Thursday, December 27, 2012

JOB POSTING (Lowongan MIGAS)

Dear bapak / ibu moderator, mohon ijinnya untuk meneruskan lowongan di PHE. 

Dengan hormat, 

Berikut kami kirimkan lowongan dengan detail Job Title, Job Responsible & Job Requirement, paling lambat 4 Januari 2013. Aplikasi bisa dikirimkan dengan kode subject email dan alamat pengiriman sesuai dengan tabel pada file terlampir. Beberapa posisi tersebut membutuhkan background :

Ilmu ekonomi
Akuntansi
Hukum
Teknik Geologi
Teknik Elektro
Teknik Kimia
Teknik Mesin
Teknik Perminyakan
Teknik Pertambangan
Teknik Industri
Teknik Bangunan Kapal
Teknik Kelautan
Teknik Kelistrikan Kapal
Teknik Perkapalan
Teknik Permesinan Kapal
Teknik Sistem Perkapalan

Demikian informasi kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. 

Salam

David


From: Rahmaty Aliyuddin
Sent: Thursday, December 27, 2012 10:48 AM
To: David Ontosari Medi Setyawan
Cc:
Subject: JOB POSTING (Lowongan MIGAS)
Importance: High
 
Dear Mas David,
 
Mohon bantuannya untuk JOB POSTING (Lowongan MIGAS).
Terlampir kami sampaikan Job Title, Job Responsible & Job Requirement – nya.
 
Mohon kirim CV & Sertifikat sebelum tanggal 04 Januari 2013 ke :
 
 
Terima kasih atas bantuannya Mas David Ontosari.
 

Lowongan Proposal Engineer (Singapore)

Sehubungan adanya vacancy di company kami yg berlokasi di Singapore, sang boss minta tolong rekomendasikan Proposal Engineer.
Sebenarnya melalui social network yg saya punya, saya sudah dapat beberapa CV dan coba saya rekomendasikan.
But, boss kurang prefer.
Oleh karena itu silakan bagi teman2 yang benar2 memiliki kualifikasi seperti deskripsi di bawah untuk mengirimkan CVnya.
Notice that saya bukan HR Manager or something like that. Cuma pegawai biasa, jadi, jangan kirim lamaran2 yang lain ke saya.

Designation: Proposal Engineer
Description:
1. Pengalaman 5 tahun++ di bidang Migas
2. Mempunyai worked experience mengenai estimasi Process Modules, on-shore atau off-shore (FPSO, MOPU, etc) systems di bidang Piping,  Electrical, Instrumentation, Structural, Equipments estimation.
3. Mempunyai worked experience mempersiapkan proposal untuk Process Modules
4. Familiar dengan vendor2 equipments untuk mendapatkan best price
5. Menyertakan history tentang project yang pernah dia menangkan dan total value-nya.
6. Preferred Salary

Terima kasih.

Salam,

firdaus firdaus.st@gmail.com

Firdaus

[Vacancy] Senior Engineer (Planning & Scheduling)

Tanggal Posting : 19 Desember 2012
 
Dear all,
Please find below vacancy for your perusal.
Please submit your application to bharat@sofomation.com if you're interested.


It was nice talking with you Sir. Please forward this mail to your friends & colleagues who will be interested for PETRONAS.
 
 
Hello Sir,
 
Greeting!!!!!!
 
We are - SOFOMATION - a human resource staffing agency providing highest standards of quality and professionalism. We pride ourselves on our efficient, professional and yet personal services both to our clients and applicants and our ability to supply the right staff complements the recruitment needs of our esteemed clients. 
 
Positions: - Senior Engineer (Planning & Scheduling)
 
Location:-  Malaysia
 
Client:-  PETRONAS
 
 
You can also share this E Mail to your friends & colleagues who will be interested for the Openings.
 
Job Description for :- 
 
·         Develop, analyze and review a consolidated DD's overall project schedule identifying areas of concern and recommend counter measures and next course of action to recover the progress shortfall and achieve the project objectives to ensure achievement of PCSB's target.
·         Develop and coordinate the overall project schedule, work breakdown structure that cover all activities and major milestones with logical sequence to ensure successful project completion for maximum value creations of PCSB's project.
·         Develop, review and analyze the Long Term Master Integrated Plan for drilling rigs, installation barges, hook-up commissioning vessels, fabrication yard loading in order to integrate and align with PCSB's objectives.
·         Proactive reporting and follow up on project activities and action items.
·         Establish and maintain reporting system for issuing monthly highlights to management.
·         Provide presentation materials for meeting/discussions
·         Provide training and coaching to develop Project Planners within the Department in areas of Project Scheduling, Project Management tools i.e. utilization of CPM Project Mgmt. Software and effective Schedule development.
 
 
Kindly Fill the followings & send it to me with your updated CV.
 
1.      Total Experience:-
2.      Current Designation:-
3.      Current Organization:-
4.      Current Annual Salary:-
5.      Expected Annual Salary in Dollars:-
6.      Notice Period:-
7.      Contact No:-
8.      Nationality:- 
9.      Date of Birth:-
10.  Avaliabililty of interview dates:- 
11.  English Speaking:-
12.  Have you ever interviewed by PETRONAS before:-
 
 
Thanks & Regards
 
Bharat Bhushan Panigrahy
Sofomation Energy

PD meter VS Turbine meter

Turbine meter digunakan untuk aplikasi upstream, yang nantinya akan dibagi menjadi flow yang menjadi lebih kecil, atau aplikasi downstream, yang dari banyak flow lebih kecil, digabung menjadi flow yang lebih besar.

Kalo PD meter biasanya digunakan untuk aplikasi flow yang lebih kecil, bilamana turbine pada upstream, maka PD meter pada downstream.

Turbine meter lebih rentan pada turbulensi, sehingga pada bagian upstream dari turbine itu perlu dipasang anti turbulen, seperti vane atau yang lainnya. juga ada syarat jarak minimal upstream dan downstream dari turbine itu yang harus bebas dari pipe tapping.
Seperti untuk upstream minimal 10x dari diameter pipa dan downstream 5x dari diameter pipa.


Tanya - vaulzan


Saya mau tanya kelebihan dan kekurangan turbine meter di bandingkan PD meter untuk aplikasi custody meter oil.

manakah yang lebih baik di gunakan untuk oil yang agak dirty. apakah BP migas memboleh kan PD meter untuk custody meter?

Terimakasih,


Tanggapan 1 - djohan.bingito


Bang Vaulzan,_
kalau mau milih antara turbinemeter dan PDmeter bisa dibandingin viscositycairan yang mau diukur, turbinemeter tidak bagus untuk high viscous liquid.Kalau liquidnya kotor (banyak pasir, sludge atau lainnya) baik turbinemeteratau PDmeter mungkin gak cocok karena dua2nya pakai moving parts, perludicari flowmeter lainnya misalnya ultrasonic (untuk gas sudah di approveMIGAS, yang liquid perlu ditanyakan), magnetic atau coriolis tapi perludicek ke MIGAS apakah sudahdiapprove untuk aplikasi metering.

semoga bemanfaat


Tanggapan 2 - Maison Des Arnoldi


Tergantung kepada viscositynya, berdasarkan API keduanya dapat/ boleh yang berbeda yaitu ketelitiannya,  untuk viscosity relatif besar (crude, LSWR) disarankan pakai PD meter. untu viscosity rendah (kerosine, avtur, premium, diesel) disarankan pakai PT meter. keduanya harus dilengkapi dengan prover dan flow dan prover computer.


Tanggapan 3 - Gary W wiwaha_g

Selain menggunakan Magnetic Flowmeter, bisa juga menerapkan V-Cone Flowmeter.  Tp sekali lagi bisa cek dan recek ke Migas untuk penggunaan flowmeter tersebut.


Tanggapan 4 - Sofyan Yusuf sofyan2@pertamina

Untuk info tambahan jika ingin mengetahui Meter apa yang cocok digunakan untuk keperluan operasi anda silahkan lihat Meter Selection Guide di web site ini :

http://info.smithmeter.com/appliguide/application_new.asp

Mudah mudahan bermanfaat.


Tanggapan 5 - priyo_a_s


Pak Vaulzan,

Berdasarkan pengalaman saya, turbine meter digunakan untuk aplikasi upstream, yang nantinya akan dibagi menjadi flow yang menjadi lebih kecil, atau aplikasi downstream, yang dari banyak flow lebih kecil, digabung menjadi flow yang lebih besar.

Kalo PD meter biasanya digunakan untuk aplikasi flow yang lebih kecil, bilamana turbine pada upstream, maka PD meter pada downstream.

Turbine meter lebih rentan pada turbulensi, sehingga pada bagian upstream dari turbine itu perlu dipasang anti turbulen, seperti vane atau yang lainnya. juga ada syarat jarak minimal upstream dan downstream dari turbine itu yang harus bebas dari pipe tapping.
Seperti untuk upstream minimal 10x dari diameter pipa dan downstream 5x dari diameter pipa.

Kalo masalah akurasi, saya rasa itu relatif sama, walau kedua device ini memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi dibanding flow meter yang lain seperti orifice, venturi, magnetic, etc.

Tapi untuk aplikasi high viscosity, perlu dicoba yang tidak menggunakan moving parts.

Mohon pencerahan juga dari para metering specialist...

Pencerahan Community Development

ComDev merupakan program yang dijalankan perusahaan untuk mengembangkan daerah sekitarnya, kasarannya perusahaan melakukan kegiatan "terima kasih" dengan lingkungan (masyarakat, dan lingkungan itu sendiri)..


Tanya - Haga Nugraha


Selamat siang,

Saya masih baru di bidang migas ini, saya minta pencerahan tentang  community development (CD) program yang saat ini didengung2kan sm  masyarakat yang terkena dampak migas.

Terima kasih sebelumnya.


Tanggapan 1 - R. Putra MS ractnoputra_migas


Dear Pak Haga and Miliser,

ComDev merupakan program yang dijalankan perusahaan untuk mengembangkan daerah sekitarnya, kasarannya perusahaan melakukan kegiatan "terima kasih" dengan lingkungan (masyarakat, dan lingkungan itu sendiri)..

setahu saya kegiatan ini dilakukan oleh hampir semua perusahaan "besar" yang berwawasan lingkungan.. programnya bisa bermacam2.. ambil contoh saja.. missal kita buat Plant di daerah baru yang jauh dari "peradaban" menjadi kepentingan perusahaan tersebut untuk membantu melakukan peng-akselearsian perkembangan masyarakat tersebut.. misal dengan memberikan bantuan pendidikan, penyediaan sumur air bersih, listrik, dan hal-hal lain yang dirasa menjadi kebutuhan dasar masyarakat sekitar... sehingga istilahnya perusahaan udah ngambil dan numpang tempat buat beridiri plant masyarakat sekitar juga dapat merasakan manfaat dengan keberadaan perusahaan tersebut bukan semata "eksplorasi" kira-kira begitu..

mungkin ada tambahan dari Bapak2 yang lain..


Tanggapan 2 - Haga Nugraha


Bapak2 sekalian, jadi pengen nanya lagi nih...
Kalau comdev itu kaya timbal balik, apa pemerintah sudah membuat semacam  peraturan yang baku yang mengatur semuanya sehingga tidak ada  kecemburuan antar masing2 lokasi (daerah)?
Soalnya kan yang selama ini diperhatikan keliatannya hanya masalah  pencemaran (yang berhubungan dengan benda mati) tapi benda hidup alias  manusianya cuma bisa teriak2 iri dengan benda mati (air, udara, tanah).

Sebelumnya makasih ya Pak Putra atas penjelasannya...maklumlah saya lagi  pengen belajar banyak.....


Tanggapan 3 - Steven.Brown@erm

Comdev sudah diatur dari BP Migas, tapi tetap ada kecemburuan antar  lokasi. Kalau dinilai dari puasnya masyarakat, effectiveness dari comdev  sangat jelek, padahal perusahaan oil and gas sudah habiskan banyak uang  dalam program comdev nya. Pendekatan comdev di bidang migas harus ditinjau  kembali, supaya lebih effective bagi perusahaan maupun masyarakat.


Tanggapan 4 - R. Putra MS ractnoputra_migas


Dear Pak Haga dan Pak Steve...

Seperti yang saya ulas pada email yang kemaren ini merupakan CD merupakan kegiatan "terima kasih".. kalau pun hal ini sudah diatur di BP Migas.. saya piker seperti regulasi yang lain hal ini mengatur keadaan "minim" jadi kalo' company kita pengen lebih yagh tidak apa2 selama company kita mampu.. kalo tidak mampu yagh udah, yang sesuai dengan aturan ajah.. (oia Pak Steven kira2 saya bisa di kasih tau web site apa yang memuat aturan tersebut.. mungkin ini jadi penting buat saya dan Pak Haga.. bukan begitu Pak Haga?? hehe..)

truss kalo' masalah kecemburuan dan kepuasan itu menjadi relatif menurut saya apalagi kita ngomomng kepuasan "masyarakat" yang jadi pertanyaan berikutnya "masyarakat" yang mana?? (yang penting kita sesuai aturan main badan yang berwenang, yaitu minim dulu), FYI saya besar TK-SMU di Bontang dilingkungan perusahaan pengelola Gas Alam Cair.. menurut penglihatan saya sudah banyak sekali CD yang diberikan oleh perusahaan tersebut.. dan saya pikir jumlahnya pasti tidak sedikit, tetapi tetap saja "masyarakat" disana masih banyak yang mengeluh kurang perhatian lah.. gak pernah kasih sumbangan lahh.. kalo' ada masalah sedikit nyalahin perusahaan itu bukannya pemkot (aneh kan!!??) dan masih banyak lagi... sesuai dengan sifat dasar manusia yaitu tak pernah puas maka untuk penjalanan CD ini kita harus mempunyai acuan dan pegangan yang kuat dulu (yang gak goyang2) yaitu aturan (BP migas seperti yang Pak Steven bilang) bukan masalah cemburu dan ketidak puasan "masyarakat", oia satu lagi ternyata media lokal mempunyai peran yang cukup kuat.. karena biasanya masyarakat lebih percaya kalo' melihat media dari pada mendengar langsung dari sumbernya.. dengan melihat angka2 pada media local yang telah kita berikan "masyarakat" mungkin akan lebih percaya dan mempercayai CD yang kita lakukan itu tidak main2 dan kepuasan akan sedikit terlampiaskan..

tapi kembali lagi ini prinsipnya adalah terima kasih jadi apa kata orang terserah deh... hehe..

Bapak2 yang lain Monggo yang punya masukan...


Tanggapan 5 - Haga Nugraha


Iya pak Putra..eh salam dulu ding,

To bpk2 yang ngerti CD,

terima kasih pak Putra, iya saya pengen tau ada regulasi khusus dari  badan yang berwenang untuk program CD ini. saya pernah mbaca sedikit tentang CD dibeberapa tempat  (lokasi),penggolongan CD masih kabur gitu deh,  seperti misalnya  bantuan  buat  pejabat pemerintah dimasukkan dalam program CD, apa bisa  en  bener? trus ada pemrakarsa yang memasukkannya dalam bantuan yang  sifatnya insidentil dan bukan CD. saya jadi aak bingung.... kalau memang BPmigas yang ngatur semuanya, berarti amat mungkin BPmigas  punya semacam acuan yang bisa disharingkan ke saya dan temen2 (kalau  boleh dan tidak berkeberatan). Selama ini sih saya beranggapan kalau program CD itu bukan jangka pendek  tapi lebih menitikberatkan pada kesejahteraan masyarakat dalam jangka  waktu yang panjang (kalau ga salah di bidang migas ada kontrak sekitar  10-20tahun ya?) nah dari selama itu kan tentunya dengan itikad yang baik  dari masing2 pihak, bisa ngebantu masyarakat setempat.


Tanggapan 6 - R. Putra MS ractnoputra_migas


Dear Pak Haga dan Miliser..

wahh kalo' udah masuk penggolongan dan regulasi saya angkat tangan.. pengetahuan saya masih sampai yang ada sudah saya jelaskan kemaren.. mungkin ada Bapak2 yang bisa bantu..??

Jarak Aman Pemancangan Concrete Pile

Ada beberapa metode untuk memprediksi getaran maximum akibat pemancangan tiang. Diantara metodenya :

1. Metode Attewell and Farmer
2. Metode Wiss
3. Metode Heckman and Hagerty
4. Metode J.M Ko, Et Al
5. Metode Rahardjo

Semua metode diatas menggunakan partikel kecepatan sebagai batasannya yang kemudian dibandingkan dengan maximum kecepatan yang diijinkan. Dibeberapa negara telah memiliki peraturan bangunan untuk mencegah kerusakan akibat peristiwa getaran akibat pemancangan seperti DIN 4150 (German), Swiss Association of Standardization (Swiss), Bumines (USA) dan Edwards (Canada).



Tanya - Indratmo Jaring Prasojo@tripatra

Dear Bpk/Ibu yth,

Saat ini saya sedang mendesign pondasi untuk overflow tank dan overflow pump di sebuah lapangan migas. Karena ada beberapa perubahan, letak overflow pump digeser ke suatu lokasi, berdekatan dengan dike wall dari overflow pump (existing), dan jarak antar keduanya berkisar 2 m. Pondasi yang digunakan untuk menopang overflow pump adalah pondasi pile (concrete pile, diameter 12 in) dengan panjang berkisar 12 m. Adakah di antara Bpk/Ibu yth mempunyai atau mengetahui standar/peraturan/code, baik local maupun international yang mengatur jarak aman pemancangan sebuah concrete pile dengan struktur / bangunan eksisting?

Terimakasih atas pencerahannya.


Tanggapan 1 - didik.s.pramono@exxonmobil


Mas Indratmo,

Kalau hanya 12 inch pile yang akan di install mungkin bisa menggunakan strauss pile, dimana dia tidak memerlukan hammer untuk installasinya, melainkan soil digging dan di cor dengan menggunakan casing, jadi getaran akibat hammer bisa dihindari. Tapi harus dipertimbangkan mechanical specification dari pompa yang akan di install, kemungkinan ada vibrasi dari pompa saat operation. Jadi kekuatan pondasi dengan strauss pile bisa diperhitungkan di awal sehingga bisa ditentukan berapa diameter dan jumlah pile yang akan di install.


Tanggapan 2 - Alex Kajuputra


Pak Indratmo,

Setahu saya belum ada peraturan atau code yg mengatur hal yg anda sebutkan dibawah.
Perlu dilihat sensitivity struktur2 disekitarnya terhadap getaran akibat pemancangan. Menurut saya untuk pondasi pancang berdiamter kecil tidak mengakibatkan getaran yang terlalu besar....termasuk yg berdiameter 12 in.

Tapi jika struktur2 disekitar sangat peka terhadap getaran, mgkn bisa digunakan system jack pile yg akan byk mengurangi getaran. Ada plus dan minus system ini....plusnya minim getaran...minusnya diameter pile tidak bisa terlalu besar dan jarak clearance pancang dgn struktur existing cukup besar.


Tanggapan 3 - andiono


Pak Alex dan Pak Indratmo,

Apa kabar pak Alex ?

Saya hanya menambahkan keterangan dari pak Alex.
Kalo merujuk ke buku punya US Army Corps Engineer disebutkan bahwa jarak minimum untuk pekerjaan pile dengan dengan menggunakan hammer sebesar 100 feet ato kurang lebih 30 m dengan bangunan yang ada. Penggunaan alat juga memegang peranan didalam pekerjaan pile. Seperti saran dari pak Alex bahwa penggunaan system jack pile juga bisa dipertimbangkan jika jarak dengan bangunan berdekatan ato bisa pake bored pile yang beberapa hari lalu sudah dibahas panjang lebar oleh pak Alexander Purba. System Jack Pile ato Push Pile juga punya keterbatasan maximum kapasitasnya hanya sampai 50 ton dengan 32 cm ukuran pilenya.

Kalo memang harus menggunakan hammer sebagai alat pada saat driving. Ada makalah yang ditulis oleh Prof. Paulus P. Rahardjo dengan judul Efek Getaran pada Pemancangan Tiang.
Didalam makalah tersebut dijelaskan ada beberapa metode untuk memprediksi getaran maximum akibat pemancangan tiang. Diantara metodenya :

1. Metode Attewell and Farmer
2. Metode Wiss
3. Metode Heckman and Hagerty
4. Metode J.M Ko, Et Al
5. Metode Rahardjo

Semua metode diatas menggunakan partikel kecepatan sebagai batasannya yang kemudian dibandingkan dengan maximum kecepatan yang diijinkan. Dibeberapa negara telah memiliki peraturan bangunan untuk mencegah kerusakan akibat peristiwa getaran akibat pemancangan seperti DIN 4150 (German), Swiss Association of Standardization (Swiss), Bumines (USA) dan Edwards (Canada).

Sementara kalo metode yang diusulkan oleh Prof. Rahardjo menggunakan data sondir sebagai variabelnya untuk menentukan efek getaran akibat pemancangan.

Barangkali untuk lebih detail bisa merujuk ke makalah tersebut atau bisa japri kesaya untuk saya usahakan men-scan makalah tersebut tapi tentunya setalah mendapat ijin dari penulisnya Prof. Paulus P Rahardjo.

Terima kasih,


Tanggapan 4 - Alex Kajuputra


Kabar baik pak Andiono.

Betul sekali seperti yg dikatakan oleh pak Andiono ttg makalah oleh Prof. Paulus Rahardjo itu....sy pernah ikut seminar yg membahas makalah tersebut....tp sayang tidak tau dimana makalah itu sekarang. Pak Paulus membuat makalah itu berdasarkan pengalamannya sebagai saksi ahli dalam pengadilan utk memutuskan pihak yg bersalah antara pengembang/kontraktor dengan rumah penduduk disekitarnya. Pada saat itu penduduk mengeluh terjadi keretakan pd tembok rumah mereka akibat pekerjaan pemancangan yg dilakukan oleh kontraktor tersebut.

Barangkali pada waktu itu Pak Andiono jg hadir di seminar itu tapi kita belum saling kenal.

Demikian sekilas info.


Tanggapan 5 - Aleksander Poerba

Rekans,
Memang benar, setahu sy juga belum ada code yg mengatur secara rinci mengenai hal ini. Dan sy juga pernah hadir dalam presentasi Makalah Pak Paulus tersebut. Seingat sy, apa yg dilakukan oleh Pak Paulus dkk, adalah pendekatan empiris berdasarkan pengamatan dan pengalaman di lapangan. Sy punya makalh yg dimaksud tapi dalam bentuk hardcopy.

Ada juga pendekatan secara empris lainnya dengan grafik yang dikeluarkan oleh JE Richart (Vibration of foundation and soil). Ini buku kuno, yg sangat mudah dimengerti. Ada grafik yang memuat antara frequency (dr machine) dan amplitude of vibration.

Wednesday, December 19, 2012

Tanya QS

Secara umum scope profesi Quantity Surveyor (& juga Cost Engineer) meliputi total life cycle cost management, antara lain :
- capital investment analysis
- estimate operating / manufacturing cost
- risk analysis
- procurement management
- planning / scheduling
- cost control
- contract administration
- dispute resolution
- facility management, dst

Biasanya praktisi Quantity Surveying tidak melakukan semua hal di atas, karenanya kita sering dengar profesi estimator, project control, contract engineer, atau contract administrator.


Tanya - Iqbal Husni

Mohon pencerahan dari rekan2 sekalian tentang QS. apa dan bagaimana QS? apakah sama Job Responsibility dengan Project Control? Trims


Tanggapan 1 - Sukra Arnaldi@gunanusa
 
Sharing dari saya mengenai QS. Sejarah munculnya profesi QS bermula dari kebutuhan akan profesi yang independen dalam hal project cost dan tendering procedure di UK pada akhir abad 19. Profesi ini terus berkembang di UK dan menyebar di negara2 jajahannya yg kita kenal sekarang sebagai commonwealth. Di Asia Tenggara profesi QS masuk pertama kali di Singapore dan Malaysia. Di Malaysia sendiri profesi ini tumbuh dengan mapan dgn assosiasi profesinya ISM (Institution of Surveyor Malaysia). Sebenarnya institusi ini menaungi tidak hanya QS tetapi juga Land Surveyor.

Sejarah QS masuk ke Indonesia bermula sekitar tahun 1970-an. Mulanya QS asing (UK) mengerjakan proyek2 yang dibiayai oleh pemerintah UK. Perusahaan QS ini banyak merekrut engineer lokal yang dididik menjadi QS. Sekarang banyak para engineer ini yang mendidirikan konsultan QS lokal.

Dari segi expertise area, QS mempunyai 3 aspek pengetahuan yg harus dikuasai, yaitu aspek komersial, aspek kontraktual dan aspek teknis. Karena QS itu lahir di sektor konstruksi bangunan, maka aspek teknis yg dipelajari secara formal di universitas adalah yang berkaitan dengan konstruksi bangunan, plus sedikit konstruksi sipil. Dalam filosofi QS, ketiga aspek tersebut merupakan satu kesatuan yg utuh. Disektor konstruksi bangunan, ketiga aspek tersebut memang menjadi lingkup pekerjaan QS jika posisi QS tersebut sebagai Konsultan.

Saya sendiri lulus QS dari UTM (Universiti Teknologi Malaysia). Sesuai dengan naturenya QS, saya memulai karir di sektor konstruksi bangunan sebagai konsultan QS, baru 1 tahun ini nyebrang ke sektor migas. Secara aspek komersil dan kontraktual tidak ada perbedaan mendasar, tetapi memang untuk aspek teknis mesti belajar lagi dari nol.

Kalau lingkup pekerjaan QS di migas, saya juga belum tahu standardnya, QS itu harus seperti apa. Artikel2 dari Pak Kristiawan sangat membantu saya mengenali peranan QS di migas. Di perusahaan saya sekarang ini lingkup kerja QS adalah mengurus Change Order/Variation Work. Menurut saya lingkup kerja ini sudah mewakili filosofi dasar QS krn ketiga aspek QS tercakup dalam pekerjaan Change Order ini.

Di Indonesia asosiasi yang menaungi QS adalah IQSI (Ikatan Quantity Surveyor Indonesia). Asosiasi ini baru berdiri tahun 2006 dan belum well establish. Bagi rekans yang berminat ingin tahu lebih banyak tentang IQSI, bisa hubungi Pak Angky (08164855684).

Mudah-mudahan sharing ini bisa melengkapi sharing yang sudah ada dari rekans migas yang lain.


Tanggapan 2 - Dirman Artib


Udah ada yg response belum ya ?

QS, biasanya adalah Quantity Surveyor, atau Estimator.


Tanggapan 3 - Sketska Naratama

Dear pak Ahmad dan pak Iqbal

Yup, scope nya benar yaitu PMT (Project management) hanya saja kamu harus lihat dimana posisi company dan scoper kerjanya. Dimana posisi, apakah ia User (Pemilik project), Contractor atau Sub-Contractor (Sub dari contractor). Dimana scope, apakah upstream atau downstream? Disini pun masih ada beberapa sub2 nya lagi.

Btw, relatif pengalaman saya biasanya kita cukup project eng, cost control, procurement team, qc dan qhse. Pada intinya memaintain project pada Quality, Budget dan Time Delivery. Jika ambil project management sertifikasi, hal ini lebih baik lagi. Tetapi saran dari saya, ada baiknya learning by doing shg pd saat waktu nya mau ambil sertifikasi ilmunya lebih "kena"


Tanggapan 4 - Ahmad Arfan


Dear Milis Migas,

Menyambung pertanyaan Pk Iqbal, mohon pencerahannya tentang
1.QS/Cost Engineering.
2.Cost Control, Cost Engineer
3. Cost Estimator
4. Subcontractor Engineer, Contract Administrator, Contract / Legal.
5. Project Control
6. Ataupun ada lagi yang berhubungan dengan Project Contract dan Project Cost..?
Mohon pencerahannya mengenai hal-hal tsb, Main Job Responsibility dan jika memungkinkan hirearki
dalam Project Organization.

Maaf kalo agak banyak pertanyaannya.
Terimakasih atas pencerahannya.


Tanggapan 5 - kristiawan


Rekan Milis,

Secara umum scope profesi Quantity Surveyor (& juga Cost Engineer) meliputi total life cycle cost management, antara lain :
- capital investment analysis
- estimate operating / manufacturing cost
- risk analysis
- procurement management
- planning / scheduling
- cost control
- contract administration
- dispute resolution
- facility management, dst

Biasanya praktisi Quantity Surveying tidak melakukan semua hal di atas, karenanya kita sering dengar profesi estimator, project control, contract engineer, atau contract administrator.

Penjelasan lebih jauh bisa dilihat di website International Cost Engineering Council (www.icoste.org) : "What are Cost Engineering, Quantity Surveying and Project Management ?"

Pendidikan formal quantity surveying umumnya ada di negara-2 commonwealth, yang terdekat ada di Singapore, Malaysia atau Australia. Di Indonesia, QS biasanya lulusan dari fakultas teknik yang kemudian berprofesi di bidang ini.


Tanggapan 6 - hadi muttaqien

Pendapat di bawah menurut saya bila disampaikan secara teori dari membaca literatur memang bisa saja, tapi pengetahuan praktisnya adalah tidak mungkin. Bidang kerja Quantity Surveyor dan/atau Cost Engineer tidaklah harus mengerjakan semua pekerjaan yang disebut dibawah itu, tapi bila sebagai reference pekerjaannya bisa. Ada satu bidang kerja lagi yang mendekati pekerjaan termasuk "cycle cost management" yaitu Support Engineer", yang lucunya tidak semua engineer tahu akan tugas2nya, malah saya pernah menemukan engineer orang bule pun yang selalu di sebut expert tidak tahu tugas2 bidang kerja "Support Engineer".



Tanggapan 7 - Ahmad Arfan


Dear Pk Hadi,
Saya baru denger nih Pak, tentang Support Engineer dalam cycle cost management. Tolong pencerahaanya Pk.


Tanggapan 8 - Iwan Ludwig Boeky


Dear Pak Hadi,

Mohon pencerahan dari Pak Hadi mengenai tugas/fungsi dari Support Engineer.
Tks atas pencerahan dan informasinya.


Tanggapan 9 - hadi muttaqien


Pak Ludwig,
Tugas2 Support Engineer bisa dibilang hampir sama dengan tugas Contract Administration, tugasnya banyak di contractual/commercial, cost/budgetary, pada saat persiapan tender/bidding dan pada saat pelaksanaan hingga penyelesaian proyek. Cerita saya ini bila ia dipihak owner.


Tanggapan 10 - Slamet Widodo

Dear P.Arfan/Iqbal,

Scope of works, roles and responsibility hampir sama semuanya. Cuma lain persh kan lain nama / istilahnya. Yg jelas scope-nya tidak terlalu technical  tetapi lebih berorientasi kepada commercial, cost estimate, material take off dan aspek hukum (contracts / agreement). Contracts egr lebih banyak ngurusin client & subcontracts egr ngurus subcon dari persiapan tender docs, bidding, contract award, change order admin, cost report, settlement invoices, negotiation, close out report dll.

Utk universitas di negara commonwealth countries biasanya ada program studi Quntity Surveying setara dgn S-1 dan kalo tidak salah termasuk dalam fakultas teknik sipil.


Tanggapan 11 - Ahmad Arfan


Dear Bapak2 Milis Migas,

Terimakasih atas pencerahannya.
Untuk di Indonesia apakah ada asosiasi yang menaungi ataupun sebagai sarana komunikasi bagi QS ataupun cost control &
Contract Adm ?

Mechanical Anti Fouling (MAF) di Heat Exchanger

Mechanical fouling pada heat exchangers tergantung dari media yang diprosesnya.
biasanya jika tidak salah strainer bisa mencegah fauling pada heat exchngers.
fouling sendiri biasanya disebakan adanya  partikel partikel yang terdapat di liquid tersebut , seperti serat dll, yang ukurannya memungkin bisa buat Buntu HE nya dan terjadi Scaling yang dapat mengurangi Heat Trnsper area.
pada heat exchanger type plate, fouling ini  bisa diatasi dengan design khusus yaitu melebarkan gap atau jarak dari satu plate ke plate agar partikel bisa lewat, untuk yg type tubular mungkin lebih lancar,,?. saya belum ngerti untuk type ini
 

Tanya - ari diana  / Susan

Saya baru saja mulai bekerja di oil n gas company. background saya  tadinya di industri semen (tdk nyambung sama sekali). jadi benar-benar  berbekal pengetahuan ketika kuliah dulu.

ternyata yang namanya mechanical anti fouling sedikit dibahas. saat ini  saya baru belajar teori dengan search engine saja (aunty wikipedia ama  uncle google).

sudi kiranya, komunitas migas berbagi pengalaman mengenai bidang ini.  tentunya pengalaman lapangan akan sangat berharga dan berguna. terima kasih sebelumnya saya ucapkan.


Tanggapan 1 - fuad mubaraq



Ibu Susan.
Jika boleh tahu HE nya untuk type apa,,?

Mechanical fouling pada heat exchangers tergantung dari media yang diprosesnya.
biasanya jika tidak salah strainer bisa mencegah fauling pada heat exchngers.
fouling sendiri biasanya disebakan adanya  partikel partikel yang terdapat di liquid tersebut , seperti serat dll, yang ukurannya memungkin bisa buat Buntu HE nya dan terjadi Scaling yang dapat mengurangi Heat Trnsper area.
pada heat exchanger type plate, fouling ini  bisa diatasi dengan design khusus yaitu melebarkan gap atau jarak dari satu plate ke plate agar partikel bisa lewat, untuk yg type tubular mungkin lebih lancar,,?. saya belum ngerti untuk type ini

Memang tidak banyak literatur tentang fauling factor ini, tapi setiap vendor HE berbeda dalam menghitung dan menganalisa media yang dilewatkan di HE, karena fouling ini merupakan faltor penting dalam design design HE untuk aplikasi waste water atau air limbah serta aplikasi khusus lainnya, tapi jika untuk aplikasi umum, seperti clean water , fouling ini tidak terlalu berpengaruh.

Maaf jika ada yang salah.


Tanggapan 2 - ari diana


HE nya adalah shell and tube. kebanyakan di indonesia memakai MAF / tube inserter dari turbotal dan spirelf.
saya perlu informasi penggunaan di lapangan dari tube inserter ini. juga mengenai kondisi operasi dan kondisi khusus yang harus diwaspadai dalam penggunaannya.
secara teoritis, insyaallah bisa saya peroleh. tetapi kalauu berdasar pengalaman user, saya belum mendapat informasi. oleh karena itu saya coba melalui forum ini.

ok. thank sebelumnya. saya tetap berharap mendapat informasi dari forum ini.

Konvensional (4-20mA) dan Fieldbus untuk Power Plant

4-20mA bisa langsung di convert ke fieldbus (data digital) melalui converter khusus. Baru dari fieldbus itu di bangun digital DCS-nya tapi mungkin ini jadi mahal karena bapak perlu banyak membeli converternya.
Untuk solusi yang agak praktis connect saja semua I/O ke PLC (S7-300 series utk siemens atau Scheider quantun/premium), data analog tersebut oleh PLC diubah ke data digital dan di covert ke protocol profibusDP utk siemens atau modbus untuk scheider. Dari protocol comunikasi tersebut bapa bisa connect ke software HMI atau DCS.



Tanya - imron rosadi


Dalam design engineering proyek pembangkit PLTU Rembang (kap. 2x350 MW), PLTU Suralaya-8 (kap. 600 MW) serta Combine Cycle PLTGU Tanjung Priuk (kap. 740 MW) scope Distributed Control System (DCS) masih menggunakan signal konvensional (4-20 mA). DCS PLTU Rembang&Suralaya menggunakan brand Foxboro sedang PLTGU Tnj. Priuk Mitsubishi (Diasys). Jumlah I/O untuk masing2 proyek tersebut kurang lebih ada 10.000 yang terbagi menjadi :

1. I/O untuk Boiler (PLTU) dan I/O untuk HRSG (PLTGU)

2. I/O untuk Steam Turbin (PLTU)

3. I/O untuk Steam Turbin (PLTU) dan Gas Turbin (PLTGU)

4. I/O untuk BOP-Balance of Plant (PLTU & PLTGU) seperti Water treatment plant, Chlorination plant, hydrogen plant, Fuel oil, coal handling, etc

5. I/O untuk Substation Control System-SCS (PLTU & PLTGU)

6. I/O untuk Auxilary (PLTU & PLTGU)

Yang menjadi pertanyaan saya apakah untuk power plant dengan kapasitas dan jumlah I/O seperti tsb diatas sudah ada yang menggunakan teknologi Fieldbus(digital)? Dan kalau sudah ada bagaimana Reliabiltynya? Kalau ada mohon untuk di share.....


Tanggapan 1 - heruyana akbar

Dear Pa. Imron

4-20mA bisa langsung di convert ke fieldbus (data digital) melalui converter khusus. baru dari fiedbus itu di bangun digital DCS-nya tapi mungkin ini jadi mahal karena bapak perlu banyak membeli converternya.

untuk solusi yang agak praktis. Bapa connect saja semua I/O ke PLC (S7-300 series utk siemens atau Scheider quantun/premium), data analog tersebut oleh PLC diubah ke data digital dan di covert ke protocol profibusDP utk siemens atau modbus untuk scheider. Dari protocol comunikasi tersebut bapa bisa connect ke software HMI atau DCS.

Mungkin itu sedikit sharing dari sy pa.


Tanggapan 2 - imron rosadi

Tks atas informasinya pa. Heruyana....dengan banyaknya converter bagaimana  time-nya pak ? Apakah nanti akan ada delay ?. Yang kita harapkan I/O dari field instrument/control valve yang sudah field bus langsung ke DCS melalui trunk/spur cable. Tks.


Tanggapan 3 - heruyana akbar


Dear Pak Imron

Kalau delay time conversinya akan teteap terjaga dengan baik, yang akan menjadi masalah yaitu delay time pengambilan data dari tiap converternya. untuk mereduksi itu maka I/O nya di pisah2 berdasarkan plant yang dihadapi. lalu dibaca, dan di kumpulkan oleh plc atau mungkin data logger, yang kemudian dikirikan secara bersamaan menjadi data paket sekumpulan I/O ke DCS atau SCADA Server. tentunya menggunakan protocol communikasi dan jalur comunikasi yang cepat bit ratenya.


Tanggapan 4 - Thomas Ari Negara
 
Penggunaan PLC yang memiliki kapasitas I/O cukup besar memang sangat recommended. Tetapi apabila data 4-20mA tersebut tidak memerlukan processing di PLC, atau bisa dikatakan semua processing control di lakukan di DCS atau controller di control room, maka penggunaan remote I/O bisa dibilang lebih ekonomis. Jadi signal 4-20mA dari setiap skid power plant tersebut di acquisition ke sebuah remote I/O yang dipasang di LCP (Local Control Panel) kemudian ditarik sebuah kabel data (coaxial, twister pair, dll) ke DCS. Untuk menghemat pemakaian kabel data, koneksi dari tiap remote I/O bisa dihubungkan secara seri (multi drop).

Dalam penggunaan kabel data untuk meng acquisition widely data from field instruments, hal yang sangat penting untuk diperhatikan adalah cable routenya. Jangan sampai kabel data tersebut melewati daerah yang memiliki medan magnet yang besar, atau riskan terhadap gangguan mekanik/sipil (seperti jalan). Sebab data digital tersebut sangat sensitif terhadap influence medan magnet yang tinggi. Data yang dikirim ke DCS bisa ngaco.....atau  nda bener.....

Untuk safety dan memastikan bahwa data yang dikirim dari remote I/O valid, bisa juga digunakan dual kabel data redundancy (seperti di atachment file).


Semoga membantu.


Tanggapan 5 - agung wirjawan

Sekedar menambahkan sedikit. Menurut pengalaman, platform dengan I/O kurang dari 10.000 sekarang sudah umum menggunakan RIOS dan Fieldbus. RIOS kalau konfigurasinya star, fieldbus kalau ring. Keuntungannya a/l : menghemat kabel, weight reduction (utk offshore platform ini besar artinya), lebih reliable, memudahkan tracing kalau ada trouble. Kerugiannya : ada komponen tambahan yg dipasang di dalam JB RIOS atau FF.

Prinsip Kerja Proximity

Sensor Proximity biasanya digunakan untuk mendeteksi ada atau tidaknya suatu object.
Jenis sensor proximity: limit switch, ultrasonic proximity, proximity(infra merah), kamera dan lain sebagainya.
Cara kerjanya, bila cahaya dari proximity memantul pada suatu benda (mis garis), maka cahaya tersebut akan memantul dan diterima oleh basis phototransistor,maka phototransistor menjadi saturasi(on)sehingga tegangan output akan mendekati 0 volt. Sebaliknya jika tidak terdapat pantulan maka basis phototransistor tidak mendapat arus bias sehingga menjadi cut-off, dengan demikian tegangan output sama dengan tegangan Induk (Vcc).


Tanya - Slamet Riyadi

Bpk / ibu.
Mohon informasinya ,
Bagaimana cara kerja atau prinsip kerja  dari  proximity ?


Tanggapan 1 - Sketska Naratama

Dear pak Slamet,

Mirip edy current jika pernah belajar, coba kamu lihat di website metrix1 dot com. Begitu pula rekomendasi pemilihan nya ya, walau di webiste produk lain juga ada spt GE (Dulu nya Bently Nevada), 01dB Metravib, dll.

Btw, mau pasang dimana?


Tanggapan 2 - Hendri D


Setahu saya proximity itu ada dua sifat nya:
1. bersifat kapasitif
2. bersifat induktif
Landasan teori nya mengacu kepada ilmu listrik kapasitor & induktor.


Tanggapan 3 - Mufid Wicaksono
 
Sensor Proximity biasanya digunakan untuk mendeteksi ada atau tidaknya suatu object.
Jenis sensor proximity: limit switch, ultrasonic proximity, proximity(infra merah), kamera dan lain sebagainya.

cara kerjanya, bila cahaya dari proximity memantul pada suatu benda (mis garis), maka cahaya tersebut akan memantul dan diterima oleh basis phototransistor,maka phototransistor menjadi saturasi(on)sehingga tegangan output akan mendekati 0 volt. Sebaliknya jika tidak terdapat pantulan maka basis phototransistor tidak mendapat arus bias sehingga menjadi cut-off, dengan demikian tegangan output sama dengan tegangan Induk (Vcc).

Mungkin kurang lebih seperti itu, mohon maaf bila ada kesalahan, masih belajar nih.

Tuesday, December 18, 2012

MIC (Microbiologically Influenced Corrosion)

MIC adalah korosi yang terjadi diakibatkan adanya aktivitas microorgaminsme yang berada dalam suatu sistem.  Ada yang bersifat aerob yang disebabkan oleh bahteri thibacillus dan anaerob oleh desulfovibrio. Yang biasa dikenal adalah SRB (bahteri pereduksi sulfat) yang mereduksi sulfat menjadi sulfida. lingkungan hidupnya bersifat anaerob (tidak membutuhkan oksigen) untuk membentuk colony. Bentuk korosinya ciri-ciri localized corrosion, berwarna hitam bentuk seperti lendir, bila menumpuk lama-kelamaan menjadi scale hitam.
Lingkungan hidup aqueous, adanya microbes, and nutrient.


Tanya - fahrul hamzah
Dear milist

Saya saat ini sedang mempelajari korosi pada pipeline, dimana terdapat istilah MIC apakah MIC itu?
tanda2 korosi akibat MIC seperti apa? (localize, uniform, or etc?), trus tanda2 untuk lingkungan yang berindikasi timbulnya MIC seperti apa? (basah or kering, etc).
Sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas saran serta penjelasannya.


Tanggapan 1 - Dwi A.S. Utomo


Mas Fahrul,
 
Membicarakan MIC, sependek yang saya tahu melibatkan SRB (Sulphate Reducing Bacteria). Bakteri satu ini bersifat anaerobic, membentuk biofilm dan koloninya dibawah scales dan deposits. SRB ini mengubah Sulfat menjadi H2S yang menimbulkan korosi. Disamping itu juga SRB ini diduga mengkonsumsi hydrogen yang diproduksi pada cathodic zone, sehingga meningkatkan laju korosi lokal (local corrosion rate).
 
Tanda-tanda MIC hampir selalu berupa korosi lokal/sumuran (local/pitting corrosion), bisa berupa single pit ataupun cluster, pada lokasi jam 5-7 sistem perpipaan dan pipelines.
 
Lingkungannya seperti apa? Hmm...salah satu syarat terjadinya korosi adalah adanya "elektrolit". Ditambah keterangan gaya hidup SRB yang anti oksigen diatas...bisa disimpulkan tho?
 
Sedikit pertanyaan...darimanakah datanngnya sumber SRB yang ada di dalam sistem perpipaan itu?


Tanggapan 2 - Yolivia aryo7305


Pak Fahrul,

MIC adalah korosi yang terjadi diakibatkan adanya aktivitas microorgaminsme yang berada dalam suatu sistem.  Ada yang bersifat aerob yang disebabkan oleh bahteri thibacillus dan anaerob oleh desulfovibrio. Yang biasa dikenal adalah SRB (bahteri pereduksi sulfat) yang mereduksi sulfat menjadi sulfida. lingkungan hidupnya bersifat anaerob (tidak membutuhkan oksigen) untuk membentuk colony. Bentuk korosinya ciri-ciri localized corrosion, berwarna hitam bentuk seperti lendir, bila menumpuk lama-kelamaan menjadi scale hitam.
Lingkungan hidup aqueous, adanya microbes, and nutrient.
SRB ini dapat dibunuh dengan menginjeksikan bahan kimia biocide dengan dosis yang tepat ke dalam system, bila dosis tidak tepat SRB bisa menjadi imun.

Dalam oil and gas industry biasanya SRB berasal dari fluida yang ada dalam formasi or wet gas yang mengandung sulfur.

Isitilah Casing & Tubing

Istilah dalam casing dan tubing :
1. R2/R3 --> R = Range = Panjang pipa. R2 antara 29ft - 31ft, sedangkan R3 antara 38ft - 42ft (kira2 ya).
2. BTC --> Buttress Thread Connection - jenis sambungan (drad) pada casing (API standard)
3. PPF --> Pound per Foot = casing poundage = berat casing atau tubing per foot
4. N / L --> Casing and or Tubing grade, biasanya N-80 atau L-80, yang menggambarkan casing/tubing ultimate strength (equal to 80,000psi)
5. Special Drift --> Drift atau "rabbit" untuk mengecek "inside diameter" of casing and or tubing.
6. Special Connection : Vam, CS Hydril, Folks, Premiun Connection --> Ini jenis2 special (premium) connection untuk casing and or tubing, patented by certain manufacturers (biasanya punya kemampuan untuk "metal to metal sealing", gas pun gak bisa lewat)
7. Jenis-jenis casing & tubing --> Jenis2 casing maupun tubing ditentukan oleh size, grade, poundage, range, connection dan metalurgynya (biasanya terbuat dari carbon steel, namun ada juga yang dari stainless steel atau ada juga mengandung Chrome untuk sumur2 yang mengandung H2S atau CO2 dalam kadar yang tinggi)



Tanya - Stanly Alexander


Selamat siang rekan-rekan milis,

Saya ingin menanyakan istilah dalam casing dan tubing, karena saya termasuk pemain baru dalam bidang ini. Jadi saya ingin meminta bantuannya
1. R2/R3
2. BTC
3. PPF
4. N / L
5. Special Drift
6. Special Connection : Vam, CS Hydril, Folks, Premiun Connection
7. Jenis-jenis casing & tubing
(mungkin ada istilah lain yang saya belum tau, bisa ditambahkan juga)
Kalau sekiranya ada yang artikel atau website yang bisa membantu, saya mohon informasinya.

Thanks,


Tanggapan 2 - Harry Eddyarso


Dear Bung Stanly,

Please see my responses below.


Istilah dalam casing dan tubing :
1. R2/R3 --> R = Range = Panjang pipa. R2 antara 29ft - 31ft, sedangkan R3 antara 38ft - 42ft (kira2 ya).
2. BTC --> Buttress Thread Connection - jenis sambungan (drad) pada casing (API standard)
3. PPF --> Pound per Foot = casing poundage = berat casing atau tubing per foot
4. N / L --> Casing and or Tubing grade, biasanya N-80 atau L-80, yang menggambarkan casing/tubing ultimate strength (equal to 80,000psi)
5. Special Drift --> Drift atau "rabbit" untuk mengecek "inside diameter" of casing and or tubing.
6. Special Connection : Vam, CS Hydril, Folks, Premiun Connection --> Ini jenis2 special (premium) connection untuk casing and or tubing, patented by certain manufacturers (biasanya punya kemampuan untuk "metal to metal sealing", gas pun gak bisa lewat)
7. Jenis-jenis casing & tubing --> Jenis2 casing maupun tubing ditentukan oleh size, grade, poundage, range, connection dan metalurgynya (biasanya terbuat dari carbon steel, namun ada juga yang dari stainless steel atau ada juga mengandung Chrome untuk sumur2 yang mengandung H2S atau CO2 dalam kadar yang tinggi) (mungkin ada istilah lain yang saya belum tau, bisa ditambahkan juga) -->
Dalam dunia drilling, umumnya casing dan tubing tsb digolongkan sebagai OCTG (Oilwell Country Tubular Goods).
Kalau sekiranya ada yang artikel atau website yang bisa membantum, saya mohon informasinya --> Baca aja API Recommended Practices (nomor ??) untuk Casing dan Tubing (saya gak punya soft filenya - maaf).


Tanggapan 3 - amir faozi


Buat Bung Stanly,
Mungkin sedikit tambahan dari apa yang Pak Harry kemukakan, untuk software List jenis-jenis tubing,casing dan connection type, anda dapat gunakan software namanya i-Handbook -bisa download gratis di www.slb.com atau juga eRedBook dari Halliburton sudah lengkap kok.


Tanggapan 4 - Stanly Alexander


Untuk grade casing or tubing, ada grade apa saja selain N / L? Bagaimana prinsip penilaian untuk grade casing or tubing?


Tanggapan 5 - Dody Cahyadi

selain grade N / L,
ada juga grade C / HCK / S / SS / HCL / P / V / H / CS
tiap2 grade ini punya joint connection tertentu pula, bisa yang API (BTC ato 8 round ato Xtreme line) ato bisa juga premium connection.
di i-Handbook nya SLB udah cukup lengkap infonya ada OD, ID, poundage, collapse rating & yield strength.
Selain itu ada juga burst rating yang vital dalam casing design.
oohh...ada juga satu lagi yang vital... cost per foot nya :)

Frekuensi Generator

Di project saya terdapat 3 buah generator diesel engine .
Normal operation adalah 2 running paralel dan 1 stanby. Karena suatu case untuk penghematan fuel maka technician meng shut down kan salah satu dari generator tersebut. jadi diharapkan agar single running saja. akibat single running dengan load yang sama maka indicator frekuensi  dibawah nominal ( < 60 Hz ) sementara load yang ada masih dibawah nominal capasity generator tersebut.
mohon informasi rekan2 , pengecekan dan solving problem apakah agar frekuensi dapat kembali ke 60 Hz kembali.



Tanya - kandar mokhamad

Dear All...
Mohon bantuannya, di project saya terdapat 3 buah generator diesel engine .
Normal operation adalah 2 running paralel dan 1 stanby. Karena suatu case untuk penghematan fuel maka technician meng shut down kan salah satu dari generator tersebut. jadi diharapkan agar single running saja. akibat single running dengan load yang sama maka indicator frekuensi  dibawah nominal ( < 60 Hz ) sementara load yang ada masih dibawah nominal capasity generator tersebut.
mohon informasi rekan2 , pengecekan dan solving problem apakah agar frekuensi dapat kembali ke 60 Hz kembali.


Tanggapan 1 - Kamaluddinsaleh78

Pak Kandar,
Karena 3 unit genset, pada saat 1 unit running terjadi low frekuensi, coba di switch ke 2 unit yg lainnya, test running masing2 dgn load yg sama, apakah masih muncul masalah yg sama, kalau tdk, berarti unit yg pertama memang ada masalah di governor atau di komponen yg lainnya, ini pernah terjadi di tempat kami, masalah di governor, tapi pernah juga di injeksi pump. tapi kalau muncul masalah yg sama under frekuensi berarti bukan gangguan internal engine, tapi sisi externalnya.... ini masih praduga saja.


Tanggapan 2 -  Kunarta Djayaputra@salamander-energy


Pak Kandar,

Secara logika sich menurut saya,

Pada waktu 2 genset menanggung beban A bersama tentu beda dengan satu genset menanggung beban A tersebut. Kalau genset control nya automatic secara auto dia akan menambah gas/speed menuju ke 60 Hz. Atau operator manually menambah gas sehingga tercapai freq. 60 Hz.

Berdasarkan pengalaman yang pernah saya alami, ada kemungkinan fuelfilter nya kotor sehingga injection fuel nya kurang bagus. Impact nya frequency tidak pernah tercapai ke angka yang kita inginkan.

Setelah dibersihkan mudah2an hasilnya bagus.



Tanggapan 3 - berlian syako

Pak Kandar,
 
Secara teori apabila terjadi pelepasan beban maka putaran generator naik dan frekwensi naik begitu juga sebaliknya apabila terjadi penambahan beban maka putaran generator akan turun dan frekwensi akan turun. Begitu juga dengan tegangan ikut naik turun berdasarkan naik turunnya beban. Generator voltage/frekwensi regulation dari beban nol ke beban penuh biasanya berkisar plus minus 5% untuk frekwensi, dan plus minus 10% untuk tegangan.
 
Pada saat 2 generator run paralel maka tiap generator berbagi beban melalui load sharing setting di control panelnya. Load sharing setting untuk 2 generator paralel biasanya 50% - 50% artinya tiap generator mensupply setengah dari beban.
 
Apabila salah satu generator fail maka generator ke 3 mengambil alih tetapi sebelum generator ke 3 run maka biasanya ada pelepasan sebagian beban melalui load shedding. Karena terjadi pelepasan beban maka frekwensi akan naik dan kemudian normal kembali pada saat generator ke 3 run dan beban kembali seperti semula. Kira2 seperti ini umumnya skenario 2N +1 dan operasi ini sudah tersetting di control panelnya.
 
Mengenai kasus bapak, saya tidak tahu apakah dilakukan perubahan setting di generator control panelnya untuk menjalankan single generator. Coba check logic controlnya di control panel. Pada kasus bapak frekwensi turun dibawah nominal saya kira karena beban yg 100% semula dipikul 2 generator sekarang sudah dipikul oleh 1 generator, artinya 1 generator tsb sebelumnya hanya memikul beban 50% berdasarkan load sharing setting. Untuk generator single run seharusnya load sharing settingnya harus 100%. Coba check load sharing settingnya di control panel mungkin ada yg tidak beres di logicnya atau settingnya.


Tanggapan 4 - Abhie Dhira


Pak Kandar,

Raise Governor nya lagi untuk mencapai 60 Hz..
Trus cek fuel filter klo kotor.

Cuma gencet yg di pakai tersebut dengan beban tinggi berakibat nantinya ke long life nya Engine berkurang, walau dia bergantian..

semoga membantu.


Tanggapan 5 - JONO Pharjono


Pak Kandar,

Kalau saya pernah ada kasus seperti Bapak, governornya ternyata bermasalah.


Tanggapan 6 - Kandar Mokhamad a220kv


Mksh pak pharjono,
Governor sudah baru dan terakhir sudah kita ganti electric actuatornya. Setelah dicek satu persatu generaator terlepas dari paaralel , maka salah satu generator ternyata saat dibebani 50 % load langsung shutdown semmentara yang lainnya tidak masalah. Jadi kasusnya kemungkinan besar ada di generator tersebut. Pengecekan apakah yang sebaiknya dilakukan jika generator saat dibebani 50 % sdh down, sedangkan electric actuatornya sudah di ganti.


Tanggapan 7 - JONO pharjono


Bapak sudah cek awal indikasi apakah yang muncul di panel Diesel Engine Generator bapak?
Biasanya hal hal yang bersifat vital akan mempunyai sistem interlock untuk pengamanan engine dan generator bapak dan semua itu akan ada dipanel DEG bapak. Sistem pendinginannya (pressure/temperature), sistem pelumasannya (pressure/temperatur) dll. Bapak bisa monitor semua parameter di panel DEG bapak pada saat beban 25%------>50%, cek pak, indikasi apa yang fluktuasi?

Untuk generator, bagaimana arus dan tegangan , apakah seimbang/balance antar fasa, pak? Frekuensinya bagaimana pak? stabil kah, pada saat pembebanan 50%

Saran saya sementara ini dulu, mudah-mudahan bermanfaat.


Tanggapan 8 - kandar mokhamad a220kv


Terimakasih pak atas informasi dan bantuannya, hari ini sedang kita cek .


Tanggapan 9 - faried mustawan


Salam kenal,
Mungkin perlu dicek apakah settingan di engine control circuit droop apa isochronous?
Biasanya untuk settingan paralel generator diset droop, dimana speed akan turun about 2.4%, untuk kenaikan load 0 ke 100%.
Untuk stand alone mungkin baik di set Isoch.
Apakah kontrol panel setting (misal woodward) udah dilihat, misal mungkin kalau auto bermasalah bisa di manual adjust dulu.
Sering kali wiring control di engine control board juga perlu dicek, consult ke manual operation drawing.
Kadang di fuel injection system juga bermasalah,
Sebaiknya dipanggil aja vendornya.

Tanggapan 10 - Muhammad Sutomo

Ikut nimbrung dikit,saya tidak ngikuti masalah dari awal,
Pak Kandar, bagaimana kondisi AVR, apakah pernah di calibrasi atau check ulang output dari AVR dengan mensimulasi signal input ke AVR, apakah outputnya telah sesuai dengan set point output yg berdasarkan pada data sheet AVR/data calibrasi AVR.kalau outputnya tidak sesuai dgn set point maka hal ini akan mempengaruhi electric actuator  dari governor & otomatis mempengaruhi frekwensi.


Tanggapan 11 - Waluya Priatna Dachlan

Sedikit nimbrung ,
Itu satu set harus dikalibari AVR,governornya.


Tanggapan 12 - Waluya Priatna Dachlan

Coba juga di chech saluran disel fuel nya mungkin buntu soalnya saya pernah mengalami.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India