btw, saya sebenernya agak bingung dgn istilah "Alarm" Instrumented Function seperti yg ditulis pd imelnya Mas Munawir, maksudnya apa yah ?

Sensor/transmitter ya kalo gak dikoneksikan ke BPCS/DCS (process control) atau SIS (Safety Shutdown), salah satu. Kalo sensornya adalah bagian dr process control ya otomatis signal dan  alarmnya diolah dr BPCS controller. Selanjutnya alarmnya direpresentasikan pd screen/ schematic pd layar DCS.

Yg saya tangkap pada tabel dihalaman 20, standar EEMUA 191 (pada link tulisan yg diberikan Mas Webi ada di tabel hal.11)  Standard proses alarm yg terkoneksi ke BPCS, boleh saja diberikan kredit  dgn nilai max.PFDnya 0.1. itu saja,cmiiw..

Tanggapan 8 - Djohan Arifin

Mas Arief,

Yang ngerjain PST tempatku adalah bagian Process Engineering, issuenya PST bukan item standard scope yang dikerjakan. Konsultan melakukannya dengan iterasi program pakai excel, tetapi untuk hal-2 yang kritikal dilakukan dengan program simulasi (yang ini ada tambahan biaya). Inipun kebanyakan yang menyangkut proteksi keamanan (SIS).Untuk alarm management pada existing plant digunakan estimasi dengan melihat jenis alarm dan prosesnya, karena fokusnya lebih kepada pencegahan banjir alarm. Ketika jumlah alarm sudah rasional, diharapkan ada feedback dari operator, bagaimana mereka merespons alarm, waktu yang ada mencukupi apa tidak. Kalau ditempat mas Arief,apa PST selalu dapat diminta dari Konsultan Perencana?

Tanggapan 9 - Arief

Justru itu mas johan, kenapa saya tertarik karena says hanya tahu teori untuk PST tapi belum pernah sampai actually mensimulasi misalnya dgn menggunakan software simulasi semisal process dynamic hysis atau OLGA. Di tempat kerja saya, bahkan alarm rationslisation saat ini sedang akan ditinjau. Makanya saya sangat tertarik dengan urusan alarm. Mostly di tempat saya dikerjakan in house. Sekalian praktilum. Hehehe.

Tanggapan 10 - DAM

Setuju sama mas Maryadi,

Tidak praktis memang...

Namanya saja buy out... Pilih SIF nya dinaikin integrity nya apa pilih critical alarm as an independent protection layer...

Ada perhitungan, kalau yg selama ini saya lakukan adalah alarm rationalization study, setelah study SIL selesai, tujuannya ya itu tadi "reasonably practicable" ngga assignment alarm sbg IPL?

Tanggapan 11 - Yanoor Yusackarim

Sedikit memperlebar diskusi sebagai bahan rationalization.

Bila definisi alarm adalah membutuhkan aksi dari operator, apakah berarti kejadian yang sudah di handle SIS tidak perlu lagi alarm?  Toh proses sudah upset dan di bawa ke kondisi aman oleh SIS. Sering saya temukan, ESD alarm dengan kategori urgent, namun 10 detik kemudian isolate electrical dan panel mati... jadi tujuan alarm nya apa?

Tanggapan 12 - Djohan Arifin

Bang Yanoor,Dari definisinya alarm adalah indikasi yang menarik perhatian Operator (visual dan audible) tentang peralatan malfungsi, penyimpangan proses atau kondisi tidak normal yang memerlukan respons dari Operator.Jadi kalau gak bisa atau gak perlu direspons, berarti alarm tsb tidak perlu ada, jika memang penting responsnya, perlu dicari cara agar proses tidak berubah menjadi berbahaya.Disinilah process safety time (PST) menunjukkan perannya sewaktu kita melakukan alarm rationalization. Nyambung diskusi sebelumnya, misalnya dari Company Technical Standard syarat response time Operator = 5 menit, maka jika dari analisa alarm rationalization suatu process alarm mempunyai PST= 2 menit, dapat diputuskan alarm tersebut tidak diperlukan, sehingga proteksi dilakukan dengan SIS langsung. Karena kalau diterusin ada alarm tadi, disamping gak bisa diresponse oleh Operator (karena terlalu cepat), alarm tsb. malah menganggu kerja Operator karena bunyinya, perubahan warna pada panelnya, lebih parah lagi kalau jumlah alarm dalam satuan waktunya terlalu tinggi (banjir). semoga bermanfaat.

Tanggapan 13 - Djohan Arifin

Mas Arief,

Yang saya sebut pakai simulasi sebelumnya adalah PST untuk kasus high pressure pada flowline dari producing well, dengan skenario export pipeline SDV spuriously closed. Perhitungan excel pakai rumus PV = nRT diragukan, lalu diminta buat simulasi, seingatku pakai Hysis, ntar aku cari / tanya perhitungannya dan aku share jika diinginkan. Tetapi untuk jenis proses lain misalnya level, mestinya perhitungannya lebih mudah dapat dihitung manual, gak perlu simulasi.Katakanlah alarm high level, skenarionya misalnya plugged liquid outlet (LCV tutup, SDV down stearm process tutup atau lainnya), perhitungan PST untuk alarm level high (simplified) = selisih volume vessel pada high level dan normal level dibagi incoming liquid rate.Itu bayangan saya, tentunya Process Engineer lebih mengetahui detailnya, silahkan sharing.

Tanggapan 14 - Arief

Makasih mas, berarti menggunakan cara-cara yg umum. Mungkin dengan dynamic simulation hysis. Thanks for the sharing. Appreciate.

Tanggapan 15 - DAM

Mas Djohan, 

Yang sedikit membedakan antara PST (process safety time) dalam definisi pak Djohan dan saya adalah "hazard realization" nya. Dari yang saya baca apa yg dimaksud pak Djohan dgn PST contohnya waktu yg dibutuhkan untuk mencapai process alarm low (atau low low) dari aras permukaan operasi normalnya. 

Menurut pendapat saya hazard belum terealisasi sampai di sini. Ketika pun level sudah kosong di sebuah scrubber, tidak lsntas gas blowby yg dihasilkan akan menyebabkan "kaboom", karena:

- dibutuhkan waktu dari gas blowby hingga tekanan design terlampaui

- dibutuhkan waktu dari tekanan design terlampaui hingga KO drum vessel misalnya bocor dan pecah

- dibutuhkan waktu dari gas bocor hongga dispersinya menyentuh titik nyala

- dibutuhkan waktu dari gas terpantik hingga apinya atau ledakannya menimbulkan korba (yang ini biasanya dlm milliseconds saja, atau kadang diasumsikan nol detik)

Sepahaman saya alarm high / low atau high high atau low low belum akan menimbulkan kecelakaan atau korban (jiwa)

Tanggapan 16 - Weby

Betul mas Darmawan alias Gharonk, konsep Process Safety Time (PST) ini juga bisa berbeda-beda penafsirannya. Di ISA84 tidak ada pendefinisian yang jelas, malahan PST ini di ISA84 hanya disebut sambil lalu saja. Ada yang menafsirkan bahwa PST (sebagai contoh):- waktu yang diperlukan sampai suatu equipment/pipa pecah- waktu yang diperlukan sampai timbul kobaran api dengan dimisalkan sudah ada sumber panas yang cukup- waktu yang diperlukan sampai adanya korban (cedera s/d meninggal)- dll Saya agak merasa janggal mengetahui bahwa SIS selalu dirancang dengan kehandalan tertentu (SIL1, SIL2, dst), namun sepertinya tidak pernah dikaitkan seberapa lama atau cepat SIS tersebut merespon suatu process hazard yang direfleksikan dalam PST. Sedangkan kehandalan suatu SIS sepertinya tidak berkorelasi dengan seberapa cepat respon SIS tsb. Saya berpikir apa gunanya SIS yang mempunyai kehandalan tinggi (setiap kali ada kebutuhan selalu bisa memenuhi), tapi responnya dalam beraksi lambat sekali? Mohon dikoreksi apakah pendapat saya ini salah? Thanks.

Tanggapan 17 - Ahmad Maryadi

Mas Weby,

Berikut sy kutip definisi PST ala Shell DEP. (Dlm terminologi Valve, PST bisa jg diartikan Partial Stroke Test) :)

Process Safety Time: 

Period of time in which the process can be operated without protection and with a demand present without entering a dangerous condition. The Process Safety Time determines the dynamic response requirements of an IPF.

IPF istilah umumnya adalah  SIF. 

Apa yg bisa diolah dr informasi PST :

- Dalam hal rasionalisasi/evaluasi alarm, 

 

Utk PST yg terlalu singkat (yg tdk memungkin operator utk bertindak) maka actionnya tsb harus dibuat otomatis (bukan manual by operator).

- menentukan performan (timing) dari SIF,

 

Formulanya: SIF Response Time harus lebih pendek dari Process Safety Time

 

SIF response time dihitung dr total penjumlahan respon dr masing2 komponen SIF   = respon dr sensor + logic solver + final actuator + program time delay (kalo ada).

 

Utk selanjutnya bisa direfleksikan dalam spec/datasheet utk menentukan kebutuhan  closing time dr SDV (ie: satu sec/inch), scanning time dr SIS (ie: 500 msec),  ,kalo transmitter umumnya standar2 aja sih. 

 

Khususnya utk HIPPS, DEP mensyaratkan response tdk lebih dr dua detik.

Tanggapan 18 - Fernando

Pak Maryadi,

Mohon pencerahan untuk paragraf bapak dibawah ini:

quoted---------------------

Process Safety Time: 

Period of time in which the process can be operated without protection and with a demand present without entering a dangerous condition. The Process Safety Time determines the dynamic response requirements of an IPF.

unquoted-------------------

Saya belum memahami, apakah highlight antara kuning dan hijau bertentangan? dimana IPF adalah protector itu sendiri. Mohon pencerahannya.

Tanggapan 19 - Djohan Arifin

Cak DAM,

Sebenernya definisinya sama, sumbernya sama, tetapi ketika diperkhusus untuk aplikasi, menjadi nampak sedikit berbeda. Sampeyan menggunakan definisi umum (IEC), yang aku pakai lebih spesifik pada aplikasi tertentu.Pada aplikasi Alarm Management, process safety time (PST) = time between initiating event and occurrence of hazardous event (ref. Exida dan Alarm as Layer of Protection yang dikirim cak Weby sebelum ini).

Pada alarm management hazardous event adalah next layer of protection layer (shutdown layer). Untuk low level berarti low-low level shutdown, untuk high level berarti high-high level shutdown.Untuk shutdown layer misalnya high-high pressure shutdown, next layernya = PSV layer. Dalam aplikasi high-high level shutdown, PST dihitung sampai ke ID horizontal vessel dari LSHH set point.Hubungan PST dengan response time, untuk alarm dibanding dengan operator action, sedang untuk shutdown application dibandingkan dengan SIS response time. Untuk kedua hal, response time harus lebih cepat daripada PST. Kayaknya kita akan mengalami kesulitan menentukan response time dari Operator atau SIS jika memakai definisi umum seperti yang cak DAM sampaikan. Semoga bermanfaat, silahkan dilanjut.

Tanggapan 20 - Ahmad Maryadi

Bang Fernando,

Ceritanya kan berawal ketika terjadi proses abnormal (Katakanlah normal operasi nya 80 barg, kondisi abnormal 100 barg, design pressure 120 barg..ini sekedar contoh).  Saat memasuki kondisi abnormal (t=0) sampai pd batas proses memasuki kondisi  hazard dihitung PST-nya. (kondisi hazard misalnya: pressure melewati batas kemampuan pipa/equipment  yg menyebabkan rupture). Katakanlah didapat PST = 60 detik. 

Apa yg dpt dilakukan saat t=0:

1. Notifikasi alarm ke operator utk dilakukan intervensi.

 

  Intervensi manual dpt berupa memperkecil sumber tekanan (disisi upstream-nya)    atau malahan langsung menutup sumber takanan itu sendiri (closing valve).    Cukupkah waktu yg dibutuhkan operator mulai dr mengetahui kondisi abnormal     sampe kondisi proses teratasi?  Kalo waktunya gak cukup (notifikasi alarm tdk efektif) dibuatlah sistemnya otomatis dgn SIF yg terdiri dr Pressure sensor, SIS controller dan final element SDV.

2. SIF dgn mekanisme otomatis.    Dgn PST 60 detik, tentunya SIF response timenya harus lebih cepat dr PSTnya.    Tarohlah target SIF response time-nya 30 detik.    So, total waktu mulai dr PT mensensing tekanan, ditambah scanning/processing time dr     logic SIS sampe pada menutupnya final actuator (Shutdownvalve) harus tercapai    dlm 30 detik.    Ini yg dimaksud ""PST determines the dynamic response requirements of an IPF/SIF".

 

  Tapi kalo msh belum PeDe/confidence jg, tambahkanlah proteksi/IPL lagi: PSV.

Semoga menjelaskan,

Tanggapan 21 - Djohan Arifin

Bang Fer,

Kalimatnya memang membingungkan, tapi kalau dihubungkan dengan aplikasinya barangkali uraian berikut dapat menjelaskan: Ketika setpoint tercapai lalu initiator beraksi maka counter waktu mulai menghitung. Sebelum final element menyelesaikan tugasnya maka dikatakan proses masih beroperasi tetapi proteksinya sedang tidak ada karena initiator sudah tertriger tetapi final element belum selesai bekerja. Pada saat proses menyentuh titik bahaya (hazardous event) counter waktu yang ditunjukkan itulah PST.Tujuannya IPF adalah untuk membuat process menuju keadaan aman ketika initiator tertriger, makanya dynamic response harus lebih kecil daripada PST sehingga final element menghentikan gerak proses menuju hazardous event yang hanya akan terjadi jika IPF response lebih cepat daripada PST. Ini snapshot dari IEC 61508-4, dahmudahan lebih jelas.

Tanggapan 22 - DAM

Hehehe...

Weby, 

Itulah yg saya maksud memahami Konsep SIL hanya sepelemparan batu, hanya sampai PFD an sich.

Jika batunya dilemparkan dgn menggunakan yakhont, tentu pemahamannya akan beda.. Silahkan baca dari awal sampai akhir IEC61511, di bagian SRS jelas disebutkan salah satunya harus ada minimum response time serta definitive process safety time nya. Jadi agak sulit buat saya memahami sebuah SIF dgn SIL 1 tapi response timenya lebih lama dari PSTnya, buat saya pribadi, mereka tak memiliki SIL sama sekali!!! Jadi jelaslah bahwa konsep SIL yg telah dikerdilkan menjadi hanya soal PFD itu adalah .... Silahkan diisi sendiri titik titiknya.

Jika dan hanya seluruh persyaratan dlm SRS dipenuhi maka klaim SIL suatu SIF menjadi verified...



Monday, March 10, 2014

PTK 007

PTK 007 memang panduan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa dimigas Indonesia. Para praktisi scm memang hampir dikatakan 'wajib'mengikuti pelatihan ini sebenarnya panduan ini bisa didownload dan dibaca serta dipelajari tapi ada beberapa bagian yg memang bagusnya mengikuti pelatihan ini, salah satu yg memang butuh panduan adalah cara perhitungan TKDN atau local content dan penentuan TKDN sendiri.

Tanya - Danang

Dear Bapak/Ibu sekalian Mohon informasi dan arahannya kapan ada  pelatihan untuk PTK007 waktu dekat ini? Mohon maaf karena saya bekerja sebagai procurement di sebuah kontraktor epc oil n gas tp blm pernah ikut pelatihan tersebut dan tidak pernah ada penunjukan dari perusahaan untuk pelatihan tersebut.Apakah tidak boleh dari kontraktor ikut pelatihan tersebut ?  Terima kasih 

Tanggapan 1 - Kristina Daniati

Pak Danang,Pegawai non-kkks boleh ikut pelatihan PTK 007, yang tidak bisa bila ingin mengikuti sertifikasinya. KMI bekerjasama dengan KBPM (penyelenggara sertifikasi PTK 007) mengadakan pelatihan ini secara rutin, 1-2 kali setahun. Tahun depan kami akan menyelenggarakan pelatihan tender manajemen pengadaan barang dan jasa berdasar PTK 007 rev-2 awal Maret 2014 di Balikpapan.Bila berminat, silakan mendaftar melalui saya atau pak Herry Putranto (admin milis migas).

Tanggapan 2 - Deswita Dasril

Dear Pa Danang

PTK 007 memang panduan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa dimigas Indonesia. Para praktisi scm memang hampir dikatakan 'wajib'mengikuti pelatihan ini sebenarnya panduan ini bisa didownload dan dibaca serta dipelajari tapi ada beberapa bagian yg memang bagusnya mengikuti pelatihan ini, salah satu yg memang butuh panduan adalah cara perhitungan TKDN atau local content dan penentuan TKDN sendiri. Biasanya milis migas ada kerjasama untuk mengadakan pelatihan ini untuk para praktisi SCM untuk lebih lengkapnya bisa ditanyakan kepada ibu kristina. Untuk kontraktor diperbolehkan mengikuti pelatihan ini tapi untuk sertifikasi memang hanya diperuntukan para praktisi SCM di KKKS. Semoga sedikit membantu.terima kasih.



Puma Energy

Puma Energy di Indonesia saat ini hanya memasarkan produk BBM non subsidi khususnya solar untuk industri.

Tanya - rez_pt

Dear rekan migas,

Ada yang tahu sepak terjang puma energy di indonesia? Core businessnya di indo hanya di downstream distribution atau ada lagi?

Tanggapan - S Herry Putranto (Administrator)

Puma Energy di Indonesia saat ini hanya memasarkan produk BBM non subsidi khususnya solar untuk industri. Rasanya Perusahaan ini juga punya storage BBM dengan mengakuisisi Storage BBM milik Medco Downstream di Kalibaru Jakarta Utara yang dulu di operasikan anak perusahaan Elnusa.

Mudah2an sih tidak salah, maklum sudah lama juga tidak berkecimpung di downstream.

Tanggapan 2 - Driaskoro S.

Betul apa yang disampaikan oleh Mas Herry. Perusahaan tersebut berasal dari Swiss, Eropa. Yang saat ini ada di 37 negara di dunia. Puma mengambil alih mayoritas saham dari Medco Sarana Kalibaru. Puma Energy merupakan downstream oil company dan merupakan anak perusahaan dari Trader Trafigura Beheer BV, yang juga sama beroperasi di 37 negara dan 5 benua untuk supply, storage, refinery, distribution dan retail dari range produk petroleum. Kantor pusatnya ada di Singapore, dan didirikan tahun 1997 (acquired 2000) Chairman-nya Graham Sharp dan CEO-nya Pierre Eladari, mempunya pekerja diseluruh dunia mencapai 5000 orang. Puma memiliki lebih dari 1.500 service station dan 24 juta barrels oil storage facilities diseluruh dunia. Memiliki hub dari headquarter di Genewa, Johannesburg, San Juan dan Tallin. Akitivitasnya ada di Afrika (seperti Petronas, fuel station), Amerika Tengah, Asia Tenggara, Australia termasuk di Indonesia di tahun 2012 kemarin masuk. Akhir tahun 2011, Trafigura menjual 20% saham Puma Energy ke Sonagol Holding (perusahaan pemerintah Angola). Di akhir tahun 2012 kemarin Puma Energy. Akan direncanakan IPO melalui London Stock Exchange, namun belum ada tanda-tanda itu dilakukan. Lebih detail silakan lihat di www.pumaenergy.com Demikian...

Tanggapan 3 - Joi Surya Dharma

Wah pak Herry mulai ke upstream ? Atau kmana pak? Diajak bisnis bareng jg pak anak didiknya ini :) Sampai bertemu di kongres iafmi lusa pak.

Tanggapan - S Herry Putranto (administrator)

Ms Joi

Terimakasih atas atensinya. Wah saya kan Admin milis jadi selalu memantau diskusi dari anggota milis baik hulu, midstream maupun hilir. Seandainya ada anggota butuh informasi kewajiban kita untuk membantu.

Masuk ke hulu, bisa mulai dari perusahaan EPC akan banyak ilmu didapat dari sana.

OK sampai jumpa di Kongres IAFMI I, cukup banyak anggota Milis Migas Mendaftar kurang lebih ada 60 an orang melalui saya. Mudah mudahan kamis ada banyak yang hadir nanti dan jangan segan segan saling menyapa ya diantara kita mungkin sudah mengenal nama tetapi belum pernah bertatap muka.



Faktor Koreksi untuk Pengukuran Crude

Untuk proses pengukuran minyak mentah atau crude dapat di hitung berdasar prosedur :

1. tentukan terlebih dahulu qualitas minyak mentah, berapa API, berapa BS&W, density, serta Sg nya dengan cara dianalisa.2. ....

Tanya - Leo Simarmata

Dear Migas,

Mohon bantuan untuk prosedure pengukuran produksi minyak dan faktor koreksi apa saja yang dibutuhkan? Thanks sebelumnya.

Tanggapan 1 - Weby

Pak Leo,

Perkenankan saya sumbang saran dan mudah-mudahan belum terlambat.

Jawabannya: TERGANTUNG pak.

Apakah yang dimaksudkan untuk aplikasi custody transfer? Apakah lokasi pengukuran untuk serah terima custody transfer-nya di wilayah Indonesia?

Jika jawaban dari dua pertanyaan diatas adalah "tidak", maka abaikan email ini. Namun, jika dua jawaban pertanyaan diatas adalah "ya", maka berarti bapak harus mematuhi peraturan-peraturan dibawah Direktorat Jenderal MIGAS tentang pengukuran volume minyak bumi dan prosedur serah terima minyak bumi.

Pengukuran volume minyak bumi menurut aturan Ditjen MIGAS (masih) mewajibkan semua pelaksana serah terima minyak bumi menggunakan Volume Correction Factor (VCF) berdasarkan ASTM D1250 tahun 1952 (jadul banget ya!) untuk mengoreksi volume minyak bumi berdasarkan API Gravity (60/60) dan Temperature.

Selain VCF, bapak juga harus mengukur kualitas minyak bumi yakni API >Gravity dengan metode ASTM D1298, keberadaan sediment & water dengan metode ASTM D4007.

Begitu dulu sumbang saran dari saya, dahmudahan bermanfaat...

Tanggapan 2 - Abdul Latif

Untuk proses pengukuran minyak mentah atau crude dapat di hitung berdasar prosesedur :

1. tentukan terlebih dahulu qualitas minyak mentah, berapa API, berapa BS&W, density, serta Sg nya dengan cara dianalisa.

2.Untuk vcf digunakan table 6, sedang di luar negeri menggunakan table 6 a. Sedang untuk mencari long tons dan metric ton digunakan table 11 dan 13.

3. bisa juga menggunakan table vcf 54, sedang untuk mencari bbls digunakan table 52, sedang untuk long tons digunakan table 57, dan metric menggunakan table 54.dan ada juga yang menggunakan table versi a.

Tanggapan 3 - Elwin Rachmat

Pengukuran produksi crude yang resmi (official) adalah pada tangki ekspor sesudah air di drain dalam satuan STB (stock tank barrel).Water cut atau BS&W ditangki disampling dan diukur kadarnya untuk mengoreksi jumlah produksi. Faktor koreksi temperatur dilakukan dengan mengukur temperatur crude dan mengoreksinya sesuai dengan specific gravity atau API gravity crude yang bersangkutan.Pengukuran volume produksi di tangki pada jam 24.00 biasanya dilakukan dengan menggunakan meter yang dikalibrasi, dengan demikian koreksi pembacaan meter biasanya dikoreksi dengan faktor kalibrasinya. Umumnya kalibrasinya dilakukan dengan menggunakan meter prover.

Pengukuran produksi pada saat uji produksi di sumur, semua koreksi pada tangki yang disebutkan diatas dilakukan semuanya.Kalibrasi pada unit well testing tidak jarang dilakukan dengan menggunakan atmospheric tank.Karena pada saat well test pengakuan dilakukan pada tekanan yang terukur pada test separator, maka dilakukan koreksi shrinkage dengan menggunakan shrinkage tester. Semoga menjawab pertanyaan.



[Lowongan Kerja] Urgent Job Vacancy PT Serba Dinamik Indonesia

PT Serba Dinamik Indonesia are PMA company specializes in equipment and services for power generation, rotating & static machineries for Oil, Gas, Petrochemical, Power Generation and other industries.   also represent several world leading manufacturers and partners with these highly qualified business to offer our customers comprehensive solutions.

Presently PT Serba Dinamik Indonesia urgently looking for talented and highly motivated individuals for the following position:

1.    Sr. Drilling Engineer & Superintendent

2.    Sr. Drilling Supervisor

3.    Drilling Supervisor

4.    Company Man

5.    Drilling Engineer

6.    Drilling Material Man

7.    Warehouse Helper

8.    Field Logistic Coordiantor

9.    Shorebase Logistic Coordinator

10.  Sr. Civil Construction Supervisor

11.  Civil Contruction Supervisor

12.  Field HSE Officer

13.  HSE Coach

14.  Sr. HSE Coordinator

15.  Wellsite Geologist With minimum requirements : -          Female/Male , max 355 years old -          Bachelor degree from reputable university -          Min of 5 years work experience in oil and Gas -          Good interpersonal skill -          Good English in written, pasif English verbally -          Quick learner Please send your application letter and resume with supporting document to :maynina@e-serbadk.com Attn : HRD. 


[Lowongan Kerja] Contract Compliance Officer

One of leading Oil and Gas Company in Indonesia looking for young and energetic professional to join us in our Jakarta office, to have a career in Supply Chain Management (SCM) Area. We are looking for a motivated individual to join our company as : 

CONTRACT COMPLIANCE OFFICER

The position is permanent base. Contract Compliance OfficerResponsibilities:

·           Report to Head of Procurement Contract Compliance.

·           Reviews and monitors the standard contract among other things Services, Manpower, Vessel, Call off Order/PA, Jack-up Drilling Rig, HSD Fuel Supply, Barge etc.

·           Assists the Head of Contract Compliance for advising and updating the related government regulations, policies and company procedures.

·           Reviews and monitors the standard Terms and Conditions for Service Order and Purchase Order if there any change..

·           Coordinates with Legal Department or Contract Superintendent/Contract Administrator/Buyer Superintendent/Buyers with regard to standard contract’s terms and conditions preparation for all services or goods that are under contracts including its exhibits..

·           Review and monitors the Instruction to Bidders, Forms of Bid Document etc. in connection with preparation of Procurement Document.

·           Assists the Head of Contract Compliance for advising and updating the cases related to contract implementation under coordination with Legal Department and User Department.

·           Handles legal exceptions from bidder(s) against the existing and standard Terms and Conditions for the contract/agreement.

·           Provides legal advice on Procurement process and contract/agreement. 

Requirements:

ü  Minimum University Degree in Law from reputable public or private university. 

 ü  GPA minimum of 3.00.  

 ü  Minimum 3 years working experience in preparing proper contract/agreement for bidder and handling supporting documents concerning business process of procurement/SCM.

ü  Good comprehension on following subjects:

Indemnification/Liability clause, format of general standard contract/agreement for supplier.

ü  Fluent in English (reading, writing and speaking)

ü  Enjoy examine detailed information, able to work under pressure, painstakingly careful and accurate, and have good interpersonal skill. 

Please send your update resume to :

farida301106@yahoo.co.id (personal email) stating position applied for in the subject email. The due date is 16 March 2014 at the latest.Please attach cover letter and CV (inform detail educational background, detail experiences (if any), expected salary and recent photo).We regret that only short-listed candidate will be notified. 

Best Regards,

Farida Fitriani

Supply Chain Management Division



[Lowongan Kerja] Vacancies for various positions for our Sangata Project, Kutai, East Kalimantan

VACANCIES We are an EPC company and having project at Sangata (Tanjungbara – Kutai Timur), East Kalimantan, is looking for a suitably qualified : 

1.     HSE Manager(S - HSE)

2.     Senior General Administration (S - GA)

3.     Piping Engineer (S - Piping)

4.     Civil Engineer (S - Civil)

5.     Planning Engineer (S – Planning)

6.     Tankage Engineer (S – Tankage)

7.     Project Control (S – Project Control)

8.     Instrumentation Engineer (S - Instrumentation)

9.     Electrical Engineer (S - Electrical)

10.  Plant & Machinery Engineer (S –Plant&Machinery)

11.  QA/QC  Engineer (S - QAQC)

12.  Material Control Engineer/Officer (S – Material control)

13.  Welding Engineer / Sr. Superintendent (S -Welding)

14.  Fabrication Supervisor  S – Fabrication)  

General Requirements :

a.     Indonesian nationality

b.     Age 35-45 years old

c.      At least 7-10 years experience in Oil and Gas, Petrochemical project

d. Fluent in English (writing & speaking)

e.     S1 or Bachelor degree

f.       Computer skills with latest microsoft office

g.      Possesses good organization, supervisory, communication, interpersonal and public relations skills

h.     Excellent interpersonal, good communication skill, teamwork player, honest, high integrity, fast learner, detail oriented, good initiative and self motivated

i.       Willing to work at Sangatta (Tanjungbara – Kutai Timur), East Kalimantan Province If interested, please send your application (at the subject, please state code: S-HSE or S-GA or ..etc..), including your most recent resume and recent photograph, stating your current and expected salary to:  info.indonesia@iotgroup.in , on 14 March 2014 at the latest.



Saturday, March 8, 2014

(KMI Goes to Campus STMI) Diskusi Ilmiah dan Launching Imtek Science And Engineering Club (ISEC), 25 Pebruari 2014, Gedung Sekolah Tinggi Manajemen Industri (STMI) Kementrian Perindustrian

Migas Indonesia,  Acara Diskusi Ilmiah dan Launching Imtek Science and Engineering Club (ISEC) ini merupakan acara peresmian terbentuknya  club ilmiah baru di jurusan Teknologi Kimia Industri STMI. Acara ini diadakan untuk memberitahukan kepada mahasiswa Teknologi Kimia Industri STMI bahwa ISEC telah berdiri sebagai club ilmiah yang mengedepankan bidang science dan engineering. Acara yang diselenggarakan dengan mengusung tema “Peran dan Peluang Engineer di Indonesia dalam Membangun Kemandirian Nasional” ini mengikutsertakan mahasiswa-mahasisiwi Teknologi Kimia Industri  STMI. Acara launching ISEC ini diselenggarakan oleh Depertemen P3M dan alumni Teknologi Kimia Industri STMI. Launching ISEC ini dimeriahkan dengan acara diskusi ilmiah dan sharing-sharing tentang peran insinyur antara mahasiswa dengan para engineer profesional sesuai dengan tema acara : Pada hari Selasa tanggal 25 Februari 2014 di Ruang Kelas Gedung STMI mengadakan acara “Diskusi Ilmiah dan Launching ISEC”. Acara ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada para mahasiswa  tentang peran yang penting dan peluang yang sangat besar bagi para engineer Indonesia dalam membangun Indonesia yang lebih mandiri dan mampu bersaing dengan negara lainnya. Seperti yang dikatakan oleh Ir. Suparman Chandra, Direktur PT Yama Engineer selaku pembicara. Acara ini tidak hanya dihadiri oleh para mahasiswa Teknologi Kimia Industri saja tetapi juga dihadiri oleh dosen pembimbing jurusan Teknologi Kimia Industri dan ketua Komunitas Migas Indonesia(KMI). Acara ini dimeriahkan dengan sesi potong tumpeng oleh ketua Komunitas Migas Indonesia, Bapak Herry Putranto, sebagai tanda berdirinya ISEC secara resmi. Acara ini dimulai pada pukul 10.30 WIB dan selesai pada pukul 13.30 WIB. Salam Migas S Herry Putranto Addministrator


[Lowongan Kerja] Vacancies for various positions for our Sangata Project, Kutai, East Kalimantan

VACANCIES We are an EPC company and having project at Sangata (Tanjungbara – Kutai Timur), East Kalimantan, is looking for a suitably qualified : 

1.     HSE Manager(S - HSE)

2.     Senior General Administration (S - GA)

3.     Piping Engineer (S - Piping)

4.     Civil Engineer (S - Civil)

5.     Planning Engineer (S – Planning)

6.     Tankage Engineer (S – Tankage)

7.     Project Control (S – Project Control)

8.     Instrumentation Engineer (S - Instrumentation)

9.     Electrical Engineer (S - Electrical)

10.  Plant & Machinery Engineer (S –Plant&Machinery)

11.  QA/QC  Engineer (S - QAQC)

12.  Material Control Engineer/Officer (S – Material control)

13.  Welding Engineer / Sr. Superintendent (S -Welding)

14.  Fabrication Supervisor  S – Fabrication)  

General Requirements :

a.     Indonesian nationality

b.     Age 35-45 years old

c.      At least 7-10 years experience in Oil and Gas, Petrochemical project

d. Fluent in English (writing & speaking)

e.     S1 or Bachelor degree

f.       Computer skills with latest microsoft office

g.      Possesses good organization, supervisory, communication, interpersonal and public relations skills

h.     Excellent interpersonal, good communication skill, teamwork player, honest, high integrity, fast learner, detail oriented, good initiative and self motivated

i.       Willing to work at Sangatta (Tanjungbara – Kutai Timur), East Kalimantan Province If interested, please send your application (at the subject, please state code: S-HSE or S-GA or ..etc..), including your most recent resume and recent photograph, stating your current and expected salary to:  info.indonesia@iotgroup.in , on 14 March 2014 at the latest.



[Lowongan Kerja] March 2014 Vacancy for Coal Utilization Manager - Coal Blending

Dear All, Kindly Like and Share with your colleagues, 

JAC Indonesia are opening vacancy for our Client, Coal Utilization Manager - Coal Blending

Accountability:

• Coal Quality.Liaise with Coal Quality Management Manager for product blending.

• Coal Technical Advisory. Provide technical service/advice to Marketing and Operations. Research on customer operation to identify cause of problems and develop practical fuel solutions.

• Power Business Technical Advisor.Provide technical advice to the company’s Power Business Unit.

• Quality, Safety and Environment.Ensure QS&E Management System is implemented and followed within department..

Requirements:

• Indonesian, Male, age 35- 40. Bachelor (S-1) Degree in Chemical/Mechanical Engineering.

• Experience: 5-10 years in practical operation (Power Plant).

• Computer literacy & English proficiency. Strong interpersonal skills

• Occupational Health and Safety.

• Knowledge on Coal Utilization Techniques; Mining Knowledge

• Power Plant Technology and Operation

• Coal Laboratory Operation and Standard if you are interested you may submit your resume to ali.haidar@jac-recruitment.co.id, 

You may reach me through :id.linkedin.com/pub/ali-haidar/53/403/4b8/Linkedin Group : Career Whiteboard We look forward for your resumes and good luck.

Best Regards,

Ali HaidarRecruitment Consultant Energy & Engineering

Division19F Menara Cakrawala (Skyline Building) 

JI. MH. Thamrin No.9,  Jakarta 10340 T: +62 (0) 21 3159504 / 06

M: +62 (0) 878 5670 0865

F: +62 (0) 21 3159520

E: ali.haidar@jac-recruitment.co.id www.jac-recruitment.co.id JAC Recruitment Group

Network:Japan | Singapore | Malaysia | Thailand | China | Hong Kong | Korea | UK



[Lowongan Kerja] March 2014 Vacancies for Power Plant Client in Balikpapan

Dear All, Kindly Like and Share with your colleagues, 

JAC Indonesia are opening vacancies for our Client a power plant with capacity of 30 Megawatt (coal source) near Balikpapan Kalimantan, : 

1.       Project Manager 

• Managing a power plant with capacity of 30 Megawatt (coal source)

Supervising –  Divisions : Pipeline, turbine, water treatment, cooling tower etc. This position is more familiar to the plant or operation management of power plant operation.

2.       Supervisor for Powerplant Turbine 

3.    Supervisor for Powerplant Boiler

4.       Supervisor for Cooling TowerPackage :

For position on site / in Kalimantan : housing, transportation, meal is provided for self.

Schedule : 6 weeks work with 2 weeks off (flight tickets provided for self). If you are interested you may submit your resume to ali.haidar@jac-recruitment.co.id, 

You may reach me through :id.linkedin.com/pub/ali-haidar/53/403/4b8/Linkedin Group : Career Whiteboard We look forward for your resumes and good luck.

Best Regards,

Ali HaidarRecruitment Consultant

Energy & Engineering

Division19F Menara Cakrawala (Skyline Building) 

JI. MH. Thamrin No.9,  Jakarta 10340 T: +62 (0) 21 3159504 / 06

M: +62 (0) 878 5670 0865

F: +62 (0) 21 3159520

E: ali.haidar@jac-recruitment.co.id www.jac-recruitment.co.id JAC Recruitment Group

Network:Japan | Singapore | Malaysia | Thailand | China | Hong Kong | Korea | UK



Friday, March 7, 2014

[LOWONGAN KERJA] Operations Manager - Oman

We are looking for candidate to fill this position in Oman.

▶ Job Description for Operations Manager

▶ Reports to the Managing Director/Contract Manager: Responsible and accountable for the management and execution of all aspects of the Service Contract on time and within agreed costs. He should closely monitor mobilization and transition periods to ensure smooth uptake. Work closely with the HR Department to recruit and retain Key Personnel and Core Personnel under the Contract. He is to be Custodian of all Management Systems and processes pertaining to the Contract while ensuring the records are kept up to date, and ensure Contractor leadership in HSE performance.

▶ The ideal candidates shall possess proven ability to communicate, delegate and motivate all Personnel.

▶ The candidate should have a minimum of 10 years of oil field experience predominantly in drilling / well services / workover operations, 5 years of which shall have been in a managerial position in a similar integrated Service Contract.

▶ Degree in a relevant engineering discipline (B.Sc / M.Sc / B.Eng.) is mandatory, while a Post Graduate Degree in engineering / management is desirable, as also any Membership of internationally accepted applicable professional institute will be desirable.

Additional Information:

- Work Location - Oman

- Salary range - Monthly US$ 15,000 - 20,000

- Working hours - 8 hours but has to work overtime when needed

- Other relevant terms like

- Transport covered - To be included in Salary package

- Housing covered - To be included in Salary package

- Annual leave - 30 days

- Tax Level - Zero

- Medical Insurance - Yes, self and family

Send your resume to info@tecn.no

Reference: Operations Manager, Oman.

Best regards,

Arnet Rindarøy

TEC Norway

Phone: +47 415 25 026

www.tecn.no



[Vacant Positions] Procurement Manager, Procurement Officer, and HR Generalist

Dear all,

With over 30 years' experience, Air Energi are the premier supplier of trusted expertise to the oil and gas industry. Headquartered in Manchester UK, Air Energi has regional hubs in Houston, Doha, Singapore and Brisbane. We have offices in 35 locations worldwide, experience of supply for 50 countries worldwide, and through our company values: Safe, knowledgeable, innovative, passionate, inclusive and pragmatism, WE DELIVER, each and every time. Currently, we are assisting one of our client, a multinational oil & gas exploration & production company which based in South Jakarta. They are seeking for several positions as follows :

1. Procurement Manager (PM)

Requirements :

- Manage Procurement Department 

- Accountable for development of procurement strategies

- Accountable for approval of Bid-Lists and purchase orders up to certain limit of authority

- Preparation of negotiation strategies and procurement negotiations as appropriate

- Accountable for reviewing and approving Contractors requests for payment with respect to vendors, ensuring all obligations have been met before payments are released.

2. Procurement Officer (PO)

Requirements :

- Develops Bidders Lists for assigned Request for Quotation (RFQ) packages, prepares RFQ specific commercial documents and issues RFQ to suppliers for bid. Coordinates clarifications/revisions as required.

- Conducts Bid Opening and prepares Bid Ranking Prepares bid clarification requests and issues to selected bidder(s) and coordinates bidder clarification meetings.

- Arranges and conducts meetings with Suppliers, negotiates and issues PO Change Orders and prepares weekly and monthly project procurement status reports to ensure effective internal and external communication.

- Assists in expediting receipt of PO close out forms from Suppliers.

Investigates and responds to Document Control’s queries concerning Vendor documentation.

- Arranges for site and/or offshore technical services required of suppliers.

- Assists in updating the Corporate Supplier database based on the performance of suppliers for each of the various types of equipment, materials, and services usually purchased for projects. Assists with qualifying new suppliers, ensuring that they meet qualification requirements. Utilizes the Supplier Performance Management System to provide timely feedback to suppliers.

3. HR Generalist (HRG)

Requirements :

- Coaching managers and management with respect to the application of core HR practices, processes and tools.

- Providing timely, high quality support to managers to ensure employee relations, organizational design and recruitment needs are addressed appropriately.

- Partners with managers to day to day administration of policies and programs covering areas which may include recruiting, compensation and benefits, training, employee and labor relations, and personnel research.

- Actively participating in client management teams, gaining an understanding of their business and opportunities to support with HR solutions and information.

- Designs and manages execution of plan to improve employee engagement.

If you have the required experience and would like the opportunity to join with us, please email your application to:

 mpattiasina@airenergi.com

Thank you.

Best regards,

Marsha Gabrielle

PattiasinaRecruitment Consultant at Air Energi Indonesia

If you have the required experience and would like the opportunity to join with us, please email your application to:

 mpattiasina@airenergi.com

Thank you.

Best regards,

Marsha Gabrielle

PattiasinaRecruitment Consultant at Air Energi Indonesia