ARTIKEL
Umum

Bidang Keahlian

-
- Eksplorasi
-
- Reservoir
- Pemboran & Produksi
- Geologi
- Geofisika
- Pertambangan
- Proses
- Kimia Terapan
- Elektrikal
- Instrumentasi
- Mekanikal
- Piping
- Pipeline
- Struktur
- Sipil
- Material
- Korosi
- Reliability
- Geodesi
- Pengelasan
- Laboratorium
- Inspeksi Teknis
- Manajemen Proyek
- Pengadaan (SCM)
- K3LH (HSE)
- Manajemen Mutu
- Standarisasi
- Telekomunikasi
- Teknologi Informasi
- Pemeliharaan
- Energi Alternatif
- Ekonomi Migas
- Manajemen Umum
- Hukum
- Community Dev
- SDM
- Produksi
- Marine
- Transportasi

Kebijakan

Standar Nasional Indonesia(SNI)

Profil

- Tokoh
- Perusahaan

Komunitas Migas Indonesia(KMI)

Jurnal KMI

INFO
Lowongan Kerja
Serba Serbi
REDAKSI
Kontak Kami
Jasa Layanan
Statistik
Sponsor
 
 
 
Place your ads here
 
Milis Migas Indonesia
 
 
 
Link Industri
Komunikasi
Konsultan
Kontraktor
Forum Diskusi
Pengeboran
Migas Pemerintah
Sumber Daya Manusia
Teknologi Informasi
 
Link Umum
Badan Pemerintah
Lowongan Kerja
Hukum
Majalah
Militer
Kementerian
Berita
Lainnya
 
 

   
   
   
   
   
       
 
Cari   di         english
Daftarkan Link anda disini !! gratis
Home > Artikel > Bidang Keahlian > Pengadaan (SCM) >
 
11 /11 /09 07:13:19
Rangkuman Diskusi
Perhitungan min. dan max. reorder quantity

Oleh Administrator
 

Tanya - Maurina Andriana

Rekan migas Indoneia,

Apakah ada yang mengetahui bagaimana cara menghitung minimum reorder quantity dan maximum reorder quantity utk spare part? dan juga kapan kita menentukan untuk reorder (reorder point)? sebagai gambaran, parameters yang diketahui antara lain:

MTBF, MTTR, usage rate, downtime cost (kl tdk ada spare parts), spare part cost, useful sheld life, disposable value, lead time dan estimated equipment life. Untuk bantuannya, saya ucapkan terima kasih.

Tanggapan 1 - Rochland Yoseph

Dear Maurina,

Sedikit sharing ya.

BTW parameter awal yang sampeyan sodorkan di bawah mostly adalah parameter2 teman2 kita di Maintenance Dept, sementara Min-Max sendiri biasanya sudah di area SCM dg parameter SCMnya, namun hal ini masih bisa di-interface-kan kok.

Dan parameter2 maintenance tsb selain untuk interfacing ke parameter SCM di bawah, juga untuk penentuan model2 Stock Replenishmentnya (e.g. : Planned Deterministic, Min-Max).

Penghitungan parameter Min Max yang pernah saya implementasikan (dlm hal ini sesuai dg nature parts movement di situ tentunya ya :p) prinsip generalnya a.l sbb :

1. Min-Max sbnrnya adlh salah satu model utk suatu penghitungan parts replenishment stock, selain metode Planned Deterministic. Min-Max recommended untuk parts dg spec a.l. : consumable, valuenya tidak terlalu tinggi & tingkat konsumsinya tinggi (reguler), relatively tidak terlalu membutuhkan technical expertise pada setiap permintaannya. Dg kata lain (just make sure), material/parts dg spec : Supervised, Insurance, Programmable (e.g : drilling) tidak akan memakai pendekatan Min-Max ini.

2. Parameter awal yang diperlukan untuk menghitung Stock Replenishment, termasuk Min-Max adlh :

a. *Monthly consumption forecast* (qty/month)

b. *Cycle Order (CO)*, yaitu rentang waktu stock replenishment (month), mis. kalau replenishment dilakukan 2 minggu sekali maka CO = 0.5.

c. Estimasi *Total Lead Time* parts tsb (month)

d. Estimasi *besarnya fluktuasi* atas parameter2 di atas (yang disepakati perlu untuk di-antisipasi), kaitannya utk Safety Level atau Buffer Stock.

3. Parameter untuk penentuan *Min-Max* adalah :

a. *Safety Level*, sbg pengaman atas ketersediaan stock kita yang besarnya adalah sesuai dg estimasi tingkat ketidakpastian consumption maupun lead time & cycle order.

Rumus umum Safety Level (S) adalah :

S = faktor pengaman x standart deviasi dari tenggang waktu proses

b. *Min Level*, bisa sekaligus kita assume sebagai *Re-Order Point, adalah terdiri dari Safety Level + "komponen Lead Time" (KLT)*, di mana :

*KLT = total lead time (month) x monthly consumption forecast *

c. *Max Level = Reorder Point + Komponen Cycle Order (KCO)*, di mana :

KCO = Cycle Order (month) x monthly consumption forecast

Demikian sharing dari saya, dan please correct me if I'm wrong.

 
 
Download :
Komentar 0 | Beritahu teman | Versi Cetak
 
Artikel Lainnya
 
Rangkuman Diskusi
Certificate untuk Menjamin Kualitas Barang yang Dibeli
- 19 /11 /09 16:41:39
Rangkuman Diskusi
Pindah dari non migas ke migas, why not ??
- 17 /11 /09 12:39:10
Rangkuman Diskusi
Syarat KD (Kemampuan Dasar) dalam tender
- 16 /07 /09 10:28:42
Rangkuman Diskusi
Bidbond
- 20 /05 /09 13:06:31
Supply Chain Strategy in the Oil and Gas Sector - 19 /05 /09 11:02:14
Rangkuman Diskusi
Teori antrian untuk kebutuhan kontainer
- 29 /04 /09 14:52:42
Rangkuman Diskusi
Tender Yang Tidak Berkesudahan
- 10 /03 /09 14:38:54
Rangkuman Diskusi
CIF Contarct Basis
- 15 /10 /08 11:19:06
Rangkuman Diskusi
Technical Bid Evaluation Report
- 13 /05 /08 13:59:13
Rangkuman Diskusi
Supply Management
- 25 /04 /08 13:13:13
 
 
 
 
 
 
Username
Password
Daftar Sekarang!!
Lupa password ?
 
Setujukah anda dengan keputusan pemerintah untuk menaikan harga BBM ?
Setuju
Tidak Setuju
Ragu - Ragu

      Hasil

Place your ads here Place your ads here Place your ads here Place your ads here Place your ads here
 
Home | Artikel | Galeri Foto | Download | Forum Diskusi | Arsip | Jajak Pendapat
 
Lebih baik pada resolusi 1024X768
dengan Netscape Navigator 4.x
atau Internet Explorer 4.x keatas
   
© 2002 - 2009 migas indonesia online
Hosted By Lubna Webhosting