ARTIKEL
Umum

Bidang Keahlian

-
- Eksplorasi
-
- Reservoir
- Pemboran & Produksi
- Geologi
- Geofisika
- Pertambangan
- Proses
- Kimia Terapan
- Elektrikal
- Instrumentasi
- Mekanikal
- Piping
- Pipeline
- Struktur
- Sipil
- Material
- Korosi
- Reliability
- Geodesi
- Pengelasan
- Laboratorium
- Inspeksi Teknis
- Manajemen Proyek
- Pengadaan (SCM)
- K3LH (HSE)
- Manajemen Mutu
- Standarisasi
- Telekomunikasi
- Teknologi Informasi
- Pemeliharaan
- Energi Alternatif
- Ekonomi Migas
- Manajemen Umum
- Hukum
- Community Dev
- SDM
- Produksi
- Marine
- Transportasi

Kebijakan

Standar Nasional Indonesia(SNI)

Profil

- Tokoh
- Perusahaan

Komunitas Migas Indonesia(KMI)

Jurnal KMI

INFO
Lowongan Kerja
Serba Serbi
REDAKSI
Kontak Kami
Jasa Layanan
Statistik
Sponsor
 
 
 
Place your ads here
 
Milis Migas Indonesia
 
 
 
Link Industri
Komunikasi
Konsultan
Kontraktor
Forum Diskusi
Pengeboran
Migas Pemerintah
Sumber Daya Manusia
Teknologi Informasi
 
Link Umum
Badan Pemerintah
Lowongan Kerja
Hukum
Majalah
Militer
Kementerian
Berita
Lainnya
 
 

   
   
   
   
   
       
 
Cari   di         english
Daftarkan Link anda disini !! gratis
Home > Artikel > Bidang Keahlian > Produksi >
 
09 /02 /10 14:42:08
Partner Shtokman menunda pengerjaan produksi
Oleh Administrator
 

Mengutip "perubahan dalam situasi pasar dan khususnya di pasar LNG," Shtokman Development AG telah menunda 3 tahun pengerjaan produksi dari lahan gas-kondensat Shtokman di Barents Sea.

Partnership Gazprom, Total, dan Statoil mengatakan keputusan investasi terakhir pada pipaline gas akan dilakukan Maret 2011 dan pada LNG sebelum akhir 2011.

Jadwal tersebut akan memungkinkan untuk memulai produksi gas pipaline pada tahun 2016 dan LNG pada 2017, masing-masing 3 tahun kemudian dari awal yang direncanakan.

Lahan, ditemukan pada tahun 1988, memegang sekitar 135 tcf dari recoverable gas. Lahan terletak pada 1.100 ft dari perairan dekat tepi laut es musim dingin.

Para mitra Shtokman telah memutuskan untuk merawat fasilitas produksi offshore, pipa ke pantai, dan treatment gas di darat sebagai taraf dalam tahap pertama dari proyek pembangunan yang terpisah dari pengerjaan LNG.

Tahap pertama mentargetkan produksi sebesar 2,4 bcfd gas dari 20 sumur produksi yang dibor dari tiga template subsea. Ini termasuk instalasi unit produksi floating, pembangunan dual-phase pipelines ke pantai, pembangunan liquefaction plant di Teriberka, dan link ke pipeline North Stream yang melayani Eropa.

Sumber: www.ogj.com

 
 
Download :
Komentar 0 | Beritahu teman | Versi Cetak
 
Artikel Lainnya
 
Babbage memulai produksi gas - 11 /08 /10 04:18:05
Western Refining menangguhkan kilang Yorktown - 10 /08 /10 10:29:15
Produksi minyak dimulai dari lahan Arcadia di Mesir - 04 /08 /10 11:06:20
Rangkuman Diskusi
Struktur biaya produksi sebuah kapal laut
- 16 /06 /10 09:51:27
ExxonMobil akan mendorong produksi lahan Tapis di Malaysia - 11 /06 /10 09:17:19
Newfield memperoleh minyak pertama dari Sargent - 28 /04 /10 10:27:01
Lahan Huizhou di offshore China dalam full production - 22 /04 /10 07:48:13
Shell memulai produksi di Perdido - 01 /04 /10 10:29:14
Shell dan Virent memulai produksi di biofuel demonstration plant - 24 /03 /10 10:46:29
Project MTJDA-B17 memulai produksi - 24 /02 /10 19:47:51
 
 
 
 
 
 
Username
Password
Daftar Sekarang!!
Lupa password ?
 
Setujukah anda dengan keputusan pemerintah untuk menaikan harga BBM ?
Setuju
Tidak Setuju
Ragu - Ragu

      Hasil

Place your ads here Place your ads here Place your ads here Place your ads here Place your ads here
 
Home | Artikel | Galeri Foto | Download | Forum Diskusi | Arsip | Jajak Pendapat
 
Lebih baik pada resolusi 1024X768
dengan Netscape Navigator 4.x
atau Internet Explorer 4.x keatas
   
© 2002 - 2009 migas indonesia online
Hosted By Lubna Webhosting