Thursday, June 28, 2012

Penggunaan SCADA System di Oil & Gas

Ada beberapa peralatan/istilah yang lazim digunakan dalam Control System, yaitu:
SCADA (Supervisory, Control, and Data Acquisition)
HMI/MMI (Human/Man Machine Interface)
PLC (Programmable Logic Controller)
DCS (Distributed Control System
Remote I/O (Input/Output)
Signal Conditioning
Data Transferred Media (Coaxial Cable, Optic Cable, Radio Freq)
Processor, Memory(RAM/ROM) ..dst 

Tanya - Frenky Norman Frenky_norman


Dear rekans yang terhormat,
 
Saya  masih awam tentang SCADA system yang digunakan di Oil & Gas.Apakah  ada diantara diantara rekan2 yang dapat memberikan penjelasan tentang  sistem ini dan cara kerjanya? Kemudian bagaimana keterkaitannya dengan  Nodal Analysis dan Production Networking?
  Kira2 dimana saya bisa mendapatkan referensi tentang sistem ini?
 
  Sekiranya ada rekans yang bisa membantu saya ucapkan terima kasih.
 

Tanggapan 1 - Ariyo Bowo male_moeslim


Pak Frenky
  
  Sedikit komentar dari saya ;
  
  Setau saya pengertian Scada itu hanya istilah saja, misalkan kita ingin dapat mengetahui kerusakan listrik di suatau daerah secara jarak jarak jauh, dengan menggunakan sofware C++ misalkan dan aoutput tersebut kita teruskan ke suabuah hardware controller untuk di teruskan ke jaringan listrik, sehingga kita dapat mengetahui di titik mana yng terdapat gangguan sehingga kita dapat seminimal mungkin mengantisipasi gangguan tersebut.
  
  sepengetahuan saya itu sudah dapat dikatan suatu sistem SCADA, mudah -mudahan dapat menjadi gambaran.
  
  Dengan sedikit pengetahuan yg saya miliki, mudah - mudahan dapat menjadi sedikit gambaran, dan saya juga minta maaf jika pengertian saya mengenai SCADA ternyata salah, mohon pencerahan dari rekan - rekan senior, terimakasih.


Tanggapan 2 - Imam Mursid@ptcs

Semoga Bisa membantu

      http://ref.web.cern.ch/ref/CERN/CNL/2000/003/scada/
      http://www.webopedia.com/TERM/S/SCADA.html
      SCADA
            Last modified: Wednesday, September 19, 2001

      Acronym for supervisory control and data acquisition, a computer system for gathering and analyzing real time data. SCADA systems are used to monitor and control a plant or equipment in industries such as telecommunications, water and waste control, energy, oil and gas refining and transportation. A SCADA system gathers information, such as where a leak on a pipeline has occurred, transfers the information back to a central site, alerting the home station that the leak has occurred, carrying out necessary analysis and control, such as determining if the leak is critical, and displaying the information in a logical and organized fashion. SCADAsystems can be relatively simple, such as one that monitors environmental conditions of a small office building, or incredibly complex, such as a system that monitors all the activity in a nuclear power plant or the activity of a municipal water system. SCADA systems were first used in the 1960s


Tanggapan 3 - Ivan Taufan@klaras


Pak Frengky & Pak Aryo,

Anda bisa mendapatkan cukup informasi mengenai SCADA pada link berikut:
1. http://www.scadanews.com/
2. http://en.wikipedia.org/wiki/SCADA

Semoga membantu.


Tanggapan 4 - Arief Pramono


Pak Frengky,
ini juga bisa.               
http://matrikonopc.com/index.html
semoga bermanfaat.


Tanggapan 5 - hendra ST


Mau coba nebeng, sebenarnya pada dasarnya sistem SCADA di industri (seperti PLN dll) dan di oil and gas sebenarnya sama. Hal itu terbagi menjadi 3 bagian besar yaitu device (yang dikontrol ataupun yang ngasi indikasi+RTU), kemudian media komunikasi (data2 dari remote area bisa ditransmit melalui media komunikasi ke control centre seperti JTT, radio dan fiber optic, biasanya Jaringan Tegangan Tinggi pada PLN) kemudian sebuah alat penerima yang bisa membaca data2 yang dikirim dari remote area seperti LMU pada JTT yang diteruskan keradio bila menggunakan JTT dan setelah itu diteruskan ke RTU yang ada dicontrol centre dan dilanjutkan kedisplay PC...Kalo persoalan data2 apa yang akan ditransmit itu tergantung kebutuhan pada saat mendesain, misalnya pada PLN biasanya Circuit breaker, disconnecting switch, line isolator dan alarm2 yang lain seperti DC faulty, ground fault dll, begitu pula kalo di oil and gas biasnya pressure, flow, temperature dll...Mungkin ini bisa sedikit mencerahkan,
 mudah2an bisa membantu, mohon koreksinya kalau salah...


Tanggapan 6 - munawir@indospec


Ikut nimbrung neh,

Sebelumnya, perlu diketeahui bawah ada beberapa peralatan/istilah yg lazim digunakan dlm Control System, yaitu:
SCADA (Supervisory, Control, and Data Acquisition)
HMI/MMI (Human/Man Machine Interface)
PLC (Programmable Logic Controller)
DCS (Distributed Control System
Remote I/O (Input/Output)
Signal Conditioning
Data Transferred Media (Coaxial Cable, Optic Cable, Radio Freq)
Processor, Memory(RAM/ROM) ..dst 

Sependek yg saya tau bahwa Control System itu memiliki Hirarki/Tingkatan/Level dalam sistemnya, dan teknologi terbaru saat ini hirarki2 tsb sdh menjadi terintegrasi yg kemudian dikenal dgn istilah "Integrated System" (klo yg ini ntar pembahasannya bisa jd lebih lebar dan luas lagi).

Secara sederhana/gampangnya Hirarki-nya dibagi menjadi beberapa tingkatan:

Level 1 (yg paling bawah) adalah : Instrument, Motor, M/C (yg berhubungan secara langsung dgn Proses)

Level 2 : PLC / DCS, adalah perangkat yg spt halnya PC memiliki Processor, Memory, jg I/O  yg terkoneksi ke Equipment2 di Level 1.
Nah, Program2 itulah yg dibuat & diLoad oleh User ke Memory agar Processor meng-eksekusi perintah2 tsb melalui Remote I/O-nya.
Ada 2 type yaitu Analog dan Digital.

Level 3 : HMI/MMI (semacam Panel Digital) atau SCADA berupa Software yg terinstal di Computer/PC untuk membantu User memahami/mengawasi/mengontrol(value adjustment) proses yg berlangsung atau juga kondisi equipment di Plant melalui Layar Monitor (biasanya di Control
Room)  Selain itu data2 yg telah terbaca tersebut bisa disimpan/direcord/diLog dlm storage disk di PC, sehingga Trend dr proses atau equimpent bisa diketahui (per-day/per-week/per-month/ dst)

Kalau masalah bgmna hubngnya dgn Networking kemudian Analisa, maka kalau runtutkan dari level yg paling rendah itu adalah proses Signal Conditioning (Analog to Digital Converter/ADC, DAC, Signal Coding Methode, Profibus, Profinet, Controlnet,... dst) kemudian jika signal data2 trsbut sdh ter-Kondisikan/se-type spt halnya signal data komputer barulah kemudian itu urusannya Computer Networking (Client-Server)
Maaf kalo ada yg keliru, mungkin ada tambahan/koreksi dr rekan2 yg lain. 

Step Up Tegangan 3 Phase

"Secara umum untuk menaik-turunkan tegangan 3 phasa, kita bisa menggunakan 1 buah trafo 3 phasa atau 3 buah trafo 1 phasa. Ada beberapa manufaktur lokal yang sering suppply transformer distribusi ke PLN maupun ke industri2 dalam negeri."

Tanya - Nandha H (MJEE) nandha@mjee

Dear kawan2 KMI

Saya mau tanya, jika ada supply tegangan 3 phase 220V 60Hz ingin dinaikkan menjadi 3 phase 380 V 60 Hz, bagaimanakah caranya. Apa menggunakan trafo untuk tiap phasenya saja bisa (berarti tiap phasenya 110 V dinaikkan menjadi 220 V, atau 2x), atau adakah jenis trafo yang khusus digunakan untuk tegangan 3 phase, sehingga tidak mempengaruhi frekuensi dan phasenya. Kalau ada kira-kira product apa yang bisa digunakan (merek tertentu)? Mohon pencerahannya.

Terimakasih banyak


Tanggapan 1 - a_firmansyah95 agung

Nandha,

Trafo tdk mempengaruhi frekuensi. Output frek sama dng input frek.

Ada bbrp pilihan trafo yg bisa dipakai dng rasio 380V/220V  (Primer/Sekunder):

1. Pakai 1 buah trafo 3 fasa
2. Pakai 3 buah trafo 1 fasa

Umumnya yg no. 1 lebih murah,ekonomis, praktis (smaller dimension)  dan lebih banyak tersedia di pasaran.

rating kVA trafo nya harus dipilih lebih besar dari beban yang  disuplai

Terimakasih


Tanggapan 2 - rengik

 
  Dear Mr Nandha,
    
    Secara umum untuk menaik-turunkan tegangan 3 phasa, kita bisa menggunakan 1 buah trafo 3 phasa atau 3 buah trafo 1 phasa. Saya kira ada beberapa manufaktur lokal yang sering suppply transformer distribusi ke PLN maupun ke industri2 dalam negeri...
    
    
Tanggapan 3 - Nandha H (MJEE) nandha@mjee

Terima kasih kawan-kawan, ternyata mudah ya menaikturunkan tegangan, mungkin yang akan jadi masalah adalah kapasitas. Jika kebutuhannya adalah 3 phase 380V 9kVA maka supply yang cuma 3 phase 220 V harusnya butuh arus lebih banyak kan, jadi sekitar 16 kVA. <<< apakah benar ya :p (hehe gak ngitung). dan permasalahan lain adalah ketika terjadi phase failure akibat salah satu gulungan di transformator putus. Karena ini untuk rotating machine (Motor AC) maka akan berbahaya untuk keamanan motornya, apa ada pendapat untuk masalah tersebut. Terima kasih banyak


Tanggapan 4 - a_firmansyah95 agung


Kalo untuk daya (spt kW, KVA) berapapun tegangannya dirubah , gak  berubah. 9kVA load di 380V, tetap 9kVA juga di 220V. Ingat hukum  kekekalan energi, yang berubah hanya arusnya bertambah besar (dng  asumsi performance beban tetap sama walaupun tegangan di rubah).

Kalo boleh tanya: untuk keperluan apa tegangan dirubah ?  kalo motornya yg existing rating nya 220V 3phase akan difeed dr  source 380V 3ph, tentu tdk bisa. Harus ganti motor dng rating yg 380V  3phase

Utk mengantisipasi phase failure atau loss phase , di panel motor  dipakai overload relay yang tipe elektronik. Kalo yg tipe bimetal  umumnya tdk bisa detect loss phase


Tanggapan 5 - Kusuma kb@sarana-ahli
Pak Kris,

saya tunggu juga jawaban mas firman kok tidak muncul, jadi ikutan jawab ya.. kalau masalah merk, sudah banyak pak, tinggal search aja di google, dg  keyword motor protection relay, overcurrent relay digital, dll. Untuk relay  digital umumnya sudah bisa deteksi loss phase/single phasing. Sebenarnya  relay bimetal ada juga yang bisa deteksi single phasing, yaitu yang jenis  double slide.

Jika suplai motor 3 phase hilang 1 phase (single phasing), maka :
- jika motor dalam kondisi berhenti, motor tidak akan bisa start (motor  mendengung)
- jika motor dalam kondisi running, maka motor tetap berputar tapi  kecepatannya turun dan arus akan naik pada fasa yang sehat. Jika relay  proteksi tidak bekerja, motor cepat rusak atau terbakar.



Tanggapan 6 - Kris_Budianto@fmi


Mas Firman..

saya mau tanya sedikit untuk overload yang electronic itu, biasanya merknya apa? apa alat tersebut benar benar bisa mengetahui bahwa motor hilang 1 fasa, tapi menurut pengalaman saya untuk motor 3 phasa tidak akan bisa jalan jika kehilangan 1 phasa ( motor akan mendengung ). mohon advice jika keliru


Tanggapan 7 - Kris_Budianto@fmi


oke pak, makasih infonya nanti saya coba cari di google,  saya masih agak bingung, jika motor dalam kondisi running dan 1 phasa hilang, motor tetap akan berputar dengan kecepatan menurun, dan akan terjadi high ampere pada phasa yang lainnya, berarti relay bimetalnya akan bekerja karena high ampere, dengan indikasi motor overload ( bukan single phasing ) apa benar seperti itu ? jika memang benar keliatannya relay electronic lebih efisien, karena bisa mengindikasikan single phasing dan overload.


Tanggapan 8 - Kusuma kb@sarana-ahli


Pak Kris,

saya tunggu juga jawaban mas firman kok tidak muncul, jadi ikutan jawab ya.. kalau masalah merk, sudah banyak pak, tinggal search aja di google, dg  keyword motor protection relay, overcurrent relay digital, dll. Untuk relay  digital umumnya sudah bisa deteksi loss phase/single phasing. Sebenarnya  relay bimetal ada juga yang bisa deteksi single phasing, yaitu yang jenis  double slide.

Jika suplai motor 3 phase hilang 1 phase (single phasing), maka :
- jika motor dalam kondisi berhenti, motor tidak akan bisa start (motor  mendengung)
- jika motor dalam kondisi running, maka motor tetap berputar tapi  kecepatannya turun dan arus akan naik pada fasa yang sehat. Jika relay  proteksi tidak bekerja, motor cepat rusak atau terbakar.

Tanggapan 9 - Kusuma kb@sarana-ahli

Begini pak,

Jika motor 3 phase mengalami single phasing, maka tinggal 2 phase yang  berbeda 120 deg. Secara teori, dengan dua phase yang berbeda, maka masih  bisa menimbulkan medan putar, sehingga motor bisa berputar --> seperti motor  satu fasa dengan auxiliary winding atau kapasitor. Namun, karena hanya flux  yang dihasilkan hanya dari 2 phasa, torsi yang dihasilkan menjadi drop  hingga jauh di bawah rating nominalnya. Oleh karena itu, jika motor dalam  kondisi berhenti, kemungkinan besar torsi yang dihasilkan tidak sanggup  melawan lock rotor torque, sehingga motor tidak bisa start.
Apabila motor dalam keadaan berputar lalu mengalami single phasing, rotor  sudah memiliki "modal" untuk berputar, yaitu medan magnet induksi sisa,  sehingga untuk beban yang tidak overload, kemungkinan besar motor masih bisa  berputar. Lalu kenapa kecepatannya turun? Jika kemampuan torsi motor  menurun, sedangkan bebannya tetap, maka motor akan berusaha untuk memenuhi  kebutuhan torsi beban, yaitu dengan menurunkan kecepatan --> ingat lagi  kurva torsi vs kecepatan motor induksi.

Bagaimana dengan proteksinya? Apakah proteksi overload/overcurrent saja  cukup?
Jika motor dibebani pada ratingnya (full load), maka jika terjadi single  phasing, relay overload akan bekerja. Namun jika motor dibebani lebih kecil dari full load atau bebannya  berubah-ubah, jika terjadi single phasing, relay overload tidak akan bekerja  (jika seting relay untuk full load rating), sementara arus sirkulasinya  tetap membahayakan motor. Relay elektronik atau digital dengan metode vektor  bisa membedakan arus yang dihasilkan oleh suplai dan arus yang dihasilkan  oleh motor (arus urutan negatif akibat single phasing) sehingga meskipun  bebannya kecil, masih bisa mendeteksi adanya single phasing.

Silakan dikomentari...


Tanggapan 10 - Nandha H (MJEE)


Waaah, saya salah, maksudnya arusnya yang berubah, kalo soal daya ya sama saja ya. Maksudnya arusnya yang berubah. Nilai kVA yang diubah/dinaikkan di trafonya saja mungkin, maksudnya dengan trafo rate 15kVA mungkin.

Kebutuhan untuk motor AC 3phase 380 V 60 Hz, 9kVA
Tersedia AC 3phase 220 V 60 Hz, daya nya juga harusnya 9kVA
(Kejadiannya karena salah pesan, di daerah tersebut tersedia tegangannya 220V 3 phase, sehingga motor yang sudah terlanjur di pesan dengan rate 380V bagaimana agar tetap dapat di pakai, ya dipakai trafo untuk mengubah tegangan inputnya, atau hal ini terlalu beresiko?)

Maka pastinya arus di sisi primer trafo pasti lebih besar dari pada di sisi skunder sehingga ukuran breaker dan kabel pasti lebih besar di sisi primer.


Tanggapan 11 - Kusuma kbrata


Mas Nandha,

sepertinya anda tidak salah beli, tapi memang motor 3 phase 220 V untuk  ukuran 9kVA saya rasa sangat jarang. Atau mungkin ada rekan2 yang  mengetahuinya? Kalau ada, barangkali lebih baik motor mas Nanda ditukar  tambah, daripada beli trafo lagi...:)

Kalau terpaksa pakai trafo step up tidak apa-apa, rating trafo menurut saya  13 kVA sudah cukup, untuk kompensasi pada saat start.


Tanggapan 12 - Tavip S. Lubis tavip@badaklng


Saya tertarik dengan pernyataan Nandha berikut

> Kebutuhan untuk motor AC 3phase 380 V 60 Hz, 9kVA
> Tersedia AC 3phase 220 V 60 Hz, daya nya juga harusnya 9kVA
> (Kejadiannya karena salah pesan, di daerah tersebut tersedia tegangannya
> 220V 3 phase, sehingga motor yang sudah terlanjur di pesan dengan rate
> 380V bagaimana agar tetap dapat di pakai, ya dipakai trafo untuk mengubah
> tegangan inputnya, atau hal ini terlalu beresiko?)

Mungkin anda tidak salah beli, motor 220/380 itu bisa dipertukarkan. Itu berarti motornya bisa dusupply dari 220Volt atau 380Volt tergantung cara merangkainya D atau Y. Coba perhatikan ada berapa terminal yang keluar ada enam kah ?, Lihat nameplatenya baik-baik disitu ada tertera 220/380 dan ada petunjuk terminal-terminal yang harus dijamper untuk tegangan 220V dan 380V. Tujuan pemberian enam terminal ini adalah untuk memungkinkan supply 220Volt atau 380 Volt disamping itu juga untuk start W-D.


Tanggapan 13 - suwoko edi prasetyo


Mas Nandha,
  
  Seperti apa yang dimaksud dibawah Mohon diperjelas
  Voltase yang available di daerah tersebut untuk 3 Phase 220V apakah berarti berarti tertulis 220/127V, sedang Voltase untuk Motor 380/220V s.d Voltase PLN skr.
  Jadi untuk ini pada motor tersebut untuk posisi Delta maka dibutuhkan Voltase 380V dan memang seharusnya diperlukan Trafo Step-up tentunya dengan KVA min 1.5x dari kva motor,...
  Mohon koreksinya ...


Tanggapan 14 - Nandha H (MJEE) nandha@mjee


Waaah terima kasih untuk kawan-kawan atas responnya. Pada akhirnya keputusan bukan saya yang pegang, dan motornya di kembalikan ke mitsubishi untuk di ganti dengan rate yang seharusnya yaitu 3 phase 220V 60Hz.

Dan memang terjadi salah order, karena kurang akuratnya survey lapangan pada saat itu, informasi bahwa tegangan 220V 3 phase baru di ketahui belakangan, kami sendiri mengira bahwa 220V tersebut adalah 1 phasenya. << Pengalaman berharga, bahwa form survey adalah aturan yang harus dipakai dan di isi dengan sebaik dan seakurat mungkin.

Sekali lagi terima kasih untuk kawan-kawan semua.

Menembus Kerja Praktek (KP) di Perusahaan MIGAS

MENEMBUS KERJA PRAKTEK DI PERUSAHAAN MIGAS
oleh: J. Anton Witono (Chairman Komunitas Migas Indonesia Cabang Kaltim)


Saya beberapa kali membantu adik-adik untuk mendapatkan kesempatan untuk kerja praktek di tempat saya bekerja (sebuah perusahaan MIGAS Perancis berlokasi di Kalimantan Timur). Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman dan opini pribadi. Latar belakang saya adalah Teknik Kimia dan saya bukan orang HR.

A. MEMILIH TOPIK & DURASI KP
1. Buka jendela wawasan dan informasi.

2. Cari topik yang sesuai dengan peminatan atau latar belakang jurusan kuliah anda.

3. Browsing internet, ikuti hot topic di media massa/ TV, konsultasi dengan senior yang sudah pernah KP sebelumnya dan tanyakan kontak mentornya, diskusi dengan dosen, hubungi alumni yang bekerja di perusahaan yang bersangkutan.
TIPS : cari informasi tanpa kacamata kuda. Seorang mahasiswa Teknik Kimia tidak berarti KP-nya melulu harus di departemen Process Engineering.
4. Tetap fleksibel. Jangan kaku dan menutup diri apabila pihak Perusahaan menawarkan topik lainnya, misalnya karena alasan ketersediaan subyek dan/ atau mentor di perusahaan tersebut. Pengetahuan itu tidak ada batasnya.

5. Hubungi alumni yang bekerja di perusahaan ybs (bila ada). Sampaikan anda berminat KP di perusahaan tersebut, tanyakan apakah ada subyek dan mentor untuk KP anda. Siapa tahu alumni yang anda hubungi bersedia jadi mentor, maka urusan anda akan lebih mudah. Atau setidaknya beliau akan “bergerilya” mencarikan informasi diantara rekan-rekan kerjanya. Kalau pun tidak, minimal tanyakan ke departemen mana anda mungkin bisa KP. Tanyakan nama departemennya, karena informasi ini akan membantu untuk proposal anda.

6. Bila beruntung, anda mungkin sudah bisa berkorespondensi terlebih dahulu dengan calon mentor. Sehingga nama beliau bisa anda cantumkan di proposal KP.

7. Dari pengalaman dan pengamatan saya, durasi KP ideal adalah minimal 2 bulan, karena anda punya cukup waktu untuk mengenal “process flow” di perusahaan tersebut dan punya cukup waktu untuk mengerjakan topik khusus KP anda. Kalau subyek anda selesai lebih awal, anda punya waktu untuk belajar hal lainnya. Kendati demikian, banyak juga perusahaan yang menerapkan kebijakan maksimal 1 bulan KP karena alasan lain misalnya: kesibukan mentor, process  flow-nya tidak terlalu kompleks, dll.

B. MENYIAPKAN ADMINISTRASI
1. Siapkan proposal KP. Untuk KP di perusahaan MIGAS, sebaiknya membuat proposal KP dalam bahasa inggris.
TIPS: Pakai proposal KP senior anda sebagai referensi, tapi “copas (copy paste)”-lah secara cerdas. Tambahkan/ kurangi informasi sesuai keperluan KP anda.

2. Minimum informasi yang harus ada di proposal KP:
- Periode KP;
- Topik & obyektif apa yang ingin anda pelajari;
- Nama departemen dimana anda ingin KP;
- Nama calon mentor (bila ada dan sudah dikonfirmasi dengan ybs).
- Cantumkan juga bahwa anda terbuka terhadap topik/ subyek lain yang akan diberikan oleh Perusahaan.
TIPS: semakin presisi informasi di proposal KP anda akan membantu orang HR dalam memproses proposal KP anda.

3. Siapkan dokumen lainnya:
- Curriculum Vitae (CV);
- Surat Pengantar dari Kampus;
- Copy Transkrip nilai hingga yang terbaru.
Dokumen-dokumen diatas sebaiknya juga disiapkan dalam bahasa inggris. Mungkin saja Perusahaan tertentu mensyaratkan dokumen lainnya selain dokumen diatas. Hal ini bisa dicari tahu dari alumni yang bekerja disitu atau senior yang pernah KP sebelumnya.

4. Cari informasi kemana anda harus mengirimkan proposal dan dokumen KP anda, tanyakan siapa contact person-nya.
HINT: Human Resources Department tidak hanya terdiri dari 1 bagian dan hanya mengurusi soal KP. Dengan informasi yang tepat, anda tidak akan kehilangan waktu karena salah alamat pengiriman dokumen KP.
5. Kirim dokumen anda ke departemen yang mengurusi tentang Kerja Praktek. Bila anda sudah punya kontak dengan calon mentor/ alumni anda, bisa juga dikirimkan soft file-nya ke ybs, siapa tahu beliau berkenan membantu menindaklanjuti dari dalam.

6. Menindaklanjuti pengajuan KP anda ke contact person yang menangani soal KP.
TIPS: menindaklanjuti tidak sama dengan “meneror” orang ybs atau pun calon mentor/ alumni anda. Berikan waktu juga untuk prosesnya.

7. Keputusan akhir untuk diterima/ tidaknya untuk KP biasanya ditentukan oleh departemen yang menangani KP. Mereka mungkin punya faktor-faktor lain yang jadi pertimbangan untuk menerima anda (misal: kuota/ alokasi, budget , dll). Calon mentor atau alumni anda bukan pihak yang bisa member keputusan akhir (kecuali beliau memang punya otoritas untuk itu).
 
8. Proposal KP setidaknya sudah diajukan ke perusahaan sekitar 6 bulan sebelum masa KP yang diinginkan. Kalau sebelum 6 bulan, bisa jadi kebutuhan untuk mahasiswa KP belum terlihat atau HR masih mengurusi mahasiswa KP periode sebelumnya. Kalau terlalu mepet, bisa jadi anda keduluan mahasiswa yang lain.


C. SAAT PROSES KERJA PRAKTEK
1. KP sebaiknya dianggap sebagai simulasi kerja sebenarnya dan tidak hanya sekedar memenuhi persyaratan mata kuliah dan mendapatkan nilai. TIPS: set mind anda tentang KP akan tercermin dalam attitude anda selama KP.

2. Ikuti semua peraturan di perusahaan tersebut dengan baik (misal: datang tepat waktu, menjaga kerahasiaan data perusahaan, dll.)

3. Topik/ subyek KP anda bisa berkontribusi terhadap Perusahaan, karena terkadang diambil dari permasalahan atau optimisasi yang ingin dilakukan Perusahaan ybs.

4. Belajarlah sebanyak mungkin selama anda KP karena itu kesempatan anda untuk mengetahui industri yang mungkin anda akan masuki setelah lulus kuliah nanti.
TIPS: relakan weekend anda selama KP jika itu harus/ bisa ditukar dengan pergi ke site (lokasi produksi) atau masuk kantor untuk mengerjakan tugas (misal: mencari literatur atau mengerjakan simulasi).

5. Proaktif dan jangan menunggu instruksi, banyak bertanya, banyak bergaul, miliki tata krama yang baik.

6. Bangun networking sebanyak mungkin.

7. Berikan potensi dan kemampuan terbaik dari anda, sehingga anda bisa meninggalkan kredibilitas dan nama baik (termasuk nama baik kampus anda) saat usai masa KP.
HINT: kredibilitas dan nama baik akan membantu anda bila mungkin ingin melamar ke perusahaan tersebut dan tetap membuka kesempatan bagi adik-adik kelas anda untuk bisa KP di tahun-tahun berikutnya.

D. SETELAH KERJA PRAKTEK

1. Buat laporan KP yang baik dan tinggalkan arsip untuk Perusahaan dan kampus anda.

2. Cantumkan informasi umum tentang KP anda, misalnya: contact person alumni atau departemen yang menangani KP di perusahaan tersebut.

3. Bila mentor anda tidak keberatan, anda bisa mencantumkan juga kontak beliau.

4. Tetap menjaga silaturahmi dengan mentor dan orang-orang lain yang anda kenal selama KP.
HINT: dunia MIGAS itu kecil, jadi nama baik dan integritas anda akan selalu menyertai masa depan anda.

5. Adakan forum knowledge sharing di kampus (minimal dengan teman 1 angkatan). Saling bertukar wawasan dan pengetahuan yang didapat selama KP, sehingga anda juga bisa belajar dari teman yang lain. Sekali lagi, pengetahuan itu tidak ada batasnya.
 
E. TIPS MEMILIH TEMPAT KP
 
1. Cari informasi sebanyak-banyaknya. Ada puluhan perusahaan MIGAS di Indonesia.
 
2. Jangan melihat atau membanding-bandingkan fasilitas yang diberikan oleh Perusahaan selama anda KP sebagai pertimbangan utama. Jadikanlah motivasi untuk menggali pengetahuan dan belajar hal baru sebagai yang utama. Kalau pun ada pengeluaran yang harus anda tanggung sendiri, anggap saja itu investasi buat masa depan anda. Lagi pula hari gini no free meals...
 
3. Jangan takut keluar dari "tempurung" anda. Kalau anda harus KP di Sumatera, Kalimantan bahkan Papua (misal di LNG Tangguh), so be it. Percayalah itu akan menjadi pengalaman hidup yang membedakan anda dari yang lain. Industri MIGAS tidak hanya sepetak Pulau Jawa, justru saat ini dan dimasa mendatang Industri MIGAS Indonesia berada di wilayah-wilayah diluar Pulau Jawa terutama wilayah Timur Indonesia. 

 
Jakarta, 28 Juni 2012 - jwitono@gmail.com

Job Invitation

Our company is engaged in the Engineering & Project Management for oil & gas, open to Job. positions / disciplines:

1. Mechanical/ Pipeline Engineer ( Fresh Graduate )
2. Mechanical/ Piping Engineer (Fresh Graduate )
3. Electrical Engineer ( Fresh Graduate )
4. Instrument Engineer ( Fresh Graduate )
5. Civil Engineer ( Fresh Graduate )
6. Telecom. Engineer ( Fresh Graduate )
7. Process Engineer ( Fresh Graduate )
8. Geodesi Engineer ( Fresh Graduate )

For those interested, can directly send Curriculum Vitae to azarsetiawan@gmail.com

Need Urgently for Turret & Mooring Supervisor and IT System SAP Spec

We are a well established contractor company in Indonesia. Our client currently is looking for :
1. Turret & Mooring Supervisor (TMS)
2. IT System SAP Specialist (National) (IT SAP)
You can find the specific requirements in the attachment I enclosed.

If you are interested, please send your CV on format MS Word with the softcopy of related certificates to e_recruit_oilgas@yahoo.com including your expected salary per month. 
P
lease WRITE  : "CODE : DSK" in your subject email

We are looking forward to your applications.

Best Regards,
Sonia
Senior Recruitment Manager

URGENTLY REQUIRED

VME Process is a leading supplier of process systems to the oil and gas industry. We are currently looking for a qualified candidate for the position.
 
LEAD HSE OFFICER
 
Basic Requirement:
 
1.      Minimal Diploma Holder
2.      5 years’ experience in similar position.
3.       Understanding OHSAS system and implementation, and environment care.
4.    Having managerial skill amd leadership
5.    Having  AK3 Certificate
 
Main Responsibility:
 
1.      Assist staff monitor departmental compliance to local, policies and procedures with accredation standard.
2.   Develops and maintain environment for continually quality improvement.
3.   Develops and utilize electronic methods data collection. Gathers, process and analyze date to create reports, charts, graphs and date.
4.   Coordinate and leads  Departement Safety Program to reduce departmental-related injuries. Develops, implements and monitor policies, trainings and audits regarding safety issues, including Health and Safety Committee.
 
 
Should you meet requirement above, please send your comprehensive resume, recent photograph and salary expected ASAP 
Human Resource Depatment
PT. VME Process
Jl. Bawal Kavling 3, Batu Merah Batu Ampar - Batam
Only shortlisted candidates will be notified.

Air Energi - Senior Automation Engineers / Technologists (Instrumentation)

We are currently seeking Senior Automation Engineers / Technologists (Instrumentation) to work for a major EPCM based in Alberta , Canada .
A job overview is attached for your information. This is initially a contract position leading to a permanent opportunity.  
Candidates require –
  • A minimum of 8 years past experience in Instrumentation within an EPC  
 
  • A complete understanding of the engineering documents associated with instrumentations such as: P&ID's, loop sheets, specification sheets, wiring diagrams, logic diagrams, installation detail drawings, etc
 
  • A 2 year diploma in Instrumentation Engineering Technology or Engineering Degree is required OR the equivalent combination of education and experience will be considered
 
 
If you are interested in this position or keen to receive a recruitment plan obtaining the other positions Air Energi Canada is dealing with the please reply to this email with an up to date CV or call me on the details below.
 
If you know of any one else who meets the above criteria and would be interested in this role please pass on the details and you could be considered for our global referral scheme if they are hired.
Thanks for your time.
Warm Regards
 
 
David West
Senior Consultant – Canada
Civil, Structural & Architectural
Project Engineering / Management
Electrical, Instrumentation, Controls & Automation
Air Energi­
DL:          + 1 403 225 4526
M:            + 1 403 966 6873
E:             dwest@airenergi.com
Skype:     air_dwest
 
The Air Energi Group provides ‘Trusted Expertise’  to the global energy industries in 50 countries,.
Through our company values: safe, knowledge, innovation, passion, inclusion and pragmatism, WE DELIVER, each and every time.
 

Lowongan Piping Engineer dan Estimator

PT. Mitrindo Dutaprakarsa are engineering and manufacturing company, with
experiences in Pulp & Paper, Oil & Gas, Steel Mill, Fertilizer, etc. since 1997.
We are currently looking for a qualified candidate for the position below for
our workshop at Karawang, Jawa Barat :

Piping Engineer and Estimator

Requirements:
1. Male/Female, Age: maximum 35 years old (All Position)
2. STM or Diploma Degree in Engineering background
3. Minimum 2 years experience in same position (experience in FABRICATION
manufacturing is an advantage).
4. Good Communication in English
5. Familiar with AutoCAD 2007 or earliest version and MS Office programs
6. Willing to work at Karawang – Jawa Barat

Please send a comprehensive resume or Curriculum Vitae. Explain why you are
interested in the above position, what values, skills & competencies you bring
for us including your contact telephone number, and recent photograph to :
hrd@mitrindo.com

Wednesday, June 27, 2012

Deadlegs

"Ada beberapa definisi Deadleg yang disampaikan oleh para ahli korosi, diantaranya adalah "
  1. "Any section of pipework or a vessel where the rate of flow is very low or zero"
  2. "Section of pipe work or vessel which contain liquid under stagnant condition or where there is no measurable flow"
  3. "Any unused length of pipe longer than six diameters of the unused pipe measured from the axis of the pipe in use"
  4. "A pipe branch that under normal operating conditions does not experience operational flow"."

Tanya - Robby Wahyudi

Dear rekan milis,
  
  Mohon pencerahannya tentang deadlegs pada piping
  Sebenarnya apa fungsi dari deadlegs itu ?
  Ada hubungannya dengan pressurized dummy support leg ?
  
  Terima Kasih sebelumnya


Tanggapan 1 - ifan rifandi

Pak Robby,
  
  Ada beberapa definisi Deadleg yang disampaikan oleh para ahli korosi, diantaranya adalah "
  1. "Any section of pipework or a vessel where the rate of flow is very low or zero"
  2. "Section of pipe work or vessel which contain liquid under stagnant condition or where there is no measurable flow"
  3. "Any unused length of pipe longer than six diameters of the unused pipe measured from the axis of the pipe in use"
  4. "A pipe branch that under normal operating conditions does not experience operational flow"
  
  Jadi intinya adalah bila fluida didalam suatu pipa tidak mengalir (diam) maka pipa tersebut dikatakan Deadleg.
  Fungsinya ?,  Kalau dari sisi korosi, deadleg tidak ada fungsinya karena aliran yg stagnant dan bila ada air dan temperatur dibawah 60oC, maka pada pipa deadleg tsb kemungkinan akan tumbuh bakteri yang menyebabkan korosi oleh bakteri (Microbial Induced Corrosion/MIC), bila ada deposit di pipa deadleg juga bisa menimbulkan corrosion under deposit (CUD).
  Lokasi pipa yg menjadi deadleg umumnya :
  1. Drains pipework at the base of vessels
  2. Bridle Pipework
  3. Pipework sections that are used intermittently e.g. bypass lines and non-operating sections of spaded equipment
  4. A section of pipework not in the normal flow, but which cannot be isolated from the normal flow e.g. obsolete lines
  5. Pipework sections upstream or downstream of a closed valve where the intention is to keep the valve closed 
  6. Lowest sections of pipework runs where it is not possible to drain completely
  7. Process pipework associated with a vessel, upstream of the first closed valve
  
  Mudah2an bisa menjawab pertanyaan Pak Robby


Tanggapan 2 - Bambang Santoso

Pak Robby,
  
  Dengan definisi dan lokasi yang disebutkan Pak Ifan berikut ini:
  
  Definisi
  
  1. "Any section of pipework or a vessel where the rate of flow is very low or zero"

  Lokasi
  
  4. A section of pipework not in the normal flow, but which cannot be isolated from the normal flow e.g. obsolete lines

  saya teringat dengan satu contoh potongan piping (dead leg) pada downstream steam condenser pada elevasi yang lebih rendah. Down stream potongan piping tsb berhubungan dengan udara luar (atmosphere) pada elevasi yang lebih rendah lagi.
  
  Karena steam condenser harus dijaga untuk vacuum maka dead leg tsb dibuat seperti leher bebek (mempunyai low point) dengan kedalaman yang sesuai sehingga udara luar tidak masuk ke dalam surface condenser.
  
  Sekedar refresh, condenser seperti ini sering dipakai dalam kaitan fungsi labyrinth steam sealing pada steam turbine. Condenser dibuat vacuum dengan dihisap oleh steam jet ejector yang dipasang di sebelah atas condenser. Down stream ejector biasanya dihubungkan dengan steam piping (uap semua).
  
  Bila ada ketidak seimbangan masa, permukaan air pada  condenser bisa naik dan memasuki steam ejector. Untuk mencegah hal itulah, dipasang potongan pipa (dead leg) yang berfungsi sebagai drain pipe tetapi yang dapat mencegah masuknya udara luar ke dalam condenser.
  
  Dead leg tsb selalu menampung air (condensat) yang seolah tidak mengalir. Sifatnya seperti reservoir kecil. Air yang baru tiba diujung yang satu, sedang diujung (leher bebek) yang lain air turun kebawah karena gravitasi.
  
  Masalah yang diantisipasi adalah fouling / sedimen pada dead leg ini. Karena itu untuk waktu-waktu tertentu dilakukan pemeriksaan dan penggantian dengan pipa baru (diameter kecil / murah saja). Biasanya dilakukan saat plant shut down karena tidak ada spare atau back up drain line).
  
  Karena kecil nya scope pekerjaan, kadang-kadang orang lupa memasukkan nya pada
  shut down job list ! Baru ingat setelah plant beroperasi lagi, dan menemui bahwa ejector kurang berjalan baik dan steam sealing pada steam turbine tidak bekerja baik.
  
  Kelompok kerja yang terlibat biasanya: Rotating Equipment Engineer / Craft  , Inspection / Inspector  dan Pipe fitters (mechanical stationary crafts). 
  
  Semoga bermanfaat.

Ground Vibration Akibat Aktivitas Pilling

"Vibrasi pada pilling adalah getaran transient yang intermiten, tentu hal ini berbeda dengan getaran kontinu. Namun pilling terutama dengan impact driver akan menghasilkan getaran impuls secara berulang. Seperti kita ketahui, getaran yang dihasilkan oleh impuls akan mampu menghasilkan getaran dengan kandungan frequency yang cukup lebar tergantung dari kekerasan dan kekakuan material. Untuk impact drive pilling biasanya menghasilkan kandungan frequecy hingga 100 hz, tentu hal ini berpotensi mengeksitasi frekuensi pribadi dari bangunan. Bangunan biasanya lebih sensitive oleh getaran pada frekeunsi cukup rendah < 40hz. Oleh karena itu perlu dicermati jarak terdekat dari dari pilling area ke bangunan di sekitarnya. Untuk hal ini USBM memberikan panduan berapa getaran maksimum, dinyatakan dengan peak particle velocity, yang diijinkan diterima oleh suatu bangunan. Tentu bangunan baru dan bangunan tua memiliki kriteria yang berbeda."


Tanya - Wilis Wirawan ww@sarana-ahli

Rekan-rekan yth,

Mohon pencerahan dari rekan-rekan tentang "allowable ground vibration due to pilling activity" berdasarkan berbagai standar atau pengalaman? Ground vibration di sini terkait dengan pondasi (concrete) yang sedang dibuat padahal di sekelilingnya ada pekerjaan pilling. Buku apa saja yang dapat dijadikan referensi?

Terima kasih atas pencerahannya.


Tanggapan 1 - Badaruddin@vico

Dear Pak Wilis,

Sekiranya dapat dijelaskan lebih detail, apakah yang anda maksudkan adalah rusaknya daya ikat beton pada pondasi yang baru terbentuk akibat vibration atau??????


Tanggapan 2 - aang r_gautama_mis


Coba buka bukunya braja m das mengenai disain pondasi. ada chart nya tuh. Atau bisa di simulasikan aja di komputer. he he he



Tanggapan 3 - Wilis Wirawan


Pak Badaruddin dan Pak Aang,

Saya sedikit tahu dari USBM Vibration Criteria bahwa ada batasan dari  getaran TANAH yang diijinkan. Jika getaran TANAH di bawah batas yang  diijinkan, maka BANGUNAN yang berdiri di atas tanah tersebut aman (safe).

Nah, sekarang saya mohon pencerahan dari pengalaman rekan-rekan tentang  batasan getaran TANAH akibat aktivitas PILLING yang diijinkan pada CONCRETE  yang baru dibangun. Di buku "Blast Vibration and Monitoring Control, Charles  H Dowding" disebutkan ekseperimen Esteves (1978) membuktikan bahwa CONCRETE  yang baru dibangun dapat retak jika mengalami getaran lebih dari 150 mm/s  (Particle Velocity) bila umur concrete ini antara 10 s.d 20 jam. Ada juga  orang yang bilang bahwa sebagai "rule of thumb", biasanya pilling dilakukan  pada jarak 50 feet (15,24 meter) atau lebih dari concrete yang berumur  kurang dari 7 hari.

Terima kasih atas pencerahannya.


Tanggapan 4 - Badaruddin Badaruddin@vico


Dear Pak Wilis,

Saya belum pernah baca atau membuktikan secara analitis mekanisme dari keruntuhan beton akibat vibrating, dan tentunya menarik untuk dipelajari lebih detail.

Pengalaman saya, blok beton pondasi mesin untuk k-225, pada umur 4 hari mendapatkan vibrating akibat vibrator roller pada level medium, dan tidak terjadi keretakan pada beton tersebut.

Vibrating akibat piling tentunya lebih kecil bila dibandingkan vibrating akibat vibrator roller (dynapac)


Tanggapan 5 - Annif Daniar


Dear all,
Tambahan informasi, respon vibrasi pada struktur, bukan hanya ditentukan oleh level atau besar gaya eksitasi saja, tetapi frekuensi eksitasi juga sangat berpengaruh, terlebih bila pas pada frekuensi natural bangunan. Suatu struktur bila tereksitasi pada frekuensi naturalnya akan teresonansi hebat, bila berlangsung lama hal ini bisa menyebabkan runtuh. Menarik sekali bukan?
FYI, Pada discovery channel, dibuat model pasir padat dengan air disebelahnya dan model gedung diatas pasir padat tersebut. Model tersebut digetarkan pada frekuensi tertentu selama beberapa detik. Akibatnya model gedung amblas/runtuh. Ternyata air mengintrusi pasir sehingga pasir yang tadinya padat menjadi lumpur sehingga tidak kuat lagi menahan beban dari
model gedung.
Mudah2 membantu...
www.pakarti.com


Tanggapan 6 - Paul STG paul.stg


Ini bukannya fenomena likuifaksi (cmmiw) vibrasi dinamik kontinu (vibrasi mesin) tidak bisa disamakan vibrasi sementara yg teredam (pada pilling).


Tanggapan 7 - Ilham B Santoso

Vibrasi pada pilling adalah getaran transient yang intermiten, tentu hal ini berbeda dengan getaran kontinu. Namun pilling terutama dengan impact driver akan menghasilkan getaran impuls secara berulang. Seperti kita ketahui, getaran yang dihasilkan oleh impuls akan mampu menghasilkan getaran dengan kandungan frequency yang cukup lebar tergantung dari kekerasan dan kekakuan material. Untuk impact drive pilling biasanya menghasilkan kandungan frequecy hingga 100 hz, tentu hal ini berpotensi mengeksitasi frekuensi pribadi dari bangunan. Bangunan biasanya lebih sensitive oleh getaran pada frekeunsi cukup rendah < 40hz. Oleh karena itu perlu dicermati jarak terdekat dari dari pilling area ke bangunan di sekitarnya. Untuk hal ini USBM memberikan panduan berapa getaran maksimum, dinyatakan dengan peak particle velocity, yang diijinkan diterima oleh suatu bangunan. Tentu bangunan baru dan bangunan tua memiliki kriteria yang berbeda.

Permasalahan lain dari ground vibration ini adalah menyangkut pengaruhnya terhadap kontruksi betong pada masa pouring dan curing. Sebagai informasi  Florida Departement Of Transportasion (FDOT) Roadway and Bridge Specification (2000), menyatakan bahwa "harus dihetikan kegiatan pilling pada jarak 200 ft dari konstruksi beton sebelum beton berusia 2 hari kecuali telah mendapatkan otorisasi dari engineer".  Jadi concern pada pengaruh pada pilling terhadap konstruksi beton memang diperlukan. Permasalahannya adalah berapa batas getaran yang diijinkan yang belum ditemukan dengan jelas. Bebarapa riset di laboratorium menunjukkan bahwa beton pada masa curing, dapat bertahan hingga 5 in/sec, yang tentu nilai sangat besar bila dibandingkan dengan getaran akibat pilling. Namun, penelitian yang lain yang berbasiskan pengujian dilapangan, menunjukkan bahwa kekuatan beton akan sangat terpengaruh oleh getaran pada 2 in/sec, dan di atas itu pengaruhnya hampir sama saja. Artinya, sebaiknya ge
 taran pada beton pada masa curing di harapkan ada dibawah 2 in/sec. Penelitian itu menyimpulkan bahwda pada pilling dengan batas getaranya adalah 2 in/sec ppv pada jarak 3 x dari diameter shaft pilling.

Pada praktek di lapangan, batas ini sangat tergantung dari user yang akan menggunakan konstruksi beton tersebut. Pada pengalaman kami untuk mengukur getaran tanah yang akan dipasang pondasi Turbin uap, user meminta agar getaran tanahnya tidak lebih dari 25 mm/sec (setara 1 in/sec). Sedangkan pada pengalaman yang lain, user mengacu pada USBM yaitu getarannya tidak lebih dari 50mm/sec.

Demikian dari pengalaman..kami, sebenarnya banyak yang bisa kita bahas, namun saya kawatir tidak semua anggota milis ini tertarik pada topik ini. Yang pengin diskusi lebih lanjut bisa lewat japri.



Tanggapan 8 - Wilis Wirawan


Rekan-rekan yth,

Terima kasih atas bantuannya untuk menjelaskan pengaruh ground vibration akibat piling pada curing concrete.

Pendapat rekan-rekan semakin memperjelas pernyataan dalam e-mail saya  terdahulu bahwa ada macam-macam pendapat tentang batas getaran tanah yang  diperbolehkan untuk diterima oleh curing concrete. Dari sebuah buku saya  dapatkan eksperimen Esteves menyatakan curing concrete dalam umur 10 s.d 20  jam dapat retak jika menerima getaran lebih dari 150 mm/sec (5.9 in/sec). Pak Ilham juga menunjukkan ada uji laboratorium yang membuktikan  bahwa curing concrete dapat bertahan hingga 5 in/sec (127 mm/sec).  Pengalaman Pak Badaruddin menunjukkan blok beton pondasi mesin k-225 dengan  umur 4 hari tidak retak ketika mendapatkan vibration akibat vibrator roller  pada level medium. Berdasarkan pendapat-pendapat di atas, karena getaran  tanah akibat piling umumnya rendah (di bawah 150 mm/sec), dapat dikatakan  aktivitas piling tidak banyak berpengaruh pada curing concrete.

Sebaliknya, pendapat lain yang saya jumpai mengatakan bahwa sebagai "rule of  thumb", biasanya pilling dilakukan pada jarak 50 feet (15,24 meter) atau lebih dari concrete yang berumur  kurang dari 7 hari. Pak Ilham menyebutkan ada penelitian di lapangan yang  menunjukkan bahwa kekuatan beton akan terpengaruh oleh getaran 2 in/sec, sehingga disimpulkan piling dengan batas getaranya adalah 2 in/sec ppv pada  jarak 3 x dari diameter shaft pilling. Jadi, berdasarkan dua pendapat  terakhir tersebut dapat disimpulkan ada batasan jarak piling  ke curing  concrete yang diijinkan.

Mungkin rekan-rekan yang lain dapat menjelaskan mekanisme  keruntuhan/kerusakan/retaknya curing concrete akibat getaran tanah dan  perbedaan pendapat di atas dari sudut pandang GEOTEKNIK.

Terima kasih atas pencerahannya.


Tanggapn 9 - aang r_gautama_mis


Pak Wilis,
  coba di donlot journal ini:
www2.eng.cam.ac.uk/~djw29/pubs/Rockhill_etal_2003.pdf
  di sini ada jarak2 aman terhadap bangunan sensitif, berapa besar ppv yang masih diperbolehkan untuk piling drop hammer. mungkin bermanfaat
  
  bisa juga merefer ke reference di
  http://www.icsmge2005.org/reports/Paperabstract/HongKongGS/2h-Yeung-HO-3.pdf

  
semoga bisa membantu,


Tanggapan 10 - alekpoerba

Pak Wilis,

Untuk vibrasi akibat piling ini sebetulnya pengaruhnya boleh dibilang cukup kecil, tergantung dari kondisi dan jenis tanah sekitar (CMIIW). Dulu pernah dikit2 itung pengaruh piling ini pada proyek pemancangan tiang di Balongan.

Untuk buku, dulu sy pakai Vibration of Soil and Foundation karangan F.R Richart.. disana ada kurve2 empiris.. ini buku lama...tapi sys kira cukup mudah untuk dipakai dan di pahami..

Dry Transf. vs Oil Transformer

"Kelebihan dry type transformer (DTT) dibanding Oil cooled Transformer (OCT) :
§    DTT memiliki Low maintenance cost karena pembersihan debu secara rutin.
OCT membutuhkan pengecekan oli secara rutin, purifikasi dan penggantian oli yang membutuhkan biaya sangat tinggi.
§    DTT Bisa diinstall sedekat mungkin dengan beban (Panel distribusi, MCC, dll, sehingga akan mengurangi losses dari transmisi (memungkinkan menggunakan bus-duct dari trafo ke beban).
OCT tidak memungkinkan.
§     DTT Membutuhkan space lebih sedikit untuk installasi dan bisa diintegrasikan dengan incoming VCB cubicle dan panel distribusi.
OCT tidak memungkinkan, harus menggunakan kabel.
§     DTT memiliki potensi kebakaran di substation lebih rendah karena tidak menggunakan oil dibanding OCT.
§    Untuk beban-beban high rise Commercial building, DTT dapat ditempatkan di dalam building, sedangkan OCT harus ditempatkan jauh atau diluar building."

Tanya - aripin supriadi
 
Rekan2 milister yang terhormat..

Rekan2 milister, proyek kami untuk power plant...dan owner kami, meminta supaya untuk LV transformer menggunakan dry transformer, bukan oil immersed transformer.

Mohon pencerahannya...mengenai kelebihan dan kekurangannya dari sisi tehnikal dan ekonomisnya untuk transformer tipe dry dan immersed oil dengan kapasitas 2.5MVA 6.3kV/0.4kV (indoor) yang akan digunakan sebagai Auxiliary Transformer untuk power plant.

Terima kasih atas segala pencerahannya,


Tanggapan 1 - Njang njangkus


Dear Pak Aripin,
 
Mengenai apa perbedaan dry transformer dengan oil filled transformer, saya mencoba menjelaskannya sebagai berikut :
Kelebihan dry type transformer (DTT) dibanding Oil cooled Transformer (OCT) :
§    DTT memiliki Low maintenance cost karena pembersihan debu secara rutin.
OCT membutuhkan pengecekan oli secara rutin, purifikasi dan penggantian oli yang membutuhkan biaya sangat tinggi.
§    DTT Bisa diinstall sedekat mungkin dengan beban (Panel distribusi, MCC, dll, sehingga akan mengurangi losses dari transmisi (memungkinkan menggunakan bus-duct dari trafo ke beban).
OCT tidak memungkinkan.
§     DTT Membutuhkan space lebih sedikit untuk installasi dan bisa diintegrasikan dengan incoming VCB cubicle dan panel distribusi.
OCT tidak memungkinkan, harus menggunakan kabel.
§     DTT memiliki potensi kebakaran di substation lebih rendah karena tidak menggunakan oil dibanding OCT.
§    Untuk beban-beban high rise Commercial building, DTT dapat ditempatkan di dalam building, sedangkan OCT harus ditempatkan jauh atau diluar building.
§    Pada DTT, Lightning Arrester bisa ditempatkan didalam cubicle transformer untuk masing-masing fasanya (R, S & T), sedangkan pada OCT harus terpisah atau bahkan diinstall di outdoor.
§    Sehubungan dengan potential hazard-nya, DTT membutuhkan proteksi lebih sedikit pada unit transformernya (over temperature saja), sedangkan pada OCT membutuuhkan proteksi lebih banyak (DGPT).
 
Kekurangan dry type transformer (DTT) dibanding Oil cooled Transformer (OCT) :
§     Khusus untuk DTT jenis cast resin, bila terjadi kerusakan pada winding tidak bisa diperbaiki (Non-repairable), sedangkan OCT bisa di-rewinding ulang.
§     Untuk DTT, sensor over-temperaturenya harus di maintain rutin agar bisa berfungsi ketika terjadi overload atau gangguan lainya. Pada OCT yang harus ditest fungsi adalah DGPT relaynya.
§    Pada DTT, Tap Changer disambung menggunakan busbar (link) sehingga bilamana ingin mengubah harus pembuka teminasi.
pada OCT, pemindahan Tap Changer dilakukan dengan memindahkan toggle untuk manual tap changer atau secara otomatis bila menggunakan OLTC.
§    Mengenai Biaya investasi awal, DTT memiliki cost lebih tinggi dibanding OCT (hampir dua kalinya).
§    DTT memiliki temperature rise dua kali lebih tinggi dibandingkan OCT, dengan kata lain DTT memiliki resistansi lebih tinggi.
§     DTT memiliki losses lebih tinggi dibanding OCT sehingga dengan kata lain, DTT memiliki efisiensi lebih rendah dan biaya operasional jangka panjang lebih tinggi, sebagai contoh : untuk trafo 2000 kVA, DTT memiliki losses ± 26kW sedangkan OCT hanya ± 16kW.
§    DTT memiliki BIL (basic impulse level) lebih rendah dari OCT, sebagai contoh, untuk system tegangan 13.8 kV/0.48kV, DTT memiliki BIL 60 kV di sisi primer dan 10 kV di sisi sekunder sedangakan OCT 95kV disi primer dan 30kV di sisi sekunder.
§    DTT memiliki kemampuan overload dibanding OCT, contoh : untuk durasi overload 2 jam, DTT hanya mampu dibebani 115% sedangkan OCT mampu dibebani 180% (mengacu pada  ANSI/IEEE C57.91-1981 Table 5 & 6).
 
Demikian penjelasan dari saya (referensi dari berbagai sumber), bila ada yang mau menambahkan saya sangat berterima kasih sekali.



Tanggapan 2 - kurnia_te kurnia


Terimakasih atas informasinya Pak Enjang. Nambah ilmu nih bagi yang newbie seperti saya.
Saya tambahkan, untuk skala industi dry type biasanya untuk daya di bawah 30 KVA, sedangkan untuk diatas 30 KVA menggunakan oil cooled. Tapi standar tiap perusahaan berbeda2.


Tanggapan 3 - Erwin Sambas - Electric

Terima kasih nambah ilmu juga buat saya, tapi di sini kami pakai juga Dry trafo 800 KVA.

alman fauzi alman.fauzi@yahoo.com


Dry type Transformer sebenarnya memang bisa sampai kapasitas sekelas Power Transfomer,seperti ABB Power yang bisa membuat tipe Cast Resin sampai 40 MVA dan tipe impregnated sampai 15 MVA. Trus Pauwels, tipe cast resin sampai 10 MVA. Tapi semua produk sampai range tersebut buatan luar negeri.
Saran saya pribadi untuk trafo diatas 1500 kVA lebih baik pakai tipe Oil-Filled, karena harganya jauh jauh lebih murah. Untuk pemasangan indoor, Trafo Oil-Filled lebih baik menggunakan Plug-in Bushing di sisi HV, bisa juga di kombinasi pakai terminal box, untuk safety. Asalkan clearence sekeliling trafo memenuhi, maka tidak ada masalah untuk memakai trafo Oil-Filled untyk aplikasi indoor.


Tanggapan 4 - Suwarno, Umbara (Incoray)


Ikut Urun Rembuk dikit,
Hati-hati bila mau menaikkan Capasitasnya,apalagi bila berbeda merk. ada beberapa produk yg urutan R-S-T-N nya berbeda susunannya, kemudian hitung ulang cable / busduct antara trafo ke cubicle.
Untuk penempatan di dlm ruangan perhatikan Sirkulasi udaranya  agar tidak terjadi failure karena temperatur.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India