Wednesday, October 31, 2012

KRI Klewang - Kapal terbaru TNI AL

Saya merasa sah2 aja dibahas panjang kali lebar di milis ini, sesaat mendengar kebakaran di KRI Klewang yang di klaim produk nasional ada rasa ketersinggungan nasionalis saya, kenapa hal tsb bisa terjadi? Di industri kemiliteran, tentunya spesifikasi dan keandalan alat menjadi prioritas dan harusnya tidak berada dibawah oil and gas standard.

Standard industri apakah yang dipakai untuk development kapal perang ini? Selection bahan/ material, dan pengujian apa saja yg dilakukan untuk memastikan keandalan dan keselamatan dari crew2, yang membawa panji kebanggaan INDONESIA ini.
Saya tidak membayangkan kalau ada putera terbaik bangsa ini, gugur dalam tugasnya, bukan karena kena rudal, tetapi hanya karena short circuit di system kelistrikan? sangat ironi...!

Saya pikir praktisi2 dibidang kita masing masing dengan pengalaman lebih 15th, sekiranya diberi kesempatan ikut project nasional semacam ini tentu akan dengan senang hati memberikan kemampuan terbaik untuk kemajuan bangsa ini.

Harga 144 milliar rupiah, adalah harga yang pantas sebenarnya untuk mendapatkan first quality dari produk tsb, ini saya pikir hanya harga dasar kapal tanpa system persenjataan.

Sebagai praktisi listrik, saya melihat bahan non metal sebagai body kapal perlu pemikiran untuk selection grounding peralatan. Ini harus dipikirkan betul dalam design. Pemanfaatan bahan metal sebagai grounding grid mungkin menjadikan design 'bisa tertangkap radar', tetapi tentu harus memperhatikan safety factor dari peralatan listrik.

"Dalam hitungan menit" kapal habis terbakar, tentu pertanyaan akan mengarah ke bahan dasar pembuatan kapal yang "mungkin" mengabaikan faktor kebakaran, ini fakta...



Tanya - achmad zakky ridwan
Yth Bapak Moderator,
Mohon ijin, sekedar sharing informasi untuk nge-charge inspirasi & nasionalisme sebagai warga Indonesia...
 
Sumber informasi dari banyak source di Internet.. kapal terbaru TNI-AL (local build), KRI Klewang (625)... roll out …

KAPAL CEPAT RUDAL (KCR) Type 63M – KRI Klewang
PRODUKSI : PT Lundin Industry Invest, Banyuwangi – Jawa Timur, Indonesia 
DESIGN: STEALTH Wave Piercing Trimaran Hull design.
MATERIAL: Carbon composite dengan aplikasi radar absorption coating material
Kecepatan maximum 30 knots, mampu utk beroperasi dengan gelombang s/d 6 meter wave height
POWERPACK: 4 X 1800PK MAN engine
ARMANENT:
-          C-705 Missile
-          1 x 76 mm Cannon
-          1 x 30 mm CIWS
-          X2K RIB special force for infiltration mission
CREW: 23 person + 7 special operation.

Hari ini Jum’at 31 Augustus 2012 rencana launching.. semoga sukses



Tanggapan 1 - dian.yudistiro
 
Local build...it is...
Tp design siapa ya? Mgk ada informasi lebih lengkap.


Tanggapan 2 - prast_yuu

Coba baca ini ==> http://www.scandasia.com/viewNews.php?coun_code=id&news_id=6682
sedikit story ttg John Lundin yg jadi "main brain" project KRI Klewang, kabar2nya mayoritas team dia org lokal jg sih, fresh grad perkapalan ITS aja ada tuh yg ikut project ini;


Tanggapan 3 - Donny Gustian

Inikah kapal yg dimaksud???
 
Sumber Kompas (http://regional.kompas.com/read/2012/09/28/17141694/KRI.Klewang.Terbakar)
 
BANYUWANGI, KOMPAS.com — KRI Klewang-625 terbakar di Selat Bali, Jumat (28/9/2012) pukul 15.00. Kapal tersebut dipesan TNI AL dari PT PT Lundin Industry Invest, Banyuwangi, Jawa Timur, seharga Rp 114 miliar.

Kapal itu diluncurkan dari galangan kapal di PT Lundin pada 31 Agustus 2012. Selanjutnya, pengerjaan kapal akan dituntaskan oleh TNI. Kapal Cepat Rudal Trimaran ini rencananya akan ditempatkan di Armada Kawasan Timur, Surabaya, Jawa Timur.

Sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari TNI AL terkait peristiwa itu.


Tanggapan 4 - Riksha Lenggana

Sepertinya begitu pak, kalo baca beritanya.
Ikut prihatin..
Tunggu aja berita konfirmasi selanjutnya dari TNI AL dan fabrikatornya.


Tanggapan 5 - Wahyu Affandi


Mbok beli barang yang bener'lah en tunjuk yang bisa ngurus yang benerr (sekaraannggg ngomongnya begituu...kalo kemaren "inilah karya putra bangsa, kami buanggaaa" dgn TKDN 120%. Ditunggu info selanjutnya ttg sabab-musababnya Oom....


Tanggapan 6 - Dirman Artib

Janganlah pernah menyerah karena roket buatanmu tak jatuh pada sasaran yg tepat.
Buat lagi, dan tembakan lagi lebih tepat.
Long Live Indonesia !


Tanggapan 7 - akhmadkh

Setuju. Toyota dulu diawal2 buat mobil juga gak laku di US, dan diperbaiki terus.

Dan sbg sesama bangsa, jangan mudah menyerah utk mencintai produk bangsa sendiri. Ini juga termasuk yg mudah kita lakukan, makanan, buah2an, produk textil, dst.


Tanggapan 8 - Sugiri


Pagi ini sy lihat foto kapal tsb yg sedang terbakar di koran jakarta post smoga kejadian ini tidak menyurutkan semangat bangsa ini dalam berkarya !


Tanggapan 9 - amal ashardian

Semestinya untuk military begini menggunakan resin yang tidak bisa terbakar.....

Dugaanku ini salah material.


Tanggapan 10 - Bagus Rengga

Beberapa hari lalu sebelum kapal ini terbakar, saya pernah diskusi dengan dosen tentang kapal ini, dan jawaban dosen saya cukup singkat, "kapal militer kok dari fiber dan pakai trimaran, yo gak cocok".
Dan ternyata, who knows, allohhualam.
:)


Tanggapan 11 - achmadz_ridwan

Sebetulnya konsep kapal cepat multihull (catamaran atau trimaran) utk aplikasi kapal perang bukan konsep baru, china, inggris bahkan US pun sdh bermain dg design ini. Klo ingat bagaimana Australia (interfet) memobilisasi pasukan dg cepat dari darwin ke timor Leste pasca referendum dulu, itu jasa dari troop transport ship HMAS Jervis Bay, a wave piercing catamaran. Untuk bahan komposite juga bukan teknologi baru, kaya contoh missile boat Norwegia klas skjold, kapal-2 mine sweeper/ mine hunter klas tripartite NATO, dan bbrp patrol boat bahannya jg dari material komposite.
Pertimbangan design yg radikal & material komposite mestinya bukan masalah. Klo skg terjadi musibah yg fatal, rasanya mmg harus ada evaluasi ulang knp kok bisa kapal ini survivabilitinya rendah (yg jelas mmg kapal ini belum jadi.. Mgk fire fighting systemnya blm ada,dll.. ). Kita tunggu aja release resmi hasil investigasinya..
Btw, kabarnya pt lundin akan bikin lagi.. Utk memenuhi kontrak. mudah-2an byk pelajaran bisa diambil utk improvement kedepannya.

http://m.kompas.com/news/read/2012/09/29/13384848/PT.Lundin.Siap.Produksi


Tanggapan 12 - heru suprapto


Betul pak Achmad dan pak Dian, saran saya buat para komentator yang "askom" tanpa didukung kompetensi, pengalaman dan wawasan mohon tahan diri. Ini adalah tonggak sejarah yang sebenarnya teknologi lama yang baru diapplikasikan sekarang karena berbagai alasan (kurang dukungan pemerintah mulai dari riset dsb). Kapal cepat Fiber (siapapun usernya) sudah ada sejak tahun 70 an, dan barangkali yang komen belum lahir. Wassalam


Tanggapan 13 - iwan_g1980

Serba salah juga sebenarnya krn kapal perang tdk required SOLAS krn merupakan kapal non solas..


Tanggapan 14 - Dony Wibowo
Mungkin seperti percobaan Thomas Alva Edison, ini adalah percobaan yang
ke-999, siapa tahu percobaan yang ke-1000 adalah yang berhasil, terus mencoba dan terus kita dukung.


Tanggapan 15 - yusufnugrohomail


Ada yg punya info, saat ini kapal tersebut sedang masa uji prototipe atau sudah operasional ya?


Tanggapan 16 - jrisdianto


Mas2..Mbak2..bapak2 atau ibu2 sekalian...rasanya kok kurang pantas mendiskusikan hal yang sudah lewat dan memaparkan hal2 yang dianggap sebagai kekurangan KRI Klewang-625 di saat dia sudah hangus.

Well...KRI-Klewang memang sudah terbakar, namun perlu di-ingat dan dipahami...kebakaran KRI Klewang terjadi saat pengujian2 intensif di tempat di mana dia dibangun. Jadi mohon segala macam asumsi2 negatif mengenai design yang menyangkut bagian utama kapal (lambung) dan bahan yang digunakan dikesampingkan...sementara ini yang saya ketahui (dari sumber yang reliable)...kebakaran disebabkan karena salah penanganan system electric pada masa uji coba. Kita seharusnya bersyukur karena musibah terjadi saat masih tahap pengujian, dan belum diserah terimakan penggunaannya kepada TNI-AL.

Jadi, mau itu monohull, catamaran atau trimaran, pihak designer dan TNI-AL mestinya sudah mempertimbangkan lebih kurangnya yang dalam hal ini saya rasa kita semua tidak tahu ! Yang saya prihatinkan di sini adalah banyak-nya pendapat2 yang tidak relevan yang terkesan terlambat...kenapa pendapat2 teknis yang berkaitan dengan teknologi hanya disampaikan setelah si Klewang musnah ?? yang lebih membuat sedih karena pendapat2 muncul se-olah2 menyalahkan yang terlibat dalam pembangunan si Klewang.

Saya akan sependapat seandainya semua pendapat teknis diutarakan jauh sebelum Klewang terbakar...atau protes terang2an...
Tapi Pada saat kapal ini diluncurkan yang ada adalah pujian dan sanjungan saat pertama kali beritanya di blow-up...
Bila pendapat2 dan protes2 tersebut pernah disampaikan dengan elok namun tidak ditanggapi dan di kemudian hari kita mendapati kenyataan bahwa Klewang terbakar atau gagal setelah beroperasi...baru kita boleh mencela dan mencaci ini dan itu...

Jadi ada baiknya kita berpikir positif dan mengambil hikmah dari musibah ini sambil menunggu berita resmi tentang apa yang sebenarnya terjadi.

Sedikit informasi mengenai KRI-Klewang pernah dirilis di website internasional setelah kapal tersebut diluncurkan dibawah ini :

http://www.defensemedianetwork.com/stories/indonesia-launches-new-class-of-large-trimaran-missile-boats/

Mohon maaf sekiranya pendapat saya di atas kurang berkenan di hati rekan2 semua.
Saya bukan ahli kapal perang, namun saya berkecimpung di dunia industri galangan kapal sejak tahun 1997. Saat ini saya bekerja di salah satu Classification Society member of IACS sejak 2004. Saya Pernah terlibat dalam pembangunan salah satu KRI berbahan Aluminium di Batam, sehingga kurang lebihnya ada sedikit pengalaman dan pemahaman bagaimana anak2 bangsa ini dalam bekerja dan berkarya.


Tanggapan 17 - faried mustawan

Saya merasa sah2 aja dibahas panjang kali lebar di milis ini, sesaat mendengar kebakaran di KRI Klewang yang di klaim produk nasional ada rasa ketersinggungan nasionalis saya, kenapa hal tsb bisa terjadi? Di industri kemiliteran, tentunya spesifikasi dan keandalan alat menjadi prioritas dan harusnya tidak berada dibawah oil and gas standard.
 
Standard industri apakah yang dipakai untuk development kapal perang ini? Selection bahan/ material, dan pengujian apa saja yg dilakukan untuk memastikan keandalan dan keselamatan dari crew2, yang membawa panji kebanggaan INDONESIA ini.
Saya tidak membayangkan kalau ada putera terbaik bangsa ini, gugur dalam tugasnya, bukan karena kena rudal, tetapi hanya karena short circuit di system kelistrikan? sangat ironi...!
 
Saya pikir praktisi2 dibidang kita masing masing dengan pengalaman lebih 15th, sekiranya diberi kesempatan ikut project nasional semacam ini tentu akan dengan senang hati memberikan kemampuan terbaik untuk kemajuan bangsa ini.
 
Harga 144 milliar rupiah, adalah harga yang pantas sebenarnya untuk mendapatkan first quality dari produk tsb, ini saya pikir hanya harga dasar kapal tanpa system persenjataan.
 
Sebagai praktisi listrik, saya melihat bahan non metal sebagai body kapal perlu pemikiran untuk selection grounding peralatan. Ini harus dipikirkan betul dalam design. Pemanfaatan bahan metal sebagai grounding grid mungkin menjadikan design 'bisa tertangkap radar', tetapi tentu harus memperhatikan safety factor dari peralatan listrik.
 
"Dalam hitungan menit" kapal habis terbakar, tentu pertanyaan akan mengarah ke bahan dasar pembuatan kapal yang "mungkin" mengabaikan faktor kebakaran, ini fakta...


Tanggapan 18 - endi siswanto


Mengutip Kata- kata Dirut Lundin barusan di televisi....
"Kapal memang terbakar dan 100% masih menjadi tanggung jawab Lundin,
dan akan duduk bersama bersama pihak AL/pemerintah untuk pembicaraan selanjutnya.
Yang terpenting adalah 60 orang pekerja didalam kapal bisa keluar dengan Selamat semuanya!!!!!"

Luar biasa Dirut Lundin ini
Salut saat beliau berkata bahwa ""kapal bisa dibuat lagi, tetapi yang terpenting 60 orang pekerja selamat semuanya""


Tanggapan 19 - ivan.faenza

Setuju Bung JR. Maju terus industri Indonesia!


Tanggapan 20 - Dirman Artib

Harga yg 114 milyar gak usah dipikirkan lagi. Duit sejumlah itu kan bukan hanya utk beli material, tetapi juga telah menghidupi kawan2 yg bekerja di project tersebut selama ini. Toh juga pengetahuan dan pengalaman yg berharga masih tersimpan di kepala. Kalaulah misalnya ada inisiatif gerakan pengumpulan dana spt. saat ada TKW yg mau dihukum mati, pastilah duit 114 milyar bisa dikumpulkan.
 
Kita sudah pada batas maksimum gak nyaman dianggap sebagai bangsa kelas 2, bangsa yg sangat menikmati diskusi2 lelucon spt. di forum Jakarta Lawyer Club, bangsa omdo, bangsa yg lebih bnyak bicara drpda berbuat. Profesi politikus dan artis sinetron lebih populer drpd Engineer. Keindahan laut di sekitar Sulut dikalahkan oleh ketakutan para turis thd Tsunami.
Kurang apa coba Batam dibanding S'pore atau Djohor? Apa upaya yg sudah dibuat utk misalnya hanya membuat pulau itu sejajar secara ekonomi dan keamanan industri berinvestasi? Kalaulah hanya sebatas lebih unggul investasi dibidang bisnis karaoke dibanding ke 2 pulau tsb....yaach capek deh.
 
(Capek = Cepat, kencang, laju - dalam Bhs Minang)


Tanggapan 21 - dian.yudistiro

Itu pake composite carbon bukannya memang krn alasan teknologi ?
Btw, gmn klo kita tunggu aja publikasi resmi dr hasil investigasi ?


Tanggapan 22 - hotna70


Smoga tdk ada yg disembunyikan dari kejadian tsb dgn alasan mejaga korps atw institusi tertentu sbgm yg sudah2 bhw kalau menyangkut TNI/POLRI.Shg seringkali kejadiannya berulang akibat tdk transparan siapa yg hrs bertanggung jwb dan seringkali pula sdh menjadi issue umum yg jadi korban slalu bawahan,ini yg mengundang 'KARMA' dlm ilmu theologi,smoga budaya 'Kambing hitam' tdk lagi melekat di pejabat2 bangsa Indonesia.


Tanggapan 23 - kwibowo75

Saya kok heran ya, kenapa pendapat2 seperti ini munculnya setelah kejadian? Kenapa tidak muncul sebelum kejadian sehingga bisa dijadikan masukan buat pihak terkait...
Yang jelas, kita tunggu saja final investigation dibalik kejadian ini, kita pelajari root causenya dan ambil pelajaran darinya...
Ikut prihatin dengan kejadian yang menimpa KRI Klewang.


Tanggapan 24 - amal ashardian

Serat nya. .. carbon... filler/ resinnya... yang macam2.... semestinya pakai yang fire retardant.

Diskusi Peningkatan peran SDM Migas Indonesia

Saya melihat keran demand untuk kebutuhan tenaga kerja asing dalam level engineer di Korea Selatan sudah terbuka lebar.
Apalagi banyak perusahaan migas milik negara dari kawasan Timteng (seperti dari Saudi Arabia (lewat Aramco Overseas Company), Kuwait, UAE, Qatar dan lainnya) memberi kepercayaan kepada kontraktor-kontraktor EPC Korea Selatan seperti SK E & C, Samsung E & C, Daelim E & C, GS E &C, Daewoo E & C. Setidaknya hingga 6-7 tahun kedepan.
Termasuk juga untuk untuk segi pekerjaan fabrikasi shipbuilding/offshore platform di Geoje dan Pohang.
Sayangnya tidak begitu banyak orang kita yang mengisi, kebanyakan malah diisi oleh oleh engineer2 muda dari Philipina dan India.

Pembahasan - Administrator Migas


Migas Indonesia

Saya sangat  berterimakasih kepada  KBK SDM yang sudah mengambil inisiatif bersama Pengurus KMI untuk menyelenggarakan Forum Diskusi pemingkatan Peran SDM Migas Indonesia dalam rangka memperingati HUT KMI dan MMI pada bulan Oktober 2012.

Forum diskusi ini tidak dipungut biaya namun sebaiknya jika rekan rekan ingin hadir sebaiknya mendaftarkan terlebih dahulu kepada Mbak Vinny Program Direktor KMI atau sdr Bakti Admin KMI email : nrsvinny@yahoo.com atau bakti.bachtiar@gmail.com
Panitia menyediakan 100 seat untuk anggota KMI dan MMI, selain berdiskusi kita bisa saling menjalin Networking dalam forum ini.
Selamat Berkumpul


Tanggapan 1 - ahongcompaz

Pak Herry kapan diselenggarakannya?

Jika akhir oktober Insya Allah saya bisa hadir.

Tanggapan 2 - Pungki Purnadi

Dear Maz Herry,
 
Sayang pada hari Jumat tanggal 19 Oktober tsb saya sedang berada diluar kota, jadi mohon maaf tidak bisa hadir.
 
Mungkin lain kali saya bisa sharing pengalaman dalam peningkatan kompetensi SDM Migas. Banyak kendala sekarang ini yang cukup berat terjadi baik dari sisi pemerintah, investor maupun dari sisi praktek industri migas itu sendiri. Belum lagi semakin serunya kompetisi perusahaan migas sehingga people strategy sekarang ini menjadi sangat crucial.
 
Mohon maaf juga selama ini agak kurang aktif di milis karena ada sedikit problem dengan alamat e-mail gmail saya. Kalau boleh dialihkan ke pungki.purnadi@yahoo.com mungkin akan bisa lebih aktif kembali.
 
Terima kasih and please keep in touch.


Tanggapan 3 - Dirman Artib

Saya sangat mendukung, topiknya sangat berhubungan dgn SDU (Sumber Daya Umat )Migas Indonesia. Kalau bisa scope nya diperluas, jadi bukan SDU Migas Indonesia yg bekerja di Indonesia, tapi juga  SDU yg mengambil peran di LN. Kan perusahaan misalnya spt. Medco juga mempekerjakan SDU Indonesia di LN.


Tanggapan 4 - Administrator Migas


Uda Dirman,

Mohon maaf sebelumnya jika Flyers KBK SDM tidak muncul dalam posting karena ada kesulitan teknikal tapi saya coba lampirkan attch nya supaya lebih jelas lagi.
Benar Uda diskusinya bukan hanya untuk domestik saja justru untuk mengambil pasar kerja di Overseas dan sudah barang tentu ada sharing knowledge dari para senior2 Migas yang sudah malang melintang di Overseas untuk berbagi pengalaman dengan kita semua disini.
Alangkan senangnya jika terbentuk Migas Ind Network seperti yang sudah terjalin disini dengan berbagai diskusi dan berbagi ilmu maupun pengalaman dapat terwujud dalam mengisi lowongan kerja Profesional di Industri Migas di seluruh dunia berawal dari diskusi di milis tercinta in.

Jika Uda pulang berlibur ke Ind infokan ke saya nanti bisa kita buat Forum diskusi lagi seperti ini, no problem walaupun mungkin di Cafe seperti dulu kita kongkow2 dengan Almarhum Mas Budhi masih ingatkan. Ini adalah melanjutkan cita cita beliau dan saya tahu Uda Dirman pasti mendukung

Ok Sukses sll untuk Profesional Migas Indonesia.


Tanggapan 5 - Dirman Artib

Siip maju terus ke depan.
Kata orang Jiran "Human Capital", walaupun keterbatasan SDA jika Human Capitalnya berkualitas bagus, maka bisa mengolah SDA orang lain juga.


Tanggapan 6 - Administrator Migas


Uda Dirman

Itu yang akan kita coba di Timteng dengan jaringan MMI/KMI Network selama ini pasti bisa, apalagi ada Uda disana.

Selain itu kita juga perlu perkuat kompetensi Human Capital Domestik supaya tidak diisi oleh TKA seperti terjadi pada Perbankan kita.

Tanggapan 7 - Elwin Rachmat 
Sepengetahuan saya Pak Dirman bersedia untuk menjadi ketua cabang KMI di wilayah kerjanya pada periode berikut.

Tanggapan 8 -Dirman Artib

Insya Allah kalau masih di Middle East Pak, tp kalau tiba-tiba saja hengkang.....nah ini.
Maklum kerja dan bertualang kalau di Gurun ini susah membedakan nya, sebagai petualang terkadang kita rindu pulang.
   

Tanggapan 9 - Thomas Yanuar

Jadi ingin ikut nimbrung nih Uda Dirman dan Pak Herry,

Saya melihat keran demand untuk kebutuhan tenaga kerja asing dalam level engineer di Korea Selatan sudah terbuka lebar.
Apalagi banyak perusahaan migas milik negara dari kawasan Timteng (seperti dari Saudi Arabia (lewat Aramco Overseas Company), Kuwait, UAE, Qatar dan lainnya) memberi kepercayaan kepada kontraktor-kontraktor EPC Korea Selatan seperti SK E & C, Samsung E & C, Daelim E & C, GS E &C, Daewoo E & C. Setidaknya hingga 6-7 tahun kedepan.
Termasuk juga untuk untuk segi pekerjaan fabrikasi shipbuilding/offshore platform di Geoje dan Pohang.
Sayangnya tidak begitu banyak orang kita yang mengisi, kebanyakan malah diisi oleh oleh engineer2 muda dari Philipina dan India.

Disisi lain, ironisnya banyak orang Korea yang belum kenal dengan negara kita ini, tetapi jika ditanya apakah mereka tahu tentang Bali (dan Lombok), mereka akan mengangguk dengan antusias.
Bahkan ditoko-toko buku, banyak buku dan booklet tentang Bali tetapi tidak tentang Indonesia.

Ketika saya masih terlibat dalam proyek SATORP, saya menanyakan langsung kepada HRD Mgr. SK E & C (sebagai salah satu kontraktor EPC pada waktu itu), mengapa tidak mengambil engineer dari negara saya untuk proyek tersebut, beliau menjawab bahwa SK E & C akan mengadakan kampanye rekrutmen tenaga kerja ke negara saya. Saya terkejut dan melanjutkan bertanya dimana rekrutmen akan dilakukan. Dengan mantap beliau menjawab akan diadakan di kota Manila.
Waaah... wassyeeemm... disangka saya orang Philipina. Ketika saya mengatakan saya adalah orang Indonesia, beliau terkejut dan malu namun dalam pembicaraan selanjutnya saya menangkap kesan bahwa ini salah satu bukti bahwa negara kita kurang dikenal daripada kedua negara diatas (dan negara-negara ASEAN lainnya) dan sang Manager tidak tahu bahwa banyak engineer berkualitas dinegara kita melebihi negara-negara tersebut.
Sehingga satu kesempatan lewat begitu saja karena tidak dikenal.

Ini menjadikan tugas kita bersama untuk lebih mensosialisasikan keberadaan Indonesia secara umum dan ketersediaan engineer Indonesia mengisi pasar dunia khususnya di Korea Selatan.
(....jadi bukan hanya mengekspor level tenaga kerja/buruh migran pabrik di Ansan - Korea).

Tanggapan 10 - Riksha Lenggana

Ikut nimbrung juga ah, dengan Uda Dirman dan Pak Thomas serta lainnya.

Kalo Uda Dirman jadi ketua KMI Tim-Teng, berarti wilayah cakupan kerjanya luas dong.
Semua Negara GCC yang ada orang Indonesia-nya otomatis tergabung.
hehehe....maaf, belum register jadi member di milis KMI TimTeng.
Vote untuk beliau deh...

Sepakat dengan Pak Thomas, bahwa kebutuhan tenaga ahli (expatriate) dari negara Asia, terutama Engineer mulai banyak dibutuhkan.
Dan lagi-lagi Professional Indonesia belum banyak terlibat di dalamnya.

Seperti halnya di tempat saya nyangkul sekarang, kebanyakan posisi strategis di isi oleh rekan-rekan dari negara Ahlul Geleng alias Bawang. Bisa di hitung dengan jari, expatriate dari Indonesia yang menjabat posisi Senior Staff atau Teknisi sekalipun.

Kalau dari atas udah di isi rekan kita dari India, bisa dipastikan turunan posisi ke bawahnya akan di isi mereka juga.
Kalaupun kita berhasil menyelipkan CV satu atau dua rekan Indonesia di tumpukan Kandidat files, dengan celetukan (entah guyon atau serius) mereka bilang "Wah, banyak juga ya kandidat dari Indonesia.".
Waduhh....padahal dari belasan CV yg masuk, 8 CV adalah dari India atau Pakistan. Selebihnya Filipina atau arab country.

Yang saya lihat perbedaan mencolok antara Engineer Indonesia dengan Engineer India / Filipina, adalah dari segi bahasa.
Note : Ini murni opini pribadi.
Saya akui itu, kalau pun misalnya punya TOEFL >550 points terkadang kalo harus adu argumentasi dengan mereka, suka habis kosakata. hehehe....maaff, bahasa inggris bukanlah Mother Tongue saya.
Mending debat via email deh. hehehe....

Soal skill dan kualitas kerja, Expatriate Indonesia gak perlu diragukan. Urusan Paperwork pun seringkali di plagiat sama mereka.
Ada cerita dari teman Indonesia sekantor bahwa dia baru aja mendapat apresiasi dari jajaran manajemen, atas prestasinya meng-handle Mechanical Piping Engineering Project saat Plant sedang Turn Around di September 2012 kemarin.
Ironisnya, sang Boss bilang bahwa Sang Rekan ini berasal dari Malaysia.
Waduuh....

Sudah saatnya, expatriate Indonesia dari semua level berbicara di hadapan dunia dengan prestasinya.
Dan dunia pun menyapa dengan "Selamat Pagi, apa kabarmu teman ?".
BUKAN dengan "Kumustaka kabayan, Magandang Omaga kaibigan / ate / pare ?"

hehehe.....


Tanggapan 11 - Ardi Soma


Ikut Nimbrung Uda, Mas, Abang


Setuju sekali yg di katakan Pak Yanuar,

Hampir 4 tahun pengalaman menjadi inspector client dgn fabricator Korea, seperti  HHI, HHIC dan SSI ternyata mereka lebih mengenal engineer2 dari negeri yg sering terkena serangan badai yg di kasih nama cantik2 dan juga engineer dari negerinya nehi-nehi. Dari level director hingga level operator pada saat comissioning tertarik berbicara Bali di banding kan berbicara Technical klo bru mengenal kita. Setelah beberapa kali pertemuan dan meeting persoalan ketechnical baru lah menyadari bahwa indonesia juga menyimpan potensi untuk menyediakan tenaga2 profesional yg tangguh. Dalam hati mengatakan baru tau lo engineer dan inspector indonesia itu tangguh2.
Persoalan kesempatan dan persoalan penyebaran informasi yg minim yg menyebabkan ketidak tahuan mereka tentang tenaga kerja profesional indonesia.
Kadang dapat informasi mereka bahwa ada tenaga kerja untuk pabrik yg di bilang pak Yanuar tadi itu yg suka culas dll dari. Bukan Cuma di Ansan, Yansan, Busan yg diselatan korea sana juga bnyak tenaga kerja untuk di pabrik nya ( mohon maaf dikatakn bukan tenaga kerja profesional) mereka di kirim program G to G dan dari PJTKI.

Informasi2 dan issue yg terakhir saya dapatkan HHI akan expansi ke luar korea, cuma yg terprioritas adalah Phil, China, dan Vietnam,...nah Indonesia Di mana?
Ini akan menjadi sebuah lahan pekerjaan yg sangat banyak. karna mereka expansi bukan cuma shipyard nya juga fabricator offshore nya. Puluhan ribu tenaga kerja di bidang fabrikasi yg akan direkrut klo pilihan nya Indonesia
belum lagi Multiplie efek economic nya. Miris nya, informasi ini pernah saya saya sampaikan ke cacselor Indonesia di Phil untuk jemput bola, (jikalau dia punay teman di embassy indonesia di korea) Cuma dia bilng suruh lah orng HHI nya datang ke embassy. Artinya suruh antar bola, bukan kita jemput bola

Kembali ke tengah topik, Setuju sekali bahwa kita harus tinggkatkan kompetensi kita untuk mengais dimana ada manisnya madu dolar2.


Ardi
Memilih Hujan Emas di negeri sendiri dari pada Hujan Batu di negeri Orang


Tanggapan 12 - Thomas Yanuar


Hallo Mas Ardi,

Opini pribadi berdasarkan pengalaman sendiri, kebanyakan para diplomat yang bekerja di KBRI (saya ndak tahu apakah mereka diplomat berkualitas sebenarnya ataukah kelas abal-abal) mempunyai paradigma bahwa mereka adalah kasta tertinggi WNI diluar negeri dan menganggap TKI atau orang Indonesia yang bekerja di luar negeri adalah warga kelas dua.
Paradigma arogansi/feodalisme seperti itu sangat mudah dijumpai di perwakilan negara kita dimanapun. Itu faktanya.
Mereka tidak mempunyai semangat melayani dengan kesungguhan sebagai esensi pelayan publik. Karena dalam anggapan lain dalam pikiran mereka, "untuk apa susah-susah melayani, lha wong duduk tenang saja sudah dapat gaji kok"..
Tingkah laku mereka akan berubah 180 derajat jika yang datang ke KBRI/Konjen adalah pejabat negara atau anggota DPR RI (yang plesiran ke luar negeri dengan alasan studi banding) atau kenalan baik.
Yang Mas Ardi kemukakan, itu salah satu contoh yang tidak terbantahkan.

Kita, yang bekerja diluar negeri tanpa bantuan pemerintah, berada diluar sistem, tentu memerlukan orang-orang dalam pemerintahan yang mempunyai paradigma perubahan dari status quo. Supaya negara kita lebih dikenal lebih baik dan lebih luas serta lebih bermartabat sehingga para engineer generasi mendatang mendapat tempat untuk diperhitungkan didunia internasional. Perlu sinergi dari semua departemen terkait.
Saya pribadi berharap, KMI Pusat bisa membantu memfasilitasi kesenjangan ini.

Dari pihak kita sendiri, kita ambil cara-cara orang-orang India dan Philipina itu, setiap ada lowongan, sebarkan ke lingkungan kita (milis migas kita ini terutama), bantu merekomendasikan (ini penting), mendorong orang-orang HRD diperusahaan kita bekerja untuk lebih mempertimbangkan orang-orang Indonesia dan menghilangkan pikiran bahwa orang-orang kita sendiri adalah saingan (dalam anggapan saya rejeki sudah ditentukan oleh Gusti Allah, jadi tidak ada kekhawatiran disaingi. Kalau yang kita rekomenkan lebih baik dari kita, sungguh kita harus bersyukur).
Runtuhkan itu dominasi orang-orang India dan Philipina.
Jangan mengandalkan bantuan KBRI, percuma dan bisa bikin tekanan darah naik hehehehe...



Tanggapan 13 - gurukinayan

Nimbrung neh,
Di dunia internasional memang terlihat anak bangsa pertiwi ini kurang di kenal atau bole di katakan bangsa yg asing di telinga mereka.

Saya punya pengalaman singkat di HCMC vietnam, mereka ternyata tdk mengenal Indonesia....mereka hanya mengenal Indo.....wah sedih banget mendengarnya....ketika saya katakan saya bangsa Indonesia.....malah mereka bilang Indonesia whare....malay?.....almak...bangsaku...

Secara tersirat mungkin sdh tertanam pd mereka bangsa kita adalah bangsa yg hanya punya tenaga2 yg bukan ahli....walaupun tdk bisa dipungkiri saudara2 kita tersebut sangat banyak kontribusinya memasukkan "dolar" ke Indonesia sehingga sering menjadi ajang "lahan".

Namun...Sisi hal positif yg saya lihat di mereka bangsa Vietnam, ternyata mereka sangat2 lebih mendahulukan anak bangsa mereka dalam project mereka, ahli dari luar mereka hire bila mereka telah kehabisan.....hal ini sangat berbeda dgn bangsaku yg besar dan sering mendengungkan istilah "alih teknology" yg mana ternyata hanya kedok melegalkan penguasaan project oleh bangsa lain.....belom lagi pergesekan antar sesama anak bangsa dalam mencari segepok emas......lengkaplah sudah persaingan yg tdk mengacu pd anak bangsa...

Vacancy Structural - Mechanical Supervisor for Multinational Company

One of KBR Company, a worldwide leader in the design, engineering,
Procurement and construction of bulk material handling and processing
Systems for the power and mining industries seeks talented and experienced
Indonesian nationals to fill the following positions:
 
Structural – Mechanical Supervisor (1 Year Contract)
Core Competency:
 
  1. Structural Engineering background.
  2. At least 7 Years Experience, in Structural Erection/Mechanical (Industrial Machinery) Installation.
  3. Strong command of verbal and written English
  4. Strong interpersonal skills and Organizational Experience
 
 
General Requirement:
 
  1. Willing to join as Contract Employee.
  2. Willing to be relocated to Sangatta (East Kalimantan)
Interested applicants should send their resume, in English to FJKTREC@kbr.com  
DO NOT attach scanned certificates, transcripts and reference letters and ONLY SHORT-LISTED candidates will be contacted

Vacancy - Operation (Rig) Coordinator (Urgent)

Yth. Rekan Milis Migas,


Berikut ada titipan Job Vacancy dari
salah satu Perusahaan yang bergerak di bidang Drilling Services Indonesia :

Job Title : Operation Coordinator (Male/Female)
Education : All Engineering or related
Requirement : Rig Handling (Operation), MS Office, Project Management

Pihak Perusahaan membutuhkan dengan segera (Urgent). Mohon email dapat
dikirimkan ke : hendra.tahulending@gmail.com atau tahulendinghendra@yahoo.com.

Demikian dan terima kasih atas perhatiannya. 

Lowongan Pekerjaan Oil & Gas


Group kami, PT Adi WIjaya Prawira, divisi EPC Oil and Gas, membuka lowongan pekerjaan untuk Proyek di bidang Oil and Gas, sebagai berikut:

1. Project Manager
2. Engineering Manager
3. Senior Piping Engineer
4. Senior Process Engineer
5. Senior Mechanical Engineer
6. Senior Electrical Engineer
7. Drafter Proses
8. Drafter Civil


Berpengalaman di proyek Oil and Gas, terutama Surface Production Facilities.

Basis Kontrak 1 tahun, Lokasi Office Jakarta, Lokasi Project di Seluruh Wilayah kerja perusahaan.

CV dapat di kirimkan via email ke: recruitment.adiwijaya@yahoo. com  /  herradz_iem@yahoo.co.id
HRD akan melakukan on call tentang schedule interview.




Salam,
Herradzmawansyah
PT Adi Wijaya Prawira
Wisma Agro Manunggal, Suite 702 and 1601
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav 22
Jakarta Selatan
Phone: 021-2521180
Website: www.adiwijayagroup.com

Vacancy(Urgent)

Pak Moderator

Saat ini kami perusahaan kami yang bergerak dibidang Integrated Logistic
Provider sedang membutuhkan tenaga untuk mengisi posisi sebagai berikut

HR Position :(1)

1. Wanita
2. Usia 25-30 Tahun
3. Penampilan menarik
4. Min S1 Hukum or Psikolog
5. English min pasif
6. Pengalaman sebagai HR or GA 1-2 Tahun
7. Word, Exel and internet
8. Domisili Jakarta

Operation Support :(1)

1. Wanita
2. Usia 25-30 Tahun
3. Penampilan menarik
4. Min S1 Managemen
5. English min pasif
6. Pengalaman sebagai adm dibidang logistic operation 1-2 Tahun di Oil n gas
Company or contractor OG
7. Word , Exel and Internet
8. Domisili Jakarta

CV mohon dikirim kealamat yustira.lerru@gmail.com atau hr@dculogistic.co.id

Monday, October 29, 2012

Range Split Control pada Amine Strength

Pada split range control terdapat satu measured variable yg dikontrol oleh dua manipulated variable. Jd, pada kasus amine strength Pak Dandy (saya mesti search dlu di google utk tau apa ini :D), misalkan measured variable nya adalah konsentrasi amine dan dua variable yg bisa mempengaruhi konsentrasi amine adalah laju alir amine itu sendiri dan laju alir water yg akan dicampur dgn amine tsb. Dgn begini, dua manipulated variable nya adalah flowrate amine dan flowrate water. 
Prinsip kerja split range control sbnrnya sederhana, misalnya kita menetapkan klo konsentrasi aminenya antara 1% - 2% (saya nebak aja ini). Di luar range ini, amine akan offspec. Jika konsentrasi amine terukur (measured) bergerak turun mendekati 1%, maka laju alir water harus diturunkan dgn menutup valvenya dan laju alir amine harus dinaikkan dgn membuka valvenya. Jika konsentrasi amine terukur bergerak naik mendekati 2%, dilakukan hal sebaliknya. Laju alir amine harus diturunkan dan laju alir water harus dinaikkan.  
Pemodelannya bisa dilakukan hanya berdasarkan mass balance saja. Jika kita tau hubungan antara bukaan valve dgn flowrate, maka kita jg bisa tau bukaan valvenya spt apa. Saya jd pengen tau knp Pak Dandy ingin memodelkan ini dgn neural network.

 
Tanya - Dandy haris Firdianda

Saya sedang mengambil topik tugas akhir mengenai range split control berdasarkan pemodelan menggunakan jaringan syaraf tiruan

Yang mau saya tanyakan
1. Saya masih awam mengenai metode kontrol ini dikarenakan jarang sekali diaplikasikan pada industri proses, bagaimana prinsip kerja dan pemodelan menggunakan range split control?

2. Apakah pada range split control, harus ada 2 variabel yang berbeda yang harus dikontrol seperti halnya pada metode cascade control (misal flow dan level dimana harus ada 1 variabel yang bekerja lebih lambat dibandingkan dengan variable lain)?

2. Adakah referensi baik berupa handbook maupun jurnal (nasional/internasional) mengenai range split control tersebut?


Tanggapan 1 - zulfan adi putra


Sambil menunggu yg lbh ahli, saya sharing sepemahaman saya aja dulu ya :D


    Pada split range control terdapat satu measured variable yg dikontrol oleh dua manipulated variable. Jd, pada kasus amine strength Pak Dandy (saya mesti search dlu di google utk tau apa ini :D), misalkan measured variable nya adalah konsentrasi amine dan dua variable yg bisa mempengaruhi konsentrasi amine adalah laju alir amine itu sendiri dan laju alir water yg akan dicampur dgn amine tsb. Dgn begini, dua manipulated variable nya adalah flowrate amine dan flowrate water.

    Prinsip kerja split range control sbnrnya sederhana, misalnya kita menetapkan klo konsentrasi aminenya antara 1% - 2% (saya nebak aja ini). Di luar range ini, amine akan offspec. Jika konsentrasi amine terukur (measured) bergerak turun mendekati 1%, maka laju alir water harus diturunkan dgn menutup valvenya dan laju alir amine harus dinaikkan dgn membuka valvenya. Jika konsentrasi amine terukur bergerak naik mendekati 2%, dilakukan hal sebaliknya. Laju alir amine harus diturunkan dan laju alir water harus dinaikkan.

    Pemodelannya bisa dilakukan hanya berdasarkan mass balance saja. Jika kita tau hubungan antara bukaan valve dgn flowrate, maka kita jg bisa tau bukaan valvenya spt apa. Saya jd pengen tau knp Pak Dandy ingin memodelkan ini dgn neural network.

    Sudah dijawab di pertanyaan pertama. Pada split range control, kita punya satu measured variable dan lbh dr satu manipulated variable.

    Pada cascade control, kita punya satu master control yg dgn pengukuran dr measured variable utama (misal: temperature of the reactor) akan memberikan input (set-point) utk si slave control. Si slave control akan membandingkan set-point ini dgn hasil pengukuran dr measured variable nya sendiri (misal: flow of the cooling liquid) utk kemudian meng-adjust (memanipulasi) satu manipulated variable (misal: ya flow of the cooling liquid).

    Saya gak tau ttg handbook yg khusus membahas mengenai split range control. Mgkin bisa dicari di google. Tp handbook yg mnrt saya bagus utk dibaca adalah bukunya Stephanopoulous, “Chemical Process Control: An Introduction to Theory and Practice”
Semoga sukses,


Tanggapan 2 - Dandy Haris Firdianda
Jadi saya menggunakan Jaringan syaraf tiruan untuk mencari rasio antara lean amine dan demin water yang terbaik, setelah saya mendapatkan rasionya akan saya implementasikan pada amine indicator di DCS

dari DCS ini akan memberikan sinyal split kepada actuator amine dan actuator demin untuk membuka dan menutup berdasarkan rasio dari jaringan syaraf tiruan

Saya juga bingung Bapak dalam memodelkan CO2 absorber dab Amine regenerator menggunakan mass balance

Terima kasih


Tanggapan 3 - zulfan adi putra
 
Hmm... klo saya mengerti pertanyaannya berarti begini;
Pak Dandy ini mau bikin model neural network utk CO2 absorber dan amine regenerator unit, bukan utk split range controlnya. Berarti dgn Pak Dandy perlu data2 operasional yg cukup banyak, sebagian utk buat modelnya, dan sebagian utk validasi. Klo begini, kita tunggu org2 yg lbh ahli dlm hal ini utk menjawabnya ya, hehehe...

Saya yakin CO2 absorber dan amine regeneration unit itu dulunya didesain gak pake neural network :D. Mereka didesain dgn keperluan prosesnya, kemudian mass and energy balancenya dihitung, kemudian mungkin pake software utk sizing kolom, tipe dan ukuran packing (atau tray), dll. Software2 tsb (e.g. sulcol) menghitung berdasarkan model2 matematika dan data2 manufacture packing (tray) yg ada di dlmnya. Tinggal klik helpnya, di situ nanti akan dijabarkan bagaimana cara mereka menghitungnya, atau setidaknya referensinya.


Tanggapan 4 - Dandy Haris Firdianda


Jadi begini, saya memodelkan rasio control antara lean amine dan demin water dengan mneggunakan jaringan syaraf tiruan. Pemodelan ini digunakan untuk mendapatkan komposisi amine strength yang optimal dengan menggunakan data flow input sour gas, flow input amine strength, output CO2 absorber dan flow rich amine+hydrocarbon. Pada amine indicator yang terletak pada DCS akan mengirimkan sinyal kontrol berupa sinyal split pada actuator A (untuk buka tutup lean amine) dengan range tertentu dan actuator B (untuk buka tutup demin water) dengan range tertentu pula dan kedua actuator ini bekerja berdasarkan rasio control yang terdapat pada amine indicator di DCS.

Jadi range split control disini bekerja berdasarkan pemodelan jaringan syaraf tiruan untuk mendapatkan rasio optimal.

Memang untuk kondisi realnya di lapangan menggunakan model matematis yang rumit (terutama pada CO2 absorber yang memiliki beberapa tray dan harus dimodelkan satu persatu) dan komponen yang ditinjau sangat banyak (HP flash column, amine reboiler, Heat exchanger, cooler, booster pump dsb)

Jadi pada penelitian saya hanya meninjau CO2 absorber dan amine regenerator nya saja.

Tips - Tips agar dapat bekerja di dunia MIGAS

Tips agar dapat bekerja di dunia MIGAS :
1. Tetap berusaha semampu anda.
2. Jangan terputus berdoa,hanya kepada-Nya anda meminta. Bukan meminta dengan manusia.
3. Perlancar kecakapan anda berbahasa Int'l (english I mean).
4. Ambil cuti panjang (kalo kerja), atau kalo kuliah bisa cari waktu pasca seminar/sidang sarjana untuk Magang di perusahaan EPC/Migas atau supporting company-nya sekalipun.
5. Jangan sok pintar walau tahu bermodal otodidak,carilah guru untuk ilmu anda. Helper/Fitter sekalipun bisa memberi anda ilmu dan pengalaman.
6. Baca beragam literatur yg bisa anda dapatkan di tempat magang/internet.
7. Coba simulasikan dengan problem solving versi anda,masalah di tempat magang.
8. Tebar seribu-an CV,jangan anget-angetan. hehehe....
9. Perluas jaringan pertemanan anda.

Saya lebih menekankan ke penggunaan bahasa inggris,based on experience(recently), user tahu saya dari Indonesia. ini menurut user yang ngetes saya "kalo lihat dari CV,english kita mantap & poll abiss !
pas describing job desc, baru terlihat kesusahan berbicara walau mengerti 100%".

Tanya - Heri hersanto

Saya ingin sekali kelak bisa kerja di MIGAS. kalau boleh tau, apa ya tips – tips nya?
Saat ini saya sedang mendalami simulasi HYSYS, perpindahan panas, perancangan alat proses dan termodinamika.
kira2 apa lagi yang belum saya lakukan?

Oya kalau di bagian laboratorium, apakah sama dengan di lapangan? ( test masuk, dan langkah2 untuk mempersiapkan bidang laborat )
saya dari teknik kimia.

terima kasih


Tanggapan 1 - Riksha Lenggana

Rekan Heri,
Sekedar share dari saya,semoga bermanfaat.
Tips-tipsnya :
1. Tetap berusaha semampu anda.
2. Jangan terputus berdoa,hanya kepada-Nya anda meminta. Bukan
meminta dengan manusia.
3. Perlancar kecakapan anda berbahasa Int'l (english I mean).
4. Ambil cuti panjang (kalo kerja), atau kalo kuliah bisa cari waktu
pasca seminar/sidang sarjana untuk Magang di perusahaan EPC/Migas atau
supporting company-nya sekalipun.
5. Jangan sok pintar walau tahu bermodal otodidak,carilah guru untuk
ilmu anda. Helper/Fitter sekalipun bisa memberi anda ilmu dan
pengalaman.
6. Baca beragam literatur yg bisa anda dapatkan di tempat magang/internet.
7. Coba simulasikan dengan problem solving versi anda,masalah di tempat magang.
8. Tebar seribu-an CV,jangan anget-angetan. hehehe....
9. Perluas jaringan pertemanan anda.

Saya lebih menekankan ke penggunaan bahasa inggris,based on experience
(recently), user tahu saya dari Indonesia.
ini menurut user yang ngetes saya "kalo lihat dari CV,english kita
mantap & poll abiss !
pas describing job desc, baru terlihat kesusahan berbicara walau mengerti 100%".

Sebelum saya mulai, dia sudah maklum kalo "nanti" saya "bakal" susah
berbicara/explain what is in my CV.
Hehehe....padahal ???

Just my opinion, no need to argue.


Tanggapan 2 - kamen rider its_iwan


Pertama, bangunlah jaringan(network)- menurut saya-(ini menurut saya lho ya) network lebih powerful dari kompetensi.
bisa jadi CV anda masuk ke oil company, sebelum company itu me-release ke koran atau internet.
Kedua, perdalam ilmu pompa sampeyan. Banyak lulusan yang kalo mau lulus saya tanya tentang pompa, ternyata pengertian dan pemahamannya
kurang. padahal pompa alat yang paling common di lapangan.
Ketiga, sebaiknya lulus dulu... :)

Tanggapan 3 - Ahmad Iran


Mas Heri,

Saya tarik benang merah-nya dulu agar anda tidak kecewa jika belum berhasil bahwa rizqi itu bisa dibilang nasib2 pan.
tapi bukan tidak mungkin direkayasa. salah satu rekayasa-nya adalah mengupgrade kemampuan diri dgn mengamati setiap lowongan posisi di oil & gas yg paling sesuai dgn kemampuan kita saat ini, disamping tetap meningkatkan penguasaan akan hal2 tertentu dgn bisnis terkait.

Sbg pemula saran saya tdk perlu byk tawar menawar, untuk mempercepat gabung di salah-satunya.
dlm hitungan bulan jika anda cukup merasa menguasai responsible+kemampuan lain di perusahaan tsb sesuai dgn unit bisnis-nya. Jgn segan tuk apply ke perusahaan lain.
Ingat, Fokus dgn target. Mau meningkatkan kemampuan dulu atau pingin nyaman2nan.

jika punya cukup dana, ambil sertifikasi keahlian yg terkait jgn nunggu di bayari sama perusahaan. itu juga akan mempercepat proses anda untuk dihargai layak.
atau sesuai pengalaman saya, cari rekan yg capable tuk berbagi pengalaman mereka sesuai dgn kemahiran yg ingin kita kuasai (jika perlu anda mengabdi dulu sblm diberi ilmunya).

menurut saya itu dulu dan sangat lbh dari cukup.


Tanggapan 4 - Iwan Husdiantama

Coba cari/dekati perusahaan penyedia tenaga kerja. Biasanya perusahaan migas meng-outsourcing dari perusahaan tsb. melalui tender Pengadaaan Tenaga Kerja.

Tentunya seperti yg dikatakan mas Ahmad Iran harus punya sertifikasi keahlian dan pengalaman.

Perhitungan Impressed Current Cathodic Protection (ICCP)

Saya ingin bertanya kepada senior-senior milis migas. Kebetulan saya sedang melakukan perhitungan impressed current cathodic protection untuk pipa underground. Berdasarkan beberapa referensi yang saya pelajari, perhitungan arus yang dibutuhkan untuk impressed current ada 2 pendekatan:

Pendekatan pertama didapat melalui persamaan berikut,
Io = A x Cb x i x Sf
dimana Io = arus yang dibutuhkan, A = luas area yang diproteksi, Cb = coating breakdown, i = current density pipa, Sf = safety factor

Sedangkan pendekatan kedua didapat dengan urutan perhitungan sbb:

    r (tahanan pipa) = ñpipe/ðt(D-t)
    G (konduktansi coating) = ðD/ù
    á (atenuasi) = (rg)^0.5
    R (tahanan struktur/jaringan) = (r/g)^0.5
    X (jangkauan proteksi) = E cosh á L
    Io (arus proteksi) = (Eo/rp) tanh á L

Pertanyaan saya:

    Bagaimana menentukan nilai ù dan apakah ada korelasinya dengan coating breakdown ?
    Apa yang dimaksud dengan X (jangkauan proteksi) ? jarak antara anode ke pipe kah ? Atau panjang pipe yang terproteksi ?
    Kenapa arus proteksi maksimum pendekatan kedua berbeda dengan pendekatan pertama ? Jika pada pendekatan pertama, arus proteksi maksimumnya hanya sebesar arus bare steel (coating breakdown 100%), sedangkan pada pendekatan kedua arus proteksi dapat lebih dari arus bare steel.
    Adakah standar yang mengatur batasan arus dan tegangan yang dapat disupply oleh transformer rectifier ?

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas perhatian rekan-rekan. Mohon pencerahannya.



Tanya - Herry Winandi

Dear rekan-rekan,

Saya ingin bertanya kepada senior-senior milis migas. Kebetulan saya sedang melakukan perhitungan impressed current cathodic protection untuk pipa underground. Berdasarkan beberapa referensi yang saya pelajari, perhitungan arus yang dibutuhkan untuk impressed current ada 2 pendekatan:

Pendekatan pertama didapat melalui persamaan berikut,
Io = A x Cb x i x Sf
dimana Io = arus yang dibutuhkan, A = luas area yang diproteksi, Cb = coating breakdown, i = current density pipa, Sf = safety factor

Sedangkan pendekatan kedua didapat dengan urutan perhitungan sbb:

    r (tahanan pipa) = ñpipe/ðt(D-t)
    G (konduktansi coating) = ðD/ù
    á (atenuasi) = (rg)^0.5
    R (tahanan struktur/jaringan) = (r/g)^0.5
    X (jangkauan proteksi) = E cosh á L
    Io (arus proteksi) = (Eo/rp) tanh á L

Pertanyaan saya:

    Bagaimana menentukan nilai ù dan apakah ada korelasinya dengan coating breakdown ?
    Apa yang dimaksud dengan X (jangkauan proteksi) ? jarak antara anode ke pipe kah ? Atau panjang pipe yang terproteksi ?
    Kenapa arus proteksi maksimum pendekatan kedua berbeda dengan pendekatan pertama ? Jika pada pendekatan pertama, arus proteksi maksimumnya hanya sebesar arus bare steel (coating breakdown 100%), sedangkan pada pendekatan kedua arus proteksi dapat lebih dari arus bare steel.
    Adakah standar yang mengatur batasan arus dan tegangan yang dapat disupply oleh transformer rectifier ?

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas perhatian rekan-rekan. Mohon pencerahannya.


Tanggapan 1 - Triez

Dear Mas Herry.
Boleh tahu referensi pendekatan kedua diambil darimana? Handbook atau referensi lain?


Tanggapan 2 - Herry Winandi

Pak Tris,

Referensi dari slide Pak Achmad Sulaiman yang ada di sini dan juga dari slide Pak Sulistijono (ITS).


Tanggapan 3 - Triez


Wah, banyak sekali folder..hehehe
Mas, biar ga membingungkan. Pakailah international standar seperti ISO , NACE, atau DNV (offshore), atau mungkin peabody handook yg sudah umum dipake. Saya tidak bilang white book, green book, atau paper work tidak bisa dipake, boleh saja, tp just for reference only. Untuk Design sebaikya merujuk ke standard. Kemudian liat rujukan client spec. refers kmn dia. Klo masih bingung, panggil vendor cathodic, ajak sharing atau diskusi, applicable dilapangan dengan kondisi design seperti apa yg harus diterapkan termasuk parameter penggunaan design yg juga cukup luas cakupannya. tentu finalnya adalah design akurat, comissioning berhasil sesuai yg diharapkan, bukan hanya kalkulasi diatas kertas.
Untuk kalkulasi itu bisa kita analisa sendiri. Klo untuk offshore design, mungkin ada sedikit noted antara DNV dengan ISO. sebaiknya ditegaskan dulu.


Tanggapan 4 - Faisal Reza


Ini sangat baik tapi darimana ini mas ya sumber nya tapi dari logika yg saya runut dan rumus yg kedua saya kira cukup bisa ditelaah..

utk rumus no. 1 saya bisa lgsung mengenalinya karena ini rumus praktikal dan similar dgn yg ada di standar2 seperti di ISO 15589-1 misalnya..

saya akan coba jawab:

1. ù adalah coating resistivity dan ini bisa di ukur dgn resistivity meter dan biasa dilakukan di coating manufacturer.

Ya saya kira ini berhubungan dgn coating breakdown resistance seperti pada rumus pertama....coba lihat di section 5.8 hal 8 utk ISO 15589-1

2. jangkauan proteksi X ini saya kira merefer adalah jangkaun dimana anode groundbed dipasang sampai ke ujung pipa....jadi gini jangkauan proteksi ini sangat berhubungan dgn 3 hal utama...

a. atenuasi itu sendiri
b. beda potensial antara potential pas di pipa yg paling dekat dgn anode gorundbed - dgn Ecorr besi (merefer pada lingkungan tsb)
c. beda potensial antara  potential di ujung pipa - dgn Ecorr besi (merefer pada lingkungan tsb)

3. Saya kira disini menurut saya justru ada kesamaan karena pada rumus kedua kalau anda perhatikan atenuasi....juga R adalah berhubungan dgn tahanan pipe (r (r huruf kecil)) dgn g yaitu konduktansi coating...jadi ini di kombinasi jadi satu membentuk tahanan overall (R huruf besar yaitu tahanan struktur keseluruhan)

4. ini tergantung soil resistivity utk current supply dgn memperhatikan IR drop....juga perlu diperhatikan hydrogen evolution kalau potensial terlalu besar....yg paling penting adalah bagi saya pada waktu potential off....disana minimum requirement nya harus -800 mV.....silahkan lihat lebih lanjut pada ISO 15589-1 atau NACE standards.


Tanggapan 5 - Farizan Riadhi

Mencoba menjawab pertanyaan Pak Winandy.
Pendekatan pertama dilakukan dengan panjang pipa terproteksi diketahui/diasumsikan untuk mencari nilai A, sedangkan pendekatan kedua dilakukan secara teoritis jangkauan dari drainage point sehingga polarisasi yang diinginkan tercapai.

1. Mencari nilai ω utk mendapatkan nilai G ya Pak? Nilai G ini bisa diasumsikan dari tabel dimana parameternya kondisi coating dan resistivitas tanah. Literatur mengenai perhitungan ini bisa dilihat di buku Parker Peattie, Pipeline Corrosion and Cathodic Protection, 3rd Edition. Appendix D : Attenuation Equations.

2. X adalah jarak dari drainage point (bisa sama dengan lokasi anode) dengan titik di pipeline dimana nilai polarisasinya mencapai nilai yg kita inginkan

3. Mungkin saja, karena jika persamaan attenuasi ini dibalik, yaitu utk mencari nilai arus sehingga coverage mencapai panjang keseluruhan pipa, mungkin bisa lebih besar. (Perlu dilihat polarisasi/beda potensial di drainage point, jangan sampai over-proteksi)

4. Yang ini saya kurang paham dari standar mananya, berkaitan dgn SF (safety factor) dalam penentuan TR Rating. Yg sering saya lihat sih 25%.

Semoga membantu dan CMIIW,

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India